Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
15


__ADS_3

"Hana, kau ini senang sekali lagu Paul Kim ya?" Hana yang sedang adik mendengarkan lagu melalui earphone-nya terkejut saat sebelah earphone-nya itu diambil dari sebelah telinganya.


"Eh? Iya. Aku menyukainya," jawab Hana.


Orang yang barusan datang tadi langsung mengambil posisi duduk di samping Hana, kembali memasangkan sebelah earphone yang dia ambil tadi ke tempat semula. Telinga Hana.


"Lagu apa yang paling kau sukai?"


"Me After You. Tentu saja!"


"Kenapa judul yang itu?"


"Lagu itu seperti gambaran aku setelah memiliki Baekhyun. Bahkan sangat persis rasanya," balas Hana.


"Kau tau Sin Ho? Suamiku itu benar-benar definisi sempurna. Setelah bertemu dengannya, aku seperti kembali hidup."


"Seperti lirik di lagu itu yang seperti ini....."


Aku egois dan tak berpendirian


Namun aku ingin memperlakukanmu dengan baik


Sepertinya aku sudah menemukan cinta yang sempurna


Yang sudah aku tunggu-tunggu begitu lama


Karena kau memelukku dan memberiku kekuatan


Karena kau memelukku dengan penuh perhatian


Hana memasangkan sebelah earphone-nya di telinga Sin Ho saat lagu itu memutarkan lirik di atas.


Sin Ho menatap Hana, dan Hana hanya tersenyum, "Dulu aku ini berantakan. Bertemu dengannya, seperti aku menemukan cinta yang sempurna. Yang aku tunggu sejak lama karena tidak pernah mendapatkannya dari siapapun. Dia yang selalu memelukku untuk menguatkanku, dan dia yang selalu memperhatikanku dengan caranya."


Sin Ho pada akhirnya tersenyum tipis, "Hana... boleh aku bilang kalau Baekhyun-ssi sangat beruntung memilikimu?"


"Kenapa?"


"Aku tidak pernah melihat seseorang mencintai seseorang lainnya sehebat kau mencintai suamimu."


"Jangan berlebihan. Justru dia-lah yang hebat. Aku yang beruntung memilikinya."


"Jadi kalian sama-sama beruntung?"


Hana terkekeh, "Oke. Katakanlah seperti itu."


"Aku juga merasa bangga menjadi satu-satunya wanita yang membuat dia jatuh cinta."

__ADS_1


Sin Ho menatap Hana, wanita itu selalu tersenyum lebar ketika menceritakan suaminya ataupun anaknya. Jujur, ia luar biasa iri dengan Byun Baekhyun. Pria itu bisa mendapatkan sosok seperti Park Hana. Sin Ho tau ini salah. Tapi ia bisa apa. Ia tidak bisa mengontrolnya. Maksudnya tentang perasaannya. Perasaan jatuh cinta pandangan pertama pada sosok di depannya. Park Hana.


"Suamimu itu tidak cemburuan ya?" Hana diam sejenak. Ia juga berpikir, sebenarnya Baekhyun cemburuan tidak ya? Hana tidak pernah dekat dengan lelaki lain di luar keluarga selain Sehun.


Sekarang Sin Ho juga sih, tapi Hana masih belum mengategorikan Sin Ho sangat dekat. Toh mereka juga kalau pergi selalu bersama Hyo Ri.


Eh- Hana ingat, ini sudah lama sekali. Saat hubungan Baekhyun dan Jaemin masih belum baik. Saat itu dirinya sedang mengobrol dengan Jaemin. Jaemin bilang kalau ia menyayanginya, lalu datang Baekhyun dengan wajah kusut dan suara dinginnya. Apa dia cemburu? Eh tapi itu kan jauh sebelum pengakuan cinta Baekhyun padanya. Pasti itu hanya karena Baekhyun sedang lelah, atau memang dulu Baekhyun kan selalu seperti itu.


"Sepertinya tidak."


"Aku lihat sih tidak. Dengan mengizinkanmu diantar pulang oleh Sehun, dia pasti tidak cemburuan."


"Ya begitulah."


"Jadi kalau kau ku ajak nonton konser Paul Kim berdua, kau mau?"


"Kebetulan dia mau mengadakan konser kan?"


Hana sedikit terkejut ketika mendapat pertanyaan itu dari Sin Ho.


"Kenapa hanya berdua? Hyo Ri?"


"Dia kan sukanya musik western. Tidak cocok."


"Maaf Sin Ho, tapi aku harus menghargai suamiku."


"Apa bedanya dengan kau pergi bersama Sehun-sunbae?"


"Aku pergi berdua dengan Sehun karena ada tujuan. Yaitu dia sekalian mengantarku pulang. Untuk jalan bersama, kita tidak pernah berjalan hanya berdua lagi. Pasti ada suamiku ditengah-tengahnya. Sehun itu nyamuk diantara kita."


