Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
39


__ADS_3

"I-iya. Hana hamil."


"Sudah 3 bulan."


Baekhyun menahan napasnya saat mendengar fakta itu, 3 bulan? Lalu apa selama ini semua orang menyembunyikannya darinya?


"Kau tidak berpikir kalau Hana hamil anak orang lain kan?" Tanya Chanyeol hati-hati.


"Gila saja! Tidak mungkin! Aku tau, itu anakku!" Balas Baekhyun sewot.


"Jadi apa selama ini kalian menyembunyikannya dariku? Tiga bulan? Selama itu?"


"Lepas dulu! Biar aku jelaskan!" Bagaimanapun melihat Baekhyun marah seperti ini Chanyeol tetap takut. Akhirnya Baekhyun pun melepaskannya.


"Jadi, kami semua termasuk Hana sendiri juga baru mengetahui tentang kehamilan itu belum lama ini. Dia tidak sadar kalau ia hamil, baru sadar ketika ia jatuh sampai pendarahan saat diperiksa ternyata ia hamil."


Baekhyun kembali melotot, "Jatuh? Pendarahan? Dan tidak ada yang mengatakannya juga padaku? Apa kalian gila? Wah!" Baekhyun tidak habis pikir dengan mereka yang menyembunyikan hal sebesar ini.


"Hana yang menginginkannya."


"Aku menyembunyikan ini karena aku mau dia sendiri yang memberitahumu!"


"Lalu kalau Hana sampai kenapa-napa, apa kalian juga tidak mau memberitahu? Aku suaminya? Ku ingatkan ya, SUAMINYA!"


"Aku jauh lebih berhak tau tentang Hana di atas siapapun! Termasuk kau, meski kakak sepupunya!"


"Oke! Aku minta maaf, aku benar-benar ingin Hana yang memberitahu."


"Aku sudah menyuruhnya untuk memberitahu padamu," balas Chanyeol. Bersamaan dengan itu hujan datang dengan tiba-tiba diiringi oleh suara petir.


"Basi!" Baekhyun yang sudah kepalang kesal pun lamgsung pergi meninggalkan Chanyeol menujuk mobilnya, tapi Chanyeol segera menahan.


"Biar aku yang menyetir, you're drunk!"


"Jangan buat celaka!"


Tanpa menjawab, dan masih dengan wajah kesal, Baekhyun memutar jalannya menjadi ke arah kursi penumpang. Ia masuk ke dalam sana setelah melempar kunci mobil pada Chanyeol.


"Tadi aku dapat kabar dari Sehun kalau Hana pulang."


"Kau juga pulang, bicara dengannya."


"Hyuna biar aku dan Sehun yang menemani."

__ADS_1


Baekhyun membuang wajahnya, ia hanya menatap ke jendela samping dan hanya menjawab dengan gumaman, "Hm.."


"Aku tau kau kecewa. Silakan kalian bicara, tapi apa bisa kau berpura-pura tidak tau perihal kehamilan Hana? Aku masih ingin dia memberitahumu dengan mulutnya sendiri."


"Hm...."


Chanyeol hanya menghela napas ketika sahabatnya itu masih tidak mau menoleh ke arahnya. Memang Byun Baekhyun paling anti dibohongi.


***


Hana hanya bisa meringkuk  menutup telinga di pojok kamar ketika mendengar suara petir. Trauma-nya bukan hanya dengan lampu mati saja, Hana juga trauma dengan suara yang menyerupai ledakan. Mengingat bagaimana ibunya tewas karena di tembak di depannya langsung.


Tubuh Hana bergetar hebat, ia menyesal karena sudah pulang. Di sini tidak ada siapa-siapa dan itu membuat ia terasa lebih terancam. Kilasan kejadian tentang ibunya kembali terputar. Bisakah ia memohon agar siapapun datang untuk menolongnya?


Air matanya sudah luruh membasahi pipinya, ia sangat takut sekarang. Dan yang bisa ia lakukan hanyalah menggigit bibirnya sendiri sekeras mungkin, dengan tangan yang menutup kedua telinganya kencang-kencang.


Biasanya kalau ada petir sekencang ini, Hana selalu ditemani Baekhyun, dipasangi headphone agar tidak mendengar suara petir itu lalu di bawa ke dalam dekapan sang pria. Tapi sekarang ia sendirian, tidak ada yang menolongnya.


