BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 12. Wedding Michael & Sherlyna.


__ADS_3

[Author]


Enam Hari Kemudian...


"Jadi lo beneran mau nikah ya?"


"Emang elo."


"Gue nanya baik baik ya Verra."


Michael mendongak, menatap adik dari ayahnya itu dengan kesal. Sejak kecil ia selalu saja memotong nama tengah Michael menjadi Verra, padahal kan Verra itu nama untuk panggilan cewek!


"Apa?" tanyanya tanpa dosa karena Michael menatapnya sangar.


"Sudahlah Mario, kamu jangan buat Michael kesal... Lebih baik sekarang kalian lanjutkan makan malam kalian." ucap Oppa-nya Michael, a.k.a ayahnya Mario.


Mario memutar matanya malas karena menurutnya kedua orangtuanya itu lebih menyayangi cucunya ketimbang anaknya.


"Menyebalkan!" ucap Michael tiba-tiba.


"Ada apa Michael?" tanya Mama Siska.


Malam ini keluarga Michael dari pihak papa-nya memang sedang berkumpul untuk makan malam, ya mungkin karena besok juga adalah acara pernikahannya.


"Michael udah kenyang!" ucap Michael, lalu ia bangkit dari kursi, sebelum benar benar melangkah pergi Michael melemparkan sesuatu kearah Mario.


Mario menangkap sesuatu yang Michael lemparkan, dahinya berkerut heran saat tau apa yang keponakannya itu lemparkan.


'Sapu tangan?' batin Mario.


Lamunan Mario terbuyar saat tiba tiba Ibunya heboh melihat Mario yang mimisan.


"Astaga, Mario kamu mimisan."


Mario mengusap bawah hidungnya menggunakan sapu tangan yang Michael lemparkan, lalu ia terkekeh menatap orang orang sekitarnya yang menurutnya terlalu lebay.


"Cuma mimisan Ma, kak... Jadi jangan pada heboh gitu ahh." ucapnya masih dengan kekehan.


"Mario kenapa kamu berbohong pada kami?" tanya Ayah Andrew.


Mario menatap Ayahnya dengan dahi berkererut heran. "Bohong? Maksud Papa apa?"


"Jangan pura-pura bodoh Mario! Papa tau kalau setahun terakhir ini kamu ngak melakukan terapi dengan dokter Ippo.... Kamu pikir pada nggak tau itu."


"Papa, Mario cuma---


"Cuma?"


"Bosen, tiap bulan ketemu sama dokter Ippo terus..."


Mario pun berdiri dan meninggalkan ruang makan dengan kesal, bersandar pada tangga karena pandangan agak buram dan kepalanya sedikit pusing.


"Mereka itu menyebalkan, terlalu berlebihan! Gue nggak apa-apa juga." ucapnya seraya menekan sapu tangan ke hidungnya.


[ BAD ]


Keesokan harinya setelah sama sama saling mengucapkan janji suci untuk hidup bersama hingga akhir hayatnya, kini mereka pun sudah berdiri di tempat acara pesta yang di adakan keluarga Michael, untuk menyambut tamu. Ya, resepsi itu di adakah di oleh keluarga Michael, padahal seharusnya keluarga Sherlyna yang mengadakan pesta.


"Mukanya jangan asem gitu dong Sherlyna, nggak enak sama temen temen gue." ucap Michael kepada Sherlyna yang memang sejak tadi pagi memasang muka bete.

__ADS_1


"Bodo!" dengus Sherlyna kesal karena ia sudah harus terpaksa menikah dengan pria yang tidak dia cintai.


Saat Michael ingin berbicara, Ayah dan kedua adik Sherlyna pun datang membuat Michael pun mengurung kan niatnya untuk berucap lagi.


"Sekali lagi selamat ya buat kalian berdua, semoga kalian akan hidup bahagia selamanya." ucap Rezardian. a.k.a ayahnya Sherlyna.


Michael mengangguk. "Terima kasih, Ayah." balasnya.


