BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 54. Sherlyna keguguran lagi


__ADS_3

Bagian 54.


"Bagaimana dokter?"


"Istri anda mengalami pendarahan karena stress, maaf kami tidak bisa mempertahankan janin nya."


Kaki Michael rasanya lemas saat mendengar ucapan sang dokter bahwa Sherlyna kembali keguguran.


"Kami akan segera melakukan kuret." ucap sang dokter membuat Michael mau tidak mau mengangguk lemah.


Michael pun menyandarkan punggungnya di dinding, ia memejamkan matanya erat erat. Rasanya dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menikamnya tapi tidak terlihat.


"Tuhan, apa ini hukuman darimu dengan apa yang sudah aku lakukan sebelum menikah dengan Sherlyna." lirihnya pelan.


"Sherlyna pasti akan sangat sedih mendengar ini."


"Semua ini karena Om Mario!"


Michael kembali berdiri tegak saat melihat dokter kembali keluar dari ruang UGD.


"Dokter ada apa?" tanya Michael.


Dokter itu menghela nafasnya... "Maaf sebelumnya apa istri anda pernah keguguran?"


Michael mengangguk. "Ya."


"Apakah itu baru terjadi beberapa bulan yang lalu? "


"Ya."


"Sepertinya memang karena itu, maaf kami harus memberitahukan hal buruk kepada anda."


Michael menelan ludahnya kasar. "Apa itu dokter?" tanya Michael.


"Mari ikut ke ruangan saya dulu." ajak dokter itu dan Michael pun mengikuti dokter itu menuju ruangannya.


"Apa dokter yang menangangi istri anda itu tidak pernah mengatakan jika ada bahaya kalau istri anda hamil lagi sebelum satu tahun setelah melakukan kuret?" tanya dokter itu setelah berada di rumah ruangan.


"Umh itu-,


"Karena hal itu, rahim istri Anda bermasalah."


"Maksud dokter?"


"Dengan berat hati kami harus melakukan operasi pengangkatan rahim."


"Apakah itu harus dok?" tanya Michael pelan.


Dokter itu mengangguk pelan. "Apakah tidak ada cara lain?"


"Pendarahan itu hanya bisa di hentikan jika kami melakukan operasi dan -,


Michael menunduk dan menulikan telinganya dengan penjelasan sang dokter. Jantungnya berdebar kencang, dadanya sesak, tanpa sadar air matanya menetes dari ujung matanya.

__ADS_1


Michael tidak tau apa yang harus di lakukannya, dua pilihan yang dokter katakan sama sama akan menghancurkan Sherlyna dan hidupnya. Tapi Michael lebih tidak sanggup lagi jika harus kehilangan Sherlyna untuk selamanya, dengan itu dia memutuskan untuk memilih agar Sherlyna di operasi.


Michael duduk di kursi tunggu depan UGD, menunduk menatap lantai kramik itu dengan tatapan kosong.


Michael belum mengabari keluarganya atau pun keluarga Sherlyna karena tidak tau bagaimana cara mengatakan pada mereka tentang kondisi Sherlyna saat ini. Lebih lagi Ibu Elly pasti akan sangat amat membencinya bila tau kondisi Sherlyna saat ini.


"Verra."


Mario datang dengan membawa baby Devandra dalam dekapannya. Michael pun mengambil baby Devandra dari Mario tanpa mengatakan apapun, dia sudah tidak ada minat untuk menghajar Mario.


"Michael apa yang terjadi?" tanya Mario, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Sherlyna, karena jika di lihat dari kondisi Michael saat ini pasti keadan Sherlyna jauh dari kata baik.


"Michael aku minta maaf." ucap Mario saat melihat Michael hanya diam saja menatap baby Devandra.


"Sebaiknya lo pergi dari sini." ucap Michael dingin.


"Ver-,


"Please pergi dari hadapan gue."


Michael benar benar tidak mau melihat Mario untuk saat ini.


"Apapun yang terjadi, gue minta maaf... Gue tidak ada maksud membuat keadaan Sherlyna-,"


"Pergi dari sini sekarang." ucap Michael memotong ucapan Mario.


