BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 9. Mario & Sherlyna.


__ADS_3

[ Andre ganti nama jadi Mario, siapa tau ada yang bingung ;)]


[Author]


"Ada apa sih, kok kelihatannya lesu banget gitu sayang?"


Sherlyna menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya, Mario. Dan Mario pun mengusap kepala sang kekasih penuh sayang.


"Lo percaya kan kalau gue sayang banget sama lo?" tanya Sherlyna.


Mario mengeryitkan keningnya tidak mengerti dengan pertanyaan Sherlyna yang menurutnya aneh itu.


"Lo bicara apa sih sayang, tentu aja gue percaya sama lo, karena lo itu pacar gue." ucap Mario.


"Gue cuma takut suatu saat lo bakalan tinggalin gue." gumam Sherlyna.


"Maksud lo sebenarnya apa sih?" tanya Mario, menatap Sherlyna di sampingnya lalu tanggannya menangkup kedua pipi Sherlyna yang terlihat tidak semangat sama sekali.


"Apapun yang terjadi gue nggak akan pernah tinggalin lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo... Jangan pernah berfikiran seperti itu lagi ya, apa ini semua ada hubungannya dengan Beni?" ucap Mario panjang lebar.


"Gue juga cinta lo dan nggak mau kalau sampai kita pisah, bukan Beni kok." ucap Sherlyna lalu tersenyum.


Mario ikut tersenyum lalu mengecup bibir Sherlyna sekilas.


"Lo itu bidadari gue yang makin hari makin kelihatan bertambah cantik." ucap Mario, tangannya menyimpan anak rambut Sherlyna ke belelakang telinga.


Sherlyna tersenyum dengan pipi yang merona merah bak tomat busuk, ups 😂


Mario tersenyum, ia sangat suka melihat Sherlyna yang sedang blushing seperti ini, menurut Mario, Sherlyna yang sedang blushing itu terlihat lebih cantik dari pada biasanya.


"Gue punya sesuatu buat lo." ucap Mario mengambil sesuatu dari saku celananya.


"M & S." ucap Sherlyna rada ambigu saat melihat sebuah kalung berbandul huruf 'M&S'. 'kok gue malah kepikiran kalau M & S itu Michael & Sherlyna ya bukan Mario & Sherlyna' Batin Sherlyna.


Mario tersenyum, "iya, lo lupa lagi kan kalau hari ini adalah anniv kita yang ke tiga tahun."


"Um maaf gue benar benar lupa kalau hari ini adalah anniv kita... M dan S?"


"Nggak apa-apa kok sayang, yang penting gue masih ingat kan... Iya, M dan S... Mario dan Sherlyna." ucap Mario dengan senyuman lebar yang masih menghiasi wajahnya.


"Eh."


"Lo nggak suka ya." ucap Mario. karena melihat Sherlyna yang menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gue suka kok, suka banget malah... Sekalian dong pakein." ucap Sherlyna.


Mario mengangguk lalu memakaikan kalung itu ke leher Sherlyna. "Oh iya sayang, besok lo mau kemana?"


"Emang kenapa?"


"Gue mau kenalin lo sama orang tua gue, ini udah tiga tahun kita pacaran masa lo belum kenal orang tua gue... Kata Mama gue, gue ini nggak laku karena nggak pernah bawa lo ke rumah, keponakan gue aja mau nikah bulan depan." ucap Mario panjang lebar mengingat Ibunya yang mengejeknya seminggu yang lalu karena sampai saat ini belum mengenalkan sang pacar pada orang tuanya, padahal keponakan nya saja sudah mau menikah.


"Kayaknya nggak kemana-mana deh." ucap Sherlyna.


"Bagus deh, besok gue jemput ya...."


[ BAD ]

__ADS_1


skip ...


"Pagi!"


Sherlyna mengeryitkan keningnya heran saat melihat sang Ayah sudah rapi sepagi ini. Ramma dan Ferry pun melakukan hal yang sama di lalakukan oleh Sherlyna.


"Ayah mau kemana?" tanya Sherlyna saat Ayahnya telah duduk di kursi meja makan.


"Hari ini Ayah mau mencoba melamar pekerjaan." ucap Ayah mereka dengan senyuman di wajahnya.


"Tapi Ayah---


"Sherlyna ayah nggak apa-apa, maafkan Ayah yang selama ini membuatmu terbeni," ucap Ayah.


"Sudah lanjutkan sarapan kalian." lanjut Ayah.


Walau masih tidak yakin dengan keadan Ayahnya yang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Tapi Sherlyna tetap mengangguk dan melanjutkan sarapannya. Dalam hati ia berdoa bahwa Ayahnya memang benar sudah baik-baik saja.


Ramma dan Ferry pun tidak bicara apapun, kedua anak itu hanya saling menatap lalu kembali memakan sarapan masing-masing.


