BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 16. jam 12'12


__ADS_3

[ Author ]


              'Ya kali gue keluar pake baju kayak gini lagi?' tanya Sherlyna dalam hati sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali. Tangan kanannya mengobrak-abrik isi koper yang semalam, dan ya isinya masih sama.


"Sherlyna, lo ngapain sih di dalem? Ini udah hampir setengah jam loh?" Tanya Michael dari balik pintu kamar mandi, ia sudah rapi dengan celana jeans panjang berwarna biru dan juga kaos oblong berwarna putih polos, terkesan santai.


"Hey! Lo selain kebo, ternyata tuli juga ya." ucap Michael kesal karena merasa di abaikan oleh Sherlyna.


Dor dor dor.....


Michael menggedor pintu kamar mandi, bukan lagi mengetuknya seperti tadi. Membuat Sherlyna yag ada di dalam sana berdecak sebal dengan Michael.


Brak!!


Sherlyna membuka pintu kamar mandi dengan kasar, matanya melotot kearah Michael yang diam bak patung menatapnya dengan tampang mupeng😂.


"Apaan?!" tanya Sherlyna dengan kedua tangan yang dia taruh ke pinggangnya.


Michael menelan ludah dengan susah payah, "ya allah kuatkan lah hambamu ini." gumam Michael lirih.


Sherlyna mengerutkan dahinya heran mendengar ucapan Michael. "Ini." dengan tatapan yang tidak lepas dari Sherlyna, Michael mengangkat tangan kanannya yang memegang sebuah gaun berwarna hijau daun.


"Hah?" tanya Sherlyna tidak mengerti.


"Buat lo pake, tapi kalau lo nggak mau juga nggak apa-apa karena gue lebih suka sama penampilan lo yang sekarang ini." ucap Michael panjang lebar dengan senyuman miringnya.


Sherlyna sontak melihat kearah dirinya sendiri, matanya langsung membulat sempurna saat sadar dengan keadaan dirinya. Dengan pipi merona merah karena malu dan juga kesal, Sherlyna mengambil gaun dari tangan Michael, lalu kembali menutup pintu kamar mandi dengan kencang.


"Astaga! Sherlyna kok lo bego banget sih." ucapnya menyandar pada pintu kamar mandi, bagaimana bisa dirinya lupa dengan keadaan dirinya yang belum menggunakan pakaian, jadi tadi dia membuka pintu dengan hanya menggunakan bra pink dan juga cd pink-nya.


Oh betapa malunya dirinya saat ini, pantas saja tadi Michael tidak berkedip sama sekali saat melihatnya. Jadi itu adalah penyebabnya.


Setelah memakai gaun yang Michael berikan tadi, Sherlyna keluar dari kamar mandi dengan hati-hati. Selain karena masih terasa sakit di daerah sensitifnya, ia juga malu menunjukkan wajahnya di hadapan Michael.


"Sherlyna sini sarapan dulu "ucap Michael saat melihat Sherlyna keluar dari kamar mandi.


Sherlyna mengangguk dan berjalan pelan menuju keberadaan Michael di sebelah kiri ranjang, entah sejak kapan ada meja bundar di sana dan juga sudah berisi makanan.


Michael mendecakkan lidahnya kesal melihat Sherlyna yang menurutnya sangat lamban seperti siput itu, hanya berjalan beberapa langkah saja membutuhkan waktu sangat lama. Lalu miche pun bangkit dari duduknya dan tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh Michael dan mendudukkan nya di kursi yang sudah tersedia.


"Gue bisa jalan sendiri."

__ADS_1


"Ck! Keburu mati kelaperan gue kalau nunggu lo jalan yang jalannya aja lebih lama dari siput itu, apa begitu sangat sakit? Sampe lo jalan aja kayak siput?" ucap Michael sedikit kesal namun juga terselip rasa khawatir.


"Um sebaiknya kita makan." ucap Sherlyna sengaja mengalihkan pembicaraan karena tidak mau membahas hal yang mereka buat semalam.


"Kalau di tanya itu di jawab, bukan malah bicara yang lain." ucap Michael, namun ia mulai memakan sarapannya.


Sherlyna tidak bersuara, ia lebih memilih untuk menikmati hidangan di depannya. Matanya menatap ranjang yang sudah rapi dengan seprai dan selimut yang sepertinya sudah di ganti dengan yang baru, Sherlyna tidak tau kapan dan siapa yang menggantinya. Tapi secara tiba-tiba pipinya menjadi merona merah karena mengingat apa yang sudah di lakukannya dengan Michael, diatas ranjang itu.


"Sherlyna, kenapa pipi lo merah merah gitu?" tanya Michael heran.


