Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
54


__ADS_3

Special


Hana PoV


Memiliki Baekhyun, Hyuna dan Han adalah hal terindah yang aku rasakan di dunia. Dengan semua perjalanan panjang yang berat dan sulit, aku bahagia bisa ada bersama mereka. Bahkan jika aku diberi pilihan bisa mengulang hidupku dengan lebih baik dan bahagia sejak awal, aku akan tetap memilih hidupku yang aku jalani sekarang. Sesakit apapun tidak masalah kalau pada akhirnya aku bisa bahagia dengan 3 malaikatku. Baekhyun, Hyuna dan Han.


Mereka bertiga adalah hartaku, hidupku dan jiwaku. Terdengar lebay. Tapi memang benar seperti itu. Sesering apapun Baekhyun menyuruhku untuk bisa menyayangi diriku sendiri lebih dari siapapun, aku tetap menyayangi mereka bertiga diatas diriku sendiri. Karena pada nyatanya, mereka adalah aku. Mereka sakit, aku juga sakit. Mereka sedih akupun sedih. Mereka bahagia, aku jauh lebih bahagia.


"Baekhyun, apa kau pernah sekali saja menyesal menikah denganku?" Aku bertanya begitu pada suamiku yang kini sedang tiduran di atas pangkuanku, aku menatapnya sambil mengelus rambutnya. Anak-anak kami sudah tidur. Hyuna di kamarnnya, dan Han ada di box bayi.


"Pernah."


"Aku pernah menyesal menikah denganmu, aku juga sepertinya sudah pernah bilang soal itu kan?" Iya aku juga sepertinya ingat kita pernah membicarakan hal ini juga dulu.


Aku masih diam untuk mendengarkannya.


"Aku pernah sedikit menyesal karena dalam pernikahan ini kau yang selalu sakit, kau yang selalu mendapat luka, aku pikir jika itu pria lain, dia bisa menjagamu lebih dari yang aku bisa," jelasnya.


"Jadi kau pernah merasakan apa yang aku rasakan? Perasaan tidak layak itu." Aku bertanya."


"Heem. Mungkin memang akan lebih baik kalau kita bertemu dengan cara yang benar. Tapi bagaimanapun tidak bisa dipungkiri bahwa semua masa lalu kita adalah proses kita mencapai titik ini kan Hana?"


Aku mengangguk. Lalu dia kembali berbicara.


"Dulu aku pikir kau harusnya mendapat pria yang jauh lebih baik, yang tidak hanya memberimu luka tapi juga bahagia yang utuh. Tidak seperti bersamaku yang banyak ancaman. Tapi meski menyesal, aku merasa harus bertanggung jawab, karena apa yang sudah kita jalani pun tidak sedikit, aku tidak ingin semuanya sia-sia. Maka dari itu aku memilih bertahan. Kalau sekarang penyesalan itu sudah tidak ada sama sekali. Justru aku akan menyesal kalau tidak bisa bertemu denganmu. Dan  kalau kita tidak melewati semua masa lalu kita yang penuh sakit dan luka itu, kita belum tentu ada di titik seperti sekarang kan? Bahagia bersama dua anak-anak kita. Jadi aku tidak lagi menyesalinya sama sekali."


Ya. Dia adalah Byun Baekhyun yang selalu membuat hatiku bergetar dengan semua kata-katanya. Perkataan yang tidak hanya kosong tapi juga dilakukan bersama tindakan yang nyata.


"Kalau kau?"


"Apa kau juga masih menyesal ada dalam pernikahan ini?"


"Masih, sebelum kau mengatakan hal tadi."


"Kau tau isterimu ini payah, aku selalu menyesali setiap hal, masa laluku, aku tidak sehebat dirimu yang bisa memaafkannya dan berdamai dengan itu. Butuh waktu yang banyak. Tapi berkat kata-katamu tadi, aku jadi lebih sadar bahwa... memang benar, kalau semua yang kita lewati adalah proses kita sampai di titik ini, sesakit apapun itu, seperti yang kau bilang, tanpa rasa sakit itu semua kita belum tentu bisa sebahagia sekarang kan?"


"Terimakasih Byun Baekhyun."

__ADS_1


Aku menatapnya dari atas, sedangkan dia yang posisinya masih ada dipangkuaku tangannya bergerak untuk mengusap pipiku.


"Apa yang kita jalani sekarang juga masih proses."


"Akan masih banyak sakit dan luka yang mungkin akan kita rasakan sekarang atau nanti."


