Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
34


__ADS_3

Baekhyun masih asik menatap wajah wanitanya yang masih terlelap di hadapannya. Semalaman setelah mereka melakukan itu, Baekhyun tidak tidur, ia terjaga dan tidak melepaskan matanya dari wajah Hana. Ia terlalu takut Hana akan pergi lagi. Ia harus membawa Hana pulang kembali.


Ini sudah pagi, maka Baekhyun pun yakin sebentar lagi Hana pasti terbangun. Dan benar saja, Baekhyun mendapati mata Hana mengerjap dan sedikit-sedikit terbuka sampai matanya bertemu dengan mata Baekhyun.


"Pagi...," ucap Baekhyun.


Hana menatap Baekhyun sebentar lalu segera bangkit dari tidurnya. Tadinya ia tidak mau tidur agar ia bisa melarikan diri tapi malah ia yang bangun terlambat. Hana bodoh.


"A-aku harus pergi," ucap Hana yang langsung memungut pakaiannya di lantai lalu memakainya, masa bodo dengan Baekhyun yang masih terus memperhatikannya.


Baekhyun diam sejenak, melihat wanitanya itu repot memakai dressnya. Ia melihat Hana salah mengancingkan satu kancing. Ia pun berdiri dan berjalan menuju sisi kasur sebelah lagi dimana Hana sedang duduk di sana. Baekhyun langsung berjongkok dan membetulkan kancing Hana saat wanita itu sedang mengikat rambutnya.


"Jadi aku benar-benar pelangganmu?"


Hana mengangguk, "Setelah ini jangan pernah datang padaku lagi Baekhyun," ucap Hana yang sekarang sudah berdiri dan hendak melangkah keluar.


"Tunggu," Baekhyun menahan tangan Hana.


"Apa lagi?"


"Hana ayo pulang."


"Tidak bisa. Aku akan di sini terus. Kehidupanku sekarang di sini."


"Hyuna membutuhkanmu," lirih Baekhyun.


"Kau harus mencari wanita yang lebih baik untuk jadi ibunya Hyuna."


"Tidak mau."


"Aku juga tidak mau kembali denganmu Baekhyun!"


Hana menghempaskan tangan Baekhyun kasar lalu kembali melangkah hendak keluar.


"Hyuna sakit leukemia." Dan ucapan Baekhyun menghentikan Hana yang baru saja menyentuh gagang pintu.


Hana berbalik badan, menatap Baekhyun yang dengan kemeja berantakan berdiri menunduk di samping kasur.


"Kau jangan bercanda!"


"Aku tidak bercanda! Hyuna sakit parah Hana!"


Napas Hana memburu mendengar putrri yang ia rindukan itu sakit parah.


"Kenapa tidak bilang sejak semalam?" Hana mendorong Baekhyun.


Baekhyun hanya menejamkan mata saat tubuhnya diguncang-guncang oleh Hana, "Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal Baekhyun?"


"Sekarang aku sudah mengatakannya, kau mau kembali?"


Hana terdiam.


"Kalau tidak bisa kembali untukku, kembalilah untuk Hyuna."


***


Hana dan Baekhyun sudah sampai di rumah mereka berdua di seoul,  setelah mendengar pernyataan dari Baekhyun, Hana pun menyetujui untuk pulang ke rumah. Baru saja mereka turun dari mobil, mereka sudah dikejutkan oleh ambulan yang terparkir di depan rumah mereka, lalu selanjutnya mereka melihat Hyuna yang sudah terbaring di bangkar dengan hidung yang sudsh memakai selang oksigen.


"Hyuna kenapa?" Tanya Baekhyun pada Jaemin.


"Tadi ia sesak napas hyung, Hyuna hampir pinsan tadi," jelas Jaemin.


Melihat anaknya yang tumbuh sangat cantik tapi dengan keadaan sakit seperti ini Hana hanya bisa mematung sambil membungkan mulutnya. "Hyuna-ya..."

__ADS_1


"Aku ingin mendampingi Hyuna," ucap Hana yang ikut masuk ke dalam ambulan.


Di sana ada Chanyeol dan Sehun juga, mereka cukup kaget melihat Baekhyun yang berhasil membawa Hana pulang.


Ambulan itu pun segera pergi setelah membawa Hana bersamanya. Baekhyun yang terlihat panik langsung ditepuk pundaknya.


"Biar aku yang menyetir," tawar Chanyeol yang langsung menyambar kunci mobil milik Baekhyun. Mereka bersama Jaemin dan Sehun pun mengikuti


ambulan itu dengan mobil Baekhyun.


"Kenapa tidak ada yang mengabari?" Tanya Baekhyun yang matanya sudah terlihat merah.


"Itu terlalu mendadak hyung, Hyuna awalnya baik-baik saja," jawab Hyuna.


"Kau tenang, Hyuna pasti baik-baik saja." Baekhyun menjenggut rambutnya sendiri. Bagaimana ia bisa tenang melihat puterinya seperti tadi?


