Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
22


__ADS_3

Karena tadi partnya pendek, jadi double update nih yaa...


Makasih buat yang selalu vote, like dan comment yaa✨


Enjoy guys!!!


####


Setelah hampir 1 minggu sadar dari komanya dan selama itu juga Baekhyun memulihkan diri, jadi sekarang ia sudah dibolehkan pulang oleh dokter. Bahkan keadaannya jauh lebih baik dari pada perkiraan sang dokter.


"Untung Hana sedang libur semester, jadi bisa merawatmu dengan penuh," ucap Chanyeol ketika mereka baru saja sampai di rumah Baekhyun dan kini sedang duduk bersama di ruang tengah.


"Oh iya, bagaimana ujianmu? Maaf ya, fokusmu pasti terganggu karena keadaanku," ucap Baekhyun pada Hana.


Hana menggeleng, "Tidak, aku kan hebat. Aku bisa kok mengerjakannya dengan baik. Tidak tau sih hasilnya bagaimana, tapi aku sudah berusaha keras semampuku," jawab Hana.


Suaminya tersenyum, tangannya bergerak untuk mengusap rambut Hana, "Iya, isteriku hebat."


Chanyeol yang melihat itu ikut tersenyum. Dialah yang sangat tau bagaimana Hana dan Baekhyun sebelum bertemu satu sama lain. Hanya Hana yang membuat Baekhyun lembut ke wanita seperti ini, juga hanya Baekhyun yang membuat Hana mau berusaha keras untuk dirinya sendiri.


"Kalau begitu, aku pulang sekarang ya?" Pamit Chanyeol.


"Iya, silakan."


Chanyeol hanya memutar bola matanya malas ketika Baekhyun membalasnya seperti itu seolah kepergiannya memang ditunggu sedari tadi.


"Oppa, pulang ya Hana?" Kini Chanyeol pamit juga pada Hana, pria itu bahkan menepuk bahu adik sepupunya. Baekhyun yang melihat itu cukup heran, karena ia lebih sering melihat pertengkaran mulut antara kedua saudara itu dibanding hal seperti ini. Apalagi Hana, Baekhyun menyadari perubahan Hana yang kini jadi lebih pasif.


"Hati-hati," hanya itu hanya Hana ucapkan, ketika biasanya mungkin akan mengatakan, "Kenapa tidak dari tadi saja oppa kau pulang?" Pada Chanyeol yang akan pergi.


Kini Chanyeol sudah pergi, tersisa Baekhyun dan Hana karena Hyuna juga sudah ditidurkan lebih awal.


"Hana...," panggil Baekhyun.


Hana menoleh, lalu bertemu tatap dengan mata suaminya, "Hm?"


"Kau benar baik-baik saja?"


Hana mengerjapkan matanya sebentar sebelum menjawab, "Tentu saja. Memang aku kenapa?"


"Tidak ada yang kau sembunyikan?"


Hana menggeleng, "Tidak ada, Baekhyun."


"Jadi apa cuma perasaanku?"


"Kenapa?"


"Sejak pertama kali aku sadar, kau terlalu berbeda."

__ADS_1


"Apa hanya perasaanku?"


Hana terdiam sejenak, harusnya ia tau kalau Baekhyun sudah sangat mengenalnya.


"Mungkin aku hanya masih terbawa suasana ujian? Haha, iya sepertinya begitu. Maaf ya kalau kau terganggu oleh sikapku ini, aku tidak apa-apa, Baekhyun."


"Mungkin aku juga yang masih terlalu khawatir," balas Baekhyun.


"Aku hanya....,"


Ucapan Baekhyun terhenti ketika tangan Hana melingkar di tubuhnya untuk mendekapnya, "Maaf ya kalau aku terlihat berbeda. Sungguh, aku tidak apa-apa. Melihatmu kembali sadar, aku sangat senang. Tapi mungkin sekaligus terkejut. Karena Baekhyun, jujur saja, aku hampir menyerah menunggumu."


Baekhyun masih diam, menunggu Hana untuk melanjutkan ucapannya, "Aku sangat takut kalau kau akan pergi dan meninggalkanku sendirian di sini."


"Aku sangat takut sampai untuk melihatmu saja aku sempat tidak sanggup."


Baekhyun mengangguk, mungkin Hana hanya masih shok. Pria itu mengusap punggung isterinya lembut.


"Tidak apa-apa, aku minta maaf juga karena harus membuatmu menunggu selama itu, membuatmu khawatir dan takut. Pasti tidak mudah ya menjalani semuanya sendirian?"


Hana mengangguk, "Jadi, jangan sakit lagi ya?"