"Nggak apa-apa." balas Sherlyna, lalu kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Serius? Jangan-jangan lagi mikirin gimana kalau habis sarapan ini kita ena-ena lagi." ucap Michael membuat Sherlyna melotot kearah Michael.


"Gue sih mau-mau aja." tambah Michael seraya tersenyum menggoda Sherlyna dengan kedipan matanya.


"Apaan?! Gue udah kenyang, gue mau pulang." ucap Sherlyna lalu ia bangkit dari duduknya, padahal makanannya belum habis. Tapi dia sudah tidak tahan dengan ucapan Michael yang sangat ambigu menurutnya.


"Lo nyari apa sih?" tanya Michael.


"Lo tau hp gue di mana nggak?" tanya Sherlyna balik.


"Tas gue di mana?" tanya Sherlyna lagi karena tidak menemukan tas tangannya di mana-mana.


"Di wastafel yang ada di dalam kamar mandi." balas Michael.


Sherlyna menepuk keningnya sendiri, kenapa dirinya bisa lupa jika ia menaruh tas tangannya di dalam kamar mandi. Sherlyna buru-buru melangkah kedalam kamar mandi dan mengambil tasnya, ia keluar kamar mandi dan mencari-cari ponselnya.


'Jam 12,12.....' gumam Sherlyna pelan, lalu ia mengeryitkan keningnya. 'Kenapa Michael bilang tadi sarapan? Harusnya kan makan siang?'


"Hey! Kenapa melamun?" tanya Michael.


"Siapa yang melamun?" tanya Sherlyna balik.


"Gue udah manggil-manggil lo sampe ratusan kali, tapi lo nggak nyahut-nyahut." ucap Michael asal, padahal ia baru memanggil nama Sherlyna sekitar tiga atau empat kali saja.


"Masa sih?" tanya Sherlyna tak percaya.


Michael mengangguk yakin. "Ayo, katanya mau pulang. Itu koper lo yang ada di kamar mandi nggak mau di bawa pulang?" tanya Michael.


sebenarnya dia ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Sherlyna, namun ia harus terpaksa pulang karena Ayahnya berada di luar negri, otomatis dia yang harus menghandel perusahaan Ayahnya.

__ADS_1


Sherlyna menggelengkan kepalanya, "nggak, itu bukan punya gue." balas Sherlyna. Isinya memang bukan punya dia kan?


"Terserah." ucap Michael berjalan lebih dulu dari pada Sherlyna.


Sherlyna mengikuti langkah kaki Michael yang menurutnya terlalu cepat, mereka pun memasuki lift lalu turun kebawah. Michael tidak perlu membayar lagi karena ia sudah membayarnya kemarin.


Michael berdecak kesal melihat Sherlyna yang tertinggal jauh di belakangnya. "Gue mau pulang kerumah gue." ucap Sherlyna saat sampai di depan Michael.


Michael mengabaikan ucapan Sherlyna, ia memilih memasuki mobil. Hal itu membuat Sherlyna sedikit kesal, namun ia tetap masuk ke dalam mobil.


"Lo ngapain duduk di belakang? Lo pikir gue sopir lo apa?" tanya Michael.


Sherlyna mendengus, "ck! Udah sih tinggal jalan aja."


"Enak aja, nggak mau. Pindah kedepan atau kita di sini aja sampe lo pindah ke depan."


[ BAD ]


"Mama, Papa gimana keadaan Andre?" tanya Adrian, ia dan istrinya baru saja sampai di singapura dan langsung menuju rumah sakit.


"Awalnya keadaanya baik-baik saja." balas Ayahnya.


"Tapi nggak setelah melihat ini." ucap Ibunya memberikan ponsel kepada putra sulungnya itu.


Adrian melihat gambar foto yang ada di ponsel itu dengan bingung. Dia benar benar tidak tau apa maksudnya foto ini.


Siska pun melihat foto itu, "memangnya ada apa dengan foto ini?" tanyanya.


Ayah dan Ibu nya Adrian menghela nafas panjang... "Beberapa hari yang lalu, Andre pulang dengan membawa dia sebagai kekasihnya." ucap Ibunya.


"Maksud Mama Apa? Adrian nggak ngerti?" tanya Adrian.


Ayah dan Ibunya pun menggelengkan kepalanya. "Kami juga nggak mengerti dengan ini semua."


"Bukanya dia dan Ali sudah berpacaran lama kan, Ma?" Adrian bertanya pada istrinya.


"Eh?"


Siska menatap Mertua dan suaminya dengan gugup, dia tidak tau harus berkata apa.


__ADS_1


__ADS_2