BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 35. bayi Devandra


__ADS_3

Michael menghembuskan nafas lega, ia pun duduk di kursi dan memijat keningnya yang berdenyut pusing, ngantuk, namun tidak bisa tidur.


"Allahuakbar!"


Bunyi suara ponselnya yang ada di dalam saku celana, membuat Michael kaget dan terlonjak dari kursi.


Dengan cepat, ia meraih ponselnya dan tanpa melihat siapa si penelpon terlebih dahulu, Michael langsung menggeser layar hijau, dengan tatapan mata yang tidak lepas dari box di depannya, ia takut suara ponselnya mengganggu mahkluk kecil yang ada di dalam box itu.


"Michael, lo di mana?"


"Masih ingat gue ya." gumam Michael pelan saat mendengar suara Sherlyna di sebrang sana.


"Maaf... Gue cuma mau ngasih tau kalau Mario sudah mendapatkan donor hati, entah siapa, kami nggak tau, yang kami tau dia seorang wanita baik hati." ucap Sherlyna dengan nada suara gembira.


"Oke."


"Cuma oke?"


"Terus gue harus gimana? Loncat loncat sambil koprol gitu?" tanya Michael kesal, dengan suara keras, dan hal itu membuatnya kaget sendiri karena telah membangunkan mahkluk di dalam box.


"Michael, lo denger gue ngomong apa kan?".


"Iya denger." balas Michael, padahal ia sama sekali tidak mendengar apa yang Sherlyna katakan, karena sibuk menimang bayi mungil.


"Lo di mana Michael? Kok ada suara bayi nangis?"


"Di hatimu, ah masa?"


"Serius?"


"Gue juga serius kali, mana ada bayi, udah dulu ya bye Sherlyna."


Sherlyna pun langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak.


"Duh diem dong, lo mau apa lagi sih. Kan tadi baru minum susu." ucap Michael bingung karena bayi dalam gendongannya tidak kunjung diam.


Michael menghela nafas lelah, lalu meletakkan bayi itu ke dalam box. "Capek gue."


"Sono nangis terus?."

__ADS_1


"Ternyata membahagiakan orang lain itu nggak mudah ya." ucap Michael menatap nanar pada bayi yang masih menangis keras di dalam box bayi.


"Arghhhh gue harus apa?" ucap Michael kesal.


Michael pun kembali menggendong bayi imut namun tidak mau diam itu dan membawanya keluar ruangan. Berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tanpa peduli dengan tatapan aneh orang orang kepadanya karena menggendong bayi yang menangis.


Langkahnya berhenti saat sampai di depan kamar milik Mario, bersamaan dengan tangis bayi itu yang juga berhenti.


Michael menelan ludah dengan susah payah saat melihat kedua orang tuanya menatap tajam kearahnya, sementara nenek dan kakeknya terlihat bingung.


"Bayi siapa itu, Michael?" tanya Sherlyna yang barusan keluar dari ruangan Mario.


Michael menatap Sherlyna gugup, bagaimana caranya menjelaskan pada mereka tentang bayi itu, apakah mereka akan percaya dengan penjelasannya nanti.


"Michael.!"


Michael menatap Ibunya ngeri. "Ini bayiku." ucapnya lirih.


"Kami serius Michael?!" seru Ayahnya.


"Michael serius Papa, ini bayi Michael."


Michael menatap Sherlyna yang menatapnya bingung, lalu menatap Ibunya. "Anak Michael Ma."


"Di mana Ibunya?" tanya Sherlyna pelan.


"Ibunya meninggal saat melahirkannya." ucap Michael.


"Bagaimana kamu tau itu anakmu Michael?" tanya Ayahnya.


"Ibunya menghubungiku saat akan melahirkan, dan aku sudah melakukan tes DNA terhadap bayi ini," ucap Michael menatap Sherlyna.


"Dan hasilnya 99% anak Michael." lanjut Michael seraya menatap orang tuanya.


"Maaf karena Michael nggak bisa menjadi anak baik buat kalian, maafkan aku Sherlyna, karena aku bukan pria baik yang pantas bersanding denganmu." ucap Michael, ia menatap bayi mungil yang masih merah itu dan mendekapnya erat.


"Bayinya lucu, boleh gue menggendongnya." ucap Sherlyna, ia menatap bayi dalam gendongan Michael.


"Hmm, kami pulang dulu... Kalian berdua juga sebaiknya pulang." ucap Ayah Michael pamit pulang bersama Ibunya.

__ADS_1


Sementara nenek dan kakeknya masuk kedalam ruangan Mario.


"Lo yakin?" tanya Michael.


"Biasa aja mukanya, ini anak lo, yang berarti anak gue juga kan." ucap Sherlyna santai.


"Tapi--


"Sudahlah, sini bayinya, gue juga mau gendong dia." ucap Sherlyna.


Michael menyerahkan bayi dalam dekapannya pada Sherlyna, Michael pikir Sherlyna akan marah dan meningalkannya, namun nyatanya wanita itu malah menganggap bayi itu adalah anaknya juga.


Membuat Michael terharu dan hampir saja meneteskan air matanya.


"Cewek apa cowok? Namanya siapa? Usianya berapa hari?" tanya Sherlyna beruntun. Ia terus mencium wajah bayi itu dengan gemas, entah kenapa Sherlyna merasa senang dengan adanya bayi itu, dia bahkan tidak sakit hati saat Michael mengatakan bahwa itu anaknya dari wanita lain. Padahal usia pernikahan mereka belum ada satu tahun.


"Cowok, gue belum ngasih nama, baru tiga hari yang lalu." balas Michael.


"Boleh gue kasih nama?" tanya Sherlyna.


"Boleh banget." ucap Michael.


"Hmm bagusnya siapa ya?"


"Devandra."


"Namanya kayak cewek."


"Ya ngak lah, kan kita bisa manggil dia Deva atau Andra.... Hihiii."


Michael mendengus, "terserah lo aja deh."


"Jadi boleh gue kasih nama dia Devandra?"


"Hmm."


"Devandra kepanjangannya siapa?"


"Nanti gue pikirin lagi."

__ADS_1


Michael tersenyum melihat Sherlyna mengusap usap bayi itu, semoga saja tidak akan ada yang sadar dengan siapa bayi itu sebenarnya, karena Michael pun sudah berjanji pada wanita yang telah melahirkan bayi bernama Devandra itu


__ADS_2