"Iya sayang."


"Rasanya terlalu menyeramkan Baekhyun, melihatmu memejamkan matamu terus menerus, sangat menyeramkan."


Baekhyun terkekeh, "Lebih seram mana dengan hantu?"


"Makasih ya sudah menunggu. Meski harus nyaris menyerah. Tapi kau masih di sini, aku sangat lega."


Hana mengangguk, tangannya bergera meraba wajah suaminya, tepatnya di mata, "Mata ini tidak boleh terpejam terlalu lama lagi."


Lalu kini turun ke bibir, "Dan bibir ini harus meresponku kalau aku menciumnya. Kau pikir aku apa mencium tapi tidak di balas?"


Baekhyun terkekeh kecil sebelum meraih tangan Hana untuk kemudian ia cium punggung tangannya, "Jadi aku dicium terus selama koma?"


"Mimpi apa sih? Kenapa sampai tidak merasa begitu aku cium setiap hari?"


"Bertemu bidadari cantik."


"Oh pantas saja betah."


"Aku bertemu ibu, Hana."


Hana menatap Baekhyun dengan diam.


"Ia terlihat baik. Dia bilang di mimpi itu kalau dia akan selalu baik-baik saja selama aku juga baik-baik saja di sini."


"Aku terlalu merindukannya sampai aku tidak ingin menghentikan mimpi itu, aku ingin ikut dengannya Hana."

__ADS_1


"Tapi tidak lagi ketika aku juga bermimpi melihatmu yang menangis terus menerus. Kau tampak begitu hancur. Tidak tau apa yang terjadi, tapi Hana kau sangat hancur di sana. Jadi yang aku inginkan setelah itu hanyalah bangun dari mimpi apapun itu untuk segera memelukmu."


Hana tidak bisa mengalihkan atensinya dari sang suami yang bercerita, tiba-tiba ia ingin menangis lagi.


"Jangan hancur Hana, atau aku akan lebih hancur," ucap Baekhyun. Hana menelan salivanya sendiri, lalu mencoba untuk tersenyum.


"Selama ada kau, aku akan selalu baik-baik saja."


"Sekarang kita tidur ya? Kau masih harus banyak istirahat."


Baekhyun pun pergi naik ke kamar mereka yang ada di lantai atas, dipapah oleh Hana.


***


Baekhyun turun dari tangga karena saat ia terbangun, ia tidak menemui Hana. Jadi ia pikir Hana sudah bangun lebih dulu, dan biasanya sedang membuat sarapan.


Benar saja. Pria itu menemukan Hana yang sedang berdiri di depan kompor dengan tatapan kosong ke arah tembok dan entah sengaja atau tidak masakannya juga jadi dibiarkan begitu saja.


Tadinya Baekhyun sudah merasa lebih tenang, tapi menemukan Hana yang seperti ini membuat ia kembali yakin kalau terjadi sesuatu pada Hana, wanita itu terlihat banyak pikiran dengan mata kosongnya, belum lagi senyumnya yang lebih sedikit dari biasanya.


"Hana....," Baekhyun segera mengusap kedua lengan Hana di belakang wanita itu yang akhirnya membuat Hana tersadar dari lamunannya.


"Eh? Astaga! Nasi gorengnya gosong!" Hana terperanjat saat melihat masakan yang ia masak itu mulai gosong.


Hana segera mematikan kompornya, lalu menatap Baekhyun dengan senyum sedikit kaku, "Hehe, maaf ya."


"Aku tadi---,"


"Kau melamun!"


"Aku---,"


Baekhyun menghela napasnya berat saat Hana tidak juga menyelesaikan kalimatnya.


"Bagaimana aku bisa percaya kalau kau baik-baik saja sedangkan kau seperti ini."


"Tidak apa kalau belum mau jujur."


"Aku tidak akan memaksa."


"Baek, aku tidak---,"


"Apapun itu, lepaskan kalau sudah siap ya?"


Hana memaki dirinya sendiri dalam hati, kalau sudah begini, Baekhyun pasti ikut merasa sakit hati. Ia terbiasa dibagi apapun oleh Hana tentang sekecil apapun masalahnya, dan sekarang Baekhyuh mengetahuinya menyembunyikan sesuatu.


"Maafkan aku."


Baekhyun tersenyum, "Kalau menyembunyikannya bisa membuatmu lebih nyaman silakan simpan itu untuk sekarang, aku akan menunggu sampai kapanpun kau akan mengatakannya."

__ADS_1


Dan kalimat Baekhyun hanya membuat Hana semakin merasa bersalah.


__ADS_2