
"APA? KAU HAMIL?" Hana langsung menampar mulut kakak sepupunya itu karena sudah memekik.
"Pelankan suaramu! Nanti ada yang dengar," ucap Hana memicingkan matanya kesal.
"Ya! Terus kenapa kalau ada yang dengar? Pada siapa kau mau menyembunyikannya?" Tanya Chanyeol.
"Baekhyun," jawab Hana.
"Dia ayahnya kan? Jangan sempit begitu pikiranmu!"
"Mana tau ini anak dari salah satu pelangganku dulu, kan?" Hana berbohong. Ia yakin ini anaknya Baekhyun karena hanya dengan pria itu Hana melakukannya.
Chanyeol tertawa, "Tidak mungkin!"
"Kau bahkan tidak pernah berhasil melakukannya!"
"Kau hanya lemah dengan suamimu itu!"
Hana melirik sinis pada Chanyeol, ya memang semua yang dikatakan Chanyeol benar, ia kesal karena Chanyeol selalu tau itu.
"Aku benar kan?"
"Jaga kandunganmu!"
"Jangan mencoba kabur lagi! Hyuna membutuhkanmu, dan adiknya yang masih dalam kandungan juga membutuhkan sang ayah."
Hana terdiam sejenak, ia menyesal memberitahu ini pada Chanyeol. Ia takut kakak sepupunya membocorkannya pada Baekhyun. Walaupun Hana sendiri tidak tau akan bagaimana ia menyembunyikan kehamilannya ini meski Baekhyun tidak diberi tahu Chanyeol. Perutnya akan semakin membesar bukan? Dan seperti kata Chanyeol, Hyuna masih membutuhkannya ia tidak bisa kabur lagi, dan Hana juga sepertinya tidak sampai hati untuk memisahkan bayi yang masih berbentuk janin ini dari sang ayah. Lalu ia harus bagaimana? Hana ingin Baekhyun melepaskannya, karena suaminya berhak mendapat wanita yang sama sempurnanya seperti pria itu sendiri.
"Oppa, lalu aku harus bagaimana?"
Chanyeol menyatukan alisnya bingung, "Apa? Apanya yang bagaimana? Kau hanya harus bilang pada Baekhyun dan pria itu akan menjagamu dengan baik!"
Hana menggeleng, "Aku mau dia mendapatkan wanita yang lebih baik dariku."
"Bullshit! Berhenti berpikir seperti itu!"
Hana menatap Chanyeol kesal, "KAU TIDAK MENGERTI!"
"Aku mengerti! Tapi pikiran seperti itu salah Hana!"
"Yang kau harapkan dari Baekhyun bersama wanita lain itu apa? Kebahagiaannya? It's totally bullshit Hana!"
"Perasaan Baekhyun bukan sebuah piala perlombaan yang mana yang mendapatkannya harus yang terbaik."
"Wanita yang lebih baik? Banyak, kalau Baekhyun mau mencarinya. Nyatanya dia tetap memilihmu! Kau salah kalau dia akan bahagia dengan wanita lain. Karena kebahagiaan dia hanya ketika bersamamu, bersama Hyuna dan akan semakin sempurna ketika nanti dia (adiknya Hyuna) akan datang juga melengkapi kalian."
Hana terdiam, ia mencerna semua omongan dari kakak sepupunya.
"Tapi oppa, melihat wajahnya selalu membuatku merasa bersalah!"
"Itu karena kau belum memaafkan dirimu sendiri, kau masih menyalahkan dirimu sendiri. Buka pikiranmu, kau tidak berselingkuh Hana! Harus dengan cara apalagi aku memberitahumu?"
Hana mulai terisak, tubuhnya bergetar hebat dan dengan itu Chanyeol langsung menarik Hana ke dalam pelukannya.
"Aku tidak akan memberitahu Baekhyun."
"Bukan karena setuju untuk menyembunyikannya dari dia."
