
Bagian 50.
"Brak!"
"Verra, kenapa dilempar."
"Bukan ponsel gue ini." ucap Michael tanpa rasa bersalah.
"Ck! Karena itu ponsel gue, makanya lo lempar sembarangan." ucap Mario kesal.
"Lebay amat sih lo, cuma gue lempar ke sofa juga, bukan lantai." ucap Michael santai.
"Bukan lebay, tapi ini adalah ponsel gue baru dua hari yang lalu beli. Nggak lucu kan kalau sampai rusak."
Tadi Michael meminjam ponsel Mario untuk menghubungi Sherlyna karena Sherlyna tidak menjawab panggilan dari ponselnya.
"Tuan ada paket."
Seorang pelayan menyerahkan amplop coklat pada Michael.
Michael mengerutkan dahinya bingung saat melihat isi amplop itu.
"Itu bukannya Sherlyna ya? Sama siapa?" Ucap Mario yang ikut melihat isi amplop coklat itu.
Michael mendengus dan melemparkan amplop itu ke atas meja. Mario mengambil satu foto dan memperhatikannya.
"Wah ternyata Sherlyna pergi buat ketemu pria yang lebih ganteng dari lo Verra." ucap Mario yang sengaja membuat Michael semakin kesal.
"Duh Sherlyna kok lo pinter banget sih." ucap Mario, dia meletakkan foto itu ke meja. Dia sengaja membuat Michael kesal dengan mengatakan hal hal konyol untuk memanasi Michael.
Mario senang melihat Michael kesal, dia pun tadi sudah mengirimkan pesan singkat pada Sherlyna.
Mario mengabaikan Michael yang berjalan mondar mandir menunggu Sherlyna tidak pulang pulang. Mario lebih memilih bermain dengan baby Devandra.
"Baby Devandra nanti kalau besar jangan kayak Papa Michael yah." ucap Mario dengan suara keras.
Michael pun hanya melirik Mario sekilas lalu kembali menatap pintu. Hingga setengah jam kemudian Sherlyna muncul dari balik pintu utama.
Mario berniat menghampiri Sherlyna, namun tidak jadi saat mengingat foto di atas meja itu. Jadi Michael pun akhirnya memilih duduk di sofa dengan Mario yang memangku baby Devandra.
"Kalian kok sudah pulang, padahal ini masih jam kantor lo." ucap Sherlyna seraya berjalan kearah Mario dan Michael.
"Udah puas mainnya." ucap Michael kesal.
__ADS_1
"Sebenarnya sih belom, tapi suamiku mau aku cepat pulang." Ucap Sherlyna seraya tersenyu lebar.
Michael mendengus.
"Wah foto ku cepat juga ya di cetaknya." ucap Sherlyna seraya mengambil selembar foto di atas meja.
Mario tertawa pelan, sementara Michael menggertakkan giginya kesal.
"Sayang sekali, foto grafernya kurang handal... Muka aku kucel gini nggak di edit sama sekali." ucap Sherlyna lagi.
"Siapa pria dalam foto itu?" tanya Michael.
"Namanya Jecky." balas Sherlyna lalu meletakkan fotonya di atas meja dan melihat baby Devandra.
"Aku nggak tau siapa namanya, tapi aku tanya apa hubungannya sama kamu." ucap Michael.
"Yang pasti nggak kayak hubungan kamu sama Anggun." ucap Sherlyna lalu mengambil Baby Devandra dan membawanya pergi le kamar.
Michael mendengus kesal. "Kok jadi dia yang marah sih."
"Hahaa...."
Mario hanya tertawa seraya senang melihat Michael kesal.
"Lo tau siapa pria itu?" tanya Michael.
"Ck! Bukan itu ****! Tapi apa hubungannya dengan Sherlyna?"
"Yang pasti hubungan mereka nggak kayak hubungan lo sama Anggun." ucap Mario santai.
Michael melototi Mario.
"Awas tuh mata lepas." ucap Mario dan berlalu dari hadapan Michael.
Michael pun menyusul Sherlyna yang ada di kamar.
"Sayang."
"Bi, tolong kasih tau pelayan buat masak banyak malam ini ya." ucap Sherlyna pada pengasuh Baby Devandra.
"Sayang, siapa yang mau datang kok nyuruh mereka buat masak banyak." ucap Michael, Ibu dan Ayahnya masih di rumah neneknya dan tidak akan pulang dalam waktu dekat ini.
"Aku ngundang Jecky buat makan malam." ucap Sherlyna santai.
__ADS_1
"Apa?" ucap Michael kaget.
"Ku pikir kamu pengen kenalan sama Jecky, jadi aku ngundang dia buat makan malam sama kita." ucap Sherlyna lalu meletakkan baby Devandra di box.
"Sayang, kamu bercanda kan. Kamu ngapain ngundang pria itu ke sini, liat fotonya aja udah kesel. Apalagi liat muka dia langsung." ucap Michael, dia memeluk Sherlyna dari belakang.
"Aku nggak bercanda kok, lagian Jecky orangnya baik dan asik, kamu akan suka kenalan sama dia." ucap Sherlyna.
"Kamu suka sama dia?" tanya Michael.
Sherlyna mengangguk, Michael pun membalikkan tubuh Sherlyna untuk berhadapan dengannya.
"Sayang, kamu becanda kan?" tanya Michael kesal, dia baru saja senang karena Sherlyna putus dari Mario dan sekarang ada lagi pria yang di sukai Sherlyna.
"Buat apa aku bercanda, udah sana aku mau mandi dan bantu bibi masak." ucap Sherlyna mendorong tubuh Michael.
"Ngapain ikut masuk." ucap Sherlyna saat Michael ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Mau ikut mandi lah, gerah." ucap Michael santai.
"Yaudah kamu mandi duluan." ucap Sherlyna dan bersiap keluar kamar mandi namun di tahan Michael.
"Bareng aja." ucap Michael.
"Kalau kita mandi bareng nggak akan selesai selesai." ucap Sherlyna kesal.
"Ayolah sayang, udah lama kita nggak mandi bareng." ucap Michael merajuk.
Sherlyna menatap Michael geli bercampur kesal. "Lama apaan? Kita kemaren baru mandi bareng ya."
"Kan itu kemaren, hari ini belom." ucap Michael
"Sherlyna, Michael lo dimana?"
Suara Mario terdengar dari luar. Berarti saat ini Mario tengah berada di kamarnya.
Michael membuka sedikit pintu kamar mandi. "Mario, tolong jagain baby Devandra ya, kita mau mandi bentar."
Mario mendengus kesal, lalu menggendong baby Devandra keluar kamar.
"Papa sama Mama kamu mesum banget, masih jam segini juga udah mau yang bareng bareng aja." ucap Mario.
"Tuan biar saya saja yang jaga baby Devandra." ucap pengasuh baby Devandra saat melihat cara Mario menggendong baby Devandra sungguh menghawatirkan.
__ADS_1
"Tenang aja, gue udah biasa kok." ucap Mario lalu membawa baby Devandra ke lantai bawah.
"Jangan masuk kamar Tuanmu kalau nggak mau malu sendiri." ucap Mario membuat pengasuh baby itu kembali turun ke lantai bawah.