
Malamnya, Baekhyun belum juga bertanya pada Hana. Sebenarnya sudah niat tapi sekarang masih ada Chanyeol dan Jaemin sedang main ke rumah mereka. Membawa banyak makanan untuk menghibur Hana, ide Baekhyun memang, dia juga yang menyuruh yang lain untuk datang ke sini. Tidak apa-apa, itu bisa ditanyakan nanti, melihat Hana sudah bisa tersenyum membuat hatinya sangat lega.
"Sehun tidak diajak?" Tanya Hana pada Baekhyun.
"Dia menyusul," jawab Baekhyun.
Hana mengangguk paham.
"Kau ini ya tidak ada teman lain selain kita apa?" Tanya Chanyeol, Hana memicingkan mata merasa diejek.
"Terakhir aku berteman dengan orang lain, aku celaka!" Jawab Hana. Baekhyun menatap Hana, wanita itu bicara santai dan tanpa beban, seolah itu bukan masalah yang besar, tapi ia yang paling tau kalau Hana masih sangat terluka.
Ucapan Hana langsung membuat yang di sana diam. Tidak berani menyahut karena takut menyinggung Hana.
"Paman Chan, paman Jaemin, lihat gambarku, bagus tidak?" Beruntungnya Hyuna yang muncul dari kamar membawa buku gambarnya datang tepat waktu untuk mengalihkan suasana canggung ini.
"Bagus sekali Hyuna!" Puji Jaemin.
Chanyeol juga mengangguk sambil tersenyum, tangannya terulur untuk mengusap rambut keponakannnya, "Kau menurun ibumu sekali ya, pandai menggambar," ucap Chanyeol.
Iya. Tidak banyak yang tau kalau Hana itu pandai menggambar, karena hobi dan kesukaannya itu selalu ditutupi oleh tuntutan sang ayah sejak dulu.
"Ibu pandai menggambar?" Tanya Hyuna.
"Tidak, kau lebih pandai!" Balas Hana.
"Kau akan jauh lebih pandai karena kau punya ayah yang supportif yang akan mendukung dan mefasilitasi hobimu ini, jadi bakatmu itu semakin terasah dan tidak ada yang menghambat," tambah Hana lagi. Hyuna hanya mengangguk-angguk meski sebenarnya tidak terlalu paham maksud ibunya apa.
"Jadi terus lakukan apapun yang kau suka ya sayang?" Sekali lagi Hyuna mengangguki ucapan Hana, kali ini lebih yakin.
"Kalau begitu aku mau lanjut menggambar di kamar," jawab Hyuna.
"Tapi jangan sampai kelelahan, kalau mengantuk, tidur ya?" Sekarang Baekhyun yang bersuara.
"Siap ayah!" Hyuna pun kembali pergi ke kamarnya.
Tak lama dari itu bel rumah berbunyi.
"Sepertinya itu Sehun, biar aku buka dulu," ucap Baekhyun langsung berdiri dan pergi ke pintu depan untuk memastikan siapa yang datang.
Sedangkan Hana fokus mengobrol pada kakak sepupunya dan adik iparnya.
"Kandunganmu bagaimana? Sehat kan?" Tanya Chanyeol, yang langsung diangguki oleh Hana.
"Wah aku tidak percaya hyung sudah mau punya anak 2," Jaemin ikut menyambar.
__ADS_1
"Jaga baik-baik keponakanku Hana."
"Keponakanku juga hyung."
"Iya-iya keponakan kita berdua."
Hana terkekeh melihat Jaemin tidak mau kalah.
"Hana...," kekehan Hana terhenti saat ada suara yang memanggil namanya, ia menoleh lalu mendapati Sehun yang di sampingnya berdiri Baekhyun dan 1 orang wanita yang sangat ia kenal. Hyo Ri.
Untuk beberapa saat Hana terpatung melihat keberadaan Hyo Ri. Teman kuliah Hana itu memang beberapa kali sempat mencoba menghubungi Hana tapi Hana yang sengaja menghindari. Bukan benci. Hyo Ri tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian itu. Hana hanya takut salah percaya lagi dengan orang.
"Hyo Ri?"
"Ya!!! Park Hana!!!" Hyo Ri langsung menghampiri Hana, duduk di samping si wanita hamil lalu memeluknya, Hyo Ri bahkan melukan Baekhyun sebagai suami dari Hana dan pemilik rumah ini.
"Tolong jangan memeluknya terlalu erat, Hana sedang hamil," ucap Baekhyun yang langsung membuat Hyo Ri melepas pelukannya.
"Ah? Benarkan? Selamat kalau gitu!"
Hana masih diam di saat Hyo Ri sudah heboh sendiri.
"Hana, kau kemana saja? Aku merindukanmu! Aku mencarimu!" Ucap Hyo Ri lagi sambil menggenggam tangan Hana erat.
