Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
43


__ADS_3

Hana baru saja selesai mandi, tadi sore ia habis menemani Hyuna menggambar dan banyak mengobrol dengan sang anak, jadi ia baru bisa mandi ketika Hyuna sudah tidur.


Sebelum keluar dari kamar mandi, Hana menatap dirinya sendiri di depan cermin wastafel. Jujur, perasaan benci dengan dirinya sendiri itu masih ada, menatap pantulannya di cermin ingin rasanya Hana memukul dirinya sendiri.


Tangannya bergerak menarik bathrobe agar terbuka lalu menampakan tubuh bagian depannya yang hanya tertutupi oleh her under-wear saja. Hana menyentuh luka goresan yang pernah ia buat sebelum ia pergi meninggalkan rumah. Goresan yang ia buat di setiap jejak yang Sin Ho buat atas tubuhnya. Membuat tubuhnya tidak terlihat mulus lagi, banyak bekas luka, dan Hana menatap luka itu di pantulan cermin, rasanya ia ingin merobek bekas luka itu.


Inilah yang membuat Hana masih sulit untuk menerima dirinya sendiri. Hana yang punya banyak bekas luka di tubuhnya bahkan maupun hatinya.


Tadinya Hana tidak ingin menangis, tapi sialnya air mata keluar begitu saja tanpa permisi.


Lalu kemudian, Hana membulatkan matanya ketika menangkap satu sosok di belakangnya dari pantulan cermin. Tidak. Ini tidak horor. Karena itu jelas suaminya.


Baekhyun masuk ke kamar mandi dan langsung berjalan menghampirinya dari belakang membuat Hana langsung menghapus air matanya, menutup tubuhnya kembali dengan bathrobe lalu berbalik ke arah Baekhyun yang kini sudah ada di hadapannya.


"Kau sudah pulang?" Tanya Hana.


Baekhyun mengangguk, "Maaf ya ternyata tidak sesebentar itu," jawab Baekhyun.


"Tidak apa-apa," jawab Hana.


"Kau kenapa?" Baekhyun menatap mata Hana yang masih basah. Tangannya bergerak untuk menghapus air mata Hana yang masih tersisa di pipinya.


"Aniya. Aku hanya..."


Ucapan Hana terhenti ketika tangan Baekhyun kini beralih untuk membuka bathrobe Hana kembali.


"Baekhyun...," lirih Hana saat tangan Baekhyun menyentuh bekas luka di tubuhnya dengan lembut.


"Kau menangisi ini?" Tanya Baekhyun yang tadi matanya sibuk mengabsen bekas luka di tubuh Hana kini kembali menatap mata sang isteri lagi.


Hana terdiam menunduk, dan langsung Baekhyun angkat dagunya.


"Benar tidak, Hana?" Tanya Baekhyun memastikan.


Hana pun mengangguk, bersamaan dengan air matanya yang kembali keluar.


"Kau lihat kan? Memang tidak menjijikan? Tubuhku tidak indah lagi kan?"


"Kata siapa?"


"Itu hanya kesimpulanmu sendiri!" Hana diam ketika Baekhyun bicara.


"Aku sudah bilang, jangan membenci dirimu sendiri. Kalau aku saja bisa mencintaimu dengan sangat, kau sendiri juga harus lebih mencintai dirimu sendiri."


"Kau harus memperlakukan dirimu dengan sangat baik."


"Tidak boleh jahat dengan diri sendiri," ucap Baekhyun lagi membuat Hana terisak.


Baekhyun pun segera memeluk Hana yang bathrobe-nya masih terbuka, "Hey, honey... listen to me."


"You're worthy."


"You're pretty."


"You're loved."


"You deserve all of happiness in this world."


Hana yang mendengar itu tepat di telinganya langsung membuat ia mengeratkan pelukannya. Menenggelamkan wajahnya di bahu sang suami, membuat kemeja yang Baekhyun kenakan sekarang basah karena air matanya.


"Terimakasih banyak!" Lirih Hana.


"Aku akan menerima terimakasihmu kalau kau sudah melakukan apa yang aku katakan!"


"Berjanjilah untuk belajar mencintai dirimu sendiri, hm?"


Hana mengangguk, Baekhyun bisa merasakan anggukan itu. Ia pun langsung melepaskan pelukannya.


Baekhyun menatap tubuh Hana dari atas sampai bawah membuat Hana malu sendiri dan berniat untuk menutupnya dengan bathrobe lagi tapi ditahan oleh Baekhyun.


