
Bagian 49.
"Gue--
"Jecky."
"Whaaa gue pikir lo beneran nggak inget gue."
Sherlyna tersenyum lebar saat berhasil mengingat pria di hadapannya itu.
"Lo masih hidup ya." ucap Sherlyna sambil nyengir tanpa dosa.
Jecky mendengus. "Udah mati gue, ini arwah gue gentayangan karena penasaran."
"Eh ngelawak."
"Nggak lagi main stand up comedy gue."
"Serius?"
"Lo yang becanda ****!"
"Dih Jecky ngambek hahaa..."
Sherlyna tertawa melihat wajah asem Jecky, sudah lama sekali sejak lulus SMA, Sherlyna tidak pernah bertemu lagi dengan Jecky.
Sherlyna dan Jecky pun memutuskan untuk duduk dan bertukar cerita.
"Ngomong ngomong gimana kabar Marissa?" tanya Sherlyna
"Baik dong." balas Jecky dengan senyuman khasnya.
"Hubungan kalian udah sampai mana?" tanya Sherlyna lagi, dulu saat SMA. Marissa dan Jecky adalah pasangan yang sangat populer, yang satu ganteng dan yang satunya cantik. Benar benar Perfect.
"Belum terlalu jauh." balas Jecky.
"Sampai mana itu?" tanya Sherlyna lagi, tidak mengerti dengan ucapan Jecky.
"Sampai---
"Papa!"
"Aduh aduh sayang sakit kok di jewer sih telingaku."
Jecky merintis kesakitan saat tiba tiba seorang wanita cantik menarik telinganya hingga Jecky pun ikut tertarik berdiri.
"Katanya mau ke toilet sebentar, taunya malah asik makan di sini sama selingkuhan nya ya." ucap wanita itu tanpa menghiraukan erang kesakitan Jecky.
"Aduh sayangku, kamu salah paham." ucap Jecky.
"Salah paham gimana? Jelas jelas gue melihat dengan mata kepala sendiri lo lagi selingkuh sama dia." ucap wanita itu marah.
"Aduh sayang sakit ini lepasih dulu napa."
"Enak aja!"
__ADS_1
Sherlyna bergidik membayangkan bagaimana jika dirinya ada di posisi Jecky saat ini, telinganya pasti sakit banget, sampai merah gitu.
"Hei apa sih yang lo liat dari suami gue, udah jelek, dekil, nggak punya duit pula... Lebih baik lo cari cowok yang kaya deh, dari pada idup lo nanti bakalan sengsara layak gue." ucap wanita itu pada Sherlyna,namun tangannya masih setia menarik telinga Jecky.
Setelah Sherlyna perhatikan dengan teliti, ternyata wanita itu adalah Marissa.
"Lo Marissa kan?" tanya Sherlyna.
"Iya, kenapa? Laki gue udah cerita apa aja sama lo?" tanya Marissa.
"Lo nggak ingat gue siapa?" tanya Sherlyna.
Marisa mendengus. "Nggak, tapi sekarang gue bakalan inget kalau lo salah satu selingkuhan laki gue."
"Dia Sherlyna, Sa." ucap Jecky.
"Sherlyna siapa?" tanya Marissa menatap garang Jecky.
"Anastasia Sherlyna Veronica."
Marisa melepaskan tangannya dari telinga Jecky dan menatap Sherlyna dari atas sampai bawah.
"Kok lo jadi jelek gini sih Sherlyna." ucap Marissa setelah ingat dengan Sherlyna.
Marissa mendekati Sherlyna memegang kedua pundak Sherlyna. "Pakaian lo bermerk, tas lo bermerk, tapi kenapa muka lo kucel kayak orang nggak punya duit gini?" tanya Marisa heran serah memutar mutar tubuh Sherlyna.
"Udah inget, dia Sherlyna dan bukan selingkuhanku." ucap Jecky seraya mengusap telinganya yang panas.
"Lagi males aja dandan." balas Sherlyna.
Marisa mengangguk. "Udah, kita udah punya tiga anak cowok... Tuh."
Marisa menunjuk tiga bocah lelaki yang sejak tadi berdiri diam melihat mereka.
Sherlyna pun menatap tiga bocah itu dengan kening berkerut. "Kita pisah baru empat atau lima tahun yang lalu dan lo udah punya tiga anak sebesar itu."
"Ya gimana, kita berdua memutuskan untuk menikah setelah lulus SMA." ucap Marisa lalu mengajak anak amak mereka untuk duduk.
"Kalau lo nikah setelah lulus SMA juga bakalan punya anak sebesar ini kok." ucap Jecky mengusap kepala anak sulungnya.
"Yang pertama namanya Jerry yang kedua namanya Decky yang terakhir namanya Barry."
Marisa memperkenalkan anaknya sembari menunjuk satu satu.
Sherlyna melongo mendengar nama anak anak Marisa dan Jecky. "y semua?"
"Iya dong, biar kayak bapaknya. Jecky." ucap Jecky bangga.
"Ngomong ngomong kabar lo sendiri gimana?" tanya Marisa.
"Gue baik." balas Sherlyna.
"Udah nikah belom?" tanya Jecky.
"Udah." balas Sherlyna.
__ADS_1
"Sama siapa? Kaya nggak suami lo." tanya Marisa penasaran.
"Kenapa kalau kaya." ucap Jecky.
"Mau di tuker sama kamu." ucap Marisa.
Sherlyna tersenyum melihat Jecky dan Marisa masih seperti dulu, saling mencintai dengan cara mereka sendiri.
"Mana mau suami Sherlyna sama lo, kalau gue sih mau mau aja sama Sherlyna." ucap Jecky.
"Apa?!"
Sherlyna tersenyum saat Jecky pura pura tidak mendengar seruan Marisa.
Bunyi rington dari ponselnya mengalihkan perhatian Sherlyna dari Marisa.
"Halo."
"Dimana?"
"Di restoran."
"Ngapain?"
"Main."
"Enak banget nggak inget anaknya di rumah."
"Eh kamu di rumah?"
"Kamu pikir sendiri."
"Sebentar lagi aku pulang, tadi abis ketemu Bunda."
"Bunda?"
"Sekarang lagi--
"Yaudah aku tunggu di rumah."
Sherlyna menghela nafas dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, sepertinya Michael akan salah paham. Dia ingat, tadi sepertinya ada orang yang mengambil gambarnya dan Jecky yang lagi pelukan. Entah siapa orang itu, yang pasti punya niat yang tidak baik.
"Hmm Jecky, Marisa... Gue pulang dulu ya." ucap Sherlyna.
"Eh kok pulang." ucap Marissa agak kecewa karena belum puas ketemu Sherlyna.
"Duh maaf ya Sa, suami gue udah nunggu di rumah." ucap Sherlyna tidak enak hati.
"Oh, yaudah hati hati ya." ucap Marisa.
"Sampai jumpa lagi." ucap Jecky.
Sherlyna tersenyum dan meninggalkan mereka.
'Hati hati, harimau di rumah ngamuk liat foto lo sama Jecky.'
__ADS_1
Sherlyna menghela nafas membaca pesan singkat dari Mario.