"Maaf Hana, aku membawa Hyo Ri ke sini karena dia terus menggangguku di kampus dan selalu menanyakanmu."
"Mungkin kalau kalian mau bicara berdua kami semua bisa pergi dulu," ucap Baekhyun.
Hana tampak gelisah, ia sendiri tidak tau apa Hyo Ri sudah mengetahui tentang dia dan Sin Ho atau belum. Entah apa penyebab jelasnya, Hana merasa sedikit takut ketika berhadapan dengan Hyo Ri, rasa trauma itu, rasa kepercayaan yang sudah hancur lebur dalam persahabatan mereka karena Sin Ho mungkin jadi penyumbang terbesar ketakutan Hana sekarang.
Hyo Ri menangkap kegelisahan Hana yang dari tadi belum menjawab sama sekali.
"Hana, kita bicara ya? Jangan takut. Biarkan suamimu di sini juga," ucap Hyo Ri.
"Baekhyun-ssi, aku mau bicara dengan Hana, tapi kau bisa mendampinginya, bagaimanapun kau adalah orang yang paling Hana percaya untuk saat ini."
Baekhyun mengangguk, ia pun memberi kode pada Sehun, Chanyeol dan Jaemin agar pergi ke balkon sebentar.
"Hana...," Hyo Ri membuka pembicaraannya.
"Kau tau?" Tanya Hana langsung pada poinnya.
Hyo Ri mengangguk lemah. "Apa beritanya sudah tersebar keseluruh penjuru kampus?" Tanya Hana lagi.
Hyo Ri menggeleng, "Tentang dirimu tidak. Tapi tentang Sin Ho... iya."
__ADS_1
"Namanya di kampus sudah sangat jelek, semua orang tau kalau dia adalah pelaku pelecehan seksual, tapi kau tenang saja ya, tidak ada yang tau siapa korbannya. Sempat ada rumor kau yang jadi korban karena kau juga tiba-tiba menghilang, tapi Sehun sunbae langsung menyelesaikannya."
"Hana, atas namanmu aku sudah memaki pria bejat itu sejak di hari pertama ia di penjara."
"Aku menamparnya, aku memukulnya, untukmu Hana."
Hana menatap Hyo Ri, haruskan ia percaya pada Hyo Ri?
"Hana... aku mengerti kekhawatiranmu, kau pasti iadi sulit percaya dengan orang lain kan? Kau tidak harus percaya padaku Hana, itu terserahmu. Aku juga bukan orang sebaik itu untuk bisa kau percaya, tapi yang bisa aku pastikan adalah aku peduli denganmu. Ini bukan hanya tentang kasihan. I really care about you, Hana."
Hana mulai menitikan air matanya.
"Ei, jangan menangis, aku bisa dihabisi suamimu karena membuatmu menangis," gurau Hyo Ri sambil melirik Baekhyun yang terkekeh kecil.
"Terimakasih Hyo Ri," ucap Hana pada akhirnya dengan senyum tipis.
"No needs, bestie."
"Maaf selama ini aku menghindarimu, selama setengah tahun ini aku menghindari semuanya, termasuk suamiku sendiri."
"Semuanya berat untukku Hyo Ri."
"Gwenchana, kau melaluinya dengan sangat hebat," balas Hyo Ri.
"Semua yang terjadi padamu tidak merubah dirimu Hana. Kau masih Park Hana yang baik hati dan cantik yang suaminya itu Byun Baekhyun."
"Kau dengar itu Hana?" Baekhyun tiba-tiba menyambar.
"Bukan hanya aku yang mengakatakan semacam itu kan? Jadi apa sekarang kau percaya kalau apapun yang terjadi, kau tetap Park Hana, isteriku yang cantik dan baik hati katanya."
Mendengar ucapan Baekhyun, Hana jadi malu sendiri membuat Hyo Ri pun tertawa.
"Tetap jadi temanku ya Hana?" Tanya Hyo Ri ketika tawanya sudah selesai dan kembali pada mode serius.
"Terimakasih."
"Untuk apa lagi?"
"Untuk mau jadi temanku. Jadi aku tidak diejek lagi kalau temanku hanya Sehun dan bergaul hanya dengan sanak saudara sendiri."
Baekhyun dan Hyo Ri tertawa lagi mendengar ucapan Hana.
"Tidak apa-apa punya sedikit orang di hidupmu, asal semua orang itu worth it untuk ada di hidupmu," jawab Baekhyun.
"Benar. Apalagi suamimu sendiri. Sangat worth it bukan? Kalau tidak, perutmu tidak buncit karena hamil anaknya kan?" Hyo Ri kembali bergurau membuat pipi Hana panas dan memerah karena digoda seperti ini.
__ADS_1
"Hana, aku tidak akan minta untuk selalu menyertakanku dalam masalahmu. Itu hakmu mau berbagi atau tidak. Tapi yang pasti, aku selalu di sini kalau kau mencari."