Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
49


__ADS_3

Hari-hari berlalu, kandungan Hana kini sudah menginjak 5 bulan lebih. Sudah selama kurang-lebih 2 bulan juga Hana berkonsultasi dengan Su-Ji, dan Su-Ji menyatakan bahwa banyak kemajuan dari Hana. Sekarang Hana sudah bisa tersenyum lepas, Baekhyun juga hampir tidak pernah lagi melihat Hana merenung sendirian. Tatapan ceria Hana sudah berangsur kembali, dan tentu saja itu hal yang sangat melegakan untuk Baekhyun. Kalau sebelumnya Hana tidak pernah meminta physical touch lebih dulu, sekarang Hana sudah lebih lepas. Ia tidak takut atau segan meminta peluk atau cium lebih dulu pada Baekhyun, meski sering kali mengatasnamakan bayinya.


Seperti sekarang, Baekhyun yang duduk di sofa kamar sedang sibuk dengan dokumen pekerjaannya dipanggil oleh sang isteri.


"Baek...."


"Ya?" Baekhyun menoleh pada Hana, dia agak kaget melihat baju tidur yang Hana pilih. Jarang-jarang Hana pakai baju tidur dress seperti itu. Warnanya putih, rambutnya diikat menampilkan leher jenjangnya. Melihat Hana, tanpa Baekhyun sadari bibirnya membentuk smirk dan matanya tak lepas dari Hana yang berjalan ke arahnya.



"Yeppo," gumam Baekhyun.


"Pekerjaanmu masih banyak?" Tanya Hana.


"Sedikit lagi, kemari, temani aku," Baekhyun menepuk pahanya, menyuruh Hana duduk di atas sana.


Hana menurut, ia duduk di atas paha Baekhyun, lalu menyenderhkan tubuhnya pada dada Baekhyun.


"Besok aku ada meeting," ucap Baekhyun.


"Pagi? Siang? Sore?"


"Pagi."


"Heum, nanti aku siapkan sarapan," ucap Hana, ia bergerak membenarkan posisinya di atas tubuh Baekhyun agar lebih nyaman, tapi itu ide yang buruk untuk Baekhyun yang berusaha menahan diri karena merasa dipancing hormonnya oleh Hana.


"Hana..."


"Ya?" Tanya Hana tanpa merasa bersalah. Ia malah terus bergerak sampai kini posisinya jadi meyamping, wajahnya ia tenggelamkan pada leher Baekhyun. Membuat napasnya beradu langsung dengan kulit suami yang kini menelan salivanya sendiri.


"Kau sedang mengujiku, hm?" Tanya Baekhyun.


Hana menggeleng bingung, wajah polos Hana ingin sekali Baekhyun cium sekarang juga karena gemas sendiri.


"Jadi apa kau tidak sadar kalau di bawah sana ada yang bangun?" Hana diam seolah berpikir. Lalu matanya membulat saat paham apa maksud Baekhyun.


Hana langsung ingin bangun, tapi ditahan oleh Baekhyun.


"Mau bertanggung jawab?" Tanya Baekhyun dengan alis terangkat.


Sisi Baekhyun yang seperti ini selalu membuat Hana tak berkutik. Jantungnya selalu dibuat berdebar tiap kali Baekhyun menatapnya dalam-dalam.


"Maaf."


"Sana, pergi tidur kalau tidak mau," ucap Baekhyun.


"Bukan maaf karena tidak mau."


"Maaf karena sudah membangunkannya."


Baekhyun langsung tergelak, tidak bisa menahan tawanya. Hana-nya terlalu menggemaskan.


"Heish! Jangan tertawa!" Tubuh Hana ikut berguncang sedikit karena tawa Baekhyun mengingat ia masih menyender di tubuh suaminya itu.


Tawa Baekhyun pun mereda, kini matanya kembali menatap dengan tatapan memuja seolah Hana adalah karya terindah yang pernah ia lihat.


"Jangan menatapku begitu!" Hana langsung menunduk malu sambil menutup wajahnya sendiri.


"Salah sendiri, kenapa cantik?"


"Tidak tahu."


"Mungkin karena kau tampan, jadi kau mendapatkan yang cantik."


Ini yang dimaksud kemajuan dari Hana, ia sudah lebih percaya diri.


"Benar juga," balas Baekhyun.


"Sini lihat aku," Baekhyun menarik tangan Hana dari wajahnya sendiri lalu mengangkat wajah wanita itu untuk menatapnya.