"Tapi harus kau sendiri yang mengatakannya."
Hana tidak menjawab, ia hanya mengeratkan pelukannya pada sang kakak sepupu dan menangis di sana.
__ADS_1
"Hey, adikku dengar! Posisimu di hati Baekhyun jauh lebih tinggi dari yang kau bayangkan. Kau yang kedua setelah anak-anaknya. Jadi jangan merasa dirimu kecil karena hal yang terjadi dulu. Kau korban, Baekhyun sudah tau itu, dan dia akan selalu menerimamu apa adanya."
***
Hana pulang ke rumahnya untuk membersihkan diri dan sekalian menenangkan diri dulu di sini. Ia hanya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan apa yang diperintahkan Chanyeol. Iya. Untuk memberitahu Baekhyun tentang kehamilannya.
Tapi apa yang justru ia dapati ketika ia baru saja sampai di rumahnya?
Baekhyun yang sedang dipapah oleh seorang wanita cantik dan seksi dalam keadaan mabuk.
"Oh? Kau adiknya bukan? Boleh bantu aku mengantarnya masuk?" Wanita itu menangkap keberadaan Hana dan bicara dengannya.
Hana terkesiap, ia tidak ada pilihan lain selain mengangguk. Ia pun melakukan apa yang diminta oleh wanita itu.
"Dia minum terlalu banyak sampai akhirnya mabuk, sebelumnya dia sudah memesaniku kalau saja ia mabuk, ia minta tolong diantar pulang dan adiknya ada di rumah," jawab wanita itu menjelaskan sedikit.
Hana mengangguk, "Terimakasih."
"Kau sendiri siapa?"
"Aku? Aku wanita yang menemaninya, kita sudah dekat berapa lama ya? Seminggu?"
"Kalian pasti banyak melakukan hal bersama ya?"
"Tentu saja! Dia itu kuat sekali ya? Dia sangat hebat di---, Eh maaf aku jadi bahas kemana-mana."
Dada Hana sakit membayangkan apa yang dilakukan Baekhyun dengan wanita cantik ini, apa mereka sudah sejauh itu? Apa Baekhyun sudah menemukan wanita yang lebih baik? Apa Baekhyun sudah siap melepaskannya?
"Kalau begitu, aku pulang dulu. Sampaikan pada dia kalau besok aku menunggunya di tempat biasa."
"Dah!!!"
Wanita itu berlalu, bersamaan dengan air mata Hana yang luruh.
"Tidak sulit untuk kau mendapatkan wanita lain, yang lebih cantik, yang lebih sexy bahkan. Jadi apa posisiku setinggi itu di hatimu Baekhyun? Atau Park Chanyeol hanya sedang membual padaku?"
Hana segera menghapus air matanya ketika melihat Bakehyun mulai sadar. Tatapannya langsung bertemu dengan sang suami yang baru saja membuka matanya.
"Hana?" Baekhyun langsung bangkit meski dengan kapala yang luar biasa sakit akibat terlalu banyak minum.
"Kau ada di sini?" Tanya Baekhyun lagi, agak meringis sambil memegang kepalanya.
"Iya, hanya mau mandi," jawab Hana, melangkah untuk segera berlalu dari sang suami.
Tapi langkahnya terhenti ketika Baekhyun kembali bertanya, "Aku atau kau duluan yang datang?" Tanya Baekhyun.
"Bersamaan," jawab Hana menoleh.
"Siapa yang mengantarku?" Hana tertawa dalam hati apa pria ini sengaja bertanya begitu untuk membuat hati Hana semakin sakit?
"Wanita cantik," jawab Hana.
Baekhyun terdiam sejenak menatap Hana yang sudah membalikan tubuhnya lagi.
"Aku berhasilkan? Aku memenuhi permintaanmu, bagaimana? Kau senang?"
Hana menoleh lagi, lalu tersenyum, "Tentu saja."
