Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
48


__ADS_3

Semua tamu Hana dan Baekhyun sudah pulang, Hyuna juga sudah tidur jadi sekarang mereka berdua pun akan bersiap tidur, Hana menunggu Baekhyun yang masih ada urusan di kamar mandi.


"Baekhyun..." Hana  memanggil suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ya sayang?" Hana masih sering salah tingkah kalau dipanggil seperti itu oleh Baekhyun. Suaminya itu semakin manis sikapnya pada Hana.


"Aku mau bercerita soal Hera."


Baekhyun menghampirinya dan bergabung bersama Hana yang sudah berada di kasur.


"Tidak besok saja?"


"Kau istirahat dulu, tidur."


"Ini tidak lama, aku akan mengatakannya sekarang."


"Baiklah, jadi bagaimana kau bertemu Hera lagi?"


Hana pun menceritakan pertemuannya dengan Hera di rumah sakit saat itu, ia menceritakan juga semua yang Hera ucapkan padanya tanpa terlewat sedikitpun.


"Sepertinya ia keluar karena memang sakit jiwa," balas Baekhyun setelah Hana menceritakan semuanya.


"Hana, jangan lagi menyembunyikan hal seperti ini, kalau dia menyelakaimu bagaimana?"


"Iya maaf."


"Aku akan mengurusnya lagi nanti. Sekarang tidur ya?"


"Besok jadwal kita padat."


"Memang mau kemana?"


"Pertama kita ke rumah sakit mengantar Hyuna check-up, lalu kita check-up kandunganmu juga, setelah itu kita ke psikolog untuk memeriksamu."


"Memang kau tidak bekerja?"


"You know what is my priority, honey!"


Hana tersenyum. "Thanks a lot, Baekhyun!"


"Bosan, kau sudah mengucapkan terimakasih beribu kali padaku, tau?!"


"Beribu kali juga sikapmu membuatku berkesan sehingga aku berterimakasih padamu!"


Baekhyun tersenyum lebar, "Sounds good."


"Aku anggap itu pujian."

__ADS_1


"Terimakasih."


"Sekarang ayo tidur!"


Seperti malam-malam sebelumnya, Baekhyun membawa Hana ke dalam dekapannya dan mereka tidur dengan nyenyak dengan memeluk satu sama lain.


***


"Puji tuhan, kondisi Hyuna semakin membaik, jadi kita hanya akan melakukan terapi, semoga ke depannya akan semakin membaik bahkan sembuh dan normal kembali," jelas sang dokter pada kedua orangtua Hyuna.


"Saya pernah dengar soal transplantasi sumsum tulang belakang untuk penderita leukimia dok, jadi apa Hyuna tidak harus melakukannya?" Tanya Baekhyun. Sebagai sang ayah semenjak anaknya divonis penyakit leukimia, Baekhyun selalu mencari tau sendiri tentang penyakit itu, lalu membicarakannya pada dokter agar menemukan titik terang bagaimana tindakan yang terbaik untuk sang puteri.


"Karena leukimia yang diderita Hyuna adalah jenis Leukemia limfostik akut bukan yang jenis kronis jadi untuk transplantasi tersebut kita lihat dari kondisi Hyuna, ini jangan sampai ya, tapi kalau ke depannya nanti kondisi Hyuna kambuh lagi baru bisa dilakukan transplantasi tersebut, tapi kondisi Hyuna sekarang sangat baik, jadi saya harap dimohon kerja samanya untuk menjaga makanan Hyuna dan pola hidup sehatnya," jawab sang dokter menjelaskan lagi, Baekhyun dan Hana pun paham. Itu artinya, kesempatan Hyuna untuk bisa sembuh total masih sangat besar.


"Baik, terimakasih dok."


Setelah mengecek kondisi Hyuna, sekarang dilanjut dengan check-up kandungan Hana. Tentunya bersama dokter Jongdae sang sahabat.