Hana sudah menatap Baekhyun, sedangkan tangan Baekhyun bergerak untuk menyentuh setiap sisi wajah Hana. Mata, pipi, hidung dan berhenti di bibir. Ia mengusap bibir Hana pelan lalu menatap Hana kembali.


"Boleh?" Tanya Baekhyun. Hana mengangguk yakin. Tentu saja boleh. Dan akan selalu boleh.


Mendapat persetujuan dari Hana, Baekhyun pun langsung mempertemukan bibirnya dengan milik isterinya. Memanggutnya pelan lalu kelama-lamaan semakin dalam dan menuntut.


Dokumen yang dipegang Baekhyun sudah terabaikan di atas sofa, kini Hana digendong menuju kasur.


Baekhyun menidurkan Hana pelan-pelan tanpa memutuskan panggutan mereka. Kini Hana sudah ada di bawah Baekhyun. Pria itu kini meninggalkan bibir Hana untuk turun ke tekuk leher Hana sebelum akhirnya kembali ke tempat semula. Bibir sang isteri tentu saja.

__ADS_1


Hana mendesah kecewa saat Baekhyun melepaskan tautan bibir mereka, "Kenapa?" Tanya Hana.


"Apa aman untuknya?" Tanya Baekhyun melirik perut Hana yang sudah lumayan besar.


"Kau dengar sendiri, kata Jongdae-oppa, di atas 3 bulan itu aman, asal tetap hati-hati."


Baekhyun terdiam sejenak, ia hanya takut mengambil resiko.


"Baek...." Hana menangkap kegelisahan Baekhyun.


"I miss you," gumam Hana yang secara otomatis membuat Baekhyun tersenyum lebar.


Mendengar ucapan itu entah kenapa kegelisahan itu menguar seketika, "Kau merindukanku?"


Hana mengangguk. Tentu saja rindu dalam arti lain.


"Aku juga."


"I miss you too," ucap Baekhyun sebelum kembali mencium Hana, dan malam romantis itu pun terjadi.


***


Di pagi hari saat Hana baru membuka matanya, ia langsung mendapati senyum Baekhyun yang menyapanya. Pria itu ternyata sudah bangun lebih dulu.


"Good morning, imnida," sapa Baekhyun.


"Heum... too," jawab Hana dengan suara khas bangun tidur. Karena masih mengantuk, ia bahkan sudah memejamkan matanya lagi, membuat Baekhyun terkekeh.


"Masih mengantuk?" Tanya Baekhyun.


Hana hanya mengangguk dengan mata terpejam. Tapi hanya sebentar karena ia dibuat kembali membuka mata ketika Baekhyun mencium bibirnya singkat.


"Morning kiss," ucap Baekhyun sambil menyengir.


Kini Hana jadi menatap Baekhyun, lalu ikut tersenyum.


"Mau aku buatkan sarapan apa?" Tanya Hana.


"Kembali tidur saja kalau masih mengantuk."


"Lalu aku akan membiarkan suamiku kelaparan?"


"Kan bisa makan di kantor."


"Tidak begitu, sayang."


"Lalu bagaimana, sayang?"


Baekhyun tidak bisa menahan senyumnya lagi saat Hana membalas perkataan sayang-nya.


"Kau masih mengantuk kan? Jadi tidur saja lagi."


"Tidak mau, ayo cepat katakan, kau mau sarapan apa?"


"Sarapan dirimu, boleh?"


"Yang semalam apa belum kenyang? Mau lagi? Pagi ini?"


"Maaf sayang, tapi kau harus bekerja."


Baekhyun terkekeh, tangannya meraih pinggang Hana untuk membuatnya semakin dekat. Kembali ia cium bibir ranum Hana tanpa izin, membuat Hana sedikit terkejut. Kalau tadi hanya kecupan singkat, sekarang ia melakukannya sedikit lebih lama.


Hana memukul pelan dada Baekhyun yang tidak pakai apapun agar pria itu melepaskan tautan bibir mereka. Bukannya tidak suka. Hanya saja ini bukan ide yang bagus, mengingat Baekhyun ada rapat pagi hari.


Di lepaskan memang oleh Baekhyun, tapi ternyata tingkah pria Byun itu masih berlanjut. Ia menyusup masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


"Baekhyun, kau mau melakukan apa?"


