
Bagian 53.
Pagi harinya, Mario masuk kamar Michael dan Sherlyna secara diam diam dan membawa Baby Devandra pergi tanpa pamit. Hal itu tentu saja membuat Michael dan Sherlyna kalang kabut karena tidak ada yang tau kemana baby Devandra, sementara pengasuhnya pun tidak ada dan nomernya pun tidak aktif.
Mereka takut jika pengasuhnya itu menculik baby Devandra, seperti kebanyakan berita yang beredar tentang pengasuh bayi.
Sakit paniknya, mereka berdua sampai lupa jika Mario tinggal di rumah mereka dan mungkin saja Baby Devandra bersama Mario.
"Bagaimana Michael, baby Devandra hilang." ucap Sherlyna lemas.
"Kamu jangan khawatir, baby Devandra pasti baik baik aja." ucap Michael.
"Bagaimana aku nggak khawatir, baby Devandra itu masih bayi. Kamu sih pake acara sewa pengasuh buat baby Devandra segala." ucap Sherlyna.
"Maaf, aku nggak tau kalau pengasuh itu akan berniat jahat. Dia kan salah satu pelayan muda di rumah ini yang sudah cukup lama kerja di rumah ini." ucap Michael menyesal.
"Aku nggak mau tau, kamu harus nemuin baby Devandra secepatnya. Aku takut, baby Devandra kenapa napa." ucap Sherlyna
Michael, Sherlyna, para pelayan dan sopir di rumah sibuk mencari baby Devandra yang hilang.
Berbeda dengan Mario yang tengah bermain santai dengan baby Devandra tanpa berpikir banyak.
"Tuan, sebaiknya kita kembali..." ucap pengasuh baby Devandra.
"Buat apa kembali." ucap Marip santai.
"Tuan dan Nyonya di rumah pasti panik karena nggak nemuin baby Devandra di rumah, Saya juga nggak bisa ngasih kabar karena ponsel Saya mati." jelas pelayan itu.
"Lagi pula ini sudah siang, sudah panas. Kasihan baby Devandra kepanasan." lanjutnya.
Mario mendengus dan melihat matahari yang sudah berada di atas kepala mereka.
"Huh, Ayo kita pulang." ucap Mario dan menggendong baby Devandra.
Mario sengaja membawa baby Devandra keluar rumah untuk piknik.
Mario pun memutuskan untuk pulang kerumah dan bingung saat melihat rumah yang sepi.
__ADS_1
"Kemana semua orang?" tanya Mario pada pelayan yang membuka pintu.
"Tuan dan Nyonya sedang mencari baby Devandra... Mereka nggak tau kalau Tuan Mario yang membawa baby Devandra, Tuan dan Nyonya pikir baby Devandra telah di culik oleh pengasuhnya." jelas pelayan itu.
"Bagaimana ini Tuan." pengasuh baby Devandra pun panik, dia takut di marahi bosnya. Apalagi kalau sampai di pecat.
"Jangan khawatir, aku akan menghubungi Michael." ucap Mario, ia menyerahkan baby Devandra pada pengasuhnya karena ingin menghubungi Michael.
Di tempat lain, Michael tengah mengendarai mobilnya menuju rumah sakit karena Sherlyna yang pingsan dan tidak mempedulikan ponselnya yang bergetar tanda ada telfon masuk.
"Sial! Kenapa pake acara macet segala sih."
Sherlyna berseru kesal dan memukul stir mobil karena perjalanannya terhambat oleh jalanan yang macet padahal saat ini ia dalam kondisi darurat.
Setelah sekian lama menerjang macet, akhirnya mobil yang Michael kendarai pun sampai di parkiran rumah sakit. Dengan cepat ia membawa Sherlyna keluar mobil untuk cepat mendapatkan perawatan.
