
Hana menatap datar wajahnya sendiri di depan cermin. Tangannya bergerak untuk membuka kancing kemejanya satu per satu. Sampai ketika kancingnya terbuka semua, air mata Hana meluncur begitu saja membasahi wajahnya ketika ia melihat bekas kemerahan dan memar akibat ulah bejat Sin Ho padanya.
Pria yang sempat ia percaya akan jadi sahabat baiknya sama seperti Sehun, nyatanya malah menyakitinya, menghancurkannya, atau bahkan membunuhnya?
Kembali pada malam itu, ketika Hana dibawa oleh Sin Ho ke apartementnya. Mengatakan kalau ia hanya akan menemani Hana minum dan di sana juga ada kakaknya. Nyatanya omong kosong. Tidak ada kakaknya. Dan tidak ada menemani Hana minum. Sin Ho sudah punya niat jahat sejak melihat Hana di club malam. Pria itu tidak sebaik kelihatannya.
"Wah, akhirnya aku bisa mencicipi manisnya bibir yang pernah berwarna merah menggoda ini."
"Ayo kita mulai Hana."
"Tenang saja, tidak akan ada yang tau. Aku akan merahasiakannya."
Setelah mendengar itu dari Sin Ho, Hana tidak langsung pasrah dengan pria yang berusaha membuat tubuhnya berbaring di atas sofa di bawahnya. Hana sempat melawan. Wanita itu sempat mendorong bahu Sin Ho. Tapi apa daya kekuatan Sin Ho jauh lebih besar dari padanya.
"Sin Ho lepas, kau--- brengsek!" Pekik Hana menatap Sin Ho penuh amarah.
"Lihat aku Hana, lupakan Baekhyun-mu itu untuk malam ini, ayo bersenang-senang denganku!"
Air mata Hana sudah deras, ia menggeleng, menatap Sin Ho murka, "Mimpi kau brengsek!"
Srek....
Dengan begitu saja Sin Ho merobek kemeja Hana dengan cepat membuat wanita itu terbelalak kaget. Otomatis ia langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya.
"Kau keterlaluan Sin Ho! Hentikan! Aku mohon!"
"Ini salah!"
"Terus memohon padaku, tidak akan aku hentikan karena aku suka kesalahan ini, sayang."
Sin Ho langsung mencengkram kedua tangan Hana lagi lalu kembali mencium Hana dengan napsu yang menggebu dan kasar sampai membuat bibir Hana berdarah.
Pria itu mendorong tubuh Hana sampai terbaring du atas lantai, baru saja Hana hendak bergerak untuk mencoba melarikan diri, bahunya sudah kembali di dorong dengan kasar, bahkan kepala belakangnya sampai terbentur lantai dingin apartement Sin Ho.
"Aku mohon, jangan lakukan itu padaku."
"Aku bersuami, Sin Ho."
"Suamimu itu sedang sekarat, kau akan jadi milikku!"
"Kau hanya perlu diam dan nikmati permainanku, oke sayang?"
Ingat ketika Hana meminta pada Tuhan bahwa ia mempertaruhkan hidupnya untuk keselamatan Baekhyun. Mungkin inilah jawabannya.
"ARRGHHHH!!!!" Hana berteriak saat memori buruk itu kembali terekam di kepalanya.
Tangannya yang sudah memegang cutter langsung ia daratkan di atas kulit tubuhnya yang ada bekas kemerahan akibat ulah kurang ajar Sin Ho. Hana menekan agar mata pisau cutter itu tenggelam di dalam kulitnya, lalu saat sudah muncul cairan kemerahan, Hana meringis kesakitan, ia menggigit bibir bawahnya. Rasanya sakit. Tapi tidak lebih sakit dari pada luka yang dibuat oleh Sin Ho. Luka yang membuat dirinya merasa seperti sampah karena diperlakukan seperti binatang oleh pria brengsek itu.
Hana tidak melakukannya di 1 titik saja, hampir semua tanda kemerahan yang ada ditubuhnya Hana gores dengan cutter. Sampai akhirnya ia menangis histeris sendirian.
Ia mengambil secari kertas dan pulpen di meja kerja Baekhyun untuk menuliskan sesuatu di sana.
Setelah selesai, Hana pergi ke kamar Hyuna. Tidur anaknya pasti terganggu oleh teriakannya.
"Hyuna, maafkan ibu."
"Sampaikan surat ini untuk ayahmu."
"Ibu sangat mencintai ayahmu Hyuna. Tapi ibu kotor, ibu tidak pantas untuknya lagi."
"Ibu juga menyayangimu."