"Hana tidak sering mual dan muntah seperti kehamilan yang pertama, hanya beberapa kali, itu pun bisa dihitunh jari, itu tidak apa-apa kan?" Lagi-lagi yang aktif bertanya di sini adalah Baekhyun.


"Tidak apa-apa, itu artinya tubuh Hana bisa beradaptasi demhan baik dengan hormon kehamilannya, mual dan muntah bukan indikator utama sehat atau tidaknya kehamilan. Setelah aku periksa, kandungannya jauh lebih baik dari terakhir kali, dijaga terus fisik dan psikis-nya," jelas Jongdae.


"Oh ya, karena sudah masuk bulan ke 4, jadi cukup aman untuk kalian berhubungan, hanya saja harus tetap hati-hati, jangan terlalu---,"


"Aku tau," ucapan Jongdae dipotong oleh Baekhyun, keduanya sudah sama-sama memanas pipinya saat Jongdae membahas yang satu itu.


Baekhyun menatap Jongdae tanpa ekspresi, membuat Jongdae dan Hana terkekeh, "Baiklah, itu saja kok. Semuanya baik. Intinya jaga fisik dan psikisnya Hana. Jangan sampai stress dan pola makannya harus dijaga."


"Terimakasih oppa," ucap Hana.


Baekhyun dan Hana bersama Hyuna yang ketiduran di gendongan ayahnya keluar dari ruangan pemeriksaan, dengan raut wajah sumringah. Mereka senang mendapat 2 kabar baik hari ini.


"Kita ke rumah ayah ya, biar Hyuna di sana, baru kita temui psikolog, aku takut Hyuna kelelahan," ucap Baekhyun.


Hana mengangguk lalu mereka pun pergi ke rumah ayahnya Baekhyun untuk menitipkan Hyuna di sana.


***


Baekhyun dan Hana pergi ke tempat praktek psikolog setelah mengantar Hyuna ke rumah ayahnya. Psikolog terbaik dan terpecaya yang sudah Baekhyun cari di kota Seoul. Psikolog yang ternyata masih kenal dengan Baekhyun karena mereka 1 SMA, juga bersama Chanyeol dan Jongdae.


"Aku tidak percaya Byun Baekhyun sekarang sudah memiliki isteri secantik ini, bahkan sedang hamil anak kedua? Wah, terlihat bahagia sekali ya?" Namanya Su-Ji, Bae Su-Ji lengkapnya, wanita itu langsung menyambut ramah Baekhyun dan Hana yang datang ke tempatnya.


Sebelum ini Baekhyun memang sudah lebih dulu menghubungi Su-Ji, untuk setidaknya memberitahu apa yang terjadi pada isterinya.


Baekhyun sempat bertanya pada Su-Ji, "Apa membawanya padamu sudah benar? Atau harus ke psikiatri?"


"Untuk langkah awal, membawanya padaku sudah tepat kok. Setelah konsultasi pertama nanti, baru bisa diputuskan apakah isterimu harus ditangani oleh psikater atau cukup aku saja sebatas psikolog."

__ADS_1


Jadi sekarang Hana sudah bersama Su-Ji di ruangan konsultasi sedangkan Baekhyun menunggu di luar.


Hana menceritakan semuanya, kejadian itu, bahkan sampai tentang perasaannya yang merasa tidak layak untuk sang suami.


"Hal pertama yang harus kau lakukan adalah, rewire your thingking, ubah pola pikirmu Hana. Kau adalah korban dari kekerasan seksual, bukan pelaku. Kau tidak melakukan hal kriminal apapun, atau sengaja menyakiti Baekhyun, suamimu sendiri. Itu semua diluar kendalimu kan?" Setelah Hana bercerita panjang lebar, kini gilira Su-Ji yang bicara.


