
Ini sudah jam 2 pagi, dan kabar dari bibi Miran tentang Hana yang belum juga pulang lantas terdengar sampai telinga Chanyeol dan Sehun yang masih di rumah sakit. Mereka berdua tidak mengtakannya pada Baekhyun, pria yang baru sadar itu pasti akan nekat mencari Hana dan tidak peduli dengan keadaannya kalau ia tau tentang Hana yang belum juga ada kabar.
Sekian kali Sehun dan Chanyeol menghubungi Hana, tapi tidak ada jawaban. Chanyeol memghembuskan napas beratnya, kenapa adiknya itu selalu saja bertingkah?
"Sehun, aku pergi mengantar kekasihku dulu, sekalian mencari Hana, tolong jaga Baekhyun," ucap Chanyeol. Sehun mengangguk. Sudah sejak siang ia di sini, Sehun hanya sedang menanti kehadiran Hana yang siang tadi ia ajak ke rumah sakit tapi responnya hanya diam sehingga membuat Sehun kepalang kesal dan meninggalkan sahabatnya itu. Di sini juga ada Jaemin dan ayahnya yang kini sedang menemani Baekhyun yang sudah dipindahkan ke ruang rawat.
Tadi siang kondisi Baekhyun membaik, jauh lebih baik. Ia melewati masa kritisnya sampai akhirnya malam tadi ia tersadar.
Saat Sehun mendapat telepon siang tadi, itu adalah Chanyeol yang berada di rumah sakit. Sehun diminta datang ke sana untuk menemani Baekhyun karena ia ada urusan di kantor. Jaemin masih kuliah dan ayah Baekhyun sendiri di larang Chanyeol untuk sering-sering datang karena pria itu tidak dalam keadaan baik sejak Baekhyun tidak sadarkan diri, jadi Chanyeol ingin ayah sahabatnya itu istirahat saja di rumah.
Chanyeol pun pergi bersama kekasihnya, kekasihnya yang baru pulang dari sebuah acara lalu memilih menghampiri Chanyeol ke rumah sakit yang kebetulan tidak jauh dari tempat acaranya tadi untuk sekedar memberi makanan, tentu saja untuk yang lain juga. Jadi Chanyeol sekarang ingin mengantar kekasihnya itu pulang, karena ia tidak akan membiarkan kekasihnya pulang sendirian semalam ini dan hanya naik kendaraan umum.
"Aku bisa pulang ke apartement-mu sendiri, itu tidak jauh kan dari sini?" Kekasihnya memang kerap kali menginap di apartement Chanyeol, itu karena jarak yang lebih dekat dengan tempat pekerjaannya.
"Sora, tolong jangan bertingkah seperti adikku, aku sudah kepalang panik dia tidak ada kabar, jangan membuatku semakin runyam dengan kau pulang sendiri naik umum," jawab Chanyeol menanggapi ucapan kekasihnya yang bernama Sora itu.
"Baiklah."
Sampai di apartement Chanyeol, mereka berdua kaget melihat ada seseorang yang menangis terisak di depan pintu unit apartement Chanyeol.
Itu wanita yang sejak tadi dikhawatirkan oleh Chanyeol.
"Hana?!"
Wanita yang dipanggil itu mendengakan kepalanya, tubuhnya gemetar karena isakan tangisnya ditambah kedinginan karena dia tidak memakai pakaian tebal.
__ADS_1
"Kau kenapa di sini? Kau kenapa?" Chanyeol menghampiri Hana, meraih tubub Hana agar bangkit dari duduknya. Dan Chanyeol bisa merasakan bagaimana Hana lemas dan tidak punya tenaga banyak.
"Oppa, bagaimana ini...," lirih Hana.
"Katakan padaku, kau kenapa?"
"A-aku.. aku mengkhianatinya oppa!!!
"Apa maksudmu?"
Belum sempat menjawab pertanyaan kakak sepupunya, tubuh Hana limbung sampai akhirnya...
"Hana..."
Wanita itu pinsan.
Sehun menatap Hana yang kini sedang duduk di atas bankar rumah sakit tepatnya di sebuah ruangan.
Kabar tentang Hana akhirnya Sehun dapatkan, dan pagi ini ia langsung menghampiri Hana yang tadi malam di bawa ke rumah sakit yang berbeda dengan Baekhyun. Chanyeol membawa Hana ke rumah sakit untuk memastikan keadaan adiknya yang pinsan tiba-tiba.
Sehun menatap Hana, tatapan wanita itu kosong, tidak ada lagi senyum jahil yang biasa di tunjukan wanita itu pada Sehun. Dan Sehun sebagai sahabat baik Hana ikut merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Hana, ia marah pada dirinya sendiri yang meninggalkan Hana begitu saja.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Sehun. Hana menggeleng.
"Sehun..." Hana tidak menjawab pertanyaan Sehun, dan malah memanggil nama pria itu.
__ADS_1
"Iya?"
"Aku ingin berpisah dengan Baekhyun."
"Apa? Jangan sembarangan kalau bicara!"
"Aku sudah bermain di belakangnya."
"Hana hentikan omong kosongmu!"
Hana tertawa pahit sambil menatap Sehun, "Omong kosong seperti apa? Itu memang kenyataannya."
"Kau bisa jujur dengannya, Baekhyun-hyung pasti akan mengerti," jawab Sehun membuat Hana terdiam sejenak.
Sehun menatap Hana dengan tatapan penuh empati, sesuatu yang sangat jarang Sehun lakukan pada Hana, terakhir kali Sehun menatapnya seperti ini adalah saat Hana hamil anak Baekhyun dan Baekhyun belum mau bertanggung jawab.
"Iya mungkin memang iya. Suamiku itu sangat baik. Terlalu baik. Sekalipun aku jujur, dia akan tetap menerimaku. Tapi tetap saja dia terluka! Aku tidak bisa menjaga tubuhku sebagai isterinya, aku melukai harga dirinya sebagai suami, Sehun!"
Sehun terdiam.
"Lalu bagaimana Hyuna?"
Kini Hana yang diam.
"Bertahanlah, setidaknya untuk Hyuna, ya?"
__ADS_1
####
Jadi kalian mau Hana sama Baekhyun pisah atau gak nih?