"Berjanjilah untuk jadi anak yang berhasil, jangan seperti ibu yang hidupnya berantakan."
"Menurutlah pada ayahmu, ya?"
__ADS_1
"Ibu harus pergi."
"Selamat tinggal sayang, ibu mencintaimu."
Hana mencium kening Hyuna untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya Hana pergi dari rumah itu. Hana tau, Jaemin akan datang. Hana mendengar bagaimana Baekhyun menelpon Jaemin sebelum pria itu pergi. Jadi Hyuna akan aman karena ada Jaemin. Maka ia pun bisa pergi. Pergi dari rumahnya. Pergi dari kehidupan Baekhyun. Yang sama artinya seperti pergi dari kebahagiaan.
***
Baekhyun menutup laptopnya ketika melihat rekaman cctv saat Hana pergi dari rumahnya dengan bahu dan beberapa titik ditubuhnya berdarah, terlihat dari baju yang ia pakai.
Sayangnya Baekhyun tidak melihat apa yang dilakukan Hana karena di kamarnya ini tidak ada cctv.
"Jelaskan! Jelaskan semuanya padaku!" Tegas Baekhyun yang sudah kembali karena sampai tengah malam pun dia tidak menemukan Hana dimana-mana, pada Chanyeol.
"Kau ingat saat aku pulang mengantar Sora di malam kau baru sadar dari koma-mu? Hana pergi ke apartement-ku, jam 2 malam."
Ingatan Chanyeol menerawang kembali pada malam itu. Saat ia menemukan Hana teruduk di depan pintu unit apartement-nya dengan tubuh bergetar dan lemas bahkan sampai pinsan.
Flashback
"Chanyeol, adikmu itu..."
Chanyeol gusar menunggu Hana digantikan baju oleh Sora, dan saat akhirnya Sora keluar wanita itu menunjukan wajah gelisahnya.
"Dia kenapa Sora?"
"Tubuhnya.."
Chanyeol semakin dibuat gelisah, yang ada dipikirannya saat ini adalah Hana kembali melukai dirinya sendiri seperti dulu saat ia tertekan karena sang ayah atau ketika ia kehilangan ibunya.
"Kenapa tubuhnya? Katakan dengan benar Sora!"
"Tubuhnya banyak memar, dan banyak aku temukan juga tanda kemerahan seperti.... kissmark?"
Chanyeol membulatkan matanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan Hana? Adiknya memar kenapa? Dan kissmark? Hana tidak mungkin berselingkuh kan?
Chanyeol langsung duduk di tepi kasur, "Hana, apa yang terjadi denganmu?"
Hana berusaha untuk bangun, dibantu oleh Sora untuk Hana bangun dan menyender di kepala ranjang.
"Oppa...," Chanyeol mendapati Hana yang kini kembali terisak. Ia meraih tangan adiknya, di samping Hana juga ada Sora yang mengusap lengan Hana untuk menenangkan wanita itu.
"Pelan-pelan Hana, kau bisa menjelaskanku dengan pelan-pelan, apa yang terjadi denganmu."
"Aku..."
"I--- was... ra-pped."
Chanyeol dan Sora kompak membulatkan matanya, "Hana katakan dengan benar, kau---,"
"Sin Ho. He rapped me! He fu*cked me really hard!" Tangan Chanyeol terkepal kuat, rahangnya mengeras, ia tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu.
"Oppa, aku-- aku kotor!" Chanyeol segera menarik Hana ke dalam pelukannya. Dan Hana hanya bisa menangis histeris di sana.
Sora yang melihat itu ikut meneteskan air mata, bagaimana pun tidak ada yang mau dilecehkan secara kurang ajar seperti itu, ini bahkan sudah terlewat batas. Memperkos4 isteri orang? Itu lebih dari bejat.
"Aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik, tubuhku--- tubuhku disentuh kurang ajar oleh dia, oppa. Bagaimana ini? Aku merasa bersalah pada Baekhyun, ini sama seperti pengkhianatan kan?"
Chanyeol melepas pelukannya lalu menggeleng, "Dengar! Kau dilecehkan, kau tidak melakukan itu atas dasar suka sama suka. Kau tidak mengkhianati Baekhyun."
"Tetap saja aku melakukannya oppa! Tubuhku disentuh pria lain!"
"Sstt... Hana sudah tenangkan dirimu ya, aku akan melaporkannya ke polisi, dan kau bersedia untuk visum untuk bukti?"
"Aku takut..."
__ADS_1
"Aku bersamamu ya? Oppamu ini akan selalu ada untukmu."
"Oppa, tolong jangan katakan apapun pada suamiku."
"Kenapa?"
"Aku tidak sanggup."
