
Bagian 55.
[Author]
Dua tahun kemudian...
"Astaga!"
Mario berseru kesal dan memutup mata baby Devandra saat Michael dan Sherlyna tengah berciuman di ruang tengah.
"Kalian kalau mau mesra mesrakan di kamar bisa kali, kasian nih bocah liat adegan dewasa secara live." cibir Mario seraya menutup mata baby Devandra. Bayi itu kini telah tumbuh menjadi bocah lucu yang di sukai banyak anggota keluarga Michael mau pun Sherlyna.
Michael dan Sherlyna pun saling menjauhkan diri, lalu menatap Mario dengan senyuman tanpa dosanya.
"Mama, Papa Andra pergi dulu ya.." ucap Devandra.
"Baik baik ya sama kakek Mario." ucap Michael, ia mengusap kepala Devandra yang ada di gendongan Mario dengan lembut.
Sementara Sherlyna tertawa pelan dan Mario mendengus kesal, walaupun kenyataannya Devandra adalah anak Michael yang tidak lain adalah keponakannya. Tapi dia tetap tidak suka jika Devandra memanggilnya kakek, dan Michael sering menggodanya, seperti Mario yang selalu memanggil Michael dengan sebutan 'Verra'.
"Tolong kembalikan Andra sebelum jam makan malam ya Om Mario." ucap Sherlyna, ia mencium pipi kanan dan pipi kiri Devandra.
"Aku nggak sekalian di cium?" tanya Mario, sengaja menggoda Michael.
Hal itu tentu saja membuat Michael mendelik kesal, apalagi saat Sherlyna bergerak mencium pipi Mario.
"Sayang." ucap Michael, tidak ikhlas melihat Sherlyna mencium pipi Mario.
"Dadah mama, papa."
"Dadaahh..."
Michael cemberut karena di abaikan oleh Sherlyna.
"Sayang.."
"Ada apa Michael?"
"Aku kangen kamu."
"Kangen?" tanya Sherlyna dengan alis terangkat satu, dia tau artian dari kata kangen Michael namun sengaja pura pura tidak tau.
"Kangen banget." ucap Michael semangat.
"Maaf, aku lagi dapet loh." ucap Sherlyna.
Michael mencebikkan bibirnya sebal, "Jadi buat apa kita titipin Andra sama Om Mario kalau gini."
"Aku mau buat kue ulang tahun buat Beni." ucap Sherlyna tersenyum.
"Buat kuenya nanti aja, sekarang kamu bantu aku tidurin si dedek dulu." ucap Michael lalu menggendobg Sherlyna dan membawanya ke kamar.
"Michael aku lagi dapet loh." ucap Sherlyna menatap Michael kesal.
"Nggak apa-apa, kamu cukup buat dedek tidur dengan mulut kamu nanti." ucap Michael, lalu melepaskan seluruh pakaiannya.
"Aku aku buat kue buat Beni dulu ya." ucap Sherlyna mencoba membujuk Michael.
Namun Michael menggelengkan kepala dan berkata. "Nanti aku bantu kamu buat kue." ucap Michael.
"Tapi-,
Belum sempat Sherlyna melanjutkan protesnya, Michael sudah lebih dulu mencium bibir Sherlyna.
Sherlyna memejamkan matanya dan membalas ciuman Michael.
Michael melepaskan ciumannya dan melepaskan daster Sherlyna.
__ADS_1
"Kenapa rasanya tambah besar." gumam Michael melihat dada Sherlyna yang tidak memakai bra.
"Uh..."
Sherlyna memejamkan matanya saat mulut Michael bermain dengan dada kirinya. Dengan pelan Michael merebahkan Sherlyna di kasur.
Dua jam kemudian...
"Sayang..."
"Apa sayang sayang, aku capek." ucap Sherlyna kesal.
"Sekali lagi aja." mohon Michael.
"Sekali apanya, dari tadi kamu bilang sekali lagi, sekali lagi tapi nggak selesa selesai!" ucap Sherlyna, ia bangkit dari kasur.
"Siapa suruh kamu bohong sama aku." ucap Michael dengan senyuman tanpa dosanya.
"Aku bohong karena aku mau buat kue buat Beni, kalau begini kan gimana caranya aku buat kue." sunggut Sherlyna kesal.
Michael bangkit dari kasur dan memeluk Sherlyna dari belakang, "Yaudah kita beli aja." ucap Michael santai.
"Nggak bisa gitulah, aku kan sudah janji mau buat." ucap Sherlyna.
"Beni mana bisa sih bedaan kue beli sama buatan kamu." ucap Michael.
