Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
08


__ADS_3

Hana terus memukul kepalanya sendiri saat dia tidak juga mengerti apa yang tadi dosennya sampaikan.


"Heish! Kenapa sih kau bodoh sekali!" Maki Hana sendiri.


Sekarang sedang tidak ada kelas, yang lain pergi ke kantin atau kemanapun mereka mau sedangkan Hana masih di kelas untuk mengulang sendiri apa yang tadi ia pelajari.


"Jangan memukul kepalamu sendiri, Hana," ucap seseorang yang baru saja mendekat. Hana menoleh, dia Sin Ho lagi.


"Mau aku bantu jelaskan?" Tawar Sin Ho.


"Boleh," jawab Hana.


Sin Ho pun menjelaskan tentang apa yang tidak dimengerti oleh Hana. Sampai akhirnya otak Hana mulai sedikit terbuka karena penjelasan Sin Ho justru lebih rinci dan jelas untuknya.


"Jadi begitu, Hana," Sin Ho menutup penjelasannya.


"Ah, ternyata tidak serumit yang aku bayangkan ya? Terimakasih Sin Ho," ucap Hana dengan senyum lebarnya karena ia merasa puas atas penjelasan Sin Ho ia bisa lebih paham sekarang.


"Kalau kau butuh bantuan, jangan sungkan meminta bantuanku. Kita ini teman, bukan?"


Hana mengangguk semangat. Mungkin memang pikirannya terlalu jauh untuk berpikir bahwa Sin Ho menyukainya, lagipula kenapa langsung kepedeaan begitu sih. Mungkin Sin Ho memang seperti ini. Ramah dan baik orangnya.


"Baiklah."


"Terimakasih sekali lagi, Sin Ho."


"Kapan-kapan akan aku traktir makan siang."


Sin Ho membuka matanya sedikit lebar, "Benarkah?"


Hana mengangguk, "Bersama Hyo Ri juga nanti."


"Baiklah, aku anggap itu sebagai janji."


Sin Ho mengacungkan jari kelingkingnya untuk siap disambut oleh kelingking milik Hana.


"Aku ketinggalan apa ini? Kenapa kalian mendadak jadi sangat akrab?" Hana dan Sin Ho kompak menoleh ketika ada satu suara lagi yang datang. Itu Hyo Ri.


"Sin Ho hanya membantuku belajar," jawab Hana.


"Ah, begitukah?"


"Tadi aku dengar kalian membuat janji."


"Janji apa?"


"Kita akan ditraktir oleh Hana!"


Mata Hyo Ri membulat, "Benarkah?"


"Harusnya sih hanya untuk Sin Ho, karena dia yang membantuku. Tapi karena aku baik, jadi aku mengajakmu juga."


Hyo Ri langsung menyenggol lengan Hana, "Kalau mau berduaan juga tidak masalah. Cukup delivery saja nanti untukku."


"Tidak mungkin kita berduaan, tidak baik berduaan dengan wanita yang sudah menikah," jawab Sin Ho menatap Hana.


"APAA?! HANA KAU SUDAH MENIKAH?"

__ADS_1


Hana menutup telinganya ketika Hyo Ri berteriak. Ia kira perempuan ini pendiam dan lemah lembut saat pertema kali melihatnya, tapi ternyata dugaannya salah.


"I-iya, aku sudah menikah."


"Bahkan sudah memiliki anak."


Sin Ho ikut terkejut karena untuk soal anak, Sin Ho juga tidak tau. Sin Ho kira Hana hanya pengantin baru, yang belum memiliki momongan.


Hana meringis salah tingkah ketika dua temannya sama-sama menunjukan ekspresi luar biasa kaget, "Aku ini 2 tahun lebih tua dari kalian. Aku cuti kuliah sejak hampir 2 tahun lalu karena aku sedang mengandung dan melahirkan."


"UWAH! DAEBAK! Jadi kau menikah sejak umurmu 20 tahun?" Hyo Ri masih heboh.


Hana mengangguk, "Ya kurang lebih begitu."


"Tapi kau masih terlihat seperti seumuran kita, eh aku harus memanggilmu eonnie!"


"Kau juga Sin Ho, dia noona-mu!"


Hana terkekeh, "Tidak perlu, katanya aku masih terlihat seumuran kalian, jadi anggaplah begitu."


"Boleh aku lihat anak-mu, wah dia pasti cantik sepertimu kan?"