Sementara Sherlyna hanya tersenyum masam, andai Ayahnya tau jika ia tidak menginginkan pernikahan ini. Mungkin pernikahan ini pun tidak akan terjadi.


"Kami pulang dulu ya... Michael aku percaya padamu. Tolong jaga putriku, dia satu satunya bidadariku, jangan pernah membuatnya menangis." ucap Rezardian serius.


Michael mengangguk mantap. "Terima kasih sudah mempercayakan putri Ayah, Michael janji akan menjaga Sherlyna dan nggak akan membiarkannya menangis." ucap Michael sungguh sungguh dari dalam hatinya yang paling dalam.


Rezardian menepuk bahu Michael pelan, "baiklah, kami pulang. Ayo Ferry, Ramma."


"Kak jangan lupa buat keponakan yang imut-imut ya." ucap Ferry dan Ramma secara bersamaan.


Sherlyna melotot kesal kearah dua adiknya. Tapi kedua adiknya itu malah cengengesan tidak jelas.


"Ramma mau keponakan cewek."


"Ferry juga mau yang cewek." tambah Ferry.


"Sudah jangan buat kakak kalian kesal, ayo pulang." ucap Rezardian menarik kedua tangan anaknya menjauhi Sherlyna yang menggerutu kesal, sementara Michael malah cengengesan.


"Ketawa aja terus." dengus Sherlyna


Dengan perasaan galau, Sherlyna tetap mencoba untuk tersenyum walau itu palsu saat menyalami para tamu undangan yang hadir. Dan dari semua para tamu undangan itu tidak ada yang di kenalnya kecuali keluarga nya dan keluarga Michael.


"Selamat ya, Sherlyna. Semoga kamu akan hidup bahagia sampe tua nanti." ucap Ibunya Beni seraya memeluk Sherlyna.


"Terima kasih, tante Ella." balas Sherlyna.


Michael mengangguk. "Aminn... Terimakasih sudah datang."


"Selamat ya, buat kalian berdua... Semoga cepet dapat momongan yang banyak." ucap Beni, lalu ia tertawa dan di sambut tawa juga oleh Michael.


Sementara Sherlyna melotot kesal dengan Beni. "Duh serem banget Sih Bu mukanya." ejek Beni.


Sherlyna memutar matanya malas, lalu Beni pun memeluk Michael lala lelaki. "Jangan sampai buat dia menangis kalau nggak mau gue sunat dua kali... Gue tau kalau dia nggak bahagia sama pernikahan ini, tapi gue yakin lo bisa buat dia bahagia." bisik Beni kepada Michael, membuat Michael sedikit merinding namun tetap megangguk seraya tersenyum.


Beni sangat yakin jika memang Michael lah yang pantas menjadi pasangan Sherlyna, bukan pria **** yang sekarang entah dimana keberadaannya dan Beni berharap bahwa setelah ini Sherlyna bisa hidup bahagia yang sesungguhnya.


Setelah Beni dan Ibunya pergi, kini giliran teman teman Michael yang datang untuk memberi selamat buat mereka berdua.


"Selamat ya, Michael. Gue nggak nyangka kalau lo itu bakalan nikah."


"Sialan lo Sell." ucap Michael.


"Haha, selamat ya---


"Sherlyna." ucap Michael saat Sella sepertinya lupa nama mempelai wanitanya.


"Selamat ya, Sherlyna. Semoga hidup lo bahagia sama Michael, yah walau gue masih heran kenapa lo mau sama Michael yang udah jelas jelas kelakuannya nggak jelas ini.." ucap Sella seraya memeluk Sherlyna sok akrab.


Membuat Sherlyna memutar bola matanya. "Mungkin gue khilaf.... Terimakasih sudah hadir." balas Sherlyna.


Dan satu persatu teman Michael pun silih berganti datang mengucapkan selamat dan juga berbagai ucapan yang menurut Sherlyna Ambigu.

__ADS_1


"Michael kok lo jahat banget sih sama gue." ucap seorang cewek dengan pakaian yang menurut Sherlyna tidak pantas untuk di pakai di acara seperi ini.


