BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 10. Michael Verrali Blackwell.


__ADS_3

[ Author ]


"Lo kemana aja sih, kenapa nomer lo nggak bisa di hubungi sama sekali?!"


"Bukan urusan lo."


"Tentu aja itu urusan gue."


"Kenapa?"


"Karena lo adalah calon istri gue."


"Gue udah bilang kan kalau gue nggak mau nikah sama lo, gue bakal balikin semua uang yang gue pinjem dari perusahaan lo dan juga uang yang lo tranfers ke gue." ucap Sherlyna menatap Michael kesal.


Bagaimana tidak kesal, Sherlyna baru saja pulang dari rumah Mario dan belum juga ia sempat memasuki rumah. Tapi Michael yang datang entah sejak kapan main menarik tangannya seenak udel dan sekarang tibalah Sherlyna tiba di apartemen Michael.


Michael yang mendengar ucapan Sherlyna malah tersenyum miring dan berjalan mendekati Sherlyna yang duduk di sofa.


"Gaya banget sih, sok punya duit aja lo? Oh gue tau, sekarang kan lo udah dapet yang lebih kaya dari gue jadi lo bisa balikin uang gue gitu aja... Tapi lo pikir lo bisa lepas dari gue gitu aja?" ucap Michael panjang lebar.


Sherlyna melotot. "Lo nggak tau apa-apa soal gue jadi jangan sok tau, tadi itu pacar gue namanya Mario!"


"Terus gue harus peduli dengan pacar baru lo itu." ucap Michael semakin mendekati Sherlyna.


"Dia bukan pacar baru gue, gue udah pacaran sama dia itu udah tiga tahun!" ucap Sherlyna.


"Lo di bayar berapa sih sama dia." ucap Michael seraya mengusap pipi kanan Sherlyna.


Sherlyna pun langsung menepis tangan Michael, "dia nggak pernah bayar gue!"


"Oh... Jadi dia dapet yang gratisan dong ya... Berarti gue boleh dong, kan gue udah bayar lo mahal."

__ADS_1


"Maksud lo apa?" tanya Sherlyna sebenarnya dia tau apa maksud perkataan Michael.


"Jangan pura pura bego deh lo."


"Gue nggak---


"Gue akan kasih tau apa maksud gue." ucap Michael memotong ucapan Sherlyna dan langsung menyambar bibir Sherlyna dengan bibirnya.


Michael memegang kedua tangan Sherlyna yang berusaha memukul-mukul tubuhnya. Michael tersenyum melihat Sherlyna yang mengatur nafasnya akibat ciumannya barusan.


"Gue Michael Verrali Blackwell nggak akan pernah ngelepas apapun yang udah menjadi milik gue gitu aja dengan mudah." setelah mengucapkan itu Michael kembali mencium bibir Sherlyna.


Michael sengaja menggigit bibir bawah Sherlyna karena Sherlyna tidak mau membuka mulutnya. Sherlyna terus meronta dengan susah payah karena kedua tangannya di pegang oleh Michael, walau hanya dengan satu tangan kiri Michael. Tapi pegangannya terlalu kuat.


Michael tersenyum miring saat lama-lama pemberontakan Sherlyna mulai melemah dan tidak sekuat tadi. Michael membawa satu tangannya menyusup ke dalam kaos Sherlyna dan mengusap sesuatu yang ada di dalamnya.


Sherlyna bergidik merasakan sensasi baru dalam hidupnya, rasanya seperti ada kupu kupu yang berterbangan di perutnya yang membuatnya kegelian saat Michael menghisap lehernya dan juga tangan Michael yang mengusap bagian dadanya. Sherlyna menggigit bibir bawahnya saat Michael semakin menurunkan bibirnya dan usapan tangannya semakin intens.


Setelah melepas kaos Sherlyna, Michael kembali mencium bibir Sherlyna dengan ganas. Dan tanpa melepaskan bibirnya dari bibir Sherlyna, Michael mengangkat tubuh Sherlyna dari sofa menuju kamarnya.


