Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
06


__ADS_3

"Jadi, Hana mulai kuliah hari ini?" Baekhyun menganggukan kepalanya ketika Chanyeol bertanya.


"Isterimu itu sombong sekarang, jarang berkabar denganku."


"Dia lebih suka disamperi langsung."


"Dan memintaku untuk membawa hadiah untuknya."


"Sudah bersuamimu pun tidak berubah, masih saja memorotiku."


Baekhyun pun hanya terkekeh, ia masih fokus dengan pekerjaannya.


"Lalu Hyuna bagaimana?"


"Diurus oleh bibi. Ibu juga akan datang sesekali untuk membantu menjaganya."


"Memang ibu tiri-mu itu tidak keberatan?"


"Justru ibu yang menyuruh Hana berkuliah dan menawarkan diri untuk menjaga Hyuna."


Chanyeol mengangguk mengerti, "Berkat kesabaran ayahmu, dia mendapat wanita baik."


Baekhyun kini yang mengangguk setuju, "Tentu saja."


"Berkat kesabaranmu juga Baek, kau kembali memiliki sosok ibu lagi, yang baik."


Baekhyun tersenyum samar, "Tapi bagaimanapun tidak ada yang bisa menggantikan ibu kandungku, sejahat apapun beliau."


"Tidak ada yang mengatakan begitu, tapi setidaknya kau dan Hana masih bisa merasakan kembali figure orang tua, tidak seperti aku," jawab Chanyeol.


Mendengar jawaban begitu, Baekhyun melirik sahabatnya, ada tatapan sendu dari Chanyeol yang Baekhyun tangkap, "Orangtuaku, orangtuanya Hana dan kau juga."


"Kau ini masih menganggap kita apa? Hanya sebatas rekan kerja? Apa hanya aku sendiri yang menganggapmu keluarga? Kita berteman selama apa Chan? Kau juga kakak-nya Hana."


Chanyeol tersenyum lebar, "Ternyata kau bisa manis juga ya?"


"Tentu saja kita keluarga."


"Aku mencintaimu, Baek!"


"Simpan ucapan menjijikan itu!"


Kini Chanyeol tertawa melihat sahabatnya bergidik geli ketika ia menyatakan cintanya.


***


Hana masuk ke dalam rumahnya ketika ia baru saja sampai dari kampus diantar oleh Sehun. Hana sudah menawari Sehun untuk masuk, tapi pria itu menolak, katanya ia sudah ada janji dengan Sejeong. Hm. Terdeteksi bucin.


Baru saja ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, ponselnya kini berdering. Tertera nama Baekhyun di sana. Hana pun tersenyum sebelum ia mengangkat panggilan dari suaminya.


"Halo?" Hana menyapa lebih dulu.


"Kau sudah pulang?" Tanya Baekhyun di sebrang sana.


"Baru saja sampai."


"Baiklah, Sehun tadi mengabariku kalau dia sudah mengantarmu dengan selamat."


Hana terkekeh, "Harusnya dia tidak perlu laporan begitu."


"Justru harus, kalau mengandalkanmu belum tentu kau mengabariku kalau sudah pulang."


"Hehe, ya sudah. Aku tunggu kau di rumah."


"Jam 5 aku pulang."


"Aku bawa makanan untuk makan malam kita dan untuk bibi Miran."


"Oke, selesaikan pekerjaanmu dengan baik."


"Oke sayang."


Hana otomatis tersenyum mendengar panggilan itu.

__ADS_1


"Aku tutup ya?" Baekhyun kembali bersuara.


"Iyaa."


"Dah..."


Panggilan pun terputus.


"Nona, sudah pulang?" Hana menoleh ketika bibi Miran, pelayan yang sudah bekerja untuk keluarganya sejak dia masih kecil kini kembali bekerja untuknya untuk menjaga Hyuna.


"Iya Bi, bagaimana Hyuna? Apa dia rewel?"


"Tidak nona."


"Tadi nyonya besar sempat ke sini menemani nona kecil bermain."


Hana tersenyum, ibu mertuanya benar-benar datang untuk membantu menjaga Hyuna. Tadinya justru ibu mertuanya itu menawarkan diri untuk menjaga Hyuna sepenuhnya, tapi Hana tidak enak, Hana dan Baekhyun sungkan jadi mereka memutuskan untuk mempekerjakan bibi Miran yang sudah dipercaya oleh Hana.


"Aku mandi dulu ya Bi, habis itu bibi boleh pulang."


"Baik, nona." Harusnya Hana sudah bisa dipanggil nyonya kan, tapi Hana tidak nyaman, Hana terbiasa dipanggil nona ketimbang nyonya.


"Terimakasih ya Bi, sudah mau bekerja untukku lagi, sehat-sehat terus ya, aku masih menbutuhkan bibi Miran," ucap Hana sebelum ia melangkah ke kamar mandi.


"Iya nona, saya senang masih bisa bekerja untuk nona bahkan untuk nona kecil Hyuna."


Hana tersenyum, "Jangan pulang dulu sebelum suamiku pulang. Dia membawakan makanan untukmu."


"Baik, nona."


***


Malam ini Hana sedang memompa ASI-nya setelah tadi menidurkan Hyuna. Bibi Miran sudah pulang sejak Baekhyun juga pulang ke rumah. Lalu Hana yang sudah mandi langsung menyiapkan makanan untuk dia dan suaminya makan malam. Begitupun untuk Hyuna yang mulai diberi MPASI.


