
Hari ini Hyuna sudah dibolehkan pulang setelah dipastikan keadaannya jauh lebih baik. Meski rambutnya semakin tipis efek dari kemotrapi, anak itu tetap tersenyum senang karena bisa pulang bersama ayah dan ibunya.
"Ayah, nanti malam aku mau tidur bersama ayah dan ibu," ucap Hyuna yang berada di dalam gendongan sang ayah.
"Tanya sama ibu, soalnya ibumu suka cemburu," jawab Baekhyun melirik Hana jahil.
"Bohong!" Hana mencubit pinggang suaminya.
"Boleh sayang, nanti kita tidur berpelukan ya," jawab Hana pada Hyuna.
Baekhyun pun menurunkan Hyuna dari gendongannya di atas kasur sang puteri.
"Tapi Hyuna siang juga harus banyak istirahat ya," ucap Baekhyun yang langsung mendapat anggukan menurut dari Hyuna.
"Ya sudah, ayah tinggal dulu, Hyuna di rumah bersama ibu ya?"
"Kemana?" Tanya Hana pada Baekhyun.
"Ke kantor, sebentar saja, ada pertemuan penting."
Hana mengangguk paham, "Ya sudah, sana pergi!"
"Mau aku bawakan apa?" Hana menyembunyikan senyumnya ketika mendapat perhatian kecil itu dari sang suami. Sepertinya keputusannya untuk berdamai dengan Baekhyun dan dirinya sendiri tidak salah. Itu memang yang ia inginkan. Dan ia tidak bisa membohongi perasaannya lebih lama lagi bahwa ia memang masih ingin terus bersama Baekhyun.
"Tidak perlu, nanti merepotkan."
"Aku tidak bertanya untukmu, tapi untuk bayiku," jawab Baekhyun sambil mengelus perut Hana dan langsung mendapat pukulan di lengannya. Tentu saja dari Hana.
"Oh begitu? Dia bilang dia ingin tteokbokki, odeng, hotteok, kkimbap, dan banana uyu," jawab Hana yang langsung mendapat kekehan dari Baekhyun.
"Sebanyak itu?" Hana menganggukan kepalanya membalas pertanyaan Baekhyun.
"Ibu rakus!" Hyuna yang dari tadi hanya menyimak orangtuanya bicara pun bersuara juga.
"Adikmu yang minta, Hyuna!" Jawab Hana.
"Aku punya adik?"
"Iya, masih ada di dalam perut ibu," Baekhyun menjawab pertanyaan Hyuna.
"Wah, kapan dia datang?"
"Masih 6 bulan lagi mungkin?"
"Aku tidak sabar!" Seru Hyuna.
Hana mengelus kepala Hyuna lembut, "Makanya Hyuna harus sehat terus agar bisa bertemu adik, ya?"
"Siap ibu!"
"Kalau ibu dan adik pesan sebanyak itu, Hyuna mau apa?" Tanya Baekhyun.
Hyuna menggeleng, "Kata dokter Hyuna tidak boleh makan sembarangan ayah," jawab Hyuna polos. Anak ini sangat penurut, seperti apa yang diharapkan oleh Hana.
"Benar juga, anak pintar! Ayah belikan buku gambar saja ya untuk Hyuna menggambar?"
Hyuna mengangguk semangat.
__ADS_1
"Ya sudah, aku pergi dulu," ucap Baekhyun pada Hana.
"Jangan lupa pesanan bayiku," ucap Hana.
"Iya, pasti. Cuma itu saja kan?"
"Memang kurang? Tenang saja next time, anak ini pasti minta gedung atau mungkin mobil?"
Baekhyun tertawa, ia bahagia karena Hana-nya sudah kembali seperti dulu.
"Maka akan aku belikan juga."
"Bagus! Harus begitu!"
"Ayah pergi dulu, Hyuna," Baekhyun mencium kening Hyuna.
Kemudian berjongkok sedikit di hadapan Hana untuk mencapai perut wanita itu, "Jangan merepotkan ibumu," ucap Baekhyun diakhiri kecupan manis di perut Hana.
Baekhyun kembali berdiri untuk mencium kening isterinya juga, "Jangan lupa makan dan minum susu," ucap Baekhyunz
Hana pun mengangguk, "Hati-hati."
****
Siang itu seluruh karyawan Baekhyun kembali dibuat kaget oleh sosok presdirnya yang banyak menampilkan senyum. Seperti biasa, Jennie memperhatikan sang presdir heran.
"Jangan-jangan presdir punya 2 kepribadian?" Ucapnya sendiri sambil menutup mulutnya setelah melihat Baekhyun masuk ke dalam ruangan presdir dari bangku staffnya.
