Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
33


__ADS_3

"Hyuna, tolong hidup yang panjang untuk ayah, ayah sudah kehilangan ibumu, Hyuna jangan pergi juga meninggalkan ayah...," Baekhyun membisikan kalimat itu pada Hyuna yang sedang tertidur.


Ponsel Baekhyun tiba-tiba berdering, memperlihatkan nama Sehun di sana.


"Hyung, aku ada di depan rumahmu, ada yang ingin aku bicarakan ini soal Hana." Tulis Sehun dalam pesannya.


Baekhyun mengetikan balasan, "masuk saja."


"Ayah menyayangi Hyuna," ucap Baekhyun mengecup dahi dan pipi Hyuna sebelum ia keluar dari kamarnya.


Baekhyun kaget ketika ia keluar, ia melihat Sehun datang bersama Jongin dan Chanyeol.


"A-ada apa?"


Jongin menceritakan semuanya pada Sehun melalui sambungan telepon, masa bodo dengan omongan Hana yang melarangny memberi tahu. Bagaimanapun Hana adalah seseorang yang sudah ia kenal lama bahkan pernah ia anggap seperti adik sendiri sebelum menjalin kasih, dan ia merasa harus menyelamatkan hidupnya.  Dan kini Sehun juga sudah memberitahukannya pada Baekhyun dan Chanyeol


"Jadi Hana ada di Busan? Dan bekerja sebagai apa kau bilang? Wanita penghibur?" Tanya Baekhyun memastikan pada Sehun.


"Kau yakin?" Chanyeol tidak percaya.


"Iya, Hana tinggal bersama bibinya, adik kembar dari ibunya, itu yang aku tau dari Jongin."


"Dia mengatakan disuruh bekerja seperti itu karena tidak ada pekerjaan lain yang mau menerimanya," lanjut Sehun lagi.


"Kau bilang, temanmu memesan Hana, apa mereka---,"


"Tidak, Jongin bilang Hana mendorong teman kami itu dan Hana kabur begitu saja."


"Itu hari pertamanya bekerja di sana."


Baekhyun mengusap wajahnya kasar, ia lega bisa mendapat informasi tentang Hana, tapi mendengar bagaimana susahnya Hana hidup di sana Baekhyun tidak terima.


"Hyung, kau pergi ke sana, pura-pura saja jadi pria yang memesan wanita di sana, kau akan bertemu dengannya di hotel, lalu bawa Hana kembali ke sini hyung. Hyuna membutuhkannya," Sehun memberi saran.


Baekhyun mengangguk, "Terimakasih infonya Sehun


"Aku sangat beterimakasih banyak denganmu dan Jongin."


Pria Byun itu langsung menelpon Jongin yang masih ada di Busan saat itu juga.


"Kim Jongin. Berikan aku alamat tempat kerja Hana," ucap Baekhyun setelah teleponnya diangkat.


"Aku akan ke sana malam ini juga."


***


Dan di sinilah Baekhyun, di Busan untuk menjemput wanita tercintanya. Pada akhirnya Baekhyun berhasil menemukan alamat Hana di Busan, setelah megerahkan siapapun dan uang berapapun untuk mendapatkan informasi tentang Hana sebanyak-banyaknya di Busan.


Pria itu sedang menatap Hana dari kejauhan yang siang ini sedang bekerja jadi staff biasa di perusahaan berkembang milik Luhan, lalu pulangnya masih ia ikuti dan menunggu Hana sampai keluar lagi dengan busana yang bebeda. Pakaiannya sangat bukan Hana sekali. Baekhyun pasti tau kalau ia akan pergi ke club malam tempatnya bekerja.


Rasanya Baekhyun ingin berlari ke wanita itu, menghalangi Hana untuk datang ke tempat itu. Tapi tidak. Baekhyun punya rencananya sendiri. Ia meyakinkan diri kalau ia akan berhasil membawa Hana pulang bersamanya.


Dan malam ini pun tiba, malam dimana rencananya akan dilakukan.


"Presdir, nanti---," ucapan Jongin terhenti ketika presdirnya itu memotong ucapannya.


"Panggil aku hyung saja, kita sedang di luar jam kantor."


"Oh? Baik, hyung," ada rasa senang dari Jongin karena bisa memanggil presdirnya seakrab ini. Bahkan diposisi dimana presdirnya adalah suami dari mantan kekasihnya.


"Jadi, nanti Hana datang lebih dulu ke sini, dia akan menutup matanya, kau bisa mengubah suaramu jadi agak beda?"


Baekhyun melatih suaranya agak terdengar berbeda, dan berhasil memang, suaranya terdengar jadi lebih berat.


"Cukup bagus hyung," ucap Jongin.


"Oke."


