Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
09


__ADS_3

Hari ini hari minggu. Hana dan Baekhyun tentu saja libur dari kegiatannya masing-masing, dan ini waktunya untuk mereka menghabusnya sepenuhnya waktu bersama sang puteri kecil mereka, Hyuna.


Baekhyun sedang sibuk menyuapi MPASI tadi dibuat Hana untuk Hyuna, sambil menatap dengan senyum tipis ke arah isterinya yang tertawa dengan ponselnya. Sudah seminggu Hana berkuliah, wanita itu semakin terlihat menikmati. Baekhyun bersyukur kalau akhirnya Hana bisa nyaman dan wanita itu sering banyak cerita tentang teman-nya. Memang tidak banyak, hanya 2 orang tapi lihat, Hana sudah terlihat sangat bahagia memiliki teman selain Sehun.


"Nanti oppa-mu main ke sini," ucap Baekhyun.


Hana yang tadi fokus dengan chat group teman-temannya di ponsel, kini beralih pada sang suami yang bicara.


"Chanyeol-oppa?" Hana memastikan.


"Memang oppa-mu ada siapa lagi?"


"Barang kali Jongdae-oppa."


"Kakak sepupumu, Hana."


"Untuk apa dia ke sini?"


"Ya main, dia tudak mau datang sendiri, jadi dia datang bersama Sehun karena kekasihnya sibuk."


Hana hanya menganggukan kepalanya, "Kekasihnya Chanyeol-oppa itu terkenal sekali ya?"


"Kan dia beauty-vlogger," jawab Baekhyun.


"Iya, temanku, Hyo Ri itu penggemarnya!"


"Benarkah?" Baekhyun selalu tampak semangat ketika Hana menceritakan tentang apapun, entah tentang kuliah, tugas, atau teman-temannya sekalipun.


Hana mengangguk lagi, "Dia bahkan rela membayarku untuk mempertemukannya dengan kekasih Chanyeol-oppa," lanjut Hana lagi.


Baekhyun tertawa, "Peluang usaha yang bagus itu Hana."


Hana tertawa, "Iya ya? Lumayan untuk beli susu Hyuna."


"Wah, kalau dipikir aku ini dikelilingi orang-orang terkenal. Sejeong, kekasihnya Sehun seorang idol. Kekasih Chanyeol-oppa, beauty-vlogger, dan suamiku pengusaha terkenal. Hyuna, nanti kau juga jadi orang yang terkenal ya, jadi model? Artis? Apapun deh."


Hana sekarang membungkukan badannya untuk bicara pada Hyuna.


"Jangan seperti ibu, yang ansos ini."


"Menjadi orang terkenal tidak selamanya menyenangkan Hana, pergerakannya susah, sedikit saja kita memberi celah, seluruh kehidupan kita akan jadi konsumsi publik," ucap Baekhyun.


Hana mengangguk membenarkan, "Kalau begitu, cukup jadi orang berhasil Hyuna."


"Terkenal, tidak terkenal, kau harus jadi orang yang berhasil."


"She will, Hana," ucap Baekhyun.


Hana tersenyum, ia langsung mencium pipi Hyuna dan juga Baekhyun yang membuat pria itu kaget.


"Untung aku menikah denganmu, jadi aku bisa memperbaiki keturunan," ucap Hana.


"Kau ini bicara apa?"


"Iya, apa sih yang bisa aku banggakan? Otak pas-pasan, melakukan apapun selalu ceroboh, setidaknya akan ada gen pintar darimu untuk anakku!"


Baekhyun tertawa, bukan mau meremehkan Hana, hanya saja ucapan isterinya itu terlalu lucu. Apa katanya? Memperbaiki keturunan?


"Tuh kan, kau bahkan menertawaiku!"


"Kau ini kenapa lucu sekali sih?"


"Lucu dari mananya?"

__ADS_1


"Tidak. Kalimat memperbaiki keturunan itu cukup terdengar lucu untukku."


"Heh! Hana dengar!"


"Jangan selalu merendahkan dirimu sendiri."


"Aku tidak akan tersanjung kalau kau meninggikanku lalu merendahkan dirimu sendiri."


"Kalau aku saja yang pernah berniat untuk tidak mencintai siapapun sekarang bisa mencintaimu sebesar ini, maka kaupun harus lebih mencintai dirimu sendiri."


Hana selalu senang mendengar nasihat Baekhyun yang seperti ini. Pria itu tidak pernah egois. Pria itu tidak pernah menuntut apapun. Pria itu hanya ingin Hana mencintai dirinya sendiri, menjadi dirinya sendiri, dan melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Dan ia sangat bersyukur untuk menjadi wanita yang dipilih Tuhan untuk bersamanya. Untuknya, Baekhyun adalah penyempurna hidupnya yang banyak kekurangannya ini.


"Sudah aku bilang, jangan terlalu baik, nanti aku melunjak."


"Harus baik, biar disayang."


"Iya, sayang kok."


"Siapa?"


"Aku."


"Kau kenapa?"


Hana mendengus, "Aku menyayangimu!"


"Aku juga menyayangimu."


Seperti orang yang setiap hari kasmaran, kini bibir mereka menyatu lagi. Melupakan Hyuna yang masih ada di pangkuan sang ayah.


"Astaga! Baekhyun, kau belum mengganti pass--,"


"Ya! Sehun kita harus selamatkan Hyuna!"


"CHANYEOL-OPPA? KAU INI TAU SOPAN SANTUN TIDAK?!"


***


Hana masih melirik sinis kakak sepupunya yang sudah beberapa minggu terakhir ini tidak bertemu dengannya. Sedangkan Hana sendiri ditatap tajam juga oleh sahabatnya, Ooh Sehun.