"Pikiranmu terlalu absurd, Jennie-ssi!"
"Lalu menurutmu kenapa presdir berubah jadi hangat lagi?"
Jongin hanya mengedikan bahunya, "Mungkin masalahnya sudah menyurut."
"Memang apa sih masalah yang dihadapi presdir kemarin-kemarin?"
"Kau sudah berjanji tidak akan menanyakan hal privasinya lagi!"
Jennie mencembikan bibirnya kecewa, "Sepertinya kau tau banyak ya Kim Jongin?"
"Tidak," jawab Jongin.
"Iya! Kau tau banyak!"
"Kau dan presdir lebih dekat dari yang orang-orang kira. Semua orang di sini pikir, kalian menyimpan dendam satu sama lain karena kau adalah mantan kekasih dari isterinya presdir, tapi sepertinya kalian.... berteman?"
Kim Jongin hanya terkekeh, "Aniya."
"Tidak sedekat itu untuk dibilang berteman. Bagaimanapun dia atasanku, aku tidak bisa menganggapnya teman. Aku harus menghormatinya."
"Tapi semua pikiran orang-orang memang salah. Hana memang sulit untuk aku lupakan, tapi bukan berarti aku tidak berusaha untuk itu. Dan untuk apa presdir menyimpan dendam padaku? Jelas, dialah pemenangnya."
"Hubungan aku dan Hana juga baik-baik saja, sangat baik bahkan, jadi begitupun hubunganku dengan presdir."
Jongin sudah selesai bicara tapi tidak juga ada tanggapan dari Jennie, saat ia menoleh ke wanita itu, ternyata wanita itu sedang asik menatapnya penuh kagum.
"Kenapa menatapku begitu?"
__ADS_1
"Kau sadar tidak oppa? Itu adalah kalimat terpanjangmu saat bicara denganku. Ah, harusnya aku merekamnya bukan? Boleh diulang? Aku akan---,"
"Tidak ada siaran ulang!" Ucap Jongin kembali ketus lalu pergi meninggalkan Jennie. Tapi baru beberapa langkah pria itu kembali pada meja Jennie membuat si pemilik meja tersenyum lebar.
"Apa akan ada siaran ulang? Atau kau mau menceritakan hal yang lain? Sebentar, aku akan menyiapkan kamera dulu."
Jongin hanya menatap datar wanita yang kini sedangkan mengarahkan kamera di ponsel ke arahnya.
"Aku hanya lupa memberikanmu ini!" Jongin melempar pelan sebuah dokumen.
"Pekerjaanmu!"
"Kerjakan dengan baik!"
Jennie kembali menurunkan kamerannya dan menatap Jongin kecewa, "Lain kali bicara lagi denganku oppa!"
"Yang banyak! Aku suka suaramu."
Jongin yang sudah membalikan tubuhnya dan melangkah pergi diam-diam tersenyum simpul ketika mendengar teriakan Jennie.
***
"Presdir kita terlihat tampan dan segar sekali hari ini?" Baekhyun hanya menatap datar Chanyeol yang dengan kurang ajar sudah ada lebih dulu di ruangannya.
"Biasanya kan kusut seperti tidak mengurus diri."
"Kau ini lupa aku siapa ya?" Tanya Baekhyun.
"Tidak. Aku sangat ingat kalau kau itu adik iparku!"
"Ya!!!"
Chanyeol hanya terkekeh saat Baekhyun berteriak padanya.
"Oke baiklah presdir, mohon maaf," Chanyeol pun bangkit dari kursi di ruangan Baekhyun.
"Siapkan meeting secepatnya. Aku mau pulang secepatnya juga! Jangan ada yang telat, ada yang telat lebih dari 2 menit, hari ini lembur!"
"Oh wow! Oke baiklah!"
Setelah itu Chanyeol pun keluar dari ruangan Baekhyun. Kalau Baekhyun sudah mode tegas seperti ini, ia juga tidak bisa membantah. Sepertinya sang presdir ingin cepat pulang dan tidak mau membuang waktu di sini.
Pada akhirnya rapat yang dipimpin oleh sang presdir itu bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.
"Mau langsung pulang?" Tanya Chanyeol ketika di ruangan rapat tersisa dirinya dan Baekhyun.
"Tidak. Aku mau pergi mencari makanan untuk Hana."
"Minta apa dia?"
"Tteokbokki, odeng, hotteok, kkimbap dan susu pisang," jawab Baekhyun.
Chanyeol terkekeh, "Oh okay, she's back."
Baekhyun mengangguk, "Aku lega."
"Dan... bahagia," ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1