Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
13


__ADS_3

Saat Hana bangun, ia tidak menemukan Baekhyun di sampingnya. Hana langsung terbangun, tiba-tiba perasaan takutnya muncul. Baekhyun tidak pergi meninggalkannya kan?


Wanita itu langsung seger bangkit dari kasurnya, berlari ke luar kamar, tapi tidak menemukan siapapun. Ia melihat ke lantai bawah, barangkali Baekhyun ada di ruang tengah, tapi nihil. Suaminya juga tidak ada. Mata Hana panas, ia benar-benar takut Baekhyun meninggalkannya.


Tapi akhirnya ia bisa bernapas lega dengan kaki yang lemas saat mendapati sosok pria sedang duduk berhadapan dengan bayi yang kini sudah berumur 2 tahun. Baekhyun dan Hyuna.


Hana terjongkok di ambang pintu, kakinya benar-benar lemas sekarang.


"Kau kenapa?" Tanya Baekhyun. Nada bicaranya memang masih sedikit datar, tapi tatapannya masih sama. Ada kekhawatiran di sana.


"Aku pikir kau sudah pergi meninggalkanku," jawab Hana.


"Jangan pernah khawatirkan itu, aku akan pergi kalau kau yang menyuruhku pergi."


"Jadi kalau kau tidak menyuruhnya, aku tidak pergi."


Hana tidak suka Baekhyun yang seperti ini, kenapa pria ini masih saja berpikir demikian? Tapi Hana harusnya tau, siapa yang membuat Baekhyun begitu? Dirinya yang sudah menghancurkan kepercayaan suaminya.


"Baek, jangan bicara begitu."


Baekhyun tersenyum tipis, "Aku hanya realistis."


"Aku kira semuanya sudah selesai."


"Memang sudah. Aku bilang, tidak sulit untuk memaafkanmu. Tapi untuk rasa khawatirku, rasa takutku, dan rasa kecewaku itu yang tidak mudah. Tapi tenang saja, biar aku mengatasinya sendiri."


"Bagaimana aku bisa membiarkanmu mengatasinya sendiri saat akulah penyebabmu seperti ini."


"Cukup jangan pernah melakukannya lagi, dan jangan mengumbar janji apapun," jawab Baekhyun.


"Baek---,"


"Hana, kuliahmu libur kan? Lebih baik kau mandi, kau bisa kan membantu bibi Miran memasak? Orang-orang akan datang ke sini. Orangtuaku, Jaemin, Sehun, Chanyeol juga Jongdae dan keluarganya untuk makan-makan bersama."


"Oh iya, kau juga bisa mengundang kedua temanmu kalau kau mau."


Hana masih diam ketika Baekhyun bangkit bersama Hyuna di gendongannya. Puterinya itu sudah cantik dengan gaun kecilnya.


Langkah Baekhyun terhenti, di depan Hana.


"Kau tidak mau mengucapkan ulangtahun pada Hyuna?"


Hana terkesiap, ia pun menatap puteri cantiknya.


"Byun Hyuna, selamat ulangtahun sayang."


"Semoga Hyuna sehat dan bahagia selalu."


"Ibu, menyayangimu."

__ADS_1


Hana mencium pipi puterinya sambil menggenggam tangan mungil bocah itu.


"Baek, aku ingin memeluknya."


Baekhyun pun memberikan Hyuna pada Hana, lalu Hana langsung memeluk Hyuna dalam gendongannya. Rasanya Hana ingin menangis, mengingat akhir-akhir ini Hyuna banyak kehilangan waktunya.


"Maafkan ibu."


"Hyuna..."


"Ibu minta maaf karena tidak punya banyak waktu untukmu dan malah pergi bersenang-senang sendiri."


Hana tidak mau menangis lagi, terlebih di depan Baekhyun. Tapi Hana benar-benar merasa bersalah. Ia pun memeluk Hyuna erat. Bersamaan dengan isakan yang semakin kencang dan tidak terkontrol.


"Ibu..." Tangisan Hana semakin jadi ketika Hyuna mengeluarkan suara.


Baekhyun langsung menarik Hana ke dalam pelukannya, membuat si anak kecil itu kini berada di tengah-tengah sang orangtua.


"Sudah, jangan menangis," ucap Baekhyun mengusap kepala Hana.


"Dadamu nanti sakit Hana."