"Aku pergi ke supermarket membeli minuman dulu ya Hana," ucap Baekhyun.


"Hyuna aku ajak sekalian jalan-jalan sedikit."


Hana hanya mengangguk. Lalu suaminya pun pergi bersama Hyuna yang digendongnya. Baekhyun memang sering mengajak anaknya keluar berjalan kaki, biasanya untuk pergi ke supermarket seperti sekarang.


Tersisalah 3 manusia yang sepertinya punya dendamnya masing-masing, terlihat dari tatapan mereka satu sama lain. Sehun ke Hana, Hana ke Chanyeol, dan ya... Chanyeol juga ke Hana.


"Kau kembali kuliah tidak bilang-bilang padaku?!" Chanyeol duluan yang mengeluarkan unek-uneknya.


"Aku kan tidak minta dibayari olehmu!" Jawab Hana.


"Lupa caranya berkabar?"


"Kau yang tidak pernah ke sini! Sibuk dengan kekasihmu! Dasar bucin!"


Chanyeol mengusap dadanya, berhadap Tuhan memberi kesabaran untuknya.


"Ooh Sehun! Kenapa menatap Hana seperti itu?" Hana kini menoleh pada Sehun ketika Chanyeol mengalihkan pembicaraannya.


"Hana!"


"Apa? Kau seperti sedang mengajakku ribut!"

__ADS_1


"Aku ingin bertanya padamu tentang ini tiap kali aku mengantarmu pulang kuliah beberapa kali selama seminggu ini. Tapi kau tampaknya selalu sibuk dengan ponselmu."


"Bertanya apa?"


"Kenapa berbohong dengan suamimu?"


Hana menyatukan alisnya, "Hah? Bohong apa? Kapan?"


"Kau bilang padaku itu tugas individu, tapi kau bilang pada suamimu itu tugas kelompok."


Hana tertegun, ternyata Sehun tau juga.


"Apa bedanya kan sama-sama tugas?!"


"Beda! Kau itu mau main sambil mengerjakan tugas, berbeda dengan mengerjakan tugas kelompok! Yang pertama itu tidak penting, kau bisa mengerjakannya sendiri, kalau yang kedua itu memang kewajibanmu untuk mengerjakan bersama temanmu!" Jelas Sehun.


"Ya itukan hanya kebohongan kecil, kenapa kau semarah ini sih?"


"Sesuatu yang kecil juga bisa berubah jadi besar. Tidak ada yang tau kalau kau ketagihan berbohong nantinya kan?" Itu kakak sepupunya yang ikut bersuara.


"Kenapa harus berbohong? Kau takut tidak diizinkan oleh Baekhyun untuk kumpul dengan temanmu?" Tanya Chanyeol lagi.


"Memang pernah Baekhyun melarangmu melakukan sesuatu yang kau inginkan?" Masih Chanyeol yang bertanya. Kini Hana menggeleng.


"Tapi oppa, aku hanya---,"


"Aku tidak enak, aku merasa bukan waktunya lagi untuk aku main-main sedangkan ada anakku di rumah yang diurus oleh pengasuh, anakku yang juga anak Baekhyun tapi di sisi lain, aku juga ingin sekali saja merasakan bagaimana rasanya memiliki teman, hangout bersama, kita mengobrol dan melakukan hal menyenangkan lainnya. Oppa, Sehun, kalian tau bagaimana aku dulu. Tidak ada yang mau berteman denganku. Aku selalu dikekang ayah untuk tidak pernah kemana-mana dan harus fokus belajar."


Chanyeol dan Sehun diam. Mereka tentu tau sekali bagaimana Hana yang dulu. Setelah mendengat penuturan Hana, semuanya jadi terasa wajar. Iya wajar Hana ingin main dengan temannya. Hanya saja tidak dengan berbohong pada Baekhyun.


"Harusnya kau membicarakan ini pada suamimu."


"Kau tau? Baekhyun benci dikhianati, ia juga benci dibohongi," kata Chanyeol lagi.


"Tapi--- suamiku itu oppa, dia---,"


"Dia tidak pernah menuntut apapun dariku, tidak tidak pernah egois, dan dia selalu memprioritaskan aku dan anaknnya. Aku hanya takut terlihat tidak bisa melalukan hal yang sama untuknya karena lebih memilih senang-senang dengan temanku."


"Aku takut mengecewakannya."


"Tapi kau akan semakin mengecewakannya dengan membohongi dia begitu."


Sehun benar. Sangat benar. Dan itu membuat Hana kehabisan kata lagi.


"Tetap saja---,"


Ceklek


Suara pintu berbunyi, lalu menampakan Baekhyun dan Hyuna yang sudah kembali. Memang minimarketnya tidak jauh, jadi mereka kembali dengan cepat.


"Sedang membicarakan apa? Kenapa wajah kalian sangat serius begitu?"


"Tentu saja ini serius, hyung."


Hana langsung menatap Sehun, takut kalau sahabatnya itu mengatakan perihal tadi pada suaminya.


"Memang apa?"


"Kita sedang membicarakan dimana Hyuna akan sekolah nanti. Pasti harus yang sangat bagus kan?"


Baekhyun terkekeh, "Kalian bertiga memang cocok. Sama-sama random. Kenapa tiba-tiba memikirkan sekolah Hyuna?"


Hana menghela napas lega, tapi sisi lainnya ia memaki dirinya sendiri yang tidak bisa jujur pada Baekhyun.

__ADS_1


"Baekhyun, maafkan aku."


__ADS_2