"Tapi Hana, apapun itu tetap bersamaku ya?"


Baekhyun selalu memohon hal itu padaku. Dia selalu terlihat takut kehilanganku ketika mengatakan itu. Sepertinya, aku menorehkan trauma baru untuknya. Karena fakta aku pernah meninggalkannya.


Aku takut menjanjikan apapun. Aku takut kalau keadaan justru tidak berpihak padaku untuk memenuhi janji itu. Tapi aku percaya dengan suamiku. Kita pasti bisa bertahan untuk bersama. Apapun itu.


"Iya."


"Aku di sini, dan akan selalu di sini."


"Kau juga ya? Tetap bersamaku."


"I will," jawabnya.


"Ya sudah, ayo tidur!" Baekhyun bangun dari tidurannya di pangkuanku. Tapi baru saja aku ingin berbaring di atas kasur, suara tangis Han tiba-tiba terdengar.


"Apa mungkin ia lapar?" Tanya Baekhyun, ikut menghampiriku yang kini menggendong Han.


"Bisa jadi," jawabku.


"Apa persediaan ASI di kulkas masih ada?"


Aku menggeleng ketika suamiku bertanya demikian, karena seingatku aku belum memompa lagi, dan sore tadi adalah stok terakhir.


"Aku akan menyusuinya langsung," ucapku.


"Kau tidur saja, besok mau berangkat ke Jepang kan? Kau harus istirahat."


Iya. Baekhyun akan pergi ke Jepang untuk urusan pekerjaan. Karirnya semakin sukses, namanya semakin besar dan aku semakin bangga dengannya.


"Tidak, aku temani kau dulu," balasnya.

__ADS_1


Aku belum menjawab karena tangisan Han semakin kencang, aku mengambil posisi duduk di tepi kasur lalu mulai menyusui anakku setelah melepas beberapa kancing baju tidur.


"Besok penerbanganmu pagi kan? Di sana juga kau pasti sibuk, harus istirahat yang cukup!" Ucapku lagi kini menatap Baekhyun setelah Han jadi lebih tenang karena sudah mendapatkan makanannya


Pria itu malah duduk di sampingku dan asik memperhatikan Han yang sedang menyusu, ia malah tersenyum sebelum matanya bertemu dengan mataku, "Han kelihatannya lapar sekali ya?" ucapnya. Lihat kan, dia malah mengabaikan ucapanku.


"Baek..."


"Sebentar lagi, Han juga sepertinya tidak lama, lihat matanya kembali terpejam," dia kembali fokus pada Han. Tatapan Baekhyun pada Han selalu antusias, terlihat kalau ia sangat menyayangi puteranya, begitu juga saat ia memandang Hyuna. He's the best father. Dan aku bersyukur anak-anakku memiliki ayah sepertinya.


Aku pun menyerah dan membiarkannya menungguku menyusui Han. Untungnya seperti kata Baekhyun tadi kalau Han mulai kembali memejamkan matanya dan akhirnya pun tertidur.


Setelah memastikannya benar-benar tertidur, aku menaruhnya di dalam box bayi lagi.


"Kau sudah meniduri Han jadi sekarang tinggal meniduriku!" Aku dibuat agak melotot dengan ucapan suamiku itu.


"Tidak. Kalau yang kau pikirkan adalah we'll making love tonight, tidak Hana! Kan kemarin sudah, hehe..."


"Kemari!" Dia yang sudah lebih dulu merebahkan tubuhnya diatas kasur menarikku untuk menyusulnya.


Setelah aku tidur di sampingnya, ia langsung memelukku, menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leherku.


"Beberapa hari nanti aku tidak bisa merasakan ini, jadi kau harus peluk aku sepanjang malam, ya?"


Aku terkekeh sambil menyisir surai hitamnya dengan jari-jariku, "Dasar manja! Bilang saja tadi kau iri dengan Han."


"Tepat!"


"Boleh aku melakukan seperti Han?" Tanyanya jahil.


Aku langsung mencubit pinggangnya, "Tidur! Sudah malam dan besok kau ada penerbangan pagi."


Kini Baekhyun yang terkekeh, ia mencium keningku, lalu pipiku dan terakhir bibirku, "Okay, sayang."


"I'll sleep now."


"Have a nice dream."

__ADS_1


"You too."


Aku ikut mencium keningnya sebelum menyusulnya untuk memejamkan mata dan pergi ke alam mimpi masing-masing.


__ADS_2