"Nanti, setelah beberapa menit Hana datang, baru kau bisa masuk ke dalam, dan ya kau lebih tau apa yang harus kau lakukan."

__ADS_1


Baekhyun mengangguk mendengar arahan dari Jongin.


"Semoga malam ini membawa hasil yang baik. Aku harap kau berhasil membawa Hana pulang," kata Jongin lagi.


"Terimakasih Jongin."


"Terimakasih banyak."


"Aku tidak tau harus bagaimana kalau kau tidak bertemu dengan Hana."


Jongin tersenyum, "Kau yang mengutusku ke sini, jadi ini bukan kebetulan, ini takdir bukan?"


***


Ceklek...


Baekhyun membuka pintu kamar hotel itu, lalu menampakan Hana yang sedang duduk di tepi kasur dengan tangan mencengkram seprai di sana. Apa Hana sedang ketakutan?


Tenang Hana, ini aku, Baekhyun. Jadi jangan takut


Lirih Baekhyun dalam hatinya.


Ia berjalan terus menghampiri Hana lalu langsung duduk di samping Hana yang matanya tertutup oleh kain.


"T-tuan sudah datang?" Tanya Hana.


"Hem," jawab Baekhyun dengan suara beratnya. Mati-matian ia menahan dirinya agak tidak kelepasan untuk memeluk Hana dan mengucap beribu kata rindu.


"Baby, can you sit on my lap?" Bisik Baekhyun mulai menjalankan rencana.


Hana hanya bisa mengangguk, ia berdiri lalu Baekhyun pun meraih tangan Hana untuk membantu duduk di pangkuannya.


Setelah Hana duduk di pangkuannya, Baekhyun segera melingkarkan tangannya di pinggang sang wanita erat. Sangat erat, seolah ia tidak mau kehilangan sosok wanita yang ia sayangi ini.


Tak bisa menahan diri lagi, di detik selanjutnya Baekhyun pun melepas pelukannya untuk berakhir mencium bibir Hana yang sudah ia rindukan setengah mati. Baekhyun mencium Hana lembut, penuh ketulusan berharap rasa rindu ini bisa tersampaikan. Tidak puas sampai sana, Baekhyun meninggalkan bibir Hana dan beralih pada ceruk leher wanitanya, sedikit bermain di sana sebelum Baekhyun kembali memeluk Hana erat.


Baekhyun menyembunyikan wajahnya di tekuk Hana, bersandar di bahu Hana untuk beberapa saat. Rasanya Baekhyun ingin menangis. Wanita ini bisa kembali ada di dekapannya. Oh tidak, nyatanya bahu Baekhyun bergetar, air matanya tidak bisa ia tahan lagi. Ia benar-benar menangis.


"Aku merindukanmu...," dan keluarlah suara aslinya, karena Baekhyun tidak bisa menahannya lagi.


Hana langsung melepas penutup matanya, lalu berdiri dari pangkuannya.


Mata mereka bertemu. Baekhyun bisa melihat raut wajah terkejut Hana.


"Baek-hyun?"


Baekhyun langsung ikut berdiri ketika Hana menatapnya tajam. Ia tidak tau hanya dengan suaranya yang mengatakan rindu Hana sudah mengetahui itu adalah Baekhyun-nya.


"Kenapa kau di sini?" Tanya Hana.


"Aku menjemputmu."


"Ayo pulang Hana."


Hana menggeleng, "Tidak!"


"Aku sudah menjalani hidup yang seperti ini dan aku sudah nyaman begini."


"Bohong!"


"Kau selalu kabur kan saat ada pelanggan yang memesanmu?"


"Tidak! Buktinya tadi aku meresponmu kan?"


"Karena itu aku! Byun Baekhyun. Suamimu."


Benar. Hana tidak merasa ketakutan, dan Hana merasa tidak asing. Itu karena dia adalah Byun Baekhyun.


"Pergi Baekhyun! Aku tidak mau kembali, aku sudah rusak begini, tubuhku sudah disentuh banyak pria, apa sih yang kau harapkan dari aku?"

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Aku tau yang kau cintai itu aku."


"Tidak!"


"Aku sudah tidak mencintaimu!" Teriak Hana sambil memalingkan wajah.


Baekhyun langsung menarik Hana sedikit kasar mendekat ke tubuhnya, tangan sebelahnya mencengkram pergelangan Hana, tangan sebelahnya lagi melingkar di pinggang Hana.


"Tatap aku dan katakan sekali lagi kalau kau tidak mencintaiku," ucap Baekhyun tegas pada Hana yang wajahnya berada sangat dekat dengannya. Hembusan napas Hana bahkan sangat terasa menyapu wajah Baekhyun.


