BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 45, Kedatangan Mario


__ADS_3

Bagian 45


Michael mengerutkan dahinya tidak suka saat melihat Mario ada di rumahnya. Om-nya itu tidak ada bilang mau datang, kenapa tiba tiba sudah ada di rumahnya?


"Wahh yang udah jadi Ayah." ucap Mario melangkah kearah Michael yang tengah menimang baby Devandra di ruang keluarga karena entah kenapa tiba tiba saja bayi itu rewel dan karena tidak mau suara tangisan bayi itu menganggu istirahat Sherlyna, Michael pun membawanya keluar kamar.


"Ngapain lo kesini?" tanya Michael.


"Dih di depan anaknya juga masih aja ngomong kasar." ucap Mario, ia membawa sekeranjang buah dan susu formula khusus bayi di bawah enam bulan.


"Lo habis borong toko apa gimana?" tanya Michael, karena bukan hanya satu kaleng susu formula yang Mario bawa, melainkan sepuluh kaleng dan yang Michael bingungkan bagaimana Mario bisa tau jika baby Devandra meminum susu dengan merek yang Mario bawa.


"Tadinya mau gue borong semua, tapi takut nggak ke minum kan keburu kadaluarga. Mubazir nanti." ucap Mario acuh, ia menyuruh pelayan yang membawakan beberapa kantong berisi kaleng susu untuk baby Devandra di meja.


Michael mengendikkan bahunya acuh, berpikir jika Mario hanya bercanda. Padahal ucapan Mario tadi serius, tadi ia sudah berniat memborog semua susu itu, tapi penjaga toko mengatakan untuk tidak melakukan itu, takutnya tidak habis dalam waktu lama dan kadaluarsa.


"Sherlyna mana? Apa dia baik baik aja?" tanya Mario, dia ingin sekali berlari ke kamar untuk melihat kondisi Sherlyna sekarang, namun ia tahan karena tidak mau mencari masalah dengan Michael.


"Istirahat di kamar, cuma ke capean aja kok." balas Michael.


"Anak lo kenapa dah, kok nangis terus?" tanya Mario karena Baby Devandra masih terus menangis.


"Nggak tau, mungkin kangen sama Sherlyna karena seharian ini gue yang jaga dia." ucap Michael.


"Sini coba gue yang gendong." ucap Mario.


Michael spontan menjauh kan baby Devandra dari jangkuan Mario.


"Tangan lo banyak kuman, sono cuci tangan dulu kalau mau gendong." ucap Michael, ia ingat jika Sherlyna selalu melarangnya menyentuh baby Devandra jika belum membersihkan diri.


Mario mendengus sebal namun ia tetap melangkah kearah kamar mandi yang ada di lantai bawah untuk membersihkan kuman yang menempel pada tangannya itu.


"Udah nih, gue boleh gendong bayi lo kan?" Ucap Mario, dia pun menunjukkan tangannya yang sudah bersih.


"Boleh, tapi hati hati, jangan sampai jatoh." ucap Michael khawatir.


Mario mendengus. "Gue lempar sekalian."

__ADS_1


"Yaudah nggak boleh kalau gitu." ucap Michael.


"Becanda kali Michael." seru Mario kesal.


"Awas aja kalau sampe beneran jatoh. Gue matiin lo." ancam Michael lalu dengan hati hati menyerahkan baby Devandra pada Mario.


"Eh eh kok lemes amat badannya." ucap Mario panik.


"Jangan gitu, astaga! Bisa mati anak gue." ucap Michael spontan langsung mengambil baby Devandra lagi.


"Gue cuma pengen gendong tau." ucap Mario.


"Ya tapi nggak gitu juga kali, ini bayi bukan balita. Semua tulangnya masih lembut, kalau lo sembarangan gendong nya bisa patah nanti tulangnya." ucap Michael.


"Lebay... Bayi sama balita apa bedanya?"


"Gue nggak lebay ya, nanti kalau lo punya anak juga bakalan tau.. Jelas beda, kalau bayi itu ya yang masih kayak gini, kalau balita itu yang sudah bisa merangkak atau yang lainnya." ucap Michael.


