BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 29. Mario & Sherlyna vs Michael & Anggun.


__ADS_3

Tiga bulan kemudian...


Beni menatap tidak suka kearah Mario yang tengah bersama Sherlyna. Dia pikir setelah Sherlyna menikah dengan Michael, pandangan ini tidak akan pernah dia lihat lagi. Tapi nyatanya tidak, dia benci Mario.


"Biasa aja kali natapnya... Awas nanti naksir loh." ucap Mario sengaja menggoda Beni. Sherlyna baru saja beranjak dari sofa dan pamit ke kamar mandi.


Saat ini mereka tengah berada di markas. Tempat yang sudah lumayan lama mereka lupakan karena urusan masing masing. Beni tidak menyangka kalau malam ini ia datang akan melihat Mario dan Sherlyna di tempat ini.


"Kan gue udah bilang sama loe, jangan ganggu adek gue lagi." ucap Beni pelan karena tidak mau teman temannya yang lain ada yang mendengar ucapannya.


Mario malah terkekeh. "Loe ngak berhak larang gue lagi... Loe nggak lupa ingatan karena kecelakaan waktu balapan dulu itu kan?"


Beni mendengus kesal saat ingat pertaruhan konyol itu. Namun dia tetap tidak mau melihat Sherlyna bersama Mario.


"Sherlyna udah nikah... Masa lo tega ngerebut kebahagiaan keponakan loe sendiri." ucap Beni.


Kini gantian Mario yang mendengus tidak suka. "Gue nggak ngerebut kebahagiaan keponakan gue, tapi Michael yang ngambil Sherlyna dari gue."


"Kalau Sherlyna udah Milih nikah sama Michael... Kenapa lo masih aja nggak bisa lepas Sherlyna." ucap Beni.


"Sherlyna itu milik gue, sampai gue mati. Sherlyna akan tetap jadi milik gue." ucap Mario kesal.


"Sherlyna bukan milik loe, dia milik Michael." ucap Beni.


Mario menggertakkan giginya kesal. "Jangan pernah ikut campur urusan kami... Loe bukan siapa-siapa! Sherlyna juga mau nikah sama Michael karena terpaksa!" Mario berseru agak keras membuat semua yang berkumpul di sana menatap mereka sesaat karena mereka sudah tau jika dua manusia itu tidak pernah akur.


"Gue kakaknya Anjirr!" seru Beni kesal dengan ucapan Mario yang mengatakan dia bukan siapa siapa.


Mario malah tersenyum miring. "Coba loe bilang sama Sherlyna kalau loe adalah kakaknya."


"Kakak siapa?"


Beni dan Mario sontak menatap kearah Sherlyna yang sudah berada tidak jauh dari mereka.


"Nggak ada kok beb...." ucap Mario sengaja menggoda Beni dengan merangkul pinggang Sherlyna.

__ADS_1


"Sherlyna loe nggak mau pulang... Nanti di cariin Michael loh." ucap Beni.


"Nanti aja ahh, bosen di rumah. Michael kan keluar kota." balas Sherlyna lalu duduk di sofa dengan Mario yang juga ikut duduk bersamanya.


"Oh."


      Di tempat lain


"Michael loe kenapa sih."


"Lo yang kenapa Anggun! Bisa nggak loe itu jangan ngikutin gue mulu, gue itu udah punya istri." ucap Michael kesal karena seharian ini Anggun selalu mengikutinya kemanapun di melangkah.


Anggun mendengus. "Apa bagusnya sih cewek murahan kayak gitu."


"Nggak ke balik tuh." sindir Michael.


"Gue nginep di sini aja yah." ucap Anggun mengabaikan sindiran Michael.


"Ogah! Sana pergi cari hotel lain." ucap Michael menarik tangan Anggun bangkit dari sofa dan membawanya keluar.


"Gue bukan yang dulu, jadi jangan pernah ganggu hidup gue lagi." ucap Michael kesal saat mengingat bahwa dulu ia dan Anggun memang patner untuk hubungan satu malam.


"Tapi gue nggak mau loe tinggalin gue cuma gara gara cewek murahan kayak gitu." ucap Anggun.


"Sekali lagi loe ngatain istri gue murahan, jangan salahin gue kalau gue bakalan bikin loe nggak bisa bicara lagi." ucap Michael sangat tidak suka dengan ucapan Anggun yang mengatakan Sherlyna cewek murahan. Karena nyatanya Anggun lah disini yang cewek murahan, istrinya itu walaupun seorang bad girl tapi masih bisa menjaga dirinya dengan baik.


Michael bangga dengan hal itu. Dan karena itulah dia tidak akan melepaskan Sherlyna untuk siapapun, sekalipun itu Mario, Oom-nya.


Michael terbelalak kaget saat tiba tiba saja Anggun mencium bibirnya. Michael mundur untuk menghindari Anggun, namun Anggun malah mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam kamar hotel Michael.


"Bruk!"


"Ahh Michael kok kasar sih." ucap Anggun yang kini terduduk di lantai karena Michael yang mendorong tubuhnya kuat kuat.


Michael menatap Anggun marah, benar benar marah yang sebenarnya. Jika dulu ia sangat mendamba ciuman Anggun, tapi sekarang ciuman Anggun sangat tidak dia suka. Rasanya biasanya saja, berbeda saat ia berciuman dengan Sherlyna.

__ADS_1


"Bukanya dulu loe paling suka ya kalau gue cium loe duluan." ucap Anggun yang sudah berdiri.


"Keluar sekarang!" seru Michael.


"Nggak mau." bantah Anggun seraya menggelengkan kepalanya kuat kuat dan malah berjalan mendekati Michael.


"Keluar!" ucap Michael membentak Anggun.


Namun bukanya takut Anggun malah tersenyum miring. "Nggak mau, kita--


"Keluar!" seru Michael lagi memotong ucapan Anggun.


"Nggak mau.... Coba kita liat apa yang akan terjadi lima menit kedepan." ucap Anggun yang melihat Michael sudah mulai gelisah.


"Loe masukan apa kedalam mulut gue?" tanya Michael kesal.


"Gue cuma mau malam ini milik kita berdua." ucap Anggun seraya melepas pakaiannya sendiri.


"Jangan gila!"


Michael membalikkan tubuhnya agar tidak melihat tubuh telanjang Anggun, namun hal itu malah di manfaatkan Anggun untuk memeluk Michael dari belakang.


"Michael..."


"Pergi dari sini." ucap Michael kesal dengan diri nya sendiri karena tubuhnya yang mulai terasa panas, kini dia tau apa yang Anggun masukkan kedalam mulutnya saat Anggun menciumnya tadi. Obat perangsang!


"Yakin nggak mau nih."


"Pergi dari sini atau--


"Atau apa." Ucap Anggun lalu berjalan di hadapan Michael.


Membuat Michael memejamkan matanya...


'Maafin gue Sherlyna....'

__ADS_1


Anggun tertawa melihat Michael yang tengah berjuang melawan nafsunya... Dan sepertinya malam ini dia akan berhasil melakukan rencananya. Mario emang the best.


__ADS_2