Dengan tidak santainya Michael melempar tubuh Sherlyna keatas ranjang, membuat Sherlyna kembali tersadar dan langsung bangkit dari kasur saat melihat Michael melepaskan seluruh pakaiannya.


Sherlyna menatap Michael tajam, tangannya menutupi dada bagian depannya... "Please jangan gila Michael!."


"Kenapa? Bukanya lo tadi nikmatin permainan bibir gue?" tanya Michael dengan senyuman mirinngnya berjalan dengan santai mendekati Sherlyna yang melangkah mundur.


"Hahahaa kenapa lo terlihat ketakutan?" ucap Michael sambil tertawa senang melihat raut wajah Sherlyna.


Sherlyna melihat kanan kiri saat punggungnya membentur dinding kamar Michael dan tidak ada ruang untuk dirinya lagi untuk melangkah mundur.


Michael menarik tangan Sherlyna kasar lalu menghempaskan tubuh Sherlyna kembali keranjang. Sherlyna beringsut mundur saat Michael merangkak naik keatas ranjang.

__ADS_1


Michael menarik kedua kaki Sherlyna dan menghiraukan Sherlyna yang terus berusaha menendangnya. Dengan gerakan cepat Michael merambat naik keatas tubuh Sherlyna.


"Michael jangan gila!" pekik Sherlyna karena percuma saja ia memberontak sejak tadi jika kedua tangannya di genggam Michael dengan kuat dan kedua kakinya yang di tindih Michael.


"Gue emang udah tergila-gila sama lo sejak gue bawa lo keluar dari club, waktu itu gue emang udah tahan mati-matian buat nggak nyentuh lo.... Tapi buat saat ini, sorry gue nggak bisa berhenti karena gue benar benar udah nggak tahan." ucap Michael panjang lebar.


Michael langsung mencium bibir Sherlyna dengan penuh nafsu.... "Gue nggak pernah puas buat cium bibir lo." gumam Michael menurunkan ciumannya ke leher Sherlyna.


Michael menarik bra yang Sherlyna gunakan dengan sekali tarikan dan langsung membuangnya begitu saja tanpa peduli dimana barang itu akan jatuh.


"Michael gue m-moh-onnnn sss-stop." ucap Sherlyna dengan sudah payah karena sensasi yang ia dapat dari bibir Michael berada di dada kirinya dan juga tangan Michael yang ikut serta memainkan dada kanan Sherlyna.


Sherlyna ingin terus memberontak, namun sialnya tubuhnya dengan bodonnya menerima semua perbuatan Michael. Bahkan sekarang Michael sudah tidak bermain dengan tubuh atasnya dan berusaha membuka celana jeansnya.


Michael bangkit dari atas tubuh Sherlyna lalu menarik celana jeans Sherlyna. sekaligus dalemannya.


"Sempurna." gumam Michael lalu kembali merambat keatas tubuh Sherlyna.


Sherlyna menggelengkan kepalanya kuat kuat saat Michael mendaratkan bibirnya di dada kanan Sherlyna dan tangan kiri Michael yang juga *** lembut dada kirinya.


Sherlyna memejamkan matanya merasakan sensasi yang ia dapatkan. Tangannya mencengkeram seprai saat merasakan tangan kanan Michael yang juga ikut beraksi dengan mengusap bagian intimnya.


Sekuat tenaga Sherlyna menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah dan hal itu membuat bibirnya berdarah.


"Jangan kecewa seperti itu, gue bakal buat lo melayang dengan senjata gue...."


"Please----


"Jadi lo udah siap banget ya buat gue?"


Sherlyna menggelengkan kepalanya lemah saat Michael memotong ucapannya, bukan itu yang Sherlyna maksud. Tapi entahlah, bahkan Sherlyna tidak tau sebenarnya apa yang dia inginkan, dia tidak mau Michael melakukannya, namun sisi liarnya sangat mendamba sentuhan Michael.

__ADS_1



__ADS_2