Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
10


__ADS_3

Sudah hampir 1 semester Hana memulai kembali kuliahnya, selama itu juga Hana mendapat teman baru yang semakin hari semakin dekat. Hana bahkan tidak jarang pulang bersama Hyo Ri dan Sin Ho setelah mereka mengerjakan tugas bersama atau sekedar main. Hana lebih sering menolak ajakan Sehun untuk pulang bersama, sebabnya ya itu, Hana jadi sering pulang terlambat jadi kalau tidak dijemput suaminya sekalian pulang kantor, ia akan pulang bersama kedua temannya tadi menggunakan mobil Sin Ho. Baekhyun tidak melarang ketika Hana pulang bersama temannya, toh juga bertiga. Hana mempercayai temannya maka Baekhyun pun harus mempercayai teman baru Hana itu. Apalagi alasannya adalah karena habis mengerjakan tugas. Walaupun kadang itu hanya sebuah alasan Hana pada Baekhyun. Kenyataannya? Hana jauh lebih banyak bersenang-senang dengan temannya.


Seperti saat ini, Hana berserta Hyo Ri dan Sin Ho sedang menuju ke bioskop untuk menonton film. Dan tebak apa yang terjadi? Ya! Hana tidak izin Baekhyun. Entah dia lupa atau sengaja melakukannya. Hana hanya sibuk dengan kesenangannya saja sekarang. Bahkan ia tidak mengecek ponselnya sama sekali, ia juga tidak bilang pada Sehun kalau ia akan pergi. Hana benar-benar melakukan semaunya sendiri, seolah ia melupakan semua nasihat kakak sepupunya dan Sehun beberapa bulan lalu. Iya. Nasihat untuk tidak membohongi Baekhyun, atau menyembunyikan apapun dari Baekhyun.


Dan benar seperti apa yang diucapkan Chanyeol. Dimulai dari sesuatu yang kecil, lihat kini kebohongan itu terasa besar.


"Makasih ya Sin Ho sudah mengantarku, maaf merepotkan," sekarang Hana baru saja turun dari mobil milik Sin Ho. Iya. Hana hanya berdua dengan Sin Ho, karena Hyo Ri tadi dijemput oleh kekasihnya di bioskop. Setelahnya Hana baru sadar kalau ia belum mengabari Baekhyun dan merasa tidak mungkin kalau saja sekalinya mengabari langsung minta jemput di bioskop.


"Sama-sama, aku tidak merasa direpotkan begitu," balas Sin Ho.


"Kalau begitu, aku pergi ya Hana," tambahnya lagi.


Hana hanya mengangguk. Setelah kepergian Sin Ho, wanita itu segera melangkah masuk ke dalam rumah.


"Hana, kau dari mana saja?!" Hana langsung kaget ketika pertama kali ia pulang sudah ada Baekhyun, Chanyeol dan Sehun. Ia tidak menyadari kalau ada mobil Chanyeol terparkir di depan rumahnya.


Hana bertemu tatap dengan mata suaminya, pria itu tampak sangat khawatir.


"A-aku, aku habis mengerjakan tugas di rumah Hyo Ri, maaf aku lupa mengabari karena tugasnya agak banyak jadi--,"


Ucapannya terhenti ketika ia merasa di tarik sedikit kencang oleh Baekhyun ke dalam dekapannya.


"Jantungku hampir copot karena tidak menemukanmu dimanapun Hana," tiba-tiba dada Hana sesak, ia merasa bersalah karena selama ini ia sering berbohong pada suaminya. Hana membalas dekapan Baekhyun, air matanya tanpa perintah terjun begitu saja.


"Maaf Baek, maaf membuatmu khawatir," ucap Hana.


Sehun dan Chanyeol berpandangan, hanya ada raut wajah jengah dari Sehun dan gelisah dari Chanyeol. Mereka berdua yang paling tau kalau Hana berbohong.


"Hana, bisa kita bicara?" Pelukan Baekhyun dan Hana terlepas ketika Chanyeol bersuara.


"Sebentar saja. Kita bicara di luar."


"Baek, aku pinjam isterimu, ada yang harus aku beritahu padanya. Bukan mau menyembunyikan ini darimu, tapi aku---,"


"Silakan," balas Baekhyun sebelum Chanyeol menyempurnakan kalimatnya.


Hana pun ditarik oleh Chanyeol masuk ke dalam mobilnya.


"Hana!"

__ADS_1


"Mau sampai kapan?"


Hana menunduk, jelas ia tau apa maksud kakak sepupunya.


