
[ Flasback ]
"Anda sudah siap?"
"S-su-sudah dok."
Michael berkata seraya menatap ngeri jarum suntik yang tengah di pegang oleh sang dokter. Wajahnya sudah pucat pasi, membayangkan jarum suntik itu akan menembus kulitnya.
"Saya sudah melarang Anda untuk melakukan ini, tapi Anda sangat baik karena telah rela berkorban demi orang yang Anda sayang." ucap sang dokter itu.
"Akhhh..."
Bugh!
Michael berteriak dan jatuh dari ranjang saat dokter baru saja akan memasangkan jarum infus di punggung tangannya.
"Maaf dok, Saya nggak jadi." ucap Michael, ia bangkit dari lantai dan berlari keluar ruangan, membuat dokter dan beberapa suster yang sempat kagum dengan apa yang akan Michael lakukan, kini hanya menatap datar Michael yang lari terbirit birit hanya karena melihat jarum suntik.
Brak!
Michael menutup pintu ruang operasi dengan kasar dan berlari tanpa tujuan di koridor rumah sakit.
Brak!
__ADS_1
Bugh!
"Akhhh."
Michael terpental dan menabrak tembok, lalu terhempas ke lantai saat seseorang dengan kasar membuka pintu sebuah ruangan yang Michael lewati.
"Aduh maaf maaf."
Michael meringis, rasanya punggung dan bokongnya panas. "Kalau mau buka pintu liat liat dong!" serunya kesal.
"Maaf, tadi saya buru-buru... Lagi pula apa yang Anda lakukan, berlari di koridor rumah sakit?"
Michael yang baru saja berniat untuk bangun dari posisinya pun mengurungkan niatnya menyesali apa yang sudah di lakukannya, kabur saat dokter akan memasang jarum infus di punggung tangannya. Padahal Mario butuh donor hati sesegera mungkin.
"Maaf, apa Anda ada masalah, mungkin saya bisa membantu." ucap wanita itu, ia berjongkok di depan Michael.
Michael mendongak menatap wanita itu tidak yakin. "Emang lo mau memberikan hati lo buat gue." ketus Michael.
"Saya bisa memberikan apapun yang Anda mau, asalkan Anda berjanji pada Saya satu hal." ucap wanita itu serius, membuat Michael menatapnya aneh.
Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Michael. "Nama Saya Widya,"
"Anda tidak perlu mengatakan siapa Anda, Saya hanya mau Anda berjanji itu saja." lanjut wanita itu saat Michael menerima uluran tangannya dan membantu Michael berdiri.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan di koridor rumah sakit, atau lebih tepatnya Michael yang mengikuti wanita asing itu. Wanita yang mengaku bernama Widya itu membawanya ke sebuah ruangan pasien khukus untuk bayi.
"Saya baru saja melahirkan." ucap wanita itu mulai berbicara.
"Suami Saya sudah meninggal tiga bulan yang lalu karena penyakit kanker yang dia derita." wanita itu kembali berbicara, dan Michael hanya mengangguk, walau masih bingung.
"Saya tidak punya uang untuk membayar persalinan Saya di rumah sakit ini dan besok anak Saya akan di serahkan ke panti asuhan jika Saya belum juga membayar administrasinya,"
Wanita itu menghela nafas panjang, lalu mengusap pipi anaknya dengan lembut.
"Tolong biayai Administrasi Saya dan rawat bayi Saya, anggap saja dia adalah anak Anda sendiri. Maka Saya akan memberikan hidup Saya untuk Anda."
Ucap wanita itu menatap Michael.
"Apa lo rela mati?" tanya Michael.
Wanita itu mengangguk mantap. "Asalkan Anda bersedia merawat anak Saya, maka Saya pun bersedia memberikan nyawa Saya."
Michael mengangguk, katakan dia jahat, dia tidak peduli. Lagi pula imbalannya setimpal.
Wanita itu memberikan hatinya untuk Mario, dan Michael akan merawat bayi wanita itu dan menjadikan bayi itu anaknya.
[ Flasback off ]
__ADS_1