BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 39. Ayah Sherlyna kecelakaan.


__ADS_3

"Sayang, ponsel kamu bunyi."


Michael berteriak di depan pintu kamar mandi.


"Angkat aja." balas Sherlyna, ia sudah terlanjur basah semua.


Michael mengangguk dan menggeser layar ponsel Sherlyna untuk menjawab panggilan.


"Hallo."


"Ini siapa? Sherlyna lagi mandi." ucap Michael seraya menghampiri baby Devano yang dia letakkan di atas kasur.


"Ini Ferry kak."


"Oh kamu ganti nomor Fer?"


"Nggak kak, ini Ferry pinjam ponsel orang." ucap Ferry dari sebrang sana, suaranya terdengar bergetar dan panik.


"Loh ngapain pinjem ponsel orang?" tanya Michael bingung.


"Ayah kecelakaan kak, sekarang ada di rumah sakit." ucap Ferry.


"Kecelakaan? Di rumah mah sakit mana, kita akan ke sana?" tanya Michael.


"Rumah sakit, Citra Medika kak." ucap Sherlyna.


"Oke, kami akan segera ke sana." Ucap Michael.


Michael mengakhiri panggilan telfonnya, bertepatan dengan Sherlyna yang keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang nelfon?" tanya Sherlyna sembari mengeringkan rambut dengan handuk kecil.


"Ferry." balas Michael lirih.


"Ferry? Tumben nelfon, udah lama anak itu nggak ada kabar." ucap Sherlyna heran.


Michael mendekati Sherlyna, " Sherlyna, Ayah kecelakaan." ucap Michael pelan.


"Apa?!" Sherlyna terpekik kaget.


"Ayah kecelakaan, kamu siap siap ya. Kita ke rumah sakit sekarang juga." ucap Michael.


"Ayah--" Sherlyna bergumam pelan dengan tatapan kosong.


"Nggak apa-apa, cepat siap siap, aku mau nyiapin keperluan baby Devandra dulu." ucap Michael lalu bergegas menyiapkan keperluan baby Devandra.


Satu jam kemudian Michael dan Sherlyna juga baby Devandra telah sampai di rumah sakit.


"Semua pasti akan baik baik aja." ucap Michael menggenggam tangan Sherlyna mendekati Ferry yang duduk bersama Beni dan Ibunya di ruang tunggu.


"Ferry."


Ferry, Beni dan Ibunya Beni menatap Sherlyna yang baru saja datang dengan Michael bingung karena Sherlyna menggendong bayi.

__ADS_1


"Kak lo udah lahiran?" tanya Ferry melihat bayi imut dalam dekapan kakaknya dengan kebingungan.


"Kapan hamil nya?" tanya Beni yang juga ikut menatap bayi dalam gendongan Sherlyna.


"Gimana ke adaan Ayah tante Elly?" tanya Sherlyna tanpa mempedulikan pertanyaan Beni dan Ferry.


Beni dan Ferry mendelik kesal pada Sherlyna karena pertanyaannya di abaikan.


"Kami belom tau, dokter sedang menanganinya." balas Tante Elly.


"Sherlyna ini bayi siapa, lucu sekali." ucap Tante Elly yang menyingkirkan Beni dan Ferry dari dekat Sherlyna untuk melihat baby Devandra.


"Ini bayi kami tante." ucap Michael.


"Bayi kalian?" tanya Beni bingung.


"Emang hamil berapa bulan sih kak? Perasaan belom lama ini gue ketemu kak Sherlyna perutnya nggak buncit deh." ucap Ferry bingung.


Michael menghela nafas dan bersiap menjelaskan semuanya, namun tertunda karena seorang dokter baru saja keluar dari ruang ugd.


"Dokter gimana keadaan Ayah?"serbu Sherlyna, Ferry dan Beni secara bersamaan.


"Kami membutuhkan beberapa kantong darah karena Pak Rezardian kehabisan banyak darah, stok yang ada di rumah sakit masih belum cukup." ucap Dokter menjelaskan.


"Golongan darah kami sama dok." ucap Beni dan Sherlyna serentak.


"Baiklah, persiapkan diri kalian..." ucap Dokter itu.


"Sherlyna kamu yakin mau donorin darah buat Ayah kamu?" tanya Michael khawatir, Sherlyna sedang hamil muda dan takut sesuatu terjadi dengan bayi mereka jika Sherlyna mendonorkan darahnya.


"Iya kak, lo kan habis lahiran..." ucap Ferry polos.


Sherlyna menghela nafas kasar menatap Beni pergi bersama suster untuk memberikan darahnya untuk Ayahnya dan di temani Ferry.


"Semua pasti akan baik baik aja." ucap Michael.


