BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 42. bayaha hamil setelah keguguran.


__ADS_3

Bagian 42.


"Sayang, gimana sama kehamilan kamu? Kapan jadwal periksa?" tanya Michael pada Sherlyna yang kini tengah menggendong Baby Devandra agar tidur.


"Baik baik aja kok, dua hari lagi jadwal cek kandungan aku." balas Sherlyna.


"Dua hari lagi ya..." gumam Michael dan Sherlyna mengangguk.


Sherlyna meletakkan Baby Devandra ke dalam box bayi saat bayi itu sudah terlelap.


"Sayang,"


Sherlyna menghampiri Michael yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu tapi ragu.


"Ada apa?"


"Hmm aku pikir kita sebaiknya pindah dari rumah ini." ucap Michael pelan.


"Kenapa harus pindah?" tanya Sherlyna bingung.


Michael dan Sherlyna saat ini tengah duduk di atas kasur.


"Hmm begini, duh gimana jelasinnya ya... Intinya aku mau hidup mandiri, aku mau ngehidupin kamu dan anak-anak dengan hasil kerjaku sendiri." jelas Michael gugup.


Sherlyna tersenyum. "Dimana pun kamu berada aku akan selalu bersamamu." ucap Sherlyna.


"Tapi rumah baru kita nanti nggak akan sebagus rumah ini, apa kamu nggak masalah... Nanti kalau aku sudah berhasil dengan usahaku, aku janji bakalan beli rumah yang lebih besar." ucap Michael, dia memang membeli rumah sederhana dengan uang hasil kerjanya selama di kantor Ayahnya. Sebenarnya jika Michael ingin membeli rumah yang serata dengan rumah orang tuanya saat ini bisa saja ia menggunakan uang dari Ayahnya. Tapi Michael tidak melakukan itu, dia ingin mencoba hidup tanpa uang dari orang tuanya.


Sherlyna tersenyum haru mendengar ucapan Michael. "Aku nggak masalah tinggal di kolong jembatan sekalipun, asalkan bersamamu."


"Tapi aku ragu tante Elly akan setuju kalau kamu tinggal di rumah baru kita nanti." ucap Michael pelan.


"Yang mau hidup sama kamu itu aku, bukan tante Elly." balas Sherlyna meyakinkan.


"Oke, jadi kapan kita akan pindah?" tanya Sherlyna.


"Nanti setelah Mama dan Papa pulang." ucap Michael, ia bahagia karena Sherlyna tidak masalah dengan tempat tinggal mereka nanti.


"Hmm tadi sebelum pulang aku ke rumah sakit jenguk Mario." ucap Michael setelah lama terdiam.


"Gimana kabarnya? Sudah baik kan?" tanya Sherlyna penasaran.


Michael tersenyum, dia tau walau Sherlyna mengatakan akan memulai hidup dengannya, tapi Michael yakin jika perasaan Sherlyna ke Mario masih ada. Lagi pula mereka pacaran tiga tahun, tidak mudah menghilangkan perasaan yang sudah lama tertanam bukan?


"Dia baik baik aja, besok udah boleh pulang." ucap Michael.


Sherlyna yang merasa bahwa dirinya kelewat antusias saat menanyakan kabar Mario pun menjadi tidak enak dengan Michael dan membuatnya canggung sendiri.


"Maaf." Gumam Sherlyna pelan.


"Kamu nggak perlu minta maaf." ucap Michael.


"Terimakasih udah ngertiin aku." ucap Sherlyna.

__ADS_1


"Sebaiknya kita tidur, sudah malam." ucap Michael.


Sherlyna mengangguk dan membaringkan tubuhnya, begitu juga dengan Michael.


Michael pun menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan Sherlyna, lalu melingkarkan tangannya untuk memeluk pinggang Sherlyna.


"Selamat tidur." ucap Michael.


...


Pagi harinya Sherlyna bangun dengan muka yang masih ngantuk, kebiasaan baby Devandra kalau siang tidur nyenyak dan kalau malam suka sekali begadang.


Ibu Michael bilang itu sudah biasa, bayi memang gitu katanya.


"Selamat pagi." sapa Michael yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Maaf bangun terlambat." ucap Sherlyna lalu menguap di akhir kalimat.


"Nggak perlu minta maaf, kamu kayak gini karena aku." ucap Michael merasa bersalah.


"Apa?"


"Kalau bukan karena kamu mau merawat baby Devandra, kamu nggak akan kecapean dan kurang tidur kayak gini." ucap Michael dan ia juga sedikit khawatir dengan kondisi kandungan Sherlyna.


"Kamu ngomong apa sih, baby Devandra kan anakku. Jadi semua ini bukan salah kamu..." ucap Sherlyna.


"Baby Devandra mana?" tanya Sherlyna clingukan saat tidak mendapati baby Devandra di kamar mereka.


