
Haii temen-temen, maaf aku ga update setiap hari hehe... real-life lagi lumayan sibuk, belum sempet nulis dan stok part-ku sedikit lagiiiðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Yaudah mau curhat ajaa
Enjoy guys!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Baekhyun menghampiri Hana yang duduk di kursi taman rumah sakit. Yang dihampiri pun terkejut karena mendapati pria yang selalu memenuhi pikirannya itu sudah duduk di sampingnya.
"Kenapa di sini? Kau tidak bekerja?" Tanya Hana sedikit sewot.
"Bekerja aku lakukan setiap hari. Setengah tahun ini tanpa dirimu aku bahkan selalu bekerja. Jadi apa salahnya kalau aku sekarang di sini? Aku merindukanmu, kau tau?"
Hana menghela napasnya, "Berhenti merayu Byun Baekhyun!"
"Aku mengatakan yang sebenarnya, memang kau tidak?"
"Kau ini hatinya terbuat dari apa sih? Kenapa masih mau dekat denganku? Aku sudah mengkhianatimu, aku sudah meninggalkanmu, meninggalkan anak kita juga. Aku harusnya sudah kau buang!"
"Kenapa sih? Kenapa masih bersikap seperti ini? Apalagi Hana? Apa yang kau khawatirkan? Aku tau semuanya, kau tidak---,"
"Aku berselingkuh! Aku mengkhianatimu! Aku membohongimu! Itu semua aku lakukan karena aku tidak mencintaimu lagi!"
Baekhyun tertawa miris, "Bohong!"
"Apa sih? Tidak usah kepedean begitu! Jangan sok tau! Perasaanku memang begitu adanya."
"Kau yang terlalu sempurna tidak cocok untukku."
"Monoton."
"Tidak seru."
"Aku bosan denganmu, kau tau itu Byun Baekhyun?"
Hana berhasil membuat Baekhyun bungkam dengan perasaan yang luar biasa sakit akibat ucapan sang isteri.
"Begitu? Jadi maumu apa?" Tanya Baekhyun tanpa intonasi.
"Pergi cari wanita lain! Yang bisa jadi isteri yang baik untukmu, bahkan ibu untuk Hyuna."
"Apa itu akan membuatmu merasa lebih baik? Kau akan merasa bebas? Lepas dariku membuatmu bahagia?"
Hana mengangguk dengan angkuh, "Tentu saja!"
"Baiklah."
"Aku akan melakukannya."
Sejak itu, Baekhyun dan Hana sama-sama saling menghindar. Mereka masih berinteraksi tapi hanya seputar kondisi Hyuna. Terkadang, Baekhyun juga masih mengingatkan Hana untuk makan dan istirahat yang cukup. Sekedar itu, itupun Baekhyun lakukan selalu atas nama Hyuna. Ia selalu bilang kalau Hana tidak boleh sakit agar Hyuna juga tidak sedih.
Dan tau apa yang megejutkan?
Baekhyun melakukannya.
__ADS_1
Permintaan Hana. Baekhyun melakukan itu.
Iya. Mencari wanita lain.
***
Sudah hampir 3 bulan Hyuna mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena ternyata penyakitnya tidak juga membaik, itu serta merta membuat Baekhyun dan Hana khawatir setengah mati, karena mereka tidak mau kehilangan puteri tercintanya.
Lalu siang ini, Hana baru saja kembali dari rumahnya, ia pergi ke rumah hanya untuk mengambil baju. Rumahnya sudah sama-sama jarang dikunjungi oleh si kedua pemilik. Baekhyun dan Hana. Baekhyun memang masih sering tidur di rumah, tapi kebanyakan ia habiskan malam kalau tidak di kantor ya di rumah sakit. Begitu juga Hana yang nyaris setiap malamnya berada di rumah sakit untuk menemani Hyuna.
"Park Hana!" Hana terkejut saat melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.
"H-hera?"
"Long time no see."
"Kau sudah bebas?" Hana membulatkan matanya tidak terima. Hanya 2 tahun setengah Hera di penjara? Ini tidak adil.
"Kenapa? Kau lupa aku siapa?" Tanya Hera. Hana pun terdiam.
"Aku tau."
"Anakmu yang malang itu sakit parah ya?"
"Aku turut prihatin."
"Tapi aku senang, kau dan Baekhyun sudah hancur."
"Mau tau sebuah rahasia Hana?"
"Kang Sin Ho." Hana menajamkan matanya ketika nama itu disebut Hera.
"Aku berterimakasih dengannya karena sudah menghancurkan kau dan Baekhyun."
"Meski ia harus dipenjara sih. Tapi tidak apa, dia memiliki prestasi luar biasa."