"Oh iya, wanita cantik itu bilang kalau besok ia menunggumu di tempat yang sama," ucap Hana sebelum melanjutkan langkahnya dan pergi dari hadapan Baekhyun.
***
__ADS_1
Seperti biasa, Baekhyun datang ke kantornya dengan raut wajah dingin, tidak ada lagi Baekhyun yang ramah. Semua karyawan menyadari itu, rumor tentang ia yang berpisah dengan isterinya bahkan sudah menyebar. Itu karena sudah lama mereka tidak melihat Hana datang ke kantor, belum lagi soal rumor sebelumnya tentang Hana yang selingkuh oleh pria lain yang masih sering menjadi topik obrolan para karyawan di sini.
Kim Jongin. Pria itu menatap Baekhyun dari jauh yang berlalu begitu saja tanpa membalas sapaan para karyawan. Jongin sebenarnya penasaran, apa Baekhyun dan Hana belum juga berdamai? Yang ia dengar Baekhyun berhasil membawa Hana pulang? Tapi kenapa bosnya itu masih terlihat sama seperti sebelumnya ketika Hana pergi?
"Kau pasti tau sesuatu tentang presdir kita kan?" Jongin hampir terperanjat karena ada yang datang secara tiba-tiba. Siapa lagi kalau bukan...
"Jennie-ssi! Kau mengejutkanku!"
Wanita yang dipanggil Jennie itu hanya menyengir, "Jawab pertanyaanku oppa, kau tau sesuatu kan?"
"Tidak!"
"Ayolah! Ada yang mengatakan kalau kau pergi dengan presdir saat di Busan. Lagipula, kenapa tiba-tiba presdir ada di Busan dan hanya menemuimu?"
"Itu urusan pekerjaan."
"Masa? Kenapa yang diberi tahu hanya kau?"
"Kau ini kenapa ingin tau sekali?"
"Beritahu aku atau kita makan siang bersama?"
Jongin memutar bola matanya jengah, "Kalau aku bersedia makan siang denganku, kau mau melakukan sesuatu?"
"Apa?"
"Buat orang-orang kantor percaya bahwa semua rumor tentang rumah tangga presdir itu tidak benar."
"Aku bisa memastikannya, itu tidak benar sama sekali, jadi karena kau ratu gosip mungkin orang-orang bisa percaya denganmu."
Jennie memukul lengan Jongin, "Aku bukan ratu gosip tau! Eh itu artinya kau benar-benar tau sesuatu tentang presdir dan isterinya kan?"
"Lihat! Kau baru saja mengeluarkan pertanyaan untuk memulai gosip."
Jennie menghela napasnya, "Baiklah, asal aku bisa makan siang denganmu. Aku akan melakukan permintaanmu."
Jongin mengangguk, "Bagus, dan jangan bertanya apapun lagi perihal itu padaku."
"Itu juga bisa aku lakukan."
"Asal... jadi pacarku mau?"
Jongin membulatkan mata, "Kau gila?!"
"Oke, apa itu terlalu gas pol? Bagaimana kalau hari libur nanti kita menonton bersama saja dulu?"
"Hah?"
"Aku janji tidak akan jadi ratu gosip lagi. Aku tidak akan bertanya apapun tentang privasi presdir asal kau mau nonton denganku."
"Kau pamrih sekali?"
Jennie menggeleng, "Tidak! Ini bentuk usahaku untuk mendapatkanmu oppa!"
Jongin pun menghela napasnya berat, "Terserah."
"Kau mau?" Mata Jennie langsung berbinar.
"Hm."
"Ya!!! Kalian semua! Kim Jongin pacarku mulai sekarang!"
__ADS_1
Jongin langsung membulatkan mata ketika Jennie berteriak begitu, "Apa maksudmu?"
Jennie terkekeh geli melihat raut wajah protes Jongin, "Bercanda! Masih calon! Hehe..."