"Duh Michael jangan mulai deh, minggir sana. Aku mau mandi, mudah mudahan masih sempat buat kuenya." ucap Sherlyna menjauhkan tangan Michael dari dadanya dan berjalan ke kamar mandi.
Namun Michael malah mengikuti Sherlyna masuk ke dalam kamar mandi.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Sherlyna garang.
"Ikutan mandi lah." ucap Michael santai.
"Nggak ada."
Sherlyna mendengus namun tidak mengatakan apapun lagi, percuma saja dia mengusir Michael. Suaminya itu tidak akan pergi walaupun dia mengusirya berkali kali pun.
Akhirnya Sherlyna membiarkan Michael mandi bersamanya, yeah walaupun bukan hanya mandi biasa namun mandi plus plus :v. Setelah selesai, Sherlyna bergegas mengeringkan diri dan berganti pakaian.
Merapikan kasur, bantal guling yang berantakan kerena ulah Michael barusan.
Sherlyna pun memakai pakaiannya dan buru buru menyusul Sherlyna yang sudah lebih dulu keluar kamar.
"Sayang kok aku di tinggal sih." ucap Michael cemberut, namun Sherlyna tidak peduli dan fokus pada kegiatannya menyiapkan bahan untuk membuat kue.
"Kamu mau buat kue apa sayang?" tanya Michael.
"Ulang tahun." balas Sherlyna.
"Emang kamu nggak capek apa?" tanya Michael.
"Menurut kamu?" tanya Sherlyna balik.
"Kalau kamu capek, kita beli aja ya."
"Nggak, rasanya beda kalau beli itu."
"Sama kok sayang."
"Apa?!"
"Eh nggak, buatan kamu lebih enak." ucap Michael seraya tersenyum lebar.
"Hmm kalau gitu kamu tunggu di sana dan jangan ganggu aku." ucap Sherlyna seraya menunjuk ruang makan.
Sherlyna mengelengkan kepalanya pelan. "Nggak mau, aku mau bantuin kamu."
__ADS_1
"Michael, kalau kamu bantuin aku. Yang ada kue nya nggak akan selesai selesai." ucap Sherlyna sebal.
"Janji deh bantuin dengan benar." ucap Michael.
"Benar versi kamu itu belum tentu benar versi aku." ucap Sherlyna, ia semakin kesal karena Michael yang memeluknya dari belakang, membuatnya tidak fokus membuat kue.
"Hmm hmm."
Deheman tante Siska tidak membuat Michael melepaskan pelukannya pada Sherlyna, ia malah sengaja mencium pipi Sherlyna.
"Kalian itu mau buat kue atau mau mesra mesraan?" tanya tante Siska, sejak dua tahun lalu, Michael semakin lengket dengan Sherlyna.
"Ini ma, Michael nggak mau menyingkir." ucap Sherlyna sebal dan malu.
"Michael-,
"Ma, biar kuenya nanti tambah manis, jadi buatnya juga harus sambil berbuat yang manis manis, ya kan sayang." ucap Michael seraya mencium pipi Sherlyna berkali kali.
"Manis? Kalau Mama pikir sih itu kue nggak akan jadi kalau kamu terus nempel sama Sherlyna." ucap Tante Siska.
"Ahh Mama cuma ngiri kan karena nggak bisa kayak gini sama Papa." ucap Michael menggoda Ibunya.
"Michael!." seru Sherlyna kesal.
Tante Siska hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Terserah apa kata kamu Michael!"
"Sherlyna, Mama pergi dulu ya." pamit Tante Siska.
"Kalau mau pergi ya pergi aja kali Ma." ucap Michael.
"Hati hati Ma." ucap Sherlyna.
"Sherlyna."
"Sherlyna."
"Hmm."
"Sherlyna."
"Hhmm."
"Sherlyna."
Sherlyna yang merasa jengkel karena Michael terus memanggilnya pun menolehkan kepalanya kebelakang, karena dia tidal bisa balik badan sebab ada Michael yang setia memeluknya.
"Kenapa?"
"I love you."
Sherlyna yang hendak marah pun malah tersenyum. "Love you too." balas Sherlyna.
Michael tersenyum lebar dan mencium bibir Sherlyna dan Sherlyna pum membalas ciuman Michael dengan senang hati.
"Ya allah kapan kuenya jadi kalau begini."
Michael dan Sherlyna saling menjauhkan diri saat mendengar suara dari belakang mereka, namun saat tau siapa pemikik suara itu, Michael dan Sherlyna kembali berciuman.
"Woy ada orang di sini.!"
Tamat...
Sudah ada versi Ebooknya di Playstore yah kak dengan tambahan satu part bonus ;) Dan harganya juga terjangkau kok
__ADS_1