Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
23


__ADS_3

Setelah menidurkan Hyuna, Hana masuk ke dalam kamarnya lalu langsung bertemu tatap dengan suaminya yang kini sedang sibuk dengan laptopnya, pria itu mulai mengurusi pekerjaan dari rumah.


Hana menghampiri Baekhyun yang masih diam, ia duduk di atas kasur, di samping Baekhyun lalu menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu, disusul oleh tangannya yang melingkar di pinggang suaminya.


"Jangan terlalu sibuk dulu," ucap Hana.


"Iyaa, ini juga sudah selesai."


Baekhyun segera menutup laptopnya, menyisihkannya di atas nakas lalu ikut meraih tubuh Hana untuk semakin mempertipis jarak dengan tubuhnya.


"Baek, aku akan mengatakannya," ucap Hana.


"Soal apa?"


"Soal yang membuatku agak beda akhir-akhir ini."


"Jadi benar kau menyimpan sesuatu?"


Hana terdiam sejenak, sebelum kembali menatapnya suaminya dan bicara, "Sebenarnya ini hanya tentang perasaanku.


Jangan tanya bagaimana jantung Baekhyun berdegup cukup keras karena takut kalau yang akan Hana ucapkan adalah tentang perasaan wanita itu terhadapnya, entah mungkin sudah berkurang? Atau bahkan tidak ada sisanya lagi sedikitpun?


"A-apa? Katakan."


"Aku..."


"Sebenarnya IPK-ku sudah keluar, hanya saja aku belum melihatnya juga. Aku takut nilaiku jelek. Aku takut mengecewakanmu seperti aku yang selalu memgecewakan ayah dengan nilaiku. Aku terbiasa tertekan saat pengumuman hasil ujian, karena itu penentu aku akan dimarahi ayah atau tidak, dulu. Baek, aku sangat gugup. Aku takut nilaiku tidak memuaskan."


"Jadi hanya itu?" Baekhyun bertanya memastikan, Hana mengangguk yakin.


"Iyaa..., aku takut membuatmu malu dengan nilaiku yang tidak memuaskan."


"Benar-benar hanya tentang itu?"


"Iya Baekhyun. Memang apalagi?"


"Aku selalu seperti ini kalau pengumuman hasil ujian."


"Dengar aku. Kau tau, aku tidak pernah menuntut apapun darimu. Apalagi hanya sekedar nilai bagus. Berapapun hasilnya, selama kau sudah berusaha keras dengan usahamu sendiri, aku akan selalu bangga."


"Seburuk apapun masa lalumu dulu perihal nilai, kau harus tau kalau kau sudah tidak ada di masa lalu itu lagi. Kau tidak perlu takut lagi. Nilai itu hanya coretan di kertas kok, memang apa spesialnya sih?"


"Tetap saja aku takut mengecewakanmu, dan diriku sendiri tentu saja."


"Sekarang, ubah pola pikirmu. Jangan melihat hasil. Lihat usahamu. Kata orang tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, nyatanya akan selalu ada yang seperti itu kan? Jadi ketimbang selalu melihat ke hasil, lihat bagaimana usahamu. Kalau sudah begitu, ketika hasil belum bagus, kau akan tetap menghargai dirimu sendiri karena kau yang paling tau sekeras apa usahamu. Mengerti tidak?"


Hana mengangguk yakin, lalu tersenyum, meraih tangan Baekhyun untuk ia cium punggung tangannya, "Baik, guru."


Baekhyun tertawa, "Setelah jadi ayah sekarang aku jadi guru?"


"Iya, penasihat pribadiku," jawab Hana. Baekhyun terkekeh, ia sedikit lega karena akhirnya bisa melihat kembali senyum lebar Hana. Walaupun entah kenapa masih ada yang mengganjal, ia merasa apa iya hanya tentang ini?


"Mau lihat nilaimu sekarang?"


"Sebentar, aku menyiapkan diriku dulu," setelah itu Hana menarik napasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Mau bertaruh?" Ajak Baekhyun.


"Aku pikir nilaimu pasti bagus."


"Berapa bagus itu? Mendapat 2.50 saja sudah termasuk bagus untukku," jawab Hana.


"Itu IPK terakhirku dan yang paling besar."


"Aku tebak sekarang mungkin, 3.00?"


"Heish! Itu terlalu besar!"


"Siapa tau kan?"


"Ayo sekarang buka!"


"Kalau tebakanku benar, aku dapat hadiah."


"Hadiah apa?"


"Dirimu."


Hana tau maksud Baekhyun, tapi ia tidak langsung mengiyakan.


"Tapi perutku sedang sakit, sepertinya mau menstruasi," jawab Hana.


"Sakit?" Baekhyun langsung menatapnya khawatir.


"Tidak sesakit itu sih."

__ADS_1


"Kau yakin bukan karena telat makan?"


Hana tersenyum ketika Baekhyun mengkhawatirkannya begitu, "Bukan sayang. Sepertinya aku hanya akan datang bulan."


"Ya sudah kalau begitu, hadiahnya cium saja, bagaimana?"


Hana mengangguk, "Dengan senang hati."


"Tapi kalau tebakanmu salah?"


"Aku yang menciummu?" Tanya Baekhyun.


"Itu sih kau juga suka."


Baekhyun tertawa, "Kalau tebakanku salah, kau boleh minta apapun dariku."


