BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 32. Tentang Video


__ADS_3

 


Sherlyna menghapus air matanya yang terus mengalir membasahi kedua pipinya, matanya sudah bengkak lantaran ia sudah menangis semalaman penuh.


 


"Sherlyna tunggu."


Sherlyna mengabaikan Michael yang mengejarnya di belakang. Sherlyna bahkan tidak peduli jika ia harus berlari di jalan raya, padahal kan dia bisa memesan taxi.


Melihat wajah Michael, ia kembali terbayang oleh video itu. Dia ingin pergi dari Michael sejenak agar ia bisa melupakan tentang video itu.


"Sherlyna aku mohon, jangan tinggalin aku... Aku mencintai kamu." ucap Michael yang sudah mendekap erat Sherlyna.


Sherlyna tidak tau, entah larinya yang terlalu lambat atau Michael yang terlalu cepat berlari. Pikirannya kacau.


"Aku mencintai kamu. Hanya kamu Sherlyna." ucap Michael sekali lagi mengatakan bahwa ia hanya mencintai Sherlyna.


"Gue--- nggak tau." balas Sherlyna.


"Aku tau jika di hati kamu hanya ada Mario, tapi aku nggak peduli... Kamu tetap milikku." ucap Michael.


Michael memutar tubuh Sherlyna agar menghadap kearahnya. "Tentang Video itu, aku bisa menjelaskan semuanya."


"Gue nggak mencintai lo, tapi kenapa gue kacau saat melihat video itu." ucap Sherlyna jujur.


Michael tersenyum. "Itu  bertanda bagus."


Sherlyna mendelik. "Bagus melihat lo berhubungan dengan wanita lain!"


Michael menggelengkan kepalanya. "Bukan itu, tapi kalau kamu sakit hati saat melihat aku bersama wanita lain. Itu berarti kamu sudah mulai ada rasa sama aku," jelas Michael.


"Mungkin kamu belum sadar kalau kamu sudah mulai mencintai aku." lanjut Michael.


Sherlyna hanya diam menatap Michael, Sherlyna memikirkan kata kata Michael barusan. Benarkan ia mencintai Michael? Bukankah dia hanya mencintai Mario seorang.


"Tapi---


"Ayo kita pulang... Aku akan menjelaskan semuanya sama kamu tentang video itu." ucap Michael menarik tangan Sherlyna.


"Gue nggak mau pulang." Sherlyna menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa?" tanya Michael bingung.

__ADS_1


Sherlyna menunduk. "Gue malu dengan Ibu dan Ayah lo."


"Kalau gitu kita kembali ke apartemen aja." ucap Michael dan kembali menarik tangan Sherlyna.


Sesampainya di kamar apartemen.


"Sebenarnya ini apartemen siapa?" tanya Sherlyna.


"Mario." balas Michael.


"Kenapa lo bisa bebas keluar masuk apartemen ini kalau ini punya Mario.?" tanya Sherlyna bingung.


"Kamu kan tau kalau dia itu Om aku kan?"


Sherlyna mengangguk, namun Michael tidak berniat menjelaskan karena dia mau menjelaskan tentang Videonya dengan Anggun dulu sebelum Sherlyna kabur lagi.


"Malam itu Anggun datang ke hotel tempat aku nginep..."


"Gue nggak mau mendengarnya." ucap Sherlyna seraya menutup telinganya menggunakan kedua tangan.


Michael menghela nafas berat, menyingkirkan tangan Sherlyna yang memnutupi telinganya. "Kamu harus dengerin aku dulu, aku nggak mau kamu salah paham."


"Malam itu aku udah nyuruh Anggun pergi, tapi dia berhasil nyium aku dan ngasih aku obat perangsang... Kamu tau kan aku itu cowok kayak gimana? Apa yang bisa aku lakuin saat aku udah terkena obat perangsang dan di hadapan aku ada cewek bugil."


Michael memejamkan matanya karena mengingat kejadian malam itu, sungguh seandainya saja dia bisa kuat sedikit saja. Tapi ya mau bagaimana pun dia tetap pria ****.


"Aku yang salah bukan kamu." ucap Michael.


"Gue minta maaf karena tidak bisa jadi istri yang baik buat lo..." ucap Sherlyna, dia bangkit dari sofa.


"Sherlyna." panggil Michael.


Sherlyna menggelengkan kepalanya. "Gue nggak pantas buat lo."


"Sherlyna!"


Michael menghalangi Sherlyna saat wanita itu akan pergi darinya, apa yang salah. Dia sudah menjelaskan semuanya dengan jujur, apa Sherlyna tidak bisa menerima dirinya lagi karena sudah berhubungan badan dengan wanita lain.


"Gue udah jahat sama lo, Michael... Gue nggak pantas buat lo." ucap Sherlyna.


"Maksud kamu apa Sherlyna? Aku nggak ngerti."


Michael menangkup kedua pipi Sherlyna dan mengusap air mata Sherlyna yang terus mengalir dari kedua matanya.

__ADS_1


"Gue bukan istri yang baik."


"Katakan Sherlyna."


Sherlyna menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Gue--


"Ada apa?"


"Gue hamil." balas Sherlyna.


"Bukankah itu bagus."


Sherlyna menggelengkan kepalanya kuat kuat. "Nggak."


"Kamu nggak suka hamil lagi?" tanya Michael.


"Masalahnya gue nggak tau yang ada di dalam kandungan gue ini anak lo atau Mario." ucap Sherlyna akhirnya jujur.


"Maksud kamu?" tanya Michael bingung.


"Gue udah bilang kan kalau gue bukan istri yang baik buat lo." uacp Sherlyna, ia berbalik badan untuk meninggalkan Michael yang masih terpaku di tempatnya.


"Sherlyna!"


Sherlyna mengabaikan Michael yang memanggilnya, ia menutup pintu lift dan meninggalkan Michael. Dia merasa tidak pantas untuk Michael.


Michael pun memutuskan untuk turun dari tangga darurat karena tidak mau kehilangan jejak Sherlyna.


Michael menyeka keringatnya saat telah sampai di lobby, tidak ada Sherlyna Lift pun sudah kembali naik.


"Pak liat Sherlyna nggak?" tanya Michael.


"Sherlyna siapa ya pak?" tanya Satpam itu bingung.


"Wanita yang barusan turun dengan menangis." ucap Michael.


"Oh sudah pergi tadi naik taxi Pak." balas pak Satpan.


Michael mengacak acak rambutnya frustasi. Walaupun dia sempat kaget mendengar ucapan Sherlyna tadi, tapi dia tidak bisa jika harus kehilangan Sherlyna. Dia sangat mencintai Sherlyna, tidak peduli jika saja benar anak yang Sherlyna kandung adalah anaknya Mario sekali pun.


Michael harus menemukan Sherlyna... Michael pun meluncur meninggalkan apartemen Mario.


"Terima kasih Pak." ucap Sherlyna sebenarnya dia belum pergi. Hanya bersembunyi di balik meja resepsionis dan meminta pak satpam untuk berbohong.

__ADS_1


"Sama sama bu... Tapi kalau boleh memberi saran, sebaiknya kalau punya masalah di selesaikan dengan baik baik, jangan kabur kaburan... Itu nggak akan menyelesaikan masalah dan hanya akan menambah masalah Bu." ucap Satpam itu panjang lebar.


Sherlyna tersenyum dan mengangguk lalu meninggalkan apartemen itu menggunakan taxi.


__ADS_2