"I wanna kiss these pretty scars," ucap Baekhyun.


"Baek---," dan untuk pertama kali Baekhyun melakuka hal yang ia ingin tanpa peduli dengan persetujuan Hana. Ia mencium setiap bekas luka yang Hana punya di tubuhnya yang wanita itu buat sendiri waktu itu.


Setelah selesai mencium semua bekas luka Hana, Baekhyun kembali menatap sang isteri.


"Jangan membenci dirimu sendiri karena memiliki bekas luka."


"Kau tau? Punya luka itu hebat."


"Luka adalah tanda perjalananmu yang hebat."

__ADS_1


"Tanda kalau kau pernah berjuang."


"Pernah berkorban."


"Dan itu semua hebat, kau... hebat Hana."


Hana tidak bisa menahan senyum harunya lagi, suaminya ini sangat manis, tidak ada hal yang lebih Hana syukuri di hidupnya selain memiliki Baekhyun sebagai suaminya.


"Semua kata yang keluar dari bibirmu itu selalu indah," ucap Hana.


"Membuat aku ingin mencium bibir itu."


Baekhyun terkekeh mendengar ucapan Hana, "Just kiss, then..."


Tanpa aba-aba lagi Hana pun langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Baekhyun. Mengalungkan tangannya secara otomatis di leher Baekhyun.


Tadinya Baekhyun berniat tidak membalas ciuman wanita ini, Baekhyun ingin Hana yang aktif dan mendominasi kali ini. Tapi apa boleh buat, wanitanya sangat pintar membuatnya lemah diri membuat ia akhirnya menyerah dan membalas ciumannya jauh lebih dalam lagi. Tangannya menelusup masuk ke dalam bathrobe yang masih menggantung di tubuh Hana untuk bisa menyentuh punggung mulus isterinya, menarik tubuh wanita itu agar semakin mempertipis jarak antara tubuhnya dengan tubuh Hana.


"Hana...," panggil Baekhyun yang melepas ciuman mereka yang mulai panas itu lebih dulu.


"Hm?"


"Kau sudah mandi?"


Hana mengangguk.


"Mau mandi lagi menemaniku?"


"Kau yakin hanya mandi?" Tanya Hana jahil.


"Kandunganku masih 10 minggu, belum aman untuk melalukannya."


Baekhyun mendesah kecewa, "Baiklah, sana cepat pakai baju nanti sakit," ucapnya pada Hana.


"Sabar ya sayang," ucap Hana membelai rambut suaminya.


"Apa tadi?"


"Sabar..."


"Yang lengkap!"


Baekhyun tersenyum, "I will."


"Apapun itu yang penting kau dan dia sehat terus," ucap Baekhyun.


"Ya sudah aku mandi dulu. Kau cepat pakai baju dan tunggu aku. Kita makan malam sama-sama, makanan yang kau pesan aku belikan semua."


Hana membulatkan matanya, "Benarkah?"


"Iya."


"Terimakasih banyak, Baekhyun," Hana mencium pipi dan bibir suaminya lagi.


Baekhyun pun hanya memejamkan mata, "Jangan mengujiku Hana!"


Hana terkekeh, "Oke maaf, sana mandi! Aku tunggu!"


Hana pun pergi dari kamar mandi, meninggalkan Baekhyun yang hanya bisa menghela napasnya kasar.


***


Sekarang mereka sudah ada di meja ruang tengah duduk lantai dan menyender di kaki sofa. Hana sengaja membawa semua makanan ke meja ruanh tengah karena katanya ingin makan sambil menonton.


"Baekhyun ini banyak sekali," ucap Hana memandang setiap makanan yang ia pesan.


"Sesuai pesananmu kan nona?" Balas Baekhyun.


"Padahal aku tidak serius."


"Ya sudah, aku suruh Chanyeol, Sehun, Jaemin ke sini untuk membantu makan semuanya."


"Eh!!! Jangan! Enak saja! Ini kan suamiku yang membelikan untukku."


Baekhyun tersenyum, "Kalau begitu ayo kita makan."


Hana mengangguk, mereka pun akhirnya makan semua makanan itu sama-sama meski pada akhirnya tidak habis juga. Lalu sekarang mereka masih duduk di hadapan TV yang menyala dengan Hana yang sudah menyender di bahu suaminya.


"Hana, kita pindah ke atas yuk? Nonton di kamar saja, kasihan Hyuna," ucap Baekhyun tapi tidak ada balasan, pria itu menunduk lalu mendapati Hana yang tertidur.