Hana kembali salah tingkah mendengar ucapan Hyo Ri, ia pun langsung membuka ponselnya dan menunjukan foto keluarganya. Iya foto yang terdapat Baekhyun juga di sana.


"Ini suamimu?"


Hana mengangguk.


"Dia tampan," celetuk Hyo Ri.


"Maksudku, dia tampan, kau cantik, jadi kalian cocok."


Sin Ho mengangguk, "Namanya siapa?" Sin Ho bertanya.


"Byun Hyuna."


"Namanya secantik anaknya," ucap Sin Ho.


Hana tersenyum bangga. Hyuna memang cantik. Baekhyun memang tampan. Dan keduanya milik Hana. Keduanya adalah keluarga kecilnya.


"Kau pasti sibuk menjaga keluargamu ya? Pasti tidak ada waktu untuk kita main seperti kumpul bersama di Cafe, atau semacamnya," keluh Hyo Ri sambil memberikan kembali ponsel Hana.


"Bisa kok, mungkin hanya sesekali," jawab Hana. Bagaimanapun ia harus menjaga pertemanan ini, tidak mudah untuk Hana memiliki teman sejak dia sekolah. Temannya hanya 1, yaitu Sehun. Jadi ingin merasakan bagaimana rasanya berteman dengan yang lain.


"Kalau begitu bisa hari ini? Kita ke Cafe dekat sini saja, kebetulan kan ada tugas, walaupun tugas individu tapi kita bisa berdiskusi kan?" Ajak Hyo Ri.


"Boleh," jawab Sin Ho.


Hyo Ri dan Sin Ho kini menatap Hana, meminta jawaban wanita itu, "Nanti aku izin dengan suamiku dulu ya?" Balas Hana.


Hyo Ri mengangguk.


***


"Kalau tidak penting-penting amat lebih baik tidak usah!"


Hana mencebikan bibirnya ketika mendengar ucapan Sehun. Barusan ia bilang kalau ia akan pulang telat karena akan kumpul dulu di Cafe dengan kedua temannya sambil mengerjakan tugas.

__ADS_1


"Kalau soal tugas, Baekhyun-hyung bisa membantumu, di rumah!"


"Lagipula tugas individu kan?"


"Sehun! Kau tau kalau temanku itu hanya kau! Apa salah kalau aku mau berteman juga dengan yang lain?!"


"Kalau begitu aku ikut!"


"Jangan dong! Kau kan kakak tingkat, mereka pasti canggung denganmu!"


"Kau pulang saja, aku bisa pulang sendiri!"


Sehun menatap Hana jengah, "Lalu aku harus bicara apa dengan suamimu?"


Hana terdiam, iya juga ya.


"Biar aku menunggumu," ucap Sehun.


Hana menggeleng, ia tidak mau merepotkan orang lain.


"Jangan. Biar aku telpon Baekhyun dulu, aku akan minta jemput sekalian dia pulang kantor," balas Hana.


"Telpon sekarang di depanku!"


"Tidak mau, aku mau sayang-sayangan dengannya, kau tidak perlu dengar!"


Dan Sehun hanya memutar bola matanya malas.


***


Sehun sudah di rumahnya sekarang. Ia menuruti Hana untuk pulang lebih dulu. Jadi agar ia tenang, ia akan menghubungi suami sahabatnya itu.


"Halo Hyung!" Tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun mengangkat telponnya.


"Iya?"


"Hana sudah izin denganmu kan akan pulang telat?"


"Sudah, dia bilang ada tugas kelompok jadi harus dikerjakan bersama."


"Nanti biar aku yang menjemputnya sekalian pulang kantor."


"Baik, hyung. Aku hanya memastikan, takut Hana tidak mengabarimu."


"Iya Sehun. Kalau begitu aku tutup ya."


"Ne, hyung."


Setelah telponnnya terputus, Sehun meremas ponselnya yang keras. Tangannya terkepal kuat, karena ia menyadari sesuatu.


Hana mengatakan pada Baekhyun kalau dia ada tugas kelompok. Padahal tadi sahabatnya itu mengatakan dengannya kalau itu tugas individu dan Hana hanya akan main sekalian mengerjakan tugas.


"Hana, kau sudah berani membohongi suamimu?"


***


Sedangkan di tempat lain ada Hana yang sedang asik tertawa dengan kedua teman barunya.

__ADS_1


Iya. Hanya itu yang mereka lakukan. Berbicang, bercanda dan tertawa bersama.


Agenda untuk mengerjakan tugas ternyata hanya sebuah wacana.


__ADS_2