Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
38


__ADS_3

"Kau sudah bilang dengan suamimu?"


Hana menggeleng lemah menjawab pertanyaan Chanyeol.


"Kenapa?"


"Dia sudah punya wanita lain," jawab Hana.


"Mana mungkin?"


Hana menatap Chanyeol, "Kenapa tidak mungkin? Aku sudah banyak menyakitinya oppa!"


"Sudahlah, aku mau tidur, mengantuk!"


Hana hendak melangkah masuk ke ruangan Hyuna untuk tidur di sofa di dalam sana seperti biasa, tapi Chanyeol menahannya.


"Sekarang pria itu dimana?" Tanya Chanyeol.


"Tidak tau! Wanita cantik itu bilang, kalau mereka akan bertemu lagi. Jadi di club malam mungkin?"


"Wanita cantik? Siapa?"


"Kau tau? Semalam dia mabuk dan diantar oleh wanita cantik, kekasih barunya mungkin," jawab Hana acuh.


"Byun Baekhyun!" Setelah menggeram nama sahabatnya, Chanyeol pun pergi begitu saja meninggalkan Hana yang belum sempat menahan Chanyeol. Pria itu pasti mau menghampiri Baekhyun, harusnya Hana menahannya, Chanyeol pasti akan mengganggu waktu Baekhyun dengan kekasih barunya bukan?


Tapi pada akhirnya Hana menghela napas, ia harus menjaga pikirannya dan fisiknya mengingat ada janin di perutnya. Ia pun masuk ke ruangan Hyuna dan tidur di samping Hyuna.


Iya. Meskipun saling menghindar, Hana dan Baekhyun masih sering kali tidur bersama di sofa rumah sakit, dan Hana tidak terbiasa kalau harus tidur sendirian.


"Hyuna, cepat sembuh."


"Untuk saat ini hanya Hyuna penyemangat ibu, sayang."


"Semangat ya? Kau harus sembuh dan bertemu dengan adik," ucap Hana pada Hyuna yang tertidur.


"Ibu menyayangimu," ucap Hana sambil mencium kening Hyuna.


Sudah 3 bulan lebih, puterinya ini di rawat di rumah sakit. Belum ada perubahan baik yang signifikan. Dan Hana setengah mati khawatir kalau Hyuna akan pergi meninggalkannya.


"Ibu...," tiba-tiba saja Hyuna terbangun.


"Iya sayang? Ibu mengganggu ya? Ibu tidur di sofa saja deh," ucap Hana.


"Tidak. Ibu di sini saja."


"Aku rindu ayah."


Dada Hana sesak mendengar ucapan puterinya.


"Besok ibu hubungi ayah ya, ayah pasti sibuk," jawab Hana walaupun dalam hati melanjutkan, sibuk dengan wanita lain.


"Aku ingin main dengan ayah dan ibu lagi," ucap Hyuna.

__ADS_1


Hana tidak bisa menahan air matanya, "Iya sayang, nanti kita main ya."


"Hyuna harus sembuh dulu."


"Kalau Hyuna sembuh janji kita akan main?"


Hana mengangguk, "Iya. Nanti kita jalan-jalan dan main bersama."


Hyuna tersenyum, "Hyuna akan sembuh ibu."


"Iya sayang. Hyuna harus sembuh," dengan isakan tangisnya Hana memeluk sang puteri dengan erat.


***


Dengan wajah yang murka, Chanyeol mendatangi sebuah club malam yang ia yakinkan Baekhyun datangi malam ini. Memang semenjak kepergian Hana, ditambah dengan sakitnya Hyuna Baekhyun jadi lebih sering ke sini untuk minum, Chanyeol membiarkan pada awalnya karena kalau ia jadi Baekhyun juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Semua terlalu berat untuknya. Tapi kalau sudah main wanita terlebih saat Hana sudah kembali, Chanyeol tidak bisa menoleransi.


Sejak berangkat dan sampai depan club Chanyeol masih berusaha berpikir positif, sulit sekali untuk ia mempercayai kalau sahabatnya yang bernama Byun Baekhyun itu bermain wanita. Tapi apa yang dilihatnya setelah ia masuk ke dalam club tersebut, adalah sebuah kebenaran dari ucapan Hana tadi.


Di sana, Byun Baekhyun sedang bercumbu dengan seorang wanita yang tidak ia kenal. Dengan tangan terkepal, Chanyeol langsung menghampiri Baekhyun, menarik kerah kemejanya untuk langsung ia tinju pipi sang sahabat.


Tentu saja. Byun Baekhyun yang sedang mabuk dibuat terkejut oleh pukulan Chanyeol yang tiba-tiba di wajahnya.


"Sial! Kenapa sih?" Baekhyun bangkit dengan raut wajah tidak terima.


"Jadi benar, kau bermain wanita?"


Baekhyun menegang, tapi tatapannya masih tajam pada Chanyeol karena ia tidak terima dipukul di depan umum seperti ini.


"Ikut aku!" Baekhyun menarik kerah kemeja Chanyeol untuk ia bawa keluar tapi tangannya di hempaskan Chanyeol.