Sin Ho terkekeh, "Aku hanya bercanda. Mau mengetesmu, setia atau tidak, dan ternyata seperti kataku tadi. Kau mencintai suamimu dengan hebat."


Hana menghela napasnya lega, ia pikir Sin Ho benar tertarik dengannya dan sedang berusaha mendekatinya di luar konteks pertemanan. Walaupun tanpa Hana ketahui, memang begitulah kebenarannya.


***


"Jadi kau sudah tau kebohongan Hana?" Baekhyun melirik masam pada sahabatnya, Park Chanyeol.


"Sudah ku duga kalau kau juga mengetahuinya. Kau juga ikut menyembunyikannya padaku. Siapa lagi? Ooh Sehun juga?"


Chanyeol diam sejenak, "Kalau kau tau, aku dan Sehun sudah memberitahu dari awal pada Hana untuk tidak membohongimu. Aku dan Sehun hanya ingin Hana menghentikannya dan dia yang jujur sendiri padamu."


"Kalau aku tidak tau dari temannya secara tidak sengaja, Hana juga tidak akan mengatakannya padaku."


"Malam saat dia pulang telat, saat aku membawanya bicara berdua. Aku memarahinya! Dia menangis dan menyesal!"


"Aku mengatakan kalau dia tidak menghentikannya juga mungkin aku akan cari wanita lain untukmu. Dan dia langsung histeris. Dia bilang kau dan Hyuna adalah hidupnya."

__ADS_1


"Hana tidak bermaksud jelek dengan berbohong padamu. Dia hanya merasa kecil. Dengan kau yang akan mengiyakan semua keinginannya, Hana jadi tidak sampai hati untuk jujur. Mungkin kalau kau bisa saja sedikit mengikatnya, maksudku tidak terlalu membebaskannya, dia pasti tidak sungkan untuk izin dan jujur padamu. Meski kau akan melarangnya, dia pasti menurut."


Baekhyun tertawa remeh, "Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian. Aku membebaskan Hana melakukan apapun yang ingin dia lakukan. Karena itu hidupnya. Aku tidak mau melarang sesuatu yang membuat dia senang. Apa yang harus disungkankan dari itu?"


"Kau tidak mengerti bagian dimana ketika kau terlalu banyak menerima kebaikan, kau akan merasa semakin rendah diri karena kau tidak bisa membalasnya dengan kebaikan yang sama banyaknya. Itu letak sungkan Hana untukmu."


Baekhyun menghela napasnya panjang.


"Tapi kalian sudah berdamai kan?" Pertanyaan Chanyeol diangguki Baekhyun.


"Bagaimanapun aku tidak bisa marah dengannya."


"Memang kalau sudah bucin sih begitu," celetuk Chanyeol yang membuat Baekhyun menatapnya tajam.


"Oke aku akan serius. Aku sebagai kakaknya juga sebagai sahabatmu ingin meminta maaf karena menyembunyikan sesuatu darimu. Percayalah, Hana tidak ada niat jahat. Dia sangat mencintaimu."


"Ku harap begitu."


Chanyeol menatap Baekhyun nanar, memang sulit untuk membangun kepercayaan Baekhyun kembali, pria itu punya trust issues yang sangat besar. Satu kali saja dibohongi, dan dikecewakan, kepecayaannya terhadap sesuatu bisa dengan mudahnya hancur begitu saja.


Setelah itu ponsel Baekhyun berbunyi. Tanda telfon masuk.


"Iya Hana? Ada apa?"


"Baek, bisa menjemputku? Aku habis ditraktir makan di Kafe dekat kampus oleh Hyo Ri karena kekasihnya melamarnya. Jemput aku sekalian saat kau pulang saja. Jangan bolak-balik, nanti kau lelah. Kalau tidak bisa menjemputku juga jangan memaksakan diri ya? Aku bisa---,"


"Kau tau aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian."


"Hehe... aku tau. Kalau begitu aku tunggu."


"Jam 5 aku menjemputmu. Jangan kemana-mana kalau tidak mau mengatakannya padaku."


"Iya chagiya, aku di sini, menunggumu."


Tanpa sadar Baekhyun tersenyum tipis, tapi tidak berlangsung lama karena menyadari masih ada Chanyeol di sana.


"Baek, tapi kita masih ada pertemuan jam sampai jam 5 nanti."


"Mungkin Hana akan menunggu sedikit lebih lama, aku pastikan semuanya harus selesai tepat jam 5 atau bahkan sebelum jam 5."


"Hana bisa pulang sendiri."


"Tidak."


"Kau ini berlebihan."


"Tidak ada yang berlebihan untuk suami yang mau menjemput isterinya. Kau yang menanggapiku berlebihan."

__ADS_1


"Baiklah-baiklah tuan."


__ADS_2