"Yakinlah bahwa Ayahmu kuat sayang." ucap Tante Elly, beliau memeluk Sherlyna dari samping.


"Terima kasih karena Tante udah baik banget sama kami." ucap Sherlyna.


Tante Elly mengangguk, dia tidak tau harus berkata apa. Banyak yang terjadi akhir akhir ini yang belom Sherlyna ketahui.


"Kita duduk dulu, kasihan bayimu." ucap Tante Elly membimbing Sherlyna untuk duduk di kursi tunggu.


"Sherlyna sebenarnya ini anak siapa?" tanya Tante Elly setelah mereka duduk, suaranya agak pelan agar tidak terdengar oleh Michael yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Sherlyna menatap Michael lalu menatap Tante Elly. "Anak kami tante."


"Kamu nggak mau jelasin sama Tante?" tanya Tante Elly.


Sherlyna mengambil nafas berdua menjelaskan, namun Michael lebih dulu menjelaskan.


"Ini anakku Tante, Ibunya meninggal setelah melahirkan baby Devandra." ucap Michael yang sudah duduk di samping Sherlyna.

__ADS_1


"Oh Maaf...  Tante pikir kamu pria baik baik." ucap Tante Elly menatap Michael tidak suka.


"Nggak ada manusia yang benar benar baik di dunia ini Tante." ucap Sherlyna tidak enak hati dengan Michael. karena tidak biasanya Ibunya Beni berbicara dengan ketus seperti itu.


"Tante tau, tante juga bukan orang baik... Tapi tante mau yang terbaik buat kamu." ucap Tante Elly.


"Di mana Ramma tante?" tanya Sherlyna mengalihkan topik.


Tante Elly menatap Sherlyna sedih. "Banyak hal yang terjadi akhir akhir ini yang belom kamu tau Sherlyna."


"Apa yang terjadi tante?" tanya Sherlyna penasaran.


"Marinka mengambil Ramma." ucap Tante Elly kesal.


"Jadi Ramma sama Bunda sekarang." ucap Sherlyna pelan. sudah lama Sherlyna tidak mendapatkan kabar sang Ibunda, ia jadi merindukan Bunda.


"Dia bukan Ibumu Sherlyna, kamu nggak pantas panggil dia bunda." ucap Tante Elly.


Sherlyna menatap Tante Elly dan tersenyum masam. "Aku tau kalau Bunda bukan Ibu yang baik untuk kami, tapi tante nggak berhak bilang begitu... Bagaimana pun sikapnya, Bunda tetaplah Ibunya Sherlyna dan adik adik Sherlyna."


"Kamu terlalu baik sayang." ucap Tante Elly tidak habis pikir Sherlyna masih membela wanita yang telah menyia nyiakan nya.


"Sherlyna nggak sebaik yang tante pikir, lagi pula, tanpa Bunda, Sherlyna nggak akan ada di dunia ini." ucap Sherlyna.


"Sherlyna, Tante mau jujur sama kamu." ucap Tante Elly.


"Apa?" tanya Sherlyna tidak mengerti.


"Sebenarnya Marinka itu bukan Ibu kandung kamu." ucap Tante Elly.


"Aku tau, tante nggak suka sama Bunda aku... Tapi--


"Sherlyna, Marinka memang bukan Ibu kandung kamu... Akulah Ibu kandung kamu, aku yang sudah melahirkan kamu." ucap Tante Elly.


Sherlyna bangkit dari duduknya menatap Tante Elly tidak percaya. "Sherlyna tau, tante sayang sama Sherlyna. Tapi--


"Sherlyna dengarkan tante dulu sayang."


"Tante--


"Ayahmu meninggalkan kami, Beni dan aku dan menikah dengan Marinka... Kamu masih kecil saat Ayahmu membawamu."  jelas Tante Elly.


"Sherlyna nggak percaya." ucap Sherlyna.


"Sherlyna Mama nggak bohong sayang..."


Sherlyna menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Tante Elly yang mengaku sebagai Ibu kandungnya.


"Sherlyna!"


Tante Elly dan Michael berseru panik saat tiba tiba saja Sherlyna pingsan, untung Michael cepat menangkap tubuh Sherlyna baby Devandra yang hendak jatuh.


"Tante, aku mohon... Jangan membuat Sherlyna banyak pikiran lagi, Sherlyna sedang hamil... Aku nggak mau hal buruk terjadi dengan anak kami lagi, cukup satu kali kami kehilangan calon anak kami." ucap Michael memohon.

__ADS_1


"Kamu--


"Titip baby Devandra sebentar ya tante." ucap Michael meninggalkan baby Devandra bersama tante Elly karena dia harus segera menyelamatkan Sherlyna. Michael baru tau jika ternyata keluarga Sherlyna itu sangat rumit, lebih rumit dari pada keluarga nya.


__ADS_2