"Ini jam 8 malam, kau baru pulang, kau bahkan tidak ada waktu sama sekali untuk Hyuna karena puterimu itu sudah tidur."


"Berhenti menjadi egois Hana!"


Hana mulai terisak. Ia juga ingin mengalahkan egonya. Tapi terlalu sulit. Bukannya Hana tidak sayang Baekhyun atau bahkan Hyuna. Hanya saja, Hana sudah terlalu nyaman. Melakukan kesenangan seperti ini, bermain bersama teman sudah Hana idam-idamkan sejak dulu. Dan ketika ia baru bisa merasakannya. Hana lupa diri.


"Setidaknya jujur dengan Baekhyun kalau kau ingin bersenang-senang. Jangan menutupinya begini."


"Kau mau terlihat seperti isteri dan ibu yang baik tapi kau tidak benar-benar melakukannya. Itu namanya palsu!"


"Kalau begini terus aku bisa saja menyuruh Baekhyun untuk mencari wanita lain."


"OPPA!!"


"Kenapa? Kau ingin lepas dari Baekhyun dan Hyuna kan? Jadi kau tidak perlu repot-repot berbohong atau sampai menghilang seperti tadi."


Hana menggeleng, "Mereka hidupku oppa, aku menyayangi mereka, sampai kapanpun aku tidak bisa melepaskan mereka."


"Aku tau harusnya aku bisa mengendalikan diri."


"Aku harusnya tau apa prioritasku."


"Jangan minta maaf padaku!"


"Suamimu itu Baekhyun, aku hanya kakak sepupumu Hana."


"And you know? I feel bad for my bestfriend, Baekhyun karena isterinya yang boleh ku sebut kurang ajar ini, adalah adikku."


Ucapan Chanyeol tepat menusuk di relung dadanya. Hana menyadari. Ia memang isteri kurang ajar.


"Sebentar lagi Hyuna berumur 2 tahun, anakmu itu sedang tumbuh semakin besar, apapun kesibukanmu, kau tetap seorang ibu untuknya. Kesenanganmu dengan teman-temanmu itu tidak sebanding dengan bagaimana berharganya Hyuna untukmu kan? Jangan sampai Hyuna tumbuh tanpa figur seorang ibu. Kau sendiri yang merasakan bagaimana itu terjadi di hidupmu kan? Hancur bukan? Jadi jangan buat Hyuna sama hancurnya sepertimu."


Hana mengangguk. Isakannya semakin kencang, membuat Chanyeol akhirnya harus menarik sang adik ke dalam pelukannya untuk menenangkannya.


***

__ADS_1


"Apa tadi Chanyeol memarahimu?" Tanya Baekhyun. Kini ia dan isterinya sudah berada di kamar. Sehun dan Chanyeol juga tentu saja sudah pulang.


"Sedikit."


"Apa harusnya tadi aku melarangnya untuk bicara denganmu?"


Hana menggeleng, "Aku tau, kau tidak akan pernah marah denganku. Oppa juga tau itu. Jadi dia yang melakukannya. Agar aku sadar diri. Agar aku tidak mengulanginya lagi. Maafkan aku Baekhyun."


"Tidak apa-apa, cukup jangan lakukan lagi. Setidaknya tinggalkan pesan untukku, Hana," balas Baekhyun.


Hana mengangguk, "Iya lain kali aku akan melakukannya."


"Tadi aku benar-benar lupa."


Baekhyun hanya tersenyum miris, 1 fakta yang mungkin terdengar lebay tapi benar-benar Baekhyun rasakan adalah hatinya sedikit sakit saat Hana bisa melupakannya begitu. Tapi ia mencoba berpikir postif, namanya manusia biasa, pasti bisa lupa juga kan?


"Ya sudah, sekarang kau istirahat saja."


Hana mengangguk, kini ia berbaring di atas kasur, disusul oleh Baekhyun di sampingnya.


"Baek..."


"Hm?"


"Aku tidak tau kenapa, tapi aku merindukanmu."


"Aku di sini."


"Iya. Aku tau. Tapi aku tetap rindu."


Baekhyun tersenyum, "Kemari," Baekhyun menarik Hana untuk menghapus jarak dengannya.


"Kau pasti sedang sibuk-sibuknya kuliah ya? Terimakasih sudah bekerja keras Hana."


"Aku di sini. Kalau kau rindu, peluk aku sepuasmu."


Hana benar-benar melesak ke dalam dekapan Baekhyun, terisak di sana karena merasa bersalah.


"Sudah aku bilang, jangan terlalu baik."

__ADS_1


"Aku jadi melunjak sekarang, Baekhyun."


__ADS_2