"Benar?"


"Iya."


"Wah kau jadi membuatku semangat untuk dapat nilai rendah."


"Heh! Tidak begitu juga!"


Hana kini yang tertawa. Melihat tawa itu hati Baekhyun semakin lega. Hana-nya sepertinya sudah kembali. Mungkin memang hanya perkara nilai, dan kini ia berusaha untuk percaya.


"Kalau begitu buka di laptopmu, Baek!"


"Oke sebentar."


Baekhyun kembali membuka laptopnya, kini ia pergi ke laman website kampus Hana untuk melihat hasil IPK isterinya itu.


Setelah Hana memasukan nomor mahasiswa di laman yang tersedia, ia pun langsung menutup mata ketika laman itu masih loading.


"Baek, apa sudah keluar?" Tanya Hana yang masih menutup matanya.


"Sudah."


"Bagaimana? Bagus?"


"Kau bisa melihatnya sendiri sayang."


"Katakan dulu, bagus atau tidak?"


"Bagus kok."


"Ini lebih besar dari nilai terakhirmu, jadi apa bisa aku katakan bagus?"


Hana akhirnya membuka matanya, tapi belum mau menatap layar laptop melaikan wajah suaminya. Baekhyun hanya tersenyum lalu matanya terarah ke layar laptop menyuruh Hana untuk melihatnya juga.


Hana kini melirik ke arah layar laptop, sampai terlihatlah nilai tersebut. 2.80 hasilnya.


"You did very well, sweety," tangan Baekhyun bergerak untuk mengusap rambut Hana.


"HAHHHH, ini jauh lebih bagus dari perkiraanku, Baek!!!" Hana berseru semangat.


"Iya, kau melakukannya dengan baik."


"Aku bilang apa kan?"


"Tetap saja tebakanmu salah! Terlalu tinggi tau!"


"Hanya beda sedikit kok, semester selanjutnya kau pasti bisa dapat 3.00!"


"I hope so."


"Jangan lupa berterimakasih dengan dirimu sendiri yang sudah berusaha keras."


"Kau hebat Hana, kau melakukannya bahkan di saat aku tidak bisa menemanimu. Kau jauh lebih kuat dari perkiraanku. Aku bangga!"


Hana tersenyum, ketika suaminya mengatakan itu dengan tangan yang tidak berhenti bermain dengan rambutnya.


"Kau yang memberiku kekuatan sebesar itu."


"Jadi aku akan berterimakasih juga padamu."


"Terimakasih, Baekhyun."


"No needs honey."


"Karena tebakanmu salah, jadi aku tetap boleh minta apapun kan?"


"Iya, mau apa?"


"Apa ya?"

__ADS_1


"Mau minta peluk sepanjang malam saja."


"Kau yakin? Kalau itu tanpa minta juga aku melakukannya setiap hari kok."


"Kalau begitu, ditambah oleh nyanyian."


"Oke, mau berapa lagu?"


"Berapapun sampai aku tidur."


"Baiklah!" Baekhyun menutup laptopnya kembali, menaruhnya di atas nakas sebelum berbaring sambil merentangankan tangan untuk kemudian Hana sambut dengan pelukan.


"Lagu apa?"


"Terserahmu."


Lalu Baekhyun pun mulai mengeluarkan suara indahnya dengan lirik yang tidak kalah indah. Ia menyanyikan lagu dari penyanyi kesukaan Hana Paul Kim yang berjudul Every Day, Every Moment.


Akankah aku bisa tersenyum tanpamu?


memikirkannya saja membuatku menangis


Orang yang melindungiku di masa-masa sulitku


Sekarang aku akan melindungimu


Pelukanmu selalu terasa hangat adanya


Kau adalah satu-satunya peristirahatanku di hariku yang berat ini


Aku sudah merasa cukup hanya dengan satu dirimu


Tak perlu banyak bicara, hanya dengan sorot matamu itu


Aku sudah tahu semuanya


Sekuntum bunga mekar dan berguguran


Setiap hari, setiap waktu, marilah kita tetap bersama


Itu bersinar seperti halnya matahari


Sorot matamu yang memandangku itu


Itu bahkan seperti sebuah mimpi


Semua waktu itu begitu mempesona adanya


Dalam kehidupanku yang dipenuhi kegelisahan


Kau datang seperti seberkas cahaya


Kau membuatku tersenyum


Aku sudah merasa cukup hanya dengan satu dirimu


Tak perlu banyak bicara, hanya dengan sorot matamu itu


Aku sudah tahu semuanya


Sekuntum bunga mekar dan berguguran


Setiap hari, setiap waktu, marilah kita tetap bersama


Itu adalah masa depan yang tak diketahui, namun


Sekarang saat aku berada dalam dekapanmu


Aku berharap itu akan berlangsung untuk selamanya


Aku akan pergi di hari yang berangin


Di suatu hari yang begitu cerah


Kepadamu


Seperti hari di saat pertama kali kau datang padaku


Setiap hari, setiap waktu, marilah kita tetap bersama.


Meski sudah memejamkan mata, Hana belum benar-benar tertidur sampai Baekhyun menyelesaikan lagunya.


"Hana..."


"Hm?"

__ADS_1


"Every Day, Every Moment, let's be together."


Hana tidak merespon apapun selain melesak semakin dalam ke pelukan suaminya.


__ADS_2