Dia takut terjadi sesuatu dengan Sherlyna atau pun calon bayinya. Dokter sudah pernah bilang jika kondisi kehamilan Sherlyna sangat rentan dan rawan keguguran, oleh karena itu, dokter menyarankan agar Sherlyna tidak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran karena itu akan berdampak buruk pada calon bayi mereka.
Hari ini, mungkin Sherlyna terlalu lelah karena setengah hari sibuk ikut bersamanya mencari baby Devandra dan pikirannya pasti juga pusing karena memikirkan baby Devandra yang belum tau di mana keberadaannya saat ini.
"Bagaimana keadaan istri dan anak Saya dok?" tanya Michael setelah dokter memeriksa keadaan Sherlyna.
"Sekarang calon bayi dan ibunya baik baik saja kan dok?" tanya Michael hati hati.
"Keduanya sama sama lemah, jadi istri Anda butuh perawatan di rumah sakit." ucap dokter.
Michael menduk lesu, dokter menepuk bahunya. "Jangan khawatir, calon bayi kalian sudah cukup kuat karena masih bisa bertahan hingga saat ini."
Michael tersenyum dan berterima kasih pada dokter, dan dokter pun meninggalkan Michael.
Michael melihat ponselnya yang kembali bergetar dan menemukan bahwa yang menghubunginya adalah Mario.
"Ada apa?" tanya Michael seraya berjalan masuk ke ruang rawat Sherlyna
"Lo dimana?" tanya Mario dari sebrang sana.
"Di rumah sakit." balas Michael pelan, dia menatap Sherlyna yang terkulai lemah di ranjang rumah sakit dengan selang infus di tangan kirinya.
__ADS_1
"Ngapain di rumah sakit?" tanya Mario bingung.
"Main? Lo pikir orang ke rumah sakit itu ngapain." ucap Michael kesal.
"Bodo amat lah lo pada dirumah sakit ngapain, yang penting sekarang cepat pulang. Baby Devandra rewel terus ini." ucap Mario.
Ucapan terakhir Mario sukses membuat Michael mendelik. "Baby Devandra ada sama lo?" tanyanya.
"Iya, tadi gue ajak dia jalan jalan bentar, pas pulang kalian udah nggak ada." ucap Mario santai.
Berbeda dengan Michael yang sudah geram dengan Mario. "Lo gila ya, gara gara lo bawa baby Devandra nggak bilang bilang, Sherlyna sekarang jadi harus di rawat di rumah sakit." seru Michael kesal dan langsung mematikan panggilan telfon.
Michael mengatur nafasnya agar tidak memburu karena kesal dengan Mario. Lalu setelah nafasnya kembali normal, dia kembali menghubungi Mario untuk membawa baby Devandra ke rumah sakit.
"Michael, ini dimana? Baby Devandra mana?" tanya Sherlyna lemah.
"Sayang jangan gerak dulu, kamu harus istirahat." ucap Michael khawatir saat melihat Sherlyna ingin turun dari ranjang.
"Baby Devandra, Michael."
"Kamu jangan khawatir, baby Devandra baik baik aja... Dia lagi sama Mario mau jalan ke sini." ucap Michael.
Sherlyna menatap Michael. "Kamu nggak lagi bohong kan?"
Michael menggelengkan kepalanya. "Aku nggak bohong sayang, tadi itu ternyata baby Devandra lagi di ajak jalan jalan sama Om Mario."
"Kenapa nggak bilang dulu." ucap Sherlyna lega.
"Om Mario emang gila, liat aja nanti akan aku hajar kalau sampai sini." ucap Michael kesal.
Sherlyna kembali berbaring dan merintih kesakitan pada perutnya, membuat Michael panik.
"Sayang ada apa?" tanya Michael.
"Nggak tau, perut aku sakit banget." ucap Sherlyna.
"Tunggu sebentar ya, aku akan pangil dokter." ucap Michael lalu keluar ruang rawat Sherlyna untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Michael bersumpah jika terjadi sesuatu pada Sherlyna atau calon bayinya, dia tidak akan memaafkan Mario.