"Ayah pergi dulu ya."


"Ayah serius?"


Kali ini bukan hanya Sherlyna yang bertanya, tapi juga Ramma dan Ferry.


"Ayah serius, sudah kalian jangan khawatirkan Ayah... Ayah baik baik saja." ucap Ayah lalu berjalan meninggalkan ruang makan.


"Kak kami juga berangkat dulu ya, takut telat nanti." ucap Ferry.


Ramma dan Ferry mengangguk lalu berjalan keluar rumah, belum sampai mereka berdua membuka pintu, bel rumah sudah berbunyi lebih dulu.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Ferry kesal melihat dua manusia di hadapannya itu.


Sherlyna yang penasaran pun menghampiri kedua adiknya di pintu depan.


"Bunda, Om Sam... Silahkan masuk." ucap Sherlyna dengan senyuman manis menyuruh kedua tamunya memasuki rumahnya, sementara Ramma dan Ferry menatap dua manusia itu dengan pandangan tidak suka dan langsung meninggalkan rumah.


"Maafkan ucapan terakhir Bunda ya sayang."


"iya Bun, nggak apa apa kok... Sherlyna ngerti." balas Sherlyna.


Sherlyna pun mengajak Bunda dan Om Sam untuk masuk ke dalam rumah.


[ BAD ]


skip...


[ Annastasia Sherlyna Veronica]


"Mario, lo yakin.?"


Mario tersenyum lalu mengangguk. "Yakin, udahlah jangan takut gitu.. Gue cuma mau kenalin lo sama orang tua gue aja kok."


"Gimana kalau mereka nggak suka sama gue?" tanya gue khawatir.


"Mereka itu baik, jadi mereka pasti bisa terima lo apa adanya." ucap Mario meyakinkan gue dengan menggenggam tangan gue.

__ADS_1


Gue berdoa dalam hati semoga kedua orangtua Mario mau menerima gue sebagai kekasihnya. Aminn.


"Ndre kok nggak ketuk pintu dulu sih, main masuk gitu aja?" tanya gue saat Mario langsung membuka pintu.


"Ngapain ini rumah gue juga kan?" tanya Mario.


Gue cuma memutar bola mata gue malas...


"Mama! Papa! Kalian dimana? Mario pulang ajak Sherlyna nih." seru Mario lantang.


"Mario jangan teriak-teriak kamu bukan anak kecil lagi." ucap seseorang wanita yang sudah cukup tua karena aku yakin usianya lebih tua daripada tante Siska.


"Jadi kamu yang namanya Sherlyna?" tanya seorang lelaki yang tadi bersama seorang wanita itu.


Gue tersenyum lalu mengangguk. "Iya om, saya Sherlyna." ucap gue sambil menyalami mereka.


"Tante pikir yang namanya Sherlyna itu hanya khayalan Mario saja, ternyata emang ada ya." ucap Mama-nya Mario.


"Ma!"


"Kenapa Mario?"


"Habis kamu kan dari dulu cuma sering cerita perempuan bernama Sherlyna itu tapi nggak pernah mengajaknya kemari." ucap Papa Mario.


"Pa, Ma... Jangan buat Mario malu di depan Sherlyna dong." ucap Mario.


Gue tersenyum karena nggak menyangka kalau selama ini Mario suka membicarakan gue dengan orang tuanya.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Papa Mario.


"Hah?"


"Papa!"


"Kenapa sih Mario? Lagian kalian itu kan pacarannya sudah lama kan? Mario juga udah dewasa, udah saatnya untuk menikah... Nggak malu apa sama keponakan kamu yang sebentar lagi udah mau menikah." ucap Mama-nya Mario panjang lebar.


"Verra aja yang kebelet kawin." cibir Mario.


"Kalau ada Michael dan kamu manggil dia dengan nama itu Papa yakin dia pasti akan mukul wajah kamu saat ini juga." ucap Papa-nya Mario sambil tertawa.


"Bodo amat." ucap Mario.


"Jadi kapan kalian akan menikah? Mama udah siap loh punya cucu." ucap Mama-nya Mario.


"Papa juga."


"Kan kalian udah punya cucu."


"Ye tapi kan si Michael itu udah besar malah udah mau nikah."


Gue tersenyum melihat kelakuannya Mario dan Mamanya kok lama lama jadi mirip Michael dan Tante Siska ya?


Ahh ngomong ngomong soal Michael, dari tadi dia terus menelfon gue... Namun gue sengaja nggak mau angkat telfon dia karena paling ujung ujungnya mau bahas soal pernikahan gue sama Michael dan gue nggak mau nikah sama dia, kalau sama Mario sih mau mau aja 😂😂.


Bodo amat kalau dia mau marah gue nggak peduli sama sekali!


__ADS_1


__ADS_2