Hana tidak mendapat jawaban langsung dari Baekhyun, tapi akhirnya ia tau apa yang Baekhyun lakukan saat merasakan perutnya disentuh oleh sesuatu. Iya. Baekhyun mencium perutnya.


Tak lama kepala pria itu menyembul kembali dari dalam selimut.


"Just a morning kiss for our baby," jawab Baekhyun.


"Kau semakin menyeramkan Byun Baekhyun!" Kata Hana. Iya, Byun Baekhyun terbiasa menjadi pria yang manis dan sekarang terasa jadi lebih agresif.


Baekhyun terkekeh, ia juga bingung kenapa ia seperti ini dari semalam. Biasanya ia pandai menahan diri, tapi semalam, memangku Hana saja sudah terpancing.


"Kau yang hamil, hormonku yang berantakan, kau tau?"

__ADS_1


Hana terkikik geli, "Tidak apa-apa, aku di sini. Asal jangan minta ke wanita lain."


"Kau gila?! Mana mungkin!"


Hana tersenyum, "Iya aku percaya. Itu tidak akan mungkin."


"Ya sudah, sana mandi!"


"Aku buatkan sarapan."


"Telur kukus, mau?"


Baekhyun mengangguk, "Apapun itu, selama buatanmu, aku selalu suka."


***


"Jadi Hera itu waktu menemui Hana, ia memang kabur."


"Kabur dari rumah sakit jiwa."


"Ternyata ia sudah di rawat di sana 6 bulan terakhir ini."


"Wanita itu masih terlihat sangat waras dari penampilannya. Tapi mental-nya benar-benar sakit, dan itu semakin buruk karena ia kehilangan ibunya belum lama ini."


Setelah menyelesaikan meetingnya dengan klien perusahaan, kini Baekhyun sedang mengobrol berdua dengan Chanyeol di ruangannya.


"Jujur, aku kasihan."


"Bagaimana pun kita tidak bisa merubah masa lalu kalau dia dulu teman dekat kita," tambah Chanyeol lagi.


"Kau masih kasihan dengannya? Aku untuk bersimpati setitik air saja tidak punya untuknya. Setelah semua yang ia lakukan pada isteriku, dia sudah aku hapus dari masa laluku, meski itu hanya sebagai teman."


Melihat raut wajah Baekhyun yang mengeras menahan kesal, Chanyeol justru tersenyum, karena dari sana Chanyeol tau sebesar itu perasaan Baekhyun untuk Hana.


"Aku akan terus mengawasinya, biar aku, karena aku tidak akan membiarkanmu atau Hana bertemu dengannya lagi," ucap Chanyeol kembali.


"Oke, baik. Terimakasih."


"Oh iya, besok malam kita adakan makan malam bersama para karyawan lain untuk merayakan kesuksesan proyek kita," Baekhyun membuka topik baru.


"Oke, akan aku sampaikan."


"Aku mau membawa Hana."


"Kenapa?"


"Kau tanya kenapa? Memang salah kalau aku membawa isteriku?"


Chanyeol mengerjapkan matanya ketika Baekhyun sewot, ya dia kan hanya bertanya, kenapa harus sewot.


"Ya tidak sih."


"Tumben."


"Di sini kan ada mantan kekasihnya isterimu."


"Lalu?" Baekhyun mengangkat sebelah alisnya.


"Kim Jongin juga sudah memiliki kekasih."


"Hah? Siapa?"


Baekhyun tidak menjawab, ia hanya menunjuk dengan dagunya ke arah jendela ruangannya yang terbuka. Menampakan Kim Jongin sedang berdebat dengan seorang wanita.


"Jangan bertingkah, Jennie-ssi! Kita masih di kantor!" Kim Jongin melepaskan tautan tangan mereka yang dibuat oleh Jennie.


"Wah, oppa! Kau masih memanggilku Jennie-ssi setelah kita sepakat menjadi sepasang kekasih 2 hari lalu?"


"A-aku hanya belum terbiasa."


"Kalau gitu biasakan, panggil aku sayang."


"Tidak mau!"


"Kalau, baby? Atau Love? Atau Chagi-ya? Atau Yeobo?"


"Tidak semua! Jennie-ya, atau Jennie-ssi?"


Jennie menghela napas, susah ya punya kekasih cuek dan gensian, "Okay! Fine! Panggil aku Jennie-ya."

__ADS_1


######


Kalau aku selipin Jongin sama Jennie sedikit gapapa ya, biar gak jenuh hehe...


__ADS_2