Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
40


__ADS_3

"Lalu ini apa?" Ibu Jari Hana mengusap sesuatu di bibir suaminya.


"Noda lipstick ini dari mana?"


Baekhyun menegang. Tidak. Ia tidak benar-benar selingkuh. Tapi tetap saja bibirnya sudah disentuh wanita lain, dan Baekhyun merasa bersalah sekarang.


"Ini...."


"Ini karena aku mabuk."


"Lalu ada wanita yang menciumku, accidentally aku membalasnya karena yang aku bayangkan adalah kau."


Lalu mata Hana teralih ke ujung bibir suaminya, "Kalau ini?" Hana menyentuh luka bekas pukulan Chanyeol di sudut bibir Baekhyun.


"Kau bertengkar?"


"Chanyeol memergokiku di club malam, dia melihatku saat aku sedang...." Baekhyun tidak yakin untuk melanjutkannya, apa itu akan menyakiti Hana?


"Berciuman dengan wanita lain?" Tanya Hana memastikan. Baekhyun pun tidak punya pilihan selain mengangguk.


"Dia pasti mengganggu waktumu dengan wanita itu ya? Maaf," mata Baekhyun sedikit membulat ketika mendengar respok Hana.


"Tidak sama sekali."


"Sudah aku bilang, aku membalas ciumannya karena yang  ada dibayanganku dia adalah kau."


Hana hanya tersenyum tipis, "Begitukah? Kau tidak bisa berhenti mengharapkanku?"


Baekhyun menggeleng, "Tidak."


"Hana, jujur, kau masih mencintaiku juga kan?"


"Aku memang sudah tidak mencintaimu lagi."


"Tapi matamu mengatakan sebaliknya."


"Sudah aku bilang Byun Baekhyun, jangan sok tahu! Berhenti mengharapkan hubungan kita akan seperti dulu."


Baekhyun sedikit menjauh, dan mengalihkan wajahnya dari hadapan Hana.


"Baekhyun... ayo kita berpi---,"


"Aku tidak mau dengar apapun, karena apapun yang kau bicarakan tentang perasaanmu padaku, tidak ada yang aku percaya selain tentang kau yang masih mencintaiku," ucap Baekhyun lalu berlalu pergi ke kamar mandi.


Hana hanya menghela napas. Hana ingin jujur, Hana juga ingin mengatakannya, tapi entah kenapa ini terlalu sulit.


Wanita itu pun memilih untuk berbaring menghadap samping dengan tubuhnya yang meringkuk. Kepalanya penuh sekali memikirkan dan mempertimbangkan semuanya. Apa Baekhyun memang tidak bisa melepaskannya? Apa ia harus bertahan dengan pria itu? Ia ingin, tapi rasa bersalah ini selalu menyulitkannya, di lain sisi juga, dirinya hamil. Hamil anak Byun Baekhyun. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?


Terlalu sibuk dengan pikirannya, Hana sampai tidak sadar kalau Baekhyun sudah selesai mandi. Pria itu kini sedang berdiri menatapnya yang meringkuk di atas kasur, sebelum memilih bergabung dan tanpa aba-aba lagi memeluk wanit itu dari belakang.


"Baek..." Hana hendak protes, tapi Baekhyun menghiraukannya. Pria itu mengeratkan pelukannya dari belakang, mencium bahu Hana dan menghirup wangi Hana yang selalu jadi favoritnya.


"Sebentar saja, aku merindukanmu," lirih Baekhyun.


Hana hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang kalah dengan ego-nya karena sekarang ia membiarkan apa yang dilakukan Baekhyun padanya.


"Hana..."


"Hm?"


"Kau terlalu meremehkanku. Aku tau apa yang kau sembunyikan," ucap Baekhyun membuat Hana menegang.


"Apa maksudmu? Apa yang kau tau?"


"Aku tidak akan mengatakannya, kau lebih tau apa yang kau sembunyikan."


"Baek, katakan!"

__ADS_1


"Aku bilang tidak."


"Aku juga menuntut kejujuranmu tapi kau terus berbohong."


"Soal tidak mencintaimu lagi? Itu bukan kebohongan."


"Diamlah."


"Aku bilang aku tidak mau mendengarmu sampai kau mengatakan apa yang ingin aku dengar."


"Sekarang tidur!"


Hana pun berakhir diam, ia bisa merasakan bagaimana napas Baekhyun menyapu lehernya. Ini masih termasuk aman untuk jantung Hana.


"Selamat tidur," bisik Baekhyun tepat di telingannya lalu diakhiri oleh kecupan di bahu, yang ini mulai menggoyahkan hatinya.


"Aku menyayangi kalian," bisik Baekhyun lagi kini dengan tangan yang menelusup ke dalam perut Hana dan mengusapnya lembut yang membuat Hana luar biasa menegang.


Jadi, sebenarnya apa yang Baekhyun tahu tentangnya?


***


Pagi-pagi sekali Hana sudah pergi ke rumah sakit seorang diri, meninggalkan Baekhyun yang masih tertidur di rumah. Ia harus mencari Park Chanyeol.


"Oppa!" Hana memekik saat menemukanorang yang ia cari sedang hendak masuk ke ruangan Hyuna.


"Apa?" Tanya Chanyeol.


"Kau memberitahu Baekhyun soal kehamilanku?"


"Hah? Tidak!"


"Memang dia tau?" Tanya Chanyeol berpura-pura bodoh.


"Dia bilang dia mengetahui sesuatu tentangku yang aku sembunyikan, tapi tidak mau mengatakannya."


Hana menggeleng, "Tidak mungkin. Ini pasti hal lain. Dia tiba-tiba mengusap perutku, ini pasti berhubungan dengan kehamilanku," balas Hana lagi.


