Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
18


__ADS_3

Hari ini hari pertama Hana ujian akhir semester, tidak banyak persiapan yang Hana lalukan karena untuk fokus saja Hana tidak bisa. Tapi ia masih menyempatkan diri untuk belajar, banyaknya di rumah sakit, karena Hana tidak mau sering-sering meninggalkan Baekhyun yang belum juga sadarkan diri.


"Hana, kau tampak tidak bersemangat, ada apa?" Lagi-lagi Sin Ho yang selalu menyapa paginya Hana.


Hana hanya menggeleng.


"Tidak mau berbagi denganku?"


"Tentang suamimu ya?"


Pada akhirnya Hana menghela napasnya berat, "Iya. Suamiku... koma, Sin Ho."


Mata Sin Ho membulat, "Hah? Bagaimana bisa?"


Iya. Hana pun menceritakan semua detail kejadian kemarin.


"Harusnya aku menunggumu di sana sampai suamimu datang, aku turut prihatin, Hana."


Hana hanya menunduk, "Tidak Sin Ho, memang salahku. Aku pergi dari Kafe itu karena merasa haus, mengingat Kafenya juga sudah tutup. Kalau saja aku menahan hausku, menunggu suamiku datang di Kafe, ini tidak akan terjadi."


"Hana, jangan menyalahkan dirimu begitu, kau juga tidak tau kalau akan jadi seperti itu kan?"


Hana menggangguk.


"Hai guys! Apa kalian sudah belajar? Eh- ada apa? Kenapa wajah kalian sedih begitu?" Hyo Ri yang baru datang dengan heboh langsung bingung ketika wajah Hana dan Sin Ho tidak ada semangatnya, terlebih Hana, wanita itu terlihat murung.


"Tidak, Hyo Ri. Aku yang sedih, suamiku di rumah sakit," ucap Hana.


"Hah? Sakit apa?"


"Dikroyok preman."

__ADS_1


"Apa? Cepat! Ceritakan padaku."


"Sudah, Hana tidak perlu. Kau pasti semakin sedih kalau mengulang cerita yang sama, biar Hyo Ri aku saja yang menceritakannya nanti."


"Tidak apa-apa, Sin Ho."


"Jadi kemarin suamiku..."


Lalu Hana kembali mengulang cerita yang sama. Yang membuat dadanya selalu kembali sakit karena kejadian itu kembali terputar diotaknya. Bagaimana dengan tidak manusiawi suaminya dihajar habis-habisan oleh ketiga preman itu.


"Hana aku menyesal mendengarnya. Maafkan aku," Hyo Ri langsung memeluk Hana.


"Benar kata Sin Ho kau pasti sedih mengingatnya kembali ya?"


"Hana, aku doakan semoga Byun Baekhyun suamimu bisa cepat pulih," ucap Hyo Ri yang hanya ditanggapi oleh senyum Hana.


"Jadi persiapan ujianmu bagaimana? Ah kau pasti tidak bisa fokus ya?"


Hana menggeleng, "Aku belajar kok. Suamiku bilang kalau ujian saja aku bertanya, nanti setelah lulus jawaban orang yang aku tanyakan itu tidak bisa aku pertanggungjawabkan. Biar aku mengerjakan sesuai kemampuaku."


Hyo Ri menatap Hana salut, "Aku kagum sekali denganmu dan suamimu."


"Aku mohon doa kalian untuk suamiku ya," Hana mengepal tangannya agar tangisnya tidak kembali pecah.


"Pasti, Hana!" Hyo Ri mengangguk yakin.


***


"Hai, sayang...," Hana kini sudah pulang dari kampusnya. Ujian hari pertamanya ia lalui dengan lancar meski ia tidak tau hasilnya akan bagus atau tidak. Setidaknya Hana sudah berusaha kan?


Kini Hana ada di hadapan Baekhyun yang masih terpejam matanya dengan beberapa alat di tubuhnya, Hana duduk di kursi yang ada di samping bangkar rumah sakit.

__ADS_1


"Kau selalu suka aku panggil sayang kan? Maaf ya jarang memanggilmu dengan kata itu, bukan karena aku tidak menyayangimu. Hanya saja, aku malu, hehe..."


"Tapi sekarang aku akan terus mengatakannya agar kau bangun."


"Sayang, jangan lama-lama tidurnya ya? Aku merindukanmu."


"Maafkan aku karena kau harus seperti ini akibat menolongku. Baekhyun... sayang maafkan aku dan terimakasih." Air mata Hana kembali jatuh lagi dan lagi. Ia juga tidak mau. Kadang rasanya lelah, dadanya selalu sesak menahannya. Tapi Hana juga tidak bisa mengontrolnya.


"Aku menangis lagi, bagaimana ini sayang? Tidak ada yang menghapus air mataku."


"Ayo bangun! Hapus air mataku!"


"Byun Baekhyun, sayangnya Hana ayo bangun!"


Hana menciumi punggung tangan suaminya, mengusap rambut suaminya, lalu terakhir mengelus pipi suaminya juga.


"Tampan sekali sih?"


"Kau tau? Untuk bisa jatuh cinta dengan Jongin-Oppa dulu dia harus mengejarku selama 1 tahun lebih, dari sejak aku 1 SMA, aku luluh karena dia mau mengajariku semua pelajaran agar tidak dimarahi ayah karena nilaiku yang selalu tidak memenuhi standar ayah. Tapi kau, bahkan mungkin tidak ada 6 bulan aku bisa jatuh cinta denganmu, kau yang bahkan selalu dingin denganku. Kau sehebat itu kau tau? Sehebat itu peranmu di hidupku, Byun Baekhyun. Jadi tolong, jangan coba-coba untuk pergi, ya?"


"Tolong seindah apapun mimpimu itu, jangan lupa denganku. Aku tau, aku bukanlah isteri yang sempurna. Tapi aku membutuhkanmu, ya sayang?"


"Sekarang aku pergi dulu. Hyuna juga membutuhkanku."


"Oh ya, jangan lupakan Hyuna juga, dia merindukan ayahnya. Aku harap kau mendengarkanku, Baekhyun."


"Aku akan kembali."


Semua perkataan Hana yang tidak di ada balasannya itu di akhiri oleh kecupan lembut di dahi suaminya.


"Aku mencintaimu."

__ADS_1


__ADS_2