BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 51. Mario Ganggu!


__ADS_3

Bagian 51.


"Sayang, kok kamu yang marah sih? Kan seharusnya yang marah itu aku karena kamu pelukan sama pria lain."


"Bukannya kamu lebih parah karena udah buat wanita lain hamil."


"Eh maksud kamu apa?"


"Kamu nggak lagi Amnesia kan?"


"Amnesia gimana?"


"Mario udah kasih tau kalau Anggun hamil anak kamu." ucap Sherlyna kesal.


Michael menggelengkan kepalanya. "Anggun emang hamil, tapi aku yakin seratus persen itu bukan anak aku." jelas Michael. Dalam hati dia sudah mengutuk Mario karena lebih dulu mengatakan semuanya ke Sherlyna, Michael yakin jika Mario pasti sudah melebih lebihkan ucapannya agar Sherlyna percaya dan Sherlyna akan meninggalkan Michael lalu kembali pada Mario.


Sekarang Michael tau apa alasan Mario tinggal bersama mereka, bukan karena baby Devandra, tapi untuk merebut kembali Sherlyna.


"Jelas jelas di video waktu itu kalian benar benar melakukannya." ucap Sherlyna, dia tidak ingin mengungkit masalah itu, tapi mendengar Anggun hamil, Sherlyna takut Michael akan meninggalkannya untuk wanita itu.


"Sayang, maafkan aku... Kami memang berhubungan badan malam itu, tapi aku yakin setarus persen jikalau Anggun hamil itu pasti bukan anak aku." ucap Michael mendekati Sherlyna dan menghapus air mata Sherlyna yang mengalir tanpa wanita itu sadari.


"Kenapa kamu begitu yakin kalau Anggun hamil bukan anak kamu?" tanya Sherlyna.


"Aku berjanji akan membuktikan padamu bahwa anak dalam kandungan Anggun bukan anak ku." Janji Michael.


Sherlyna memalingkan wajahnya saat Michael mendekatkan wajahnya hendak menciumnya.

__ADS_1


Michael hanya tersenyum dan menangkup kedua sisi pipi Sherlyna dengan tangan besarnya.


"Awas aku mau mandi."


Sherlyna mendorong tubuh Michael menjauh. Michael tertawa pelan saat melihat pipi Sherlyna yang merah merona hanya karena tatapannya.


Michael bersandar pada tembok kamar mandi, memperhatikan Sherlyna yang tengah di guyur air shower.


"Ngapain liat liat?" tanya Sherlyna galak lalu berbalik kearah tembok.


Michael tersenyum miring dan berjalan mendekati Sherlyna.


"Eh."


"Mandi bareng." ucap Michael ikut bergabung di bawah guyuran air shower.


****


Sherlyna pov.


"Sherlyna, Verra... udah belum... Baby Devandra kayaknya haus ini."


Aku tersenyum melihat Michael menggerutu kesal mendengar suara Mario dari luar kamar.


"Ganggu aja sih, nggak tau ada orang lagi olah raga apa." ucapnya sebal.


"Michael! Sherlyna!"

__ADS_1


"Sialan! Mario diem lo."


Sementara Mario di luar kamar, terus mengetuk pitu dengan kesal. Ini sudah satu jam setelah dia membawa baby Devandra keluar kamar dan belum ada tanda tanda Michael dan Sherlyna untuk keluar kamar, padahal baby Devandra sudah kelaparan, bayi itu terakhir minum susu dua jam yang lalu.


Dan seharusnya ini waktunya baby Devandra kembali minum susu karena setiap dua jam sekali bayi itu akan minum susu saat siang hari dan empat jam sekali saat malam hari.


"Michael! Sherlyna!"


Mario tidak peduli jika teriakannya mengganggu aktifitas suami istri di dalam kamar, karena baby Devandra sudah menangis sejak tadi.


"Gue hitung sampai sepuluh kalau lo nggak buka pintu, gue masuk." ucap Mario.


"Masuk aja kalau berani." ucap Michael dari dalam sana.


Dari suaranya Mario yakin jika mereka masih belum selesai dengan aktivitas di atas kasur mereka.


Anehnya saat ini Mario tidak merasa sakit hati saat tau Sherlyna dan Michael tengah iya iya di dalam. Dia hanya kesal karena baby Devandra yang kelaparan tadi dua orang itu tetap sibuk dengan aktifitas mereka.


"Tuan, ini susu baby Devandra."


Mario tadi sengaja menyuruh pelayan untuk membeli susu + botol nya ke supermarket terdekat karena yakin jika Michael pasti akan melupakan bayinya. Dan siapa yang akan mau mengambil susu + botol di kamar saat sang pemilik kamar tengah bermain di atas kasur.


"Kenapa di bawa kesini, cepat buatkan baby Devandra susu." ucap Mario kesal.


"Michael! Sherlyna... Woy, gue hitung sampai sepuluh kalau nggak ada yabg keluar baby Devandra gue bawa kabur."


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh...."

__ADS_1


__ADS_2