"Ya tanya saja sendiri, atau beritahu duluan," jawab Chanyeol santai.


"Kau pasti memberitahunya!"


"Tidak! Aku sudah bilang kalau aku ingin kau sendiri yang mengatakannya."


"Masa? Semalam kau bertemu dengannya kan? Kau memukulnya, kau harusnya tidak sejauh ini, bibirnya sampai berdarah!"


Chanyeol tertawa, "Lihat! Kau bahkan masih sangat peduli dengannya kan?"


"Jangan mengalihkan pembicaraan, kau mengatakannya kan?"


"Aku bilang tidak!"


"Hhhh..." Hana menggerutu kesal, ia pun segera pergi dari hadapan kakak sepupunya.


"Sampai kau berniat kabur dalam keadaan hamil seperti ini dan tidak mau memberitahu Baekhyun perihal kehamilanmu, aku akan mengatakannya, bukan hanya pada Baekhyun. Pada keluarga suamimu juga."


Hana menoleh dan hanya menatap tajam pada kakak sepupunya yang berbicara seperti tadi.


"Aku tidak akan kabur lagi, aku mau terus mendampingi puteriku!"


"Bagus. Kalau begitu, tanpa memberitahu Baekhyun pun, dia akan tau sendiri, perutmu pasti membesar kan?"


"Jaga kandunganmu, jangan stress, atur pola makanmu."


"Aku tau!" Cetus Hana lalu langsung berlalu dari Chanyeol.


***

__ADS_1


Hana keluar dari ruangan dokter, ia baru saja berbicara dengan dokter Hyuna dan dokter itu mengatakan keadaan Hyuna sudah lebih membaik.


"Keadaan Byun Hyuna sudah menunjukan kemajuan, diharapkan agar kedua orangtua lebih memberi support lagi, dimohon untuk memberi waktu yang lebih lagi untuk Hyuna," ucap sang dokter yang masih Hana ingat. Dan itu cukup menampar Hana karena ia merasa masih sering sibuk dengan urusannya sendiri, lebih tepatnya urusan hati. Ia selalu menghindari rumah sakit kalau di sana ada Byun Baekhyun. Jadi otomatis Hyuna tidak pernah mendapati kedua orangtuanya secara bersamaan lagi.


Bruk...


Hana hampir terjatuh ketika ia menabrak seseorang di pertigaan koridor rumah sakit, untung saja tubuhnya ditahan oleh orang yang bertabrakan dengan Hana sehingga wanita itu tidak sampai terjatuh, atau tidak Hana mungkin akan membahayakan lagi janinnya.


"Kau! Hati-hati kalau jalan!" Hana mendengak, itu bukan orang asing. Itu suaminya sendiri. Hana mendapati wajah kesal Baekhyun.


Hana mendorong bahu Baekhyun agar pria itu melepaskan tangan dari pinggangnya, "Kau yang menabrakku!"


"Tidak! Jelas kau yang melamun!" Balas Baekhyun tidak mau kalah.


"Terserah!" Hana pun tidak mau meladeni, ia memilih untuk melangkah tapi tangannya di tahan oleh si suami.


"Kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Baekhyun.


"Kita bisa ke sini sama-sama."


"Aku pikir kau bekerja."


"Tadi dokternya Hyuna menelponku mau bicara, kau sudah bicara dengannya?"


Hana mengangguk, "Hyuna sudah lebih baik, sedikit lagi ia bisa pulang. Hanya perlu support dari kedua orangtuanya," jawab Hana.


Baekhyun menghela napasnya lega, "Syukurlah, kalau begitu ayo kita temui Hyuna!" Baekhyun menarik tangan Hana tapi wanita itu tidak bergerak.


"Kau saja! Aku sudah."


"Kenapa sih? Aku tau kau mau menghindariku, tapi jangan perlihatkan dengan jelas di depan Hyuna. Jangan egois!"


Hana terdiam, dalam hati ia membenarkan kalau dirinya memang egois.


"Aku mau sarapan dulu," Hana mencari alasan lain meskipun alasan itu benar adanya. Ia memang belum sarapan.


"Ya! Park Hana! Ini sudah jam 10 dan kau belum sarapan?"


Hana menyatukan alisnya, setelah Baekhyun menyatakan cinta padanya, pria itu tidak pernah lagi mengomelinya seperti yang sekarang pria itu lakukan. Apa dirinya sudah terlalu menjengkelkan untuk Baekhyun?


"Ikut aku! Kita sarapan!"


Hana kembali menghempaskan tangannya yang ditarik Baekhyun.


"Aku bisa sendiri. Duluan saja pergi ke Hyuna!"


"Nanti aku menyusul."


"Berisik! Ikut aku atau aku gendong?!"


Hana memutar bola matanya jengah, "Oke Byun Baekhyun aku mengikutimu!"


Baekhyun mengulurkan tangannya untuk menggandeng Hana, tapi hanya di lirik oleh wanita itu. "Kita tidak sedang menyebrang!" Ucap Hana lalu berjalan lebih dulu.


Di belakang Baekhyun hanya terkekeh kecil, jadi apa ini rasanya mengejar-ngejar wanita? Tidak terlalu buruk. Hana-nya sangat lucu kalau cetus begitu.


Ia pun berjalan agak cepat untuk mengejar Hana lalu ia tautkan tangannya pada tangan Hana ketika mereka sudah sejajar.


"Aku bilang kita bukan mau menyebrang! Tidak perlu bergandengan!"


"Perlu! Pertama, aku tidak mau kau berjalan sesuka hatimu seperti tadi yang membuatmu bisa saja jatuh entah tersandung atau menabrak orang."


"Kedua, banyak pria yang memperhatikanmu."


"Hubungannya apa?"


"Tentu saja aku cemburu, sayang."

__ADS_1


__ADS_2