Hana justru semakin ingin menangis saat diperlakukan seperti ini oleh Baekhyun. Bukankah ia harusnya senang, tapi kenapa ada sisi lainnya yang merutuki Baekhyun karena terlalu baik padanya.


"Eomma, ul-jima," ucap Hyuna meski masih sedikit terbata.


Baekhyun melepas dekapannya pada isteri dan anaknya, lalu tersenyum pada Hyuna.


"Ul-jima, eomma!" Tangan kecil Hyuna bergerak dipipi Hana untuk mengusap air mata ibu-nya.


Hana tersenyum, lalu mengangguk.


"Eomma, menyayangimu."


"Nado," bisik Baekhyun pada Hyuna. Agar anaknya itu mengatakan hal yang sama.


"Nado," ucap Hyuna.


"Ibu juga menyayangi ayahmu."


Baekhyun menatap Hana yang kini juga menatapnya. Tapi Hana kecewa karena Baekhyun segera mengalihkan tatapannya pada Hyuna dan sama sekali tidak membalas ucapannya.


Hana hanya diam ketika Baekhyun juga mengambil alih Hyuna.


"Ayah juga menyayangi ibumu," ucap Baekhyun pada Hyuna.


"Tapi dia belum mandi, jadi ayo kita tinggalkan dulu, tunggu ia mandi."


Hana tersenyum haru ketika Baekhyun masih sempat mengatakan itu sebelum melangkah keluar kamar.

__ADS_1


***


Dan di sinilah mereka, di ruang makan dengan meja yang besar di rumah Baekhyun. Ada Chanyeol, Sehun, Jaemin, Jongdae dan isteri beserta anak-anaknya, ada juga orangtua Baekhyun.


"Kau tidak mengajak dua teman barumu?" Tanya Sehun. Hana hanya menggeleng.


"Kenapa?"


"Mereka sibuk."


Sehun hanya tersenyum miring. Ia belum tau kalau Baekhyun sudah mengetahui perihal kebohogan Hana.


Sedangkan Chanyeol tampak curiga. Dua manusia itu seperti menjaga jarak. Tidak seperti biasanya. Kakak sepupunya Hana bisa merasakan kalau mereka berdua jadi sedikit canggung.


"Noona, kau baik-baik saja?" Tanya Jaemin pada Hana.


Hana terkesiap, "Aku? Tentu saja aku baik."


"Apa perasaanku saja yang melihat wajah noona agak sembap?"


Hana melirik ke arah Baekhyun yang di sampingnya, pria itu ternyata juga sedang menaruh atensi padanya.


"Aku memang habis menangis."


"Aku masih tidak percaya, bayi kecil yang aku lahirkan sudah 2 tahun sekarang," jawab Hana lagi.


Baekhyun hanya menunduk, menyembunyikan senyum lirihnya.


"Boleh kita bicara, Hana?" Sekarang ayah mertuanya yang bicara, dan itu semakin membuat Hana gelisah.


"Setelah makan, bicara denganku, mau?"


"Iya, ayah."


"Kalian tidak sedang bertengkar kan?" Ibu tirinya Baekhyun akhirnya ikut berkomentar juga.


"Tidak," jawab Baekhyun yakin.


"Memang kenapa?"


"Kalian terlihat beda," sahut Jongdae. Ternyata memang hampir dari mereka semua menyadari itu. Biasanya Hana itu bawel, dan tidak bisa lepas dari Baekhyun. Entah menyender di bahu suaminya, atau sekedar memegang tangan, tapi Hana hari ini jadi pasif dan tidak melakukan banyak interaksi dengan suaminya.


"Beda bagaimana?"


Cup


Baekhyun mencium pipi Hana di hadapan mereka semua, lantas membuat Hana terkejut.


"Kami tidak bertengkar. Wanita ini, hanya sedang sedikit murung tidak aku belikan skincare tepat waktu, punyanya sudah banyak yang habis, dan aku belum membelikannya. Nanti ya Hana, besok kalau kau tidak lelah pulang kuliah," Baekhyun kini juga menggenggam tangan Hana, berbicara dengan wanita itu sambil tersenyum lebar seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.

__ADS_1


"Heish! Aku kira kenapa," Chanyeol akhirnya bisa bernapas lega mendengar ucapan Baekhyun tanpa ia tau kalau itu hanyalah kebohongan Baekhyun.


__ADS_2