
"Puji Tuhan akhirnya manusia ini masih ingat kuliah!"
Hana hanya mengerling malas pada Sehun yang berseru seperti tadi. Sekarang memang Hana ada di kampus, hari ini hari pertamanya kuliah setelah sekian lama mengambil cuti. Dia diantar oleh suaminya tentu saja.
"Kau memang sudah seharusnya kembali kuliah, jangan sampai Hyuna punya ibu yang bodoh!"
"Kau! Berani mengatakan itu di depan suamiku?"
"Memang kenyataannya begitu!"
Sedangkan yang disinggung hanya terkekeh melihat dua pasang sahabat ini bertengkar mulut.
"Ya sudah, nanti kabari aku kalau mau pulang," ucap Baekhyun.
"Hyung, barang kali kau sibuk, bukan maksudku lancang tapi hanya menawarkan, kalau pulang Hana bisa bersamaku."
"Kebetulan tadi aku melihat jadwal kuliahnya, selesainya rata-rata sama dengan kelasku. Kalaupun beda paling lama hanya beda sejam." Sehun menawarkan dirinya untuk mengantar Hana pulang, maksud dia ya sekalian saja. Toh searah juga kan. Tiap pulang ia pasti melewati rumahnya Hana dan Baekhyun.
"Hanya saja kalau berangkat, jadwal kita banyak yang beda, kebanyakan aku yang masuk lebih pagi," tambah Sehun lagi.
Baekhyun masih diam, tapi Hana segera bersuara, "Benar Baek, aku bisa pulang bersama Sehun. Kau hanya akan melelahkan diri sendiri kalau mengantar-jemputku. Jadi biar kau mengantarku saja ya, pulangnya biar nanti bersama Sehun."
"Kau mempercayai sahabat bodohku ini kan? Dia memang sangat tampan, tapi tidak berkarisma sepertimu. Jadi jangan cemburu!"
Baekhyun tertawa kecil, "Aku tidak cemburu," lalu dilanjut oleh tawa kerasnya Sehun. "Kau ini kepedeaan sekali, Hana!"
"Tidak dengan Sehun, Hana. Dia sudah ku anggap seperti Jaemin."
Hana mendengus kesal pada Sehun yang masih menertawai-nya, "Jangan terlalu menganggapnya adik, dia bisa melunjak!"
"Enak saja!" Sehun protes.
"Ya sudah, kalau begitu aku percayakan Hana padamu Sehun."
"Kalau telat pulang atau pergi kemana dulu, jangan lupa izin denganku."
"Siap!" Hana menjawab dengan semangat.
"Aku pergi sekarang ya?"
Hana mendadak murung, "Kau tidak melupakan sesuatu?"
"Apa?"
Kemana Baekhyun yang selalu romantis, yang selalu mencium keningnya ketika salah satu dari mereka hendak pergi?
Hana melirik Sehun, pasti karena ada Sehun di sini. Hana menggerutu dalam hatinya.
"Oke baik, aku pergi duluan," Sehun yang mengerti langsung melangkah pergi begitu saja.
__ADS_1
"Kau tidak pergi dengan Sehun?" Tanya Baekhyun membuat Hana semakin dongkol. Baekhyun ini pura-pura lupa atau memang sedang tidak peka.
"Ya sudah, aku pergi. Kau hati-hati."
Hana berbalik badan dengan kesal, tapi belum sempat ia melangkah, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Baekhyun membuat tubuhnya berbalik dengan terhuyung dan akhirnya menabrak tubuh suaminya.
Sekarang wajahnya berada di depan dada Baekhyun, lalu ia merasa tangan pria ini melingkar di pinggangnya.
"Semangat ya kuliahnya!" Ucap Baekhyun tepat di samping telinga. Hana pun tersenyum. Ia mengharapkan kecupan di kening seperti biasa tapi malah mendapat pelukan seperti ini. Tidak apa-apa. Apapun itu, jika Baekhyun yang melakukannya. Hana senang.
"Kau juga semangat bekerja!"
"Hana..."
"Hm?"
"Kau akan baik-baik saja kan?" Hana mengerti ketakutan Baekhyun. Bagaimanapun ini yang pertama kali Baekhyun melepaskan Hana untuk beraktivitas tanpanya di ruang publik. Dan Baekhyun tidak terbiasa, itu semua karena mereka hidup dengan ancaman Hera dulu.
"Aku hanya berkuliah, tidak sedang berperang. Tentu saja aku akan baik-baik saja."
Baekhyun tersenyum, "Baiklah. Jangan sampai telat makan!"