"Mungkin iya, itu bukan salahku. Perlahan aku sudah menyadarinya. Tapi bagaimanapun itu tidak merubah fakta bahwa dia sudah menyentuhku, aku disentuh pria lain selain suamiku sendiri dan di sana lah masalahnya. Aku masih menganggap itu selayaknya sebuah kecacatan dihidupku, kau tau? Baekhyun itu nyaris sempurna, satu titik ketidaksempurnaannya hanyalah karena dia memiliki isteri sepertiku," jawab Hana.


"Tidak begitu, Hana. Kau harus mengubah prespektifmu tentang layak dan kesempurnaan."


"Perfection atau kesempurnaan itu bukan pencapaian dari hidup. Definisi sempurna untuk Baekhyun mungkin berbeda, bagaimana kalau dia merasa sempurna karena memilikimu? Memiliki sosok yang ia cintai."


"Tapi rasanya tidak masuk akal bukan?"


"Kenapa tidak masuk akal? Bagaimana kalau posisinya dibalik, sesuatu terjadi dengan Baekhyun dan membuatnya menjadi tidak sesempurna sebelumnya, apa yang akan kau lakukan? Kau membuangnya?"


"Tentu saja tidak."


"Kau akan tetap menerimanya kan?"


"Iya."


"Kenapa?"


"Karena aku mencintainya."


"Dan itu yang Baekhyun lakukan juga untukmu Hana. Coba posisikan seolah-olah kau adalah orang lain. Apa kalau ada orang lain yang bernasib sepertimu, kau akan menghinannya seperti kau menghina dirimu sendiri? Apa kau akan menjudge dia kalau dia tidak layak seperti kau menjudge dirimu sendiri?"


Hana terdiam, ia mencoba untuk menyerap semua kata-kata Su-Ji ke dalam benaknya. Berusaha mengkoneksikannya dengan hati dan pikirannya. Su-Ji pun meraih tangannya, menggenggam erat memberi kekuatan, sebelum kembali bicara,


"Hey, Hana, kau tau? Perasaan worthless atau perasaan tidak layak-mu itu bukan sebuah perasaan loh sebenarnya. Itu hanya keyakinan yang kau bangun sendiri atas semua yang terjadi denganmu. Jadi, kau harus melepas keyakinan itu, karena keyakinan itu salah. Tidak mudah memang untuk lepas dari itu, tapi pasti bisa, pelan-pelan. Seperti yang aku bilang tadi, rewire your thingking, first. Ubah sudut pandangmu. Lihat dirimu sebagai orang lain. Pertama mungkin kau akan kasihan dengannya, empati, lalu lama-kelamaan berubah jadi rasa sayang. Sayang yang akhirnya kau dapatkan darimu dan untuk dirimu sendiri."


"Kau adalah orang baik, dan coba untuk bisa baik pada dirimu sendiri juga, Hana. I tell you, you are great person. Aku bahkan salut denganmu, kau bisa membuat Baekhyun jatuh cinta denganmu. Pria yang tadinya tidak mau menikah dan jatuh cinta, sekarang bisa kau buat jatuh cinta denganmu, memiliki anak darimu dan membangun keluarga kecil kalian. Sadar tidak kalau kau punya power itu? Power yang tidak bisa dimiliki wanita lain. Yaitu membuat Baekhyun jatuh cinta."


#####


Note:


Guys, aku bukan anak psikolog, atau orang yang ngerti banget tentang kesehatan mental dan sejenisnya. Jadi, apa yang aku tulis di sini kalau mungkin ada yang gak sejalan sama sebagaimana seharusnya, mon maap ya.. hehe


Aku tetap berusaha research kok lalu aku kembangkan sama pendapatku sendiri. Semoga ada yang bisa kalian ambil dari semua pesan Su-Ji untuk Hana yaaa....


Oya, abis ini aku bakal jarang update, karna udah ga nyetok part lagi, jd abis nulis langsung publish😌


Semoga tetep pada nungguin ya...


Oke... c u✨

__ADS_1


__ADS_2