"Bagaimanapun dia akan ikut hancur kan oppa kalau ia tau? Biar aku saja yang hancur oppa, Baekhyun jangan."
Chanyeol terdiam. Jangankan Baekhyun. Dirinya saja ikut hancur lebur mendengar apa yang dialami Hana.
"Tapi Hana, suamimu tetap berhak tau bagaimana isterinya dilecehkan begitu," Sora menyambung.
"Tidak eonnie. Aku punya dua ketakutan kalau saja Baekhyun tau soal ini. Aku malu dan takut dia meninggalkanku---,"
"Itu tidak mungkin," balas Chanyeol cepat.
"Dan yang kedua itu tadi, aku tidak mau Baekhyun hancur, apalagi sampai dia menyalahkan dirinya sendiri."
Chanyeol kembali diam.
"Yang itu mungkin saja kan oppa? Suamiku itu bisa saja merasa gagal menjagaku, dan berakhir menyalahkan dirinya sendiri. Aku hanya tidak mau melukai suamiku, jadi biarkan aku menyimpan ini."
"Aku akan melakukan visum seperti yang oppa minta, aku juga minta tolong untuk mengurus ini secara diam-diam. Lebih baik tidak usah dilaporkan kalau Baekhyun harus tau."
Chanyeol menghela napasnya berat, "Aku akan tetap melaporkannya."
"Dan kalau itu permintaanmu untuk menyimpan semuanya dari Baekhyun. Baiklah, apapun Hana, asal itu membuatmu merasa jadi lebih baik."
Hana mengangguk, "Terimakasih oppa."
Mendengar semua cerita Chanyeol, dada Baekhyun sesak. Harusnya Hana mengatakan padanya. Kenapa? Kenapa harus memilih pergi dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Kenapa tidak ada yang memberitahuku sih?!" Baekhyun menatap Chanyeol dan Sehun. Iya. Sehun juga ada di sana, diinfokan oleh Chanyeol tentang semua yang terjadi malam ini.
"Sungguh, aku berniat memberitahumu setelah aku berhasil menangkap Sin Ho dengan tanganku sendiri. Tapi ternyata tidak semudah itu, pria itu lebih licik dari yang aku kira," ucap Chanyeol.
Baekhyun mengusap wajahnya kasar. Matanya merah, wajahnya merah, Baekhyun terlihat sangat berantakan.
"Aku pernah melihat Hana bermimpi buruk, mungkin ia memimpikan kejadian itu. Dia mencengkram kausku kencang dan raut wajahnya sangat ketakutan. Aku bodoh, kenapa aku tidak mencari tau lebih tentang apa mimpinya, tentang apa yang membuat dia terlihat sangat ketakutan." Baekhyun memukul kepalanya sendiri ketika mengingat kebodohannya.
"Kejadian itu memang membuatnya jadi trauma, siang tadi setelah Hana menemui Sin Ho, aku mengantarnya ke psikater, saat aku izin keluar kantor denganmu, aku mengantar Hana Baekhyun!"
Sekarang semuanya jelas. Baekhyun menyesal karena sudah berpikiran buruk tentang Hana. Sekarang ia kehilangan wanita itu.
"Hyung!"
"Maaf, harusnya siang itu aku membawa Hana ke rumah sakit bersamaku."
"Tapi aku malah meninggalkannya di kampus karena terlalu kesal."
"Aku hanya kesal karena aku pikir dia tidak peduli denganmu lagi, karena hampir 1 minggu dia tidak menjengukmu," Sehun akhirnya bersuara.
"Kau tau Sehun? Kesalahanmu itu hanya 1, kesalahan dimana kau dan Chanyeol tidak mengatakan kebenarannya padaku!" Balas Baekhyun. Iya. Menurutnya apa yang disesalkan Sehun tidak berguna. Baekhyun lebih menuntut pertanggungjawabannya dengan Chanyeol yang sudah menyembunyikan hal besar itu darinya, meski ia harus mengerti bahwa itu keinginan Hana agar dirinya tidak tau.
"Maaf hyung. Maafkan aku," ucap Sehun lagi.
"Aku juga. Sekali lagi aku minta maaf. Tapi aku akan berusaha untuk mencari Hana. Bagaimanapun caranya."
Baekhyun menghapus air matanya,
"Aku hanya ingin minta tolong, bantu cari Hana."
"Jangan katakan apapun kalau kalian belum menemukannya. Jangan membuat aku berharap dengan harapan kosong," ucap Baekhyun dengan suara bergetar dan serak.
__ADS_1
####
Jangan lupa tinggalin jejak pake like atau comment biar cepet update hehe...