Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
24


__ADS_3

Pagi itu, Baekhyun sedang bersiap untuk pergi ke kantor. Iya, ini hari pertama ia kembali masuk kerja setelah pulih dari koma-nya. Kini pria itu sedang sibuk mencari dasi yang sering ia pakai, karena tidak tau letaknya dimana jadi ia menunggu isterinya untuk minta tolong dicarikan.


Hana keluar dari kamar mandi hanya dengan handuknya, ia kaget ketika melihat Baekhyun yang masih ada di dalam kamar.


"Hana, boleh tolong carikan dasi yang sering aku pakai? Aku mencari dari tadi tapi tidak menemukannua juga," ucap Baekhyun.


"Oh, iya. Sebentar ya," ucap Hana.


"Kau bisa pakai baju dulu kok."


"Kau sudah telat kan, ini hanya mencari dasi kok."


Baekhyun hanya takut handuknya merosot, walaupun ya tidak apa-apa juga toh hanya dirinya kan yang melihatnya?


Kini isterinya itu berdiri di depannya, mencari dasi yang ia inginkan di lemari mereka. Lalu tiba-tiba mata Baekhyun terfokus pada beberapa bekas kemerahan di bahu belakang Hana. Bekas kemerahan itu mirip seperti kiss-mark. Tapi Baekhyun tidak merasa melakukannya, jadi itu bekas kemerahan apa?


"Hana, bahumu kenapa?" Tanya Baekhyun lantas membuat Hana langsung berbalik yang secara kebetulan sudah ia temukan juga dasi yang diinginkan suaminya.


"Bahuku?"


"Iya, ada kemerahan di sana seperti...."


"Ah itu, aku digigit serangga!" Jawab Hana.


"Kok bisa?"


"Iya jadi waktu itu aku tiduran di lantai dan digigit serangga."


"Oh, makanya jangan tiduran asal!"


"Hehe... iya deh. Aku tidak biasa tidur di kasur saat tidak ada kau."


"Sekarang mau digigit olehku?"


"Mau! Tapi jangan sekarang, nanti keasikan dan kau telat!"


Baekhyun terkekeh lalu sekarang ia mencubit hidung Hana gemas.


"Tunggu nanti malam ya?!"


"Yah sayang sekali tuan, aku datang bulan!" Hana terkikik geli, melihat wajah Baekhyun yang mencebikan bibirnya.


"Kemari! Aku pakaikan dasinya!" Hana pun mulai melingkarkan dasi itu di kerah baju suaminya dan membuat simpul di sana.


Setelah selesai, Hana menangkup pipi suaminya untuk kemudian ia cium bibir pria itu sebentar.


"Jangan cemberut begitu, nanti karyawanmu kabur!"


"Ya sudah, aku berangkat sekarang."


Hana mengangguk, "Semangat ya kerjanya!"


Kini Baekhyun yang mengangguk, "Kau dan Hyuna jangan telat makan siang."


"Siap!"


"Kau juga!"


"Heem!" Baekhyun menarik pinggang Hana untuk mencium kening wanita itu.


"Cepat pakai baju!" Kata Baekhyun lagi.


"Iyaa.."


"Aku pergi."


"Hati-hati!"

__ADS_1


Pasca kepergian Baekhyun, garis bibir Hana yang tadi terangkat ke atas kini kembali turun. Senyumnya hilang. Hanya ada helaan napas berat yang wanita itu lakukan.


"Maafkan aku Baekhyun."


"Aku semakin banyak berbohong padamu."


Ia membuka handuknya dan menatap pantulan tubuhnya yang polos di cermin.


"Bagaimana perasaanmu kalau kau melihat ini Baekhyun? Isterimu ini sudah disentuh oleh pria lain."


"Kau akan sangat hancur bukan?"


***


Baekhyun kembali ke kantor tanpa sepengetahuan para karyawannya selain Chanyeol. Membuat beberapa dari mereka kaget ketika melihat sosok presdirnya sudah kembali ke kantor.


"Selamat pagi, presdir." Baekhyun menoleh saat ada yang menyapanya, ternyata itu Kim Jongin.


"Eh, kau? Pagi juga," jawab Baekhyun ramah.


"Sudah membaik pak?"


Baekhyun mengangguk, "Iya sudah."


"Syukurlah, aku sempat menanyakan keadaanmu pada Hana. Tapi wanita itu sepertinya sibuk merawat suaminya sampai tidak membalas pesanku. Atau memang sedang menjaga perasaanmu?"


Baekhyun tertawa, "Mungkin karena dia sedang sibuk ujian juga."


"Oh seperti itu."


Baekhyun dan Jongin berjalan bersama menuju elevator sebelum ada 2 karyawan di depan mereka yang menghalangi jalan dan tidak sadar bahwa presdir mereka yang di halangi jalannya oleh mereka. Dan salah satu di antara 2 karyawan itu sangat Jongin kenal, Kim Jennie.


"Masa sih itu isterinya presdir? Mungkin dia hanya salah lihat!"