"Iya ayah."
"Aku suamimu!"
"Ayah anakku maksudnya hehe..."
"Lihat! Kau persis seperti ayah yang mengantar anaknya sekolah!"
"Apa aku perlu mencium-mu di sini biar tidak terlihat seperti seorang ayah yang mengantar anaknya?" Tangan Baekhyun mampir di bibir Hana, membuat Hana langsung mendorong bahu suaminya pelan.
"Jangan gila Baek!" Baekhyun itu terkekeh melihat reaksi isterinya.
"Baiklah, aku saja yang pergi lebih dulu."
"Itu bagus."
"Dah!" Hana mendorong pelan tubuh suaminya untuk segera masuk ke dalam, setelah ia menyadari bahwa ada mahasiswa yang memperhatikannya sejak tadi.
"Hati-hati!!!"
Sampai akhirnya mobil Baekhyun pun pergi, dan ia bisa segera masuk ke dalam kelas.
Sebenarnya Hana ini gugup, bagaimanapun ini kelas baru untuknya. Teman-temannya yang lama pasti sudah ada di semester atas, dan kini ia bergabung dengan para mahasiwa yang pasti banyak lebih muda darinya.
"Hai! Ternyata kita sekelas!" Hana terkejut ketika ada seseorang yang menyapanya ketika ia baru saja duduk di kursinya.
"Eh?" Hana ingat, dia mahasiswa yang memperhatikannya saat masih dengan Baekhyun di depan tadi.
__ADS_1
"Aku, Kang Sin Ho, boleh tau namamu siapa?" Pria itu mengulurkan tangannya di depan Hana.
"Hana, Park Hana."
"Ah, marga Park. Pemilik marga Park memang selalu cantik kalau dia wanita," Hana hanya tersenyum kaku ketika pria itu kembali berbicara. Kenapa yang mendekati duluan harus pria lagi sih? Memang benar-benar tidak ada wanita yang mau bertemu dengannya apa?
"Tadi itu siapamu? Kakakmu?"
"Hah? Oh. Itu..." Hana tiba-tiba bingung, apa ia harus membuka statusnya yang sudah menikah?
"Itu suamiku," Hana menjawab dengan senyum bangga pada akhirnya. Ia kembali berpikir, kenapa harus ditutupi? Suaminya tampan, baik, dan orang hebat. Tentu saja ia harus bangga bukan?
"Su-suami?"
"Kau sudah menikah? Umurmu memang berapa?"
"Aku... 22 tahun."
"Hah? Kau masih muda begitu tapi sudah menikah? Pasti di jodohkan ya?"
"Tidak juga."
"Kita memang saling mencintai dan sudah mantap di hubungan ini, jadi apa salahnya kalau menikah?" Biarlah untuk yang satu ini Hana berbohong. Toh hanya bohong dengan orang asing kan?
"Apa kau tidak sayang dengan masa mudamu."
"Memilikinya di masa mudaku sudah membuatku bahagia."
"Wow, kau wanita yang romantis."
Lagi-lagi Hana hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
"Apa tempat duduk ini kosong?" Hana dan pria tadi menoleh ketika ada suara wanita lain yang datang. Wanita itu menunjuk kursi di samping kanan Hana.
"Oh, kosong kok," jawab Hana ramah. Mungkin wanita ini bisa ia ajak berteman. Bukannya tidak mau berteman dengan pria yang ada di sampingnya juga, hanya saja sekarangkan posisinya Hana sudah menikah, ia harus membuat batasan, lagipula Hana jenuh kalau lagi-lagi harus pria yang dekat dengannya. Ia juga ingin memiliki teman wanita.
"Aku Park Hana," Hana mengulurkan tangannya lebih dulu pada si wanita tadi.
"Jang Hyo Ri," jawab wanita itu membalas uluran tangan Hana dengan senyum tipis.
"Senang bertemu denganmu Hyo Ri, aku harap kita bisa berteman baik."
"Senang bertemu denganmu juga," jawab Hyo Ri.
"Aku juga ingin berteman denganmu, Hana."
"Eh?" Hana kembali menoleh pada Sin Ho di sampingnya. Sekarang ia sedang diapit oleh Sin Ho dan Hyo Ri.
"Tentu saja," jawab Hana berusaha ramah.
__ADS_1
Tak lama dosen pun masuk, dan Hana harus fokus belajar mulai sekarang. Ia akan jadi isteri yang hebat untuk Baekhyun, ibu yang pintar untuk Hyuna dan sosok yang bisa membanggakan keluarga kecilnya.