
Michael membuka pintu kamar mandi, setelah hampir setengah jam mandi air dingin untuk menidurkan si dedek yang nggak mau tidur-tidur, akhirnya si dedek nya tidur juga dan hal itu dapat membuat Michael menghela nafas lega karena tidak bisa di pungkiri, jika memang ia juga sudah merasa kedingingan.
Setelah menutup kamar mandi, Michael berjalan menuju ranjang dan di lihatnya Sherlin yang sudah tertidur lelap. Michael pun memutuskan untuk tidur di ranjang sebelah Sherlyna, ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan Sherlyna.
Michael memiringkan badannya untuk menatap Sherlyna yang sedang tertidur lelap. Michael juga menggeser badannya agar lebih dekat dengan Sherlyna agar bisa lebih dekat memperhatikan wajah Sherlyna saat tertidur seperti ini.
Michael mengulurkan tangan kanannya untuk mengusap pipi dan juga membenarkan anak rambut Sherlyna yang sedikit berantakan, "kenapa lo itu cantik banget sih?" tanya Michael bergumam pelan.
"Lo tau nggak, gue kayak lelaki bodoh yang menghalalkan segala cara supaya bisa milikin elo..." gumam Michael lagi, kali ini lebih pelan dari yang tadi.
"Apa lo bakalan marah, kalau lo tau bahwa semua ini ulah gue, bukan mereka."
"Bibir lo kok merah banget sih, tidur aja menggoda banget."
Michael tersenyum miring saat di kepalanya terlintas fikiran mesum-nya ."gue boleh cium lo kan?"
"Iya boleh banget."
Michael membalas pertanyaannya sendiri dengan nada di buat buat seperti perempuan yang akhirnya membuat dirinya terkikik geli mendengar suaranya sendiri. "Kok suara gue jelek banget yak." komentar nya.
Michael mendekatkan wajahnya kearah wajah Sherlyna, lalu Michael pun mencium pipi kiri, pipi kanan, kening, hidung, lalu terakhir bibir Sherlyna.
Michael menjauhkan wajahnya dari Sherlin, ia tersenyum puas karena sudah mencium seluruh wajah Sherlyna.
"Dasar kebo." gumam Michael, ia kembali mendekatkan wajahnya untuk kembali mencium bibir Sherlyna. Jika tadi hanya sekedar kecupan saja, maka kali ini tidak. Karena Michael melumat bibir bawah Sherlyna dengan pelan, takut si pemilik bibir bangun.
__ADS_1
[ Annatasia Sherlyna Veronica ]
Gue mengerjap-ngerjapkan mata gue saat gue melaraskan sesuatu yang basah bibir gue dan gue juga merasakan sesuatu yang entah apa itu seperti menusuk-buruk daerah paling sensitif gue. Gue merasa seperti sedang bermimpi basah yang sangat nikmat.
Tapi setelah gue membuka mata gue dengan sempurna, gue langsung melotot melihat Michael tersenyum berada di atas gue. Jadi ini bukan mimpi?
Sebelum gue bersuara, Michael sudah terlebih dulu mencium bibir gue dengan kasar membuat gue kembali memejamkan mata gue, merasakan sensasi ini.
Gue membuka mata gue saat merasakan Michael nggak lagi mencium gue, ternyata dia sedang menatap gue dengan senyuman miringnya.
"Menikmati permainan gue, eh?"
Gue memutar bola mata gue sebal, lalu menarik kedua tangan gue yang entah sejak kapan sudah bertengger di leher Michael.
Michael sialan! Tapi memang benar sih..
"Ahh......"
Gue mengerang saat tiba tiba saja Michael bermain dengan milik gue di bawah sana. Gue bahkan baru sadar jika kami sudah sama saya nggak menggunakan pakaian.
Gue memejamkan mata gue merasakan permainan Michael di milik gue. Harusnya gue menolak ini semua, harusnya gue memberontak saat Michael melakukan ini pada gue.
Tapi kenapa gue menerima semua perlakuan Michael terhadap gue?
Kenapa gue sepertinya malah sangat menikmati semua permainan Michael terhadap gue?
__ADS_1
Bahkan gue nggak bisa mengontrol bibir gue untuk berhenti mendesah dengan semua perlakuan Michael.
"Michael..."
Gue mendesah dan ingin protes saat Michael tiba tiba mencabut jarinya dari milik gue saat gue baru saat mau mendapatkan pelepasan, tapi gue nggak bisa mengatakan itu semua. Gue hanya menatap Michael yang kini berada di atas gue dengan senyuman menggoda.
"Belum saatnya, sayang." Ucap Michael lalu mencium bibir gue, terasa sedikit asin.
"Michael."
"Hmm Michael."
"Ya, sayang. Gue disini." ucap Michael di sela sela kegiatannya bermain dengan kedua dada gue.
Tiba tiba Michael menghentikan kegiatannya lalu menatap gue mata gue. "Lo siap kan buat gue."
Gue mengangguk sedikit ragu, walau gue sangat ingin melakukaya dengan Michael, tapi gue juga merasa sedikit takut akan reaksi Michael nantinya.
Gue memejamkan mata gue rapat-rapat saat Michael mulai memposisikan miliknya tepat di depan milik gue. Gue nggak berani membuka mata gue untuk melihat reaksi Michael setelah ini.
"Sherlyna, lo...?"
Gue cuma mengangguk untuk menjawab pertanyaan Michael, gue nggak mampu berucap apapun soal ini. Gue merasa malu dan juga takut.
__ADS_1