Mario menghela nafasnya, ia dia jika Michael sangat marah padanya. Namun dia tetap tidak akan pergi sebelun tau kondisi Sherlyna yang sebenarnya, jadi Mario pun memutuskan untuk ikut duduk di kursi depan UGD itu bersama Michael.


Mario pun menghubungi pengasuh baby Devandra yang dia tinggal di rumah untuk datang ke rumah sakit membawa perlengkapan baby Devandra.


Tidak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD.


Sontak Michael dan Mario pun langsung menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dokter?" tanya Michael.


Dokter itu melepaskan maskernya dan berkata. "Operasi berjalan dengan lancar, kondisi istri masih belum sadar. Kami akan segera memindahkan istri Anda ke kamar rawat."


"Terima kasih dokter." ucap Michael.


Dokter mengangguk dan meninggalkan mereka.


"Verra, Sherlyna habis operasi apa?" tanya Mario


"Lo nggak perlu tau." ucap Michael sinis.


"Verra."


"Gue benci sama lo." ucap Michael kesal dan karena suara kerasnya, baby Devandra yang ada dalam dekapannya jadi terbangun dan menangis.


"Maafin Papa sayang." ucap Michael menenangkan baby Devandra.


Mario hanya diam karena tau dirinya salah dan sudah sepantasnya Michael membencinya.

__ADS_1


      **** BAD ****


"Sherlyna kamu udah bangun."


Michael terlihat senang saat melihat Sherlyna membuka matanya.


"Aku kenapa?" tanya Sherlyna pelan, kepalanya masih pusing karena efek ubat bius.


"Tidak apa-apa sayang." ucap Michael lembut.


"Dimana baby Devandra?" tanya Sherlyna.


"Kamu jangan khawatir, baby Devandra baik baik aja kok..."


"Dimana?" tanya Sherlyna karena tidak melihat ada baby Devandra di ruangan itu.


"Di rumah, tadi aku suruh om Mario bawa baby Devandra pulang. Kasian kalau di rumah sakit terus, baby Devandra pasti tidak nyaman." jelas Michael.


"Aku mau pulang." ucap Sherlyna.


"Sayang-,


"Aku mau ketemu baby Devandra." ucap Sherlyna.


"Ya, kamu pasti akan bertemu baby Devandra. Tapi tidak malam ini, ini sudah malam dan kamu baru saja siuman." ucap Michael.


"Tapi-,


"Aku akan menghubungi om Mario agar kamu percaya jika baby Devandra sekarang baik baik aja." ucap Michael.


Michael pun menghubungi Mario lewat video panggilan WA.


"Hai." sapa Mario dari sebrang sana dengan senyuman lebar.


"Dimana baby Devandra?" tanya Michael langsung.


Mario mendengus namun mengarahkan ponselnya pada baby Devandra yang saat ini tengah tidur nyenyak di box bayi.


"Liat, baby Devandra baik baik aja kan." ucap Michael menunjukkan ponselnya pada Sherlyna.


Sherlyna tersenyum dan mengusap layar ponsel dengan lembut seakan itu benar baby Devandra.


"Kalian jangan khawatir, selama ada gue. Baby Devandra pasti baik baik aja kok." ucap Mario.


Michael mengabaikan ucapan Mario dan segera mematikan sambungan. "Sekarang kamu istirahat ya." ucap Michael.


Sherlyna mengangguk pelan dan membaringkan tubuhnya kembali. "Michael aku minta maaf karena tidak bisa menjaga calon anak kita dengan baik."


"Kamu tidak perlu minta maaf, kamu tidak bersalah sayang." ucap Michael.


"Tapi-,


"Sudahlah, jangan membahas hal yang tidak penting. Lebih baik kamu istirahat agar lekas kembali sehat." ucap Michael, dia masih belum mengatakan tenrang pengangkatan rahim Sherlyna karena tidak tau bagaimana cara mengatakan semua itu dan memutuskan untuk memberitahu jika keadaan Sherlyna sudah sehat saja

__ADS_1


__ADS_2