"Baru tau ya kalau gue jahat." Balas Michael acuh.


"Ih lo nyebelin banget sih, Michael." ucap cewek itu sambil menghentakkan kakinya kesal.


"Abg labil." gumam Sherlyna lirih.


"Apa lo bilang?" ucap cewek itu tidak terima di bilang abg labil oleh Sherlyna.


Sherlyna hanya menatap cewek itu acuh dan tidak ada niatan untuk mengucapkan sepatah katapun, membuat cewek itu geram.


"Bisa menyingkir dari hadapan gue, antirian masih panjang noh." ucap Sherlyna menunjuk para tamu undangan yang memang masih banyak di belakang cewek itu.


"Awas aja ya, gue nggak bakalan biarin hidup lo sama Michael bahagia, karena gue pasti bakal rebut Michael dari lo." ucap cewek itu berbisik namun Michael masih dapat mendengar nya.


Sherlyna memutar mata malas lalu berkata. "Gue tunggu saat itu tiba."


"Tenang aja, gue nggak bakalan kepincut sama Anggun kok, gue kan udah punya bidadari kayak lo." bisik Michael kepada Sherlyna.


Namun Sherlyna tidak membalas ucapan Michael dan hanya mendengus sebal.


"Woahh selamat ya bro, gue ngak ngira kalau lo malem itu gagal buat tidur sama dia tapi sekarang lo malah nikah sama dia." ucap salah satu teman Michael. dengan hebohnya.


"Sialan lo, Run!" balas Michael kesal.


"Hallo nona cantik, selamat ya udah nikah sama Michael, gue doain semoga hidup lo bahagia sama Michael dan gue juga berdoa semoga Michael taubat."


Sherlyna hanya menanggapi ucapan Harun dengan senyuman saja, ia terlalu malas untuk berbicara. Sementara Michael sudah memukul pundak Harun walau tidak kuat namun Harun pura pura mengaduh kesakitan.


"Michael kapan gue bisa duduk? Pegel nih kaki gue." tanya Sherlyna.


"Sebentar lagi."


Setelah acara selesai.


"Sherlyna lo dikamar mandi tidur apa semedi sih, kok lama banget. Gue juga mau mandi ini gerah."


Sherlyna menggerutu kesal, pasalnya sudah hampir setengah jam lebih Sherlyna berada di kamar mandi yang katanya mau mandi tapi tidak keluar keluar.


Sementara Sherlyna di dalam kamar mandi juga sedang menggerutu kesal karena saat ia membuka kopernya, isinya semua sudah berbeda. Saat ini Michael dan Sherlyna memang sengaja menginap di hotel tempat mereka mengadakan acara pernikahan tadi, sementara para orang tua pulang kerumah masing masing.


"Ini gila! Siapa coba yang nuker koper gue?" tanya Sherlyna pada dirinya sendiri.


"Masa iya gue keluar pakek baju kayak gini, ahh ini mah bukan baju kali." ucap Sherlyna terus berbicara sambil mengeluarkan isi kopernya yang ternyata isinya sama semua, hanya saja berbeda beda warnanya.


"Ini yang jualan baju nggak punya bahan apa ya? Kok tipis semua kayak gini." ucap Sherlyna pada akhirnya memutuskan untuk memakai salah satu baju tidur itu karena tidak tahan dengan suara gedoran pintu dari luar.


Setelah memakai baju tidur yang super tipis berwarna hitam, Sherlyna berdiri di depan cermin yang ada di kamar mandi.


"Gila, masa daleman gue sampe kelihatan." gumamnya.


"Ahh masa bodo, gue ngantuk." Ucap Sherlyna lalu membuka pintu kamar mandi.


"S-she-rly-na." ucap Michael terbata bata saat melihat penampilan Sherlyna yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Apa liat liat, sana minggir gue mau tidur!"


Michael masih memperhatikan langkah kaki Sherlyna yang akhirnya merebahkan dirinya di ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Duh liat Sherlyna pakai kayak gitu jadi horni kan gue." Batin Michael lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.



__ADS_2