"Sepupuku itu... sangat hebat bukan?"
Mata Hana kembali membulat, kali ini terkejut. Jadi Sin Ho adalah sepupunya Hera? Jadi apa yang terjadi dengannya adalah rencana dari Hera?
"Kau!!!!" Hana melangkahkan kakinya berniat menjenggut rambut wanita iblis di depannya. Tapi Hera mendorongnya pelan.
"Apa? Jangan berani macam-macam. Aku bisa melakukan apapun padamu."
"Kau sakit jiwa Hera!"
"Kayaknya sih iya. Makanya aku dibebaskan karena mentalku memang sakit!"
Hana mengangkat alisnyanya heran, apa ada orang sebangga ini karena gila?
"Sinting!" Maki Hana. Lalu Hera tertawa
"Maki saja aku sepuasmu! Nyatanya kau tidak lebih kuat dari wanita yang kau sebut sinting ini. Kau lemah Hana!" Hana hanya menatap bengis Hera
"Dari pada sibuk memakimu, urus saja anakmu itu, barangkali waktunya tinggal sedikit lagi."
__ADS_1
"Jaga bicaramu!" Hana tidak terima.
"Apa? Aku kan hanya bilang barangkali."
"Sembuh ataupun mati anakmu, aku harap kau dan Baekhyun akan berpisah juga pada akhirnya," ucap Hera sebelum pergi meninggalkan Hana.
"Ya!! Kim Hera!" Tangan Hana terkepal karena ketakutan itu muncul lagi, ketakutan akan kehilangan anak semata wayang mereka.
Tiba-tiba pikiran Hana membayangkan bagaimana Hyuna pergi meninggalkannya, Hana langsung menggelengkan kepalanya, badannya lemas seketika sampai ia terhuyung ke belakang dan jatuh dengan keras di atas tanah.
Awalnya tidak sakit. Tapi sesaat kemudian perutnya sangat perih, bersamaan dengan itu cairan merah segar mengalir di balik rok yang ia gunakan.
"Hana!!!" Hana masih mematung ketika ada yang memanggil, itu Sehun. Pikiran Hana masih berputar menghalau kemungkinan yang sebenarnya sejak satu bulan kemarin sudah ia pikirkan.
"H-hana, kau kenapa?" Tanya Sehun.
Hana tidak menjawab, ia hanya langsung berdiri dan berjalan sebisa mungkin.
"Sehun, tolong bawa aku ke dokter kandungan."
"Sekarang!"
***
"Beruntung kau segera ke sini dan mendapat penanganan, nyaris saja dia tidak tertolong," Hana hanya menatap Jongdae itu tanpa ekspresi, karena dirinya sudah tidak terkejut lagi. Hampir 3 bulan ia tidak datang bulan. Selama 3 bulan itu ia selalu memikirkan kemungkinan ini, tapi selalu terhalau karena Hana pikir tubuhnya baik-baik saja tidak mual ataupun pusing seperti hamil Hyuna.
"Kandunganmu itu yang sekarang cukup lemah Hana, jadi jatuh sedikit saja kau sampai pendarahan, kau terlaku banyak pikiran ya?" Lanjut Jongdae lagi bertanya.
"Begitulah," jawab Hana seadanya'
"Sudah berapa lama dia di sana?" Tanya Sehun pada Jongdae.
"Jalan 10 minggu."
"Hana, kau tidak menyadarinya?" Tanya Sehun kini pada Hana. Jongdae ikut tertarik pada jawaban Hana.
Hana menggeleng, "Aku tidak mengalami mual, pusing dan hal semacamnya seperti saat hamil Hyuna," jawab Hana datar.
"Memang gejala kehamilan bisa berbeda-beda," jawa Jongdae.
"Hana, anak ini anak---,"
"Anak Baekhyun." Hana langsung menyahuti ucapan Sehun yang belum selesai.
Sehun dan Jongdae bernapas lega membuat Hana memicingkan matanya kesal, "Kalian tau saat aku melakukan pekerjaanku yang itu, aku tidak pernah berhasil."
"Yang berhasil hanya Baekhyun-hyung kan?" Gurau Sehun, membuat Hana hanya menatapnya nyalang.
"Tapi tolong rahasiakan ini dulu. Aku mohon. Satu kali ini saja aku minta tolong."
"Memang kenapa?" Tanya Jongdae.
"Baekhyun berhak tau, dia ayahnya."
"Oppa, aku minta tolong, ada hal yang tidak kalian mengerti. Mungkin nanti aku akan mengatakannya, tapi tidak sekarang."
__ADS_1
Sehun dan Jongdae akhirnya pun setuju.