
Sudah lebih dari 6 bulan Hana pergi meninggalkan Baekhyun, Hyuna juga tumbuh semakin besar anak perrmpuan itu tumbuh dengan baik meski hanya ada sang ayah yang membesarkannya. Meski dibantu oleh bibi Miran yang tak lain adalah pengasuh Hana dulu, tapi itu hanya saat Baekhyun bekerja. Terkadang Hyuna malah dibawa ke kantornya agar bisa Baekhyun awasi sendiri. Bahkan ketika hari libur Baekhyun akan benar-benar menjaga Hyuna sendiri.
"Appa...," Hyuna memanggil Baekhyun yang masih terlelap. Tidak kunjung bangun, Hyuna pun menepuk wajah ayahnya.
"Heum?"
"Apa sayang?"
Hyuna dengan gemas memukul-mukul perutnya sendiri, "Aku lapar."
"Kau lapar?"
Hyuna mengangguk, "Maaf ya, ayah baru bangun."
"Ayo kita sarapan." Baekhyun langsung bangun dan menggendong Hyuna.
Byun Baekhyun setengah tahhn ini kembali seperti Baekhyun yang dulu. Yang irit bicara, yang bertampang dingin dan jarang tersenyum. Ia hanya bisa ramah dan tersenyum hanya pada anaknya.
Baekhyun terkekeh melihat Hyuna yang makan sendiri dan masih berantakan di sekitar mulutnya.
"Makan-nya pelan-pelan ya sayang," Baekhyun mengelap sisa-sisa makanan di sekitar bibir Hyuna dengan tangannya sendiri. Menatap lama-lama Hyuna membuat ia selalu teringat dengan Hana, anak ini sangat mirip dengan ibunya.
Soal Hana, sampai sekarang Baekhyun masih berusaha mencari Hana. Ia sudah orang untuk mencari keberadaan Hana, ke luar kota sekalipun. Tapi masih tidak ada hasil.
"Mau kiss ayah?" Tanya Baekhyun menunjuk pipinya sendiri.
Tanpa menjawab Hyuna pun langsung mencium pipi ayahnya. Baekhyun tersenyum, langsung juga ia cium kedua pipi menggemaskan milik anaknya itu.
"Habis ini Hyuna mandi ya? Kita jalan-jalan, mau?"
Hyuna mengangguk semangat, membuat ayahnya gemas.
***
"Makanmu ini teratur tidak sih? Kenapa semakin hari semakin kurus saja?" Baekhyun menghela napas saat mendengar komentar ayahnya. Kini sekarang ia sedang berada di rumah ayahnya, ia membawa Hyuna karena katanya kakeknya merindukannya.
"Aku baik yah..."
"Mau sampai kapan?"
"Apanya?"
"Menunggu Hana?"
"Sampai aku lelah."
__ADS_1
"Kau sudah lelah."
"Yah, ayah tidak akan memaksaku untuk menikah lagi kan?"
"Hana masih istriku, kita tidak pernah bercerai!"
"Dan aku hanya mencintainya."
Ayah Baekhyun menghela napas, ia memang ini Baekhyun menikah lagi dan itu demi anak dan cucunya sendiri juga. Meski Baekhyun mengurus Hyuna dengan baik, tapi Baekhyun tidak bisa mengurus dirinya sendiri sama baiknya. Pria itu selalu kelihatan murung, kelelahan, tidak pernah ada binar bahagi lagi yang ayahnya lihat dari sosok anaknya ini.
"Tapi Hyuna masih kecil dan ia masih membutuhkan figur ibu," ucap ayahnya lagi, sang isteri di sampingnya mencoba menenangkan.
"Aku bisa melakukannya. Aku akan jadi ibu untuk Hyuna," jawab Baekhyun lantang.
"Memang kau sendiri bagaimana? Tidak butuh sosok wanita?"
"Aku butuh, tapi hanya Hana yang aku butuh."
"Ayah! Coba lihat ayah sendiri. Ayah bahkan ditinggal meninggal oleh isteri ayah yang pertama dan butuh waktu sangat lama untuk akhirnya menemukan ibu kan?" Ibu yang terakhir Baekhyun maksud adalah ibu sambungnya sekarang.
"Apalagi aku, aku yakin Hana masih ada. Dan aku akan menemukannya."
Ayah Baekhyun terdiam. Lalu Baekhyun kembali melanjutkan...
"Kalaupun aku dan Hana tidak bisa lagi bertemu."
Baekhyun pergi begitu saja meninggalkan Hyuna yang sedang main dengan Jaemin.
***
Sudah satu minggu lebih setelah Baekhyun pergi ke rumah ayahnya. Hari ini ia tidak bekerja karena Hyuna sedang sakit. Anak itu mengeluh sakit perut tadi pagi.
"Ayah..." Hyuna memanggil ayahnya yang sedang melamun.
"Iya sayang?"
"Astaga."
"Hidungmu berdarah?" Baekhyun langsung menhapus darah yang keluar dari hidung Hana dengan ibu jarinya.
"Kita ke dokter ya sayang?"
Hyuna tidak menjawab, Baekhyun segera membawa anaknya itu ke dalam gendongannya dan pergi ke rumah sakit.
***
__ADS_1
"Anda bilang ananda Hyuna mengalami sakit perut dan hidungnya mimisan."
"Saya juga menemukan beberapa bintik-bintik merah di tubuhnya."
"Saat dicek, darahnya pun rendah."
"Saya curiga sesuatu, tapi untuk lebih jelasnya Hyuna harus melakukan serangkaian tes."
"Lakukan dok."
"Baik, hasilnya akan keluar tiga hari kemudian. Dan Hyuna bisa dirawat dulu di sini atau kalau keadaannya membaik bisa dibawa pulang."
Baekhyun menhampiri puteri kesayangannya yang tergeletak di atas bangkar rumah sakit,
"Hyuna, apa yang kamu rasa sayang?"
"Ada yang sakit?"
"Kalau ada yang sakit Hyuna bilang pada ayah ya."
"Pulang...," Hyuna melirih dengan suara cadelnya.
"Hyuna ingin pulang?"
Hyuna mengangguk.
"Gwenchana?"
Hyuna mengangguk lagi.
"Ya sudah, kita pulang ya?"
Tiga hari kemudian, hasil pemeriksaan Hyuna sudah keluar. Baekhyun tidak berani membukanya, ia takut terlebih melihat Hyuna yang semakin pucat. Tapi Hyuna tidak mau tinggal di rumah sakit.
"Perlu aku yang buka?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun menggeleng, ia pun langsung meraih amplop itu dan mulai membukanya.
Chanyeol menatap serius ekspresi Baekhyun dari mulai membuka sampai akhirnya pria membaca isi kertas tersebut. Ada raut wajah kaget yang bisa Chanyeol lihat dari Baekhyun.
Setelah membaca itu Baekhyun membanting amplop itu di atas meja, m mengusap wajahnya dengan kasar yang terakhir bisa Chanyeol dengar ada isakan dari Baekhyun saat pria itu menutup wajahnya.
"Ada apa?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun tidak menjawab, membut Chanyeol harus ikut membuka amplop tadi.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat hasilnya, di kertas itu tertulis kalau Hyuna, keponakan kecilnya itu sakit leukimia.