***


"Hyuna, ini ibu sayang..."


"Hyuna bangun ya?"


"Maaf ibu baru datang." Hana tidak berhenti menangis setelah Hyuna mendapat perawatan dan sekarang sedang tidur di kamar inap. Tangannya terus mengelus rambut pendek Hyuna, tangan sebelahnya ia pakai untuk menggenggam tangan mungkil puterinya.


"Hyuna akan segera melakukan kemotrapi," ucap Baekhyun yang ada di belakang Hana.


"Sebelum sel kankernya semakin menyebar."


Hana mengangguk, "Lakukan apapun untuk kesembuhan Hyuna."


"Kau lihat? Aku tidak becus menjaganya kan?" Baekhyun melirih.


"Hyuna sakit parah begini karena aku tidak bisa merawatnya dengan baik."


"Appa---," Hana dan Baekhyun sama-sama teralih atensinya saat mendengar suara itu dari puteri kecil mereka.


Baekhyun langsung berjalan mendekat dan mengusap kepala Hyuna lembut, "Iya sayang, ayah di sini, ada yang sakit?" Tanya Baekhyun.


Hyuna yang menatap Baekhyun langsung menggeleng untuk menjawat pertanyaan ayahnya, setelah itu Hyuna beralih pada Hana yang masih mengeluarkan air mata.


"Eomma?" Hati Hana terenyuh, Hyuna mengenalinya.


"Iya, ini ibu, Hyuna."


"Aku rindu ibu," ucap Hyuna membuat Hana semakin dibuat sesak.


"Maaf sayang ibu baru datang, maaf," Hana mencium tangan mungil puterinya.


"Ibu jangan menangis," tangan kecil Hyuna yang satu lagi bergerak menghapus air mata ibunya.


"Apa ibu sedih?"


"Ibu sedih kalau Hyuna sakit, makanya Hyuna harus sehat terus ya?" Baekhyun bersuara lagi.


"Aku baik-baik saja ibu..."


"Jangan menangis."


"Iya ibu tidak menangis lagi, ibu senang bisa bertemu Hyuna lagi."


"Ibu kemana saja?"


"Ibu---,"

__ADS_1


"Ibu pergi bekerja, dan sekarang sudah pulang," jawab Baekhyun.


"Apa nanti pergi lagi?"


Hana menggeleng, "Ibu akan di sini mulai sekarang, ibu akan selalu di samping Hyuna, hm?"


"Terimakasih ibu."


"Sama-sama sayang."


***


Setelah memastikan Hyuna kembali tertidur, Hana pun pergi ke taman sendirian dan melamun di sana.


Lalu lamunannya buyar ketika ada sekotak makanan muncul di hadapannya, "Makan dulu, kau belum makan sejak tadi pagi." Chanyeol.


"Oppa?"


Chanyeol tersenyum, "Kau merindukanku tidak?"


Hana mengangguk, ia langsung berhambur ke pelukan kakak sepupunya.


"Kenapa tidak pernah bilang padaku?"


"Kenapa harus lari juga dariku?"


"Oppa, Baekhyun, Sehun dan Jaemin itu satu paket, satu tau, semuapun pasti akan tau," jwab Hana membuat Chanyeol terkekeh, Hana benar kenyataannya memanh seperti itu. Bahkan Sehun setelah kepergian Hana pun ia masih bersedia untuk menjaga Hyuna.


"Sekarang sepertinya bertambah personil baru."


"Siapa?"


"Kim Jongin."


"Bagus bukan? Kalau bukan karena dia, kau tidak akan pernah tau keadaan Hyuna." Hana membenarkan dalam hati, benar juga.


"Mulai sekarang kau akan di sini terus kan Hana?" Tanya Chanyeol.


Hana mengangguk, "Aku kembali ke sini."


"Syukurlah."


"Tapi bukan untuk Baekhyun."


"Hanya untuk Hyuna."


Chanyeol menatap adiknya heran, "Kau masih mencintainya!"


"Tidak. Setengah tahun ini aku berhasil move on!"


"Siapa yang bertanya? Aku memberitahu, aku menegaskan perasaanmu. Kau selalu mencintainya!" 


"Jangan sok tau begitu oppa!"


Chanyeol hanya tertawa remeh, "Lehermu sudah menunjukan semuanya!"


Hana membulatkan matanya, rambutnya yang tadi ia kuncir langsung ia gerai agar menutupi bekas jejak apapun yang Baekhyun tinggalkan semalam.


"A-aku..." Hana ingin membuat alasan, tapi Chanyeol lebih dulu bicara.


"Apalagi masalahnya? Baekhyun menerimamu apa adanya, jangan dibawa rumit!"


"Sudah aku bilang! Aku tidak mencintainya lagi!" Pekik Hana sebelum ia pergi begitu saja meninggalkan kakak sepupunya.

__ADS_1


"Kau tidak pernah pandai berbohong padaku Hana."


__ADS_2