"Belum selesai?" Baekhyun masuk ke dalam kamar Hyuna untuk menemui isterinya. Iya bayi itu kini sudah punya kamar kecilnya sendiri, meskipun belum dipakai sepenuhnya karena masih sering tidur bersama orangtuanya.


Hana sekarang sudah tidak malu lagi ketika Baekhyun melihatnya sedang memompa ASI. Apa lagi sih memang yang disembunyikan, suaminya bahkan mungkin sudah hapal bagaimana seluruh bagian tubuhnya.


"Aku tunggu di kamar ya."


"Heem."


Sebelum meninggalkan Hana kembali, Baekhyun mampir untuk mencium dahi dan pipi puterinya.


Tak lama Hana pun menyelesaikannya, ia memasukan Asi yang sudah ia pompa ke dalam kulkas lalu segera pergi ke kamarnya dan Baekhyun.


Saat masuk, Hana bisa mendapati suaminya yang sudah menyender di kepala kasur sambil memainkan ponselnya. Ia pun segera menghampiri suaminya dan ikut duduk di sampingnya. Baekhyun juga langsung menaruh ponselnya ketika isterinya datang.


Tanpa aba-aba Hana langsung menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Lelah?" Tanya Baekhyun. Hana mengangguk lemah.


"Sepertinya otakku memang sudah jarang dipakai jadi sekalinya dipakai dengan keras rasanya cukup melelahkan," jawab Hana jujur.


Baekhyun menarik tubuh Hana untuk ia dekap dan ia bawa untuk berbaring di kasur.


"Mungkin kau masih kaget," jawab Baekhyun, Hana mengangguk, wanita itu sibuk menenggelamkan wajahnya di bahu suaminya.


"Kalau ada tugas dan sekiranya berat, kau boleh minta bantuanku," ucap Baekhyun.


"Itu pasti. Aku tau suamiku kan pintar."


Baekhyun hanya tersenyum.


"Baek..."


"Hm?"


"Aku sudah punya teman di hari pertama."


"Benarkah?"


Hana mengangguk semangat, kini ia mendengakan kepalanya untuk menatap Baekhyun ketika ia bercerita.

__ADS_1


"Satu pria, satu wanita."


"Yang pria, dia yang mau berteman denganku, masa aku menolak?"


"Tidak apa-apa kalau aku berteman dengan pria lagi?"


"Kenapa tidak boleh?"


"Aku pasti harus membuat batasan kan, bagaimanapun aku sudah menikah."


Baekhyun mengangguk, "Tentu saja, dan aku yakin kau bisa menjaga batasan itu, aku mempercayaimu, Hana."


"Tapi, dia sudah memperhatikanku sejak masih ada kau. Dia memperhatikanku ketika aku bicara denganmu, dan ternyata kita sekelas. Dia bahkan sempat mengira kalau kau adalah kakak-ku."


Baekhyun menunduk untuk menatap Hana juga, "Lalu kau bilang apa?"


"Aku bilang, kalau kau bukan kakakku tapi suamiku dan dia kaget."


"Jadi apa mungkin kalau dia tertarik denganmu?"


Hana terdiam sejenak, "Kalau itu mungkin, apa aku perlu untuk menjauhinya?"


"Jangan, kalau dia baik silakan berteman dengannya. Sekalipun dia menyukaimu, tidak akan terjadi apa-apa kalau kau tidak menyukainya balik."


"Tentu saja, aku tidak mungkin menyukainya."


Baekhyun kembali tersenyum, tangannya bergerak untuk menyeka rambut Hana, "Iya, jangan ya."


Baekhyun tentu saja percaya dengan Hana, tapi bagaimanapun atas traumanya yang dulu saat ibu kandungnya berselingkuh, tetap ada sedikit kekhawatiran tentang itu.


"Ini jangan sampai terjadi, tapi namanya perasaan manusia bisa kapanpun berubah kan Hana? Jadi, kalaupun kau juga menyukainya, katakan padaku, jangan berselingkuh di belakangku."


Hana menatap Baekhyun lalu segera memeluk suaminya lagi, "Jangan bicara begitu! Aku tidak akan menyukainya Baekhyun! Kalaupun aku harus menjauhinya, aku tidak keberatan untuk itu."


"Baekhyun, kau tau, hanya kau yang aku sukai dan aku cintai!"


Pria itu terkekeh ketika Hana bicara dengan nada merajuk sambil memeluknya, "Iya aku tau."


"Kau mempercayaiku kan?"


"Iya sayang."


"Aku mempercayaimu."


Cup


Baekhyun sedikit kaget ketika bibir Hana mengecup bibirnya singkat.


"Tidakkah itu terlalu sebentar?"


Baekhyun mengangkat dagu Hana sebelum pria itu kembali menyatukan bibirnya dengan milik isterinya, bergerak dengan lembut di sana sambil memejamkan mata.


Hana mendorong pelan bahu Baekhyun ketika ia merasa mulai kehabisan oksigen. Suaminya pun melepaskannya, menatapnya dengan dalam yang kini sedang terengah di hadapannya.


"Enak, manis, rasa strawberry," ucap Baekhyun.


"Aku pakai lipbalm."


"Kenapa strawberry?"


"Kan itu yang kau suka."


Pria itu tersenyum lebar, "Jadi untukku?"


"Heem. Kan memang milikmu."


"Apanya?"


"Ini."


"Ini milikmu." Hana menunjuk ke bibirnya sendiri.


"Iya. Kau milikku."

__ADS_1


__ADS_2