Tanpa sadar Baekhyun kembali tersenyum, mendapatkan Hana didekapannya kembali benar-benar membuatnya bahagia, semua rasa lelah ataupun luka yang dulu ia rasakan entah menguar kemana.

__ADS_1


Baekhyun pun mencium pucuk kepala Hana, mencium rambut Hana yang wangi lalu mengusapnya.


"Heum..." Dan tindakan Baekhyun itu pun mengganggu tidur Hana yang langsung mendengakan kepala menatap suaminya.


"Pindah ke kamar yuk!" Ajak Baekhyun lagi.


"Kasihan Hyuna."


Hana dengan mata setengah terpejam pun mengangguk.


"Mau aku gendong?" Tanya Baekhyun karena melihat Hana yang sepertinya mengantuk, khawatir kalau ia jatuh ditangga karena berjalan dengan keadaan mengantuk.


Hana menganggukan kepalanya dengan mulut yang menguap membuat Baekhyun gemas sendiri.


Baekhyun pun segera menaruh sebelah tangannya di belakang punggung Hana dan sebelahnya lagi di bawah lipatan lutut Hana untuk segera membopong Hana.


"Pegangan yang kuat," ucap Baekhyun, Hana pun otomatis mengalungkan tangannya di leher sang suami.


"Wah, kau makan sebanyak apa Hana?"


Mendengar komentar Baekhyun, Hana langsung membuka matanya lebar, "Kenapa? Aku berat?"


"Aniya, pipimu terlihat semakin berisi mirip seperti pipi Hyuna. jadi ingin aku gigit," gurau Baekhyun.


"Aku bukan roti!"


"Kalau mau dicium saja!"


Baekhyun terkekeh, "Baiklah."


Baekhyun pun mencium pipi Hana saat itu juga tapi setelah itu tetap digigit pelan, "Baek!!! Sakit!" Hana merengek. Tidak itu tidak sakit. Sifat manja Hana hanya sedang keluar.


"Kau akan jadi ibu anak 2, berhenti bertingkah menggemaskan begitu atau semua bagian tubuhmu aku gigit karena gemas?!"


"Dasar psikopat!"


"Dasar anak kecil!"


"Anak kecil mana yang bisa membuatmu puas di ranjang?" Balas Hana dengan kekehan.


"Heish! Bicaramu!"


"You're still baby for me, Hana!"


"So should i call you... daddy?" Hana menjawab lagi kali ini sambil mengelus rahang Baekhyun dengan sedikit seduktif.


"Berhenti mengujiku! Sudah malam! Kau harus tidur!" Mereka pun akhirnya sampai di kamar dan Baekhyun langsung menidurkan Hana di kasur di samping Hyuna.


"Oke daddy!"


"Stop calling me like that!"


Hana terkekeh melihat wajah kesal Baekhyun. Ia tau bukan karena Baekhyun tidak suka, pria itu hanya sedang menahan dirinya agar tidak menyerang Hana untuk malam ini mengingat tentang kehamilan Hana yang masih rentan.


"Haha.. okay, tapi ayo tidur di sini, di sampingku," ucap Hana kembali dengan nada merengeknya.


"Ada Hyuna," jawab Baekhyun.


"Justru karena ada Hyuna, kau harus di tengah-tengah kami karena Hyuna bisa saja menendang perutku secara tidak sengaja," balas Hana lagi yang dibenarkan dalam hati oleh Baekhyun.


"Baiklah."


Lalu Baekhyun pun tidur di tengah-tengah Hana dan Hyuna.


Baekhyun menarik Hana untuk menempel dengan tubuhnya, seolah tidak mengizinkan tubuh Hana untuk memiliki celah jarak sedikitpun dengan tubuhnya.


"Peluk aku! Dan jangan lepaskan atau kau akan jatuh ke samping," ucap Baekhyun.


"Tidak akan. Setengah tahun aku tidur tanpa pelukanmu jadi sekarang aku akan memelukmu sepuasku."


"Dengan senang hati, nona."


"Selamat tidur Baekhyun."


"Have a nice dream."


"I love you."


Senyum Baekhyun tidak bisa lebih lebar lagi setelah mendengar ucapan Hana yang kini sudah memejamkan matanya.


"I love you more, sayang," bisik Baekhyun  diakhiri dengan kecupan hangat di kening Hana.

__ADS_1


__ADS_2