
Bagian 46.
Michael baru saja akan memejamkan matanya saat ponselnya berdering cukup nyaring, dia lupa seharusnya dia membuat pengaturan ponselnya menjadi sunyi.
Dengan kesal, ia bangkit dari kasur dan meraih ponselnya yang ada di nakas. Tanpa melihat id caller Michael langsung menerima panggilan telfon.
"Ngapain?" tanya Michael ketus, tidak peduli dengan siapa si penelpon karena ini sudah jam dua belas lewat.
"Michael