"Lo baru jadi Ayah belum lama tapi udah tahu sedetail itu ya."


"Kalo di liat liat anak lo kok kayak nggak asing ya." ucap Mario setelah memperhatikan baby Devandra cukup lama.


"Mirip gue ya." ucap Michael.


"Bukan, ini pertama kalinya gue ketemu sama anak lo. Tapi kok gue ngerasa kayak udah lama kenal sama anak lo." ucap Mario bingung.


"Ya dia kan cucu lo ****." dengus Michael.


"Beneran tau... Oh iya, sebenarnya siapa sih emak ini bocah. Gue masih nggak percaya kalau lo punya hubungan sama cewek sampe hamil dan melahirkan anak lo?" tanya Mario


"Lo nggak perlu tau." ucap Michael.


"Lo nggak lagi bohong sama semua orang kan?" tanya Mario curiga.


"Buat apa gue boong." ucap Michael.


"Gue tau, walaupun lo suka tidur sama banyak cewek, tapi lo itu hati hati banget dalam hal ini, jadi kemungkinan buat mereka punya anak dari lo itu tipis." ucap Mario.

__ADS_1


"Jangan sok tau deh." ucap Michael.


"Michael-,


"Udah deh nggak usah ngurusin idup gue, seharusnya lo itu seneng karena bisa idup normal sekarang." ucap Michael.


"Apa anak ini ada hubungannya sama orang yang udah donorin hati buat gue, karena gue ngerasa jaman sekarang itu nggak akan ada orang yang mau berkorban demi orang yang nggak di kenal, apalagi apalah harus donorin hati." ucap Mario panjang lebar.


Donorin hati sama seperti memberikan nyawa.


Michael mendengus, "nggak ada hubungannya sama lo."


"Gue bakalan kasih tau sesuatu yang mungkin akan buat lo bahagia kalau lo mau jujur sama gue." ucap Mario.


Michael menaikkan satu alisnya menatap Mario. "Sesuatu yang membahagiakan?"


"Iya." ucap Mario sembari mengangguk.


"Apa itu?" tanya Michael.


"Kasih tau dulu asal usul anak lo." ucap Mario.


"Yaudah gue nggak perlu tau sesuatu yang membahagiakan itu kalau gitu." ucap Michael, dia sudah berjanji pada Ibunya baby Devandra jika tidak boleh ada satu orang pun yang tau jika anak itu bukan anak Michael dan Michael tidak pernah mengingkari janjinya, jadi sampai kapan pun biarlah semua orang taunya baby Devandra itu anak kandungnya.


Mario menghela nafas malas, "Sebenarnya gue sama Sherlyna nggak pernah berhubungan badan."


"Terus gue percaya sama omongan orang kayak lo." ucap Michael.


"Gue cinta sama Sherlyna itu tulus dari hati gue, bukan sekedar nafsu doang. Gue jagain dia dengan sepenuh hati gue, tapi malah lo yang dapet semuanya." ucap Mario miris, kalau di pikir kisahnya seperti lagu yang entah apa judulnya, lagu yang menceritakan seseorang yang sudah pacaran lama tapi akhirnya sang kekasih menikah dengan orang lain.


Michael menatap kepergian Mario dengan bingung, dia tau jika Mario masih belum ikhlas melepaskan Sherlyna untuknya. Tapi ucapan Mario barusan menyadarkan Michael akan sesuatu.


"Jika memang benar Mario nggak pernah gituan sama Mario, berarti anak dalam kandungan Sherlyna anak gue dong ya." ucap Michael tersenyum senang lalu mulai melangkah menaiki tangga.


Namun baru sampai di anak tangga ke lima, Michael kembali ingat dengan semua ucapan Anggun. Membuatnya kembali melangkah turun lagi.


"Kamu aja masih bayi, tapi adikmu sudah mau dua." gumam Michael menatap baby Devandra yang terlelap dalam dekapannya...

__ADS_1


__ADS_2