Baekhyun tertarik atensinya ketika mereka menyinggung perihal isteri presdir yang tak lain adalah Hana.


"Dia tadi menunjukan fotonya dan itu benar-benar isterinya presdir, di klub bersama seorang pria."


"Selamat pagi, presdir."


"Apa kalian terbiasa sarapan dengan gosip murahan?" Tanya Baekhyun sinis, membuat 2 karyawan itu menunduk tidak berani menatap presdir mereka.


"Ma-maaf presdir, kami tidak bermaksud---,"


"Kalau memang isteriku pergi ke klub bersama seorang pria lain sekalipun, membicarakannya seperti tadi itu tidak keren sama sekali kalian tau?"


"Menyebar suatu yang bersifat sensitif apalagi yang belum tentu kebenarannya, itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang kerjaan."


"Jadi apa pekerjaan kalian kurang? Kalau begitu biar aku tambah dan waktu kalian bisa lebih bermanfaat karena dipakai untuk bekerja, bukan membicarakan oranglain."


Baekhyun berbicara dengan intonasi luar biasa datar sebelum ia pergi begitu saja tanpa pamit bahkan pada Jongin.


"Kalian harus belajar menjaga mulut kalian!" Ucap Jongin pada kedua rekannya.


"Dia duluan yang mengajakku gosip, oppa!" Jawab Jennie tidak terima dan malah menunjuk teman bicaranya tadi.


"Sudah ku katakan jangan panggil aku oppa!"


"Lebih baik sekarang mulai bekerja!"


Jongin pergi meninggalkan mereka juga dengan perasaan kesal dan Jennie masih mengikutinya.


"Tapi oppa, aku kau tidak penasaran dengan gosip itu? Kau mempercayainya tidak oppa?"


"Kim Jennie!" Jennie agak tersentak ketika Jongin memanggil namanya dengan hentakan.


"Apa kau benar-benar kurang pekerjaan?"

__ADS_1


"Berhenti mencampuri urusan orang!"


Jennie menunduk, "Baiklah aku akan berhenti membicarakannya."


"Lalu bagimana kalau kita membicarakan hubungan kita berdua?"


Jongin memutar bola matanya malas, "Bicara saja pada tembok!" Balas Jongin lalu segera melangkahkan kakinya pergi.


"Ya! Oppa! Bicara denganmu dan tembok kan tidak ada bedanya!"


***


"Jangan dengarkan gosip yang ada!"


Baekhyun yang tadi sedang melamun kini melirik pada Chanyeol yang entah sejak kapan datangnya.


"Kau dengar juga?"


Chanyeol mengangguk.


"Aku mau lihat fotonya," ucap Baekhyun.


"Tidak perlu! Kau tidak percaya pada Hana?"


Baekhyun menghembuskan napasnya kasar, "Aku ingin. Tapi--- mengingat bagaimana ia pernah berbohong padaku, aku---,"


"Hana bukan wanita seperti itu."


"Memang salah kalau aku hanya ingin memastikan tentang kebenaran foto itu?"


"Kau ingat? Hana dan aku bertemu di klub malam, dan aku tau tidak ada niat jelek Hana pergi ke sana."


"Ia hanya sedang melarikan diri dari masalahnya, jadi bisa saja kan kalau yang sekarang juga memang Hana? Dia melarikan diri dari masalahnya lagi. Masalah tentang aku yang tidak sadarkan diri."


Chanyeol diam. Karena tebakan Baekhyun nyaris semuanya benar? Atau bahkan tidak ada yang meleset sedikitpun?


"Aku tidak mempermasalahkan dia yang datang ke sana. Aku tau, Hana bukan wanita malam. Tapi bagaimana ia memilih tempat itu sebagai tempat melarikan diri dari masalah, lalu berakhir bertemu denganku dulu. Aku hanya khawatir, dia menemukan aku yang lain. Kau mengerti maksudku?"


Chanyeol masih diam.


"Kau tau Chanyeol, tubuh Hana ada tanda kemerahan, dia bilang itu digigit serangga. Tapi pikiranku...."


"Jadi apa yang kau pikirkan tentang Hana?" Kini Chanyeol kembali bersuara dengan menatap Baekhyun berani.


"Sangat buruk."


"Tapi aku harap itu hanya ketakutanku saja."


"Makanya aku ingin fotonya, aku ingin memastikannya sendiri."


"Mempunyai perasaan takut seperti ini juga tidak enak, kau tau?"


"Aku sudah menyuruh orang yang menyebarnya untuk menghapus foto itu."


Baekhyun menyatukan alis, "Kau lihat fotonya?"


Chanyeol mengangguk.


"Apa itu Hana?"


"Tentu saja bukan."


"Kau yakin?"


"Iya."


Akhrinya Baekhyun diam. Meski tidak ditunjukan tetap saja hatinya masih ada yang mengganjal. Entah karena sesuatu memang terjadi atau ini hanya rasa khawatirnya yang berlebih.

__ADS_1


#####


Hana bukan tuh guys? 😌


__ADS_2