Baekhyun, aku takut, lirih Hana dalam hatinya. Iya. Dalam hati kecilnya ia masih berharap pria itu datang. Tapi sepertinya tidak mungkin, pria itu sibuk dengan wanita barunya kan?


Duar...


Suara petir kembali berbunyi dengan keras bersamaan dengan itu terdengar juga suara pintu terbuka. Tapi bukannya tenang, ia justru semakin di buat takut. Ia sudah tidak bisa berpikir positif lagi, pikirannya dikuasai oleh rasa takutnya sampai ia berpikir kalau itu mungkin saja maling yang menyusup masuk.


"Jangan... jangan..." racau Hana memejamkan matanya.


"Hana..., hey! Ini aku!"


Hana mendengar suara itu, bersamaan dengan sentuhan di tangannya. Suara dan sentuhan yang membuatnya mendadak aman sampai ia bisa membuka matanya.


"Baekhyun..."


Iya itu adalah suaminya.


"Iya, ini aku," ucap Baekhyun dengan ibu jari yang bergerak menghapus air matanya.


"A- aku... takut," lirih Hana lagi.


Tangannya ditarik pelan untuk dibawa masuk ke dalam dekapan sang suami.


"Aku di sini sayang, jangan takut ya?" Baekhyun mengusap punggung belakang Hana.


Wanita itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya dengan tangan yang mencengkram kemeja Baekhyun.

__ADS_1


Tanpa melepas pelukannya Baekhyun membawa Hana ke tepi kasur. Dan pria itu terus memeluk, selama apapun, Baekhyun akan selalu bersedia memeluk wanitanya.


Rasa takut Hana perlahan menguar karena selain petir yang sudah jarang terdengar lagi, kehadiran Baekhyun benar-benar berpengaruh. Sampai ketika ia di sadari oleh bau yang tercium dari kemeja Baekhyun, Hana langsung melepas pelukannya san mendorong bahu Baekhyun pelan.


"Kau bau!" Ketus Hana.


Baekhyun menyatukan alisnya lalu mecium tubuhnya sendiri. Tidak kok. Tidak bau. Justru wangi. Iya wangi parfum wanita.


"Habis mabuk?" Tanya Hana. Dan juga wangi alkohol.


"Iya."


"Kenapa mabuk terus?" Tanya Hana lagi.


"Aku melakukannya setiap hari, aku mabuk setiap hari."


"Karena hanya dengan itu aku bisa merasa lega untuk sesaat. Dihantui rasa takut akan keadaan Hyuna, dan memikirkan kau yang mau melepaskanku, itu sangat membuat hati dan pikiranku berantakan. Hanya dengan mabuk aku bisa melupakannya sejenak."


Hana terdiam, menatap mata sayu Baekhyun, pria itu sama sekali tidak terlihat baik.


"Jangan hidup seperti ini, aku mohon," ucap Hana emtah sadar atau tidak ia mengusap wajah suaminya.


Baekhyun menggenggam tangan Hana di wajahnya, "Lalu aku juga akan memohon padamu."


"Tolong..."


"Tolong, kembali padaku."


"Apa kau seberantakan ini karena aku?"


"Iya."


"Apa wanita itu tidak bisa merapikan hatimu?"


Baekhyun menggeleng, "Tidak ada wanita yang bisa melakukannya selain dirimu, Hana."


"Biar aku jelaskan ya, wanita semalam hanya teman ceritaku. Aku memang membayarnya, tapi bukan untuk melalukan itu, melainkan untuk mendengar ceritaku. Lalu tadi dia bilang kalau sikap dan ucapannya malam itu padamu hanya untuk membuatmu cemburu, katanya agar kau sadar dan mau kembali meraihku. Aku benar-benar tidak ada hubungan lebih jauh dari sekedar rekan cerita, itupun aku membayarnya," jelas Baekhyun.


"Kau yakin tidak ada wanita lain?" Mata Hana fokus pada 1 titik di bibir Baekhyun.


"Yakin, hanya kau Hana."


"Lalu ini apa?" Ibu Jari Hana mengusap sesuatu di bibir suaminya.

__ADS_1


"Noda lipstick ini dari mana?"


__ADS_2