"Ikut aku!"


Chanyeol mengikuti Baekhyun keluar dari club malam.


"Sekarang bisa jelaskan apa yang tadi sedang kau lakukan?" Tanya Chanyeol.


"Aku mabuk!"


"Tidak biasanya kau begini. Biasanya kau tau limit. Kau tidak pernah mabuk sampai lupa diri sampai bisa mencium wanita lain!"


Baekhyun terdiam.


"Benar kan? Kau selingkuh?"


Sorot mata Baekhyun menajam, dengan smirk di bibirnya, "Kalaupun aku melakukannya, itu atas permintaan adik sepupumu kok."


"Katakan saja iya aku selingkuh."


"Hana yang menginginkannya, dia menyuruhku mencari wanita lain."


Chanyeol bungkam sejenak, menghela napas sebelum akhirnya kembali bicara, "Kau kan tau kenapa Hana begitu."


"Apa? Karena rasa bersalahnya?"

__ADS_1


"Terus aku harus bagaimana? Dengan dia yang menyuruhku mencari wanita lain, itu menyakitiku, apa menurutnya pernikahan kami semudah itu? Dia tidak menghargai keberadaanku dan perasaanku. Dia terlalu rumit, dan aku lelah, hatiku terlalu sakit, Chanyeol!"


"Aku menerima dia apa adanya, tapi dia tidak mau menghargai itu, dia tidak memikirkanku. Yang dia pikirkan hanya dirinya sendiri, dia egois!


"Atau memang dia begini bukan hanya karena bersalah, bisa saja karena dia benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi kan?"


Chanyeol yang sedari tadi melihat ke tanah kini menatap Baekhyun, "Tidak. Perasaannya untukmu masih sama."


Baekhyun tersenyum remeh, "Kenapa seyakin itu? Memang kau punya jaminan apa?"


"Justru karena dia terlalu mencintaimu makanya dia tidak mau kau memiliki isteri yang sudah disentuh pria lain. Baginya itu adalah aib, dan ia tidak mau kau menanggung aibnya juga. Aku menang setuju soal Hana yang egois karena hanya memikirkan rasa bersalahnya, tapi seharusnya kau tidak begini!"


"Apa semudah itu kalian menyerah satu sama lain?"


"Kalau Hana mau melepaskanmu, apa kau akan semudah itu juga untuk melepaskannya? Apa kau tidak mau berusaha sedikit lagi?" Tanya Chanyeol


"Aku harus apa? Coba katakan!"


"Berusaha! Berjuang! Kau ini pria bukan? Haha... aku baru ingat, kau tidak pernah memperjuangkan wanita, kau hanya tau dikejar oleh banyak wanita, bahkan Hana sekalipun dia yang memperjuangkanmu lebih dulu kan?"


Sekarang Baekhyun yang dibungkam oleh pertanyaan Chanyeol.


"Kau berhak sakit hati, Baekhyun. Aku tau. Kau juga berhak untuk menyerah kalau memang lelah. Tapi, apa tidak bisa... berusaha sedikit lagi? Kau yang seperti ini justru akan membuat Hana semakin merasa buruk atas dirinya sendiri, kau benar-benar memilih mencari wanita membuat Hana semakin membenarkan kalau dirinya memang tidak layak untukmu lagi."


"Tidak bisakah kalian bicara satu sama lain? Jujur dengan perasaan masing-masing? Kalau kau bilang Hana rumit, kau juga. Kalian sama-sama rumit."


Baekhyun masih diam.


"Kau boleh pergi dari Hana, kalau saja perasaanmu memang menginginkan itu. Kalau kau tidak mencintai Hana lagi, silakan pergi. Tapi kalau masih, berjuanglah untuknya. Karena ketika kau memperjuangkan orang yang kau cintai, kau juga sedang memperjuangkan kebahagiaanmu."


"Sudah sejauh apa kau selingkuh?"


Baekhyun sudah dibuat mencelos dengan ucapan Chanyeol, lalu pertanyaan Chanyeol yang terakhir membuatnya kembali menatap sinis.


"Aku tidak selingkuh!"


"Apanya yang tidak? Sudah jelas aku melihatmu berciuman dengan wanita itu!"


"Tadi itu---,"


"Apa? Apapun alasannya aku sangat kecewa dengan sikapmu itu."


"Kau bahkan melakukan ini saat Hyuna sakit?"


"Aku bilang, aku hanya menuruti permintaan Hana."


Chanyeol tertawa, "Lalu apa kau akan benar-benar meninggalkannya kalau Hana menginginkan itu? Bahkan disaat dia hamil seperti sekarang?"


Baekhyun langsung melotot, ia menangkap sesuatu yang sangat jelas dari ucapan Chanyeol barusan. Dan yang bicara juga membulatkan mata karena keceplosan.


"Apa kau bilang? Hamil? Maksudmu Hana hamil?"


Chanyeol diam, dan saat itu juga ia langsung di serang Baekhyun. Kerah bajunya kembali dicengkram oleh pria Byun itu.

__ADS_1


"I-iya. Hana hamil."


"Sudah 3 bulan."


__ADS_2