Hana menunduk, menghindari kontak mata dari Baekhyun. "Aku tidak mencintaimu lagi Byun Baekhyun," lirih Hana.


"Kau tidak menatapku. Kau bohong!"


Hana kini menghela napasnya, ia memberanikan diri menatap Baekhyun, "Aku tidak men....hmpp..." Hana langsung bungkam ketika bibir Baekhyun menabrak bibirnya.


Hana yang berada dalam kukungan Baekhyun mencoba memberontak, ia terus memukul dada Baekhyun. Tapi pria itu menggiringnya sampai badan belakangnya menabrak tembok, lalu tangannya diraih oleh Baekhyun dan ditahan sehingga tidak bisa bergerak. Baru kali ini Hana merasa Baekhyun kasar dengan dirinya karena dari ciumannya saja Baekhyun bukan seperti Baekhyun yang selama ini mencium Hana dengan tulus dan lembut.


Sekuat tenaga Hana mencoba memberontak sampai akhirnya ia berhasil mendorong tubuh Baekhyun lalu menamparnya.


"Apa barusan kau baru saja menciumku seperti j4l4ng?" Lirih Hana.


"Memang kau bukan?" Tanya Baekhyun mengankat alisnya.


"Aku membayarmu Hana," ucapan Baekhyun membuat hati Hana mencelos.


"Kalau kau tidak bisa melakukannya karena kau tidak mencintaiku lagi, apa kau bisa melakukannya karena sudah aku bayar?"


"Aku akan mengembalikan uangmu."


"Benarkah? Bukankah kalau malam ini gagal lagi kau akan dipecat? Uang dari mana kau dapatkan untuk membayar hutangmu dengan bibimu?"


Hana menyesal karena sudah bercerita pada Jongin, ini pasti ulahnya.


"Kenapa aku?"


"Kenapa tidak kau cari saja wanita lain."


Baekhyun kembali mendekat pada Hana, pergerakan Hana kembali terkunci karena tangan Baekhyun yang menempel pada tembok mengukungnya.


"Kau masih bertanya di saat kau tau kalau kau satu-satunya yang aku inginkan Hana," ucapan Baekhyun sudah melembut. Tangan sebelahnya bergerak menghapus air mata Hana lalu mengusap pipinya sangat lembut. Sentuhan seperti inilah sentuhan asli milik Baekhyun.


"Kau tau? Seberantakan apa hidupku sejak kau pergi?" Baekhyun masih melirih. Hana bisa melihat jelas kalau Baekhyun tidak baik-baik saja selama ini dari mata pria itu yang memancarkan semuanya.


"T-tapi aku sudah mengkhianatimu."


"Aku tau, aku tau semuanya."


"Kau tidak berselingkuh aku tau Hana."


Hana diam, sampai Baekhyun kembali melanjutkan, "Apapun yang terjadi, aku selalu menerimamu apa adanya Hana. Bukan hanya kau yang merasa bersalah, aku lebih merasa bersalah karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik."


"Aku.... sama hancurnya denganmu Hana..."


Baekhyun menatap dalam Hana, sampai membuat Hana seolah terkunci oleh tatapan Baekhyun. Melihat tatapan terluka dari Baekhyun, Hana reflek mengusap air mata Baekhyun yang jatuh begitu saja.


"Ma-maaf...," ucap Hana yang juga mengeluarkan air mata.


Baekhyun menggeleng, "Aku tidak pernah menyalahkanmu. Sama sekali."


Setelah itu wajah Baekhyun semakin dekat sampai akhirnya kembali mencium Hana dengan lembut, Hana terhanyut oleh ciuman Baekhyun karena ia juga sangat merindukan pria itu.


Baekhyun meraih kedua tangan Hana untuk terpakir di dadanya dan ajaibnya Hana tidak menolak, ia justru ikut membalas ciuman Baekhyun dan mengalungkan tangannya di leher Baekhyun. Hana tidak peduli, ia akan pergi lagi besok tapi sekarang biarkan ia melepas rindunya dengan pria yang selalu ia cintai.


Tangan Baekhyun melingkar dipinggang Hana, lalu menggiring Hana ke kasur. Sampai sekarang ia berada di atas tubuh Hana yang sudah terbaring di atas kasur. Ciuman tadi terlepas sejenak untuk mereka sama-sama mengambil napas, lalu setelah itu kembali mereka lanjutkan. Tangan Baekhyun mulai melepas satu per satu kancing dress Hana, dan Hana tidak menolak, ia justru melakukan hal yang sama pada kancing kemeja Baekhyun.


Setelah itu yang mereka lakukan adalah melepas rindu mereka dengan bercinta sepanjang malam.


#####

__ADS_1


Ya gimana ya aku gak bisa pisahin mereka lama-lama:(


__ADS_2