"Lagi berjemur sama Mama. Mama bilang itu baik untuk bayi." ucap Michael.


"Sudah, tadi malam." ucap Michael.


"Yaudah aku mau mandi dulu." ucap Sherlyna.


"Morning kiss dulu dong." pinta Michael tiba tiba dengan suara manja.


Hal itu membuat Sherlyna menatap Michael aneh dan Michael bahkan bingung dengan ucapannya sendiri.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Sherlyna, ia takut pendengarannya terganggu akibat masih ngantuk.


Michael tersenyum kikuk, lalu menggaruk tengkuknya karena bingung mengapa tiba tiba dia ingin sekali mencium Sherlyna pagi ini.


"Morning kiss..." ucap Michael pelan, namun berbeda dengan gerakannya yang super cepat, tiba tiba menarik Sherlyna mendekat dan mencium Sherlyna.


Sherlyna mendelik karena kaget, entah kenapa jantungnya malah dag dig dug. Padahal itu bukan ciuman pertamanya dengan Michael.


Michael menekan kepala Sherlyna menggunakan tangan kirinya untuk memperdalam ciumannya dan tangan kanan ya Michael gunakan untuk menekan punggung Sherlyna agar lebih dekat dengan dirinya.


Sherlyna mengambil nafas dalam dalam saat Michael melepaskan ciumannya, rasanya ia akan kehabisan nafas jika Michael tidak melepaskan ciumannya saat itu.


"Aku bahkan belum gogok gigi." ucap Sherlyna.


"Memangnya kenapa?" tanya Michael.

__ADS_1


Sherlyna mendengus sebal. "Pasti bau."


"Tapi aku suka." ucap Michael lalu kembali mencium Sherlyna.


"Duh maaf, Mama lupa ngetuk pintu."


Sherlyna terkejut saat mendengar suara Ibu mertuanya. Dengan spontan dia mendorong Michael menjauh dan merasa malu setengah mati karena adegan ciumannya dengan Michael telah di lihat oleh Ibu mertuanya.


"Baby Devandra sepertinya haus." ucap Ibunya Michael saat Sherlyna hanya terdiam kaku dengan wajah merah muda dan tertunduk malu.


"Oh."


Sherlyna pun buru buru menghampiri Ibu mertuanya dan mengambil alih baby Devandra, namun Ibu mertuanya itu malah tidak mau memberikan baby Devandra pada Sherlyna.


"Kamu buatkan aja baby Devandra susu, biar mama nanti yang ngasih ke baby Devandra." ucap Ibu mertuanya.


Sherlyna pun mengangguk dam bergetar meninggalkan kamar untuk membuat susu buat baby Devandra.


"Mama ngeganggu tau nggak." ucap Michael cemberut.


Ibunya mendelik. "Apaa? Kamu nggak berpikir punya baby lagi saat baby Devandra masih berumur beberapa minggu kan?"


"Tapi sayangnya sekarang Sherlyna lagi hamil." ucap Michael santai.


"Kamu--


"Kami mana tau kalau akan ada baby Devandra Ma." ucap Michael.


"Bukan itu, tapi seharusnya kamu tau. Sherlyna itu baru ke guguran beberapa bulan yang lalu dan membuatnya hamil lagi itu berbahaya karena rahimnya pasti belum siap paska operasi kuret." ucap Ibunya kesal.


"Maksud Mama?" tanya Michael bingung.


"Kamu nggak chek ke dokter lagi setelah Sherlyna sembuh." ucap Ibunya.


"Ma, dari mana Mama tau kalau Sherlyna habis ke guguran. Kami nggak ada ngasih tau siapa pun loh?" tanya Michael bingung.


"Kamu pikir Mama ini bodoh." ucap Ibunya.


"Terus gimana dong Ma, waktu itu Sherlyna nggak mau di ajak chek up lagi?" tanya Michael khawatir, dia benar benar tidak tahu.


Sementara Sherlyna di dapur sedang membuat susu untuk baby Devandra.


"Nona, biarkan kami yang mencuci itu."


Sherlyna menggelengkan kepalanya. "Nggak perlu, aku bisa sendiri kok." ucap Sherlyna tersenyum tipis dan melanjutkan mencuci botol botol bekas minum susu baby Devandra tadi malam.


"Tapi Nona."


Pelayan itu merasa tidak enak hati karena Sherlyna selalu mengerjakan segala sesuatunya sendiri.


"Bi, tolong siapkan panci yang biasa dan air ya." ucap Sherlyna.


Pelayan itu mengangguk dan menyiapkan apa yang Sherlyna butuhkan.

__ADS_1


"Tolong bawa ke kamar nanti ya Bi." ucap Sherlyna, lalu meninggalkan dapur setelah membuat susu dan merebus botol susu baby Devandra.


__ADS_2