BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 22. Keguguran


__ADS_3

[Michael Verrali Blackwell]


Gue menghembuskan nafas pelan, menatap rumah yang sudah sebulan gue tinggalin.


Selama sebulan kepergian gue ke singapura, gue sama sekali nggak memberikan kabar kepada Sherlyna dan bahkan Sherlyna pun seperti nggak ada niatan buat sekedar mengabari gue.


Gue hanya mendapatkan kabar Sherlyna dari kedua adiknya yang gue minta untuk datang ke kumah setiap harinya.


Setelah mematikan mesin mobil, gue memutuskan untuk keluar dan berjalan pelan memasuki rumah yang di sambut oleh beberapa pelayan.


"Dimana Sherlyna?" tanya gue langsung.


"Ada di kamarnya Tuan Muda."


Gue pun mengangguk lalu berjalan kelantai atas, menaiki anak tangga satu persatu hingga mencapai atas. Sesampainya di atas, gue langsung membuka pintu kamar gue.


Kosong, itu kesan pertama yang gue lihat.


Gue melihat ke segala arah dan nggak menemukan keberadaan Sherlyna sama sekali. Kemana Sherlyna, katanya ada di kamar?


Gue melangkah masuk kedalam kamar dan mencari Sherlyna.


"Sherlyna."


"Sherlyna."


Di mana dia?


Gue sudah mencarinya di seluruh sudut kamar, mulai dari lemari, bawah meja, kolong ranjang, balik pintu. Tapi gue tetap nggak menemukan keberadaan nya.


Tok.... Tok....


"Sherlyna, apa lo ada di dalem?" panggil gue di depan pintu kamar mandi yang memang belum gue cek, karena terkunci dari dalam.


Mungkinkah Sherlyna ada di dalem?


Tapi kenapa nggak ada respon sama sekali saat gue panggil-panggil. Mungkinkah telah terjadi sesuatu di dalam sana?


Nggak!


Mungkin Sherlyna ketiduran waktu lagi berendam... Ya ya, itu bisa jadi. Tapi kenapa gue tiba tiba mendadak jadi begitu khawatir kalau Sherlyna kenapa-napa?


Ayolah Michael hilangkan pikiran buruk lo...


"Sherlyna, lo nggak kenapa-kenapa kan?"


"Sherlyna buka pintunya, kalau nggak gue dobrak ya."


Tetap nggak ada jawaban.


Oke, sepertinya gue memang harus mendobrak pintu ini.


Gue pun mendur dari pintu dan mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.


Brak!!

__ADS_1


Duh, anjirr sakit banget!


Bukannya pintu yang terbuka, ini malah gue yang terpental. Sial!


Coba lagi, siapa tau bisa.


Brak!!


Sial!


Pintu sialan memang, terbuat dari kayu apa sih ini pintu kok kuat banget.


Masa dari tadi gue terus yang mental! Ahh nggak tau gue lagi khawatir apa ya sama Sherlyna. Dasar pintu nggak berperasaan!


Eh? Loh emang pintu punya perasaan ya?


Duh lo kok jadi bego sih, Michael!


"Den Michael lagi ngapain?" tanya seorang pelayan yang entah sejak kapan udah nonggol di kamar gue.


Gue menghentikan langkah kaki gue yang tadinya mondar mandir di depan pintu kamar mandi lalu melihat kearahnya.


"Mau dobrak pintu tapi mental terus." balas gue, oon kan gue kenapa malah malu-maluiin diri sendiri! Ngapain coba gue bilang kayak gitu?


Noh liat tuh pelayan yang gue lupa namanya padahal udah lama kerja di rumah ini melihat gue dengan menahan tawa.


Sial!


"Kenapa harus di dobrak?"


"Kenapa nggak pake kunci cadangan saja, Den."


Pinter, ya kunci cadangan. Kenapa gue nggak nyadar kalau ada kunci cadangan.


Tanpa basa basi lagi gue pun langsung melangkah mendekati ranjang dan membuka laci meja sebelah ranjang.


Anjirr, ini kuncinya banyak amat. Yang mana yang kunci kamar mandi, elah nggak tau orang lagi buru-buru apa ya.


Gue menghela nafas setelah berusaha membuka Pintu kamar mandi itu dengan memcoba anak kunci itu satu persatu, elah kalau nggak satu satu mana bisa, 😂✌...


Oke, ini yang ke 12 anak kunci yang gue coba. Kalau sampai nggak bisa juga gue beneran bakal bakar nih pintu!


Cklek!


"Yes!"


Gue berseru saking senangnya, gue pun langsung membuka pintu kamar mandi lebar-lebar dan mata gue juga langsung melebar saat melihat Sherlyna yang tergeletak di lantai kamar mandi.


"Sherlyna." seru gue langsung menghampirinya.


"Sherlyna lo kenapa?"


Michael bego, jelas jelas Sherlyna lagi pingsan!


"Sherlyna bangun." ucap gue panik seraya menepuk-nepuk pipinya pelan, kalau keras takut nanti dia kesakitan 😢.

__ADS_1


"Sherlyna, lo nggak lagi ngerjain gue kan?"


Mukanya kok pucet banget ya, apa jangan-jangan. Nggak!


Gue menggelengkan kepala gue lalu mengecek denyut nadinya di pergelangan tangan...


Lemah!


"Sherlyna, bangun."


"Den, sepertinya Non Sherlyna pendarahan.... Sebaiknya di bawa kerumah sakit." ucap pelayan tadi yang juga ikut masuk kedalam kamar mandi.


Darah?


Kenapa gue nggak nyadar, Michael bego kalau lagi panik, Tuhan!


Buru-buru gue mengangkat tubuh Sherlyna dan membawa nya keluar untuk di bawa kerumah sakit.


Oke, gue skip aja yak. Gue takut kepanjangan kalau gue kasih tau apa yang terjadi selama perjalanan menuju rumah sakit.


Rumah sakit Medika.


"Dokter tolong istri saya." ucap gue.


"Iya, pak ini saya lagi membawa istri bapak menuju ruang ugd." ucap dokter yang juga ikut mendorong brangkar dengan Sherlyna di atasnya.


"Dia kenapa ya dok?"


Dokter itu tersenyum dan gue tau itu bukan senyuman jenis ikhlas. Tapi seperti senyuman di paksakan, oke gue rasa itu nggak penting-penting amat.


"Bapak tunggu di sini dulu, kami akan memeriksa istri bapak." ucap dokter itu menahan gue yang mau ikut masuk ruangan ugd.


"Tapi dokter, saya suaminya." ucap gue.


"Saya tau, tapi ini adalah tugas kami."


Oke, gue pun mengangguk dan membiarkan dokter itu masuk kedalam bersama Sherlyna dan juga dua orang suster.


Lima menit kemudian dokter tadi membuka pintu ruang ugd dan gue pun langsung menghampirinya.


"Gimana dok?"


"Setelah kami periksa, istri anda mengalami keguguran jadi mau nggak mau kami harus melakukan kuret untuk membersihkan rahim istri anda dan juga Menghentikan pendarahannya." jelas dokter itu panjang lebar.


"Keguguran dok? Lah emang istri saya hamil ya?" tanya gue kayak orang bego.


Dokter itu mengangguk. "Iya, kehamilan nya baru sekitar 4 atau 5 minggu... Jadi silahkan anda urus surat-suratnya agar kami bisa segera menangani istri anda." ucap dokter itu lagi.


Gue yang masih shock pun cuma bisa mengangguk pasrah lalu berjalan meninggalkan ruang ugd dan menyelesaikan formulir untuk persetujuan apa tadi? Kuret?


Kok gue nggak nanya ya, kuret itu apa?


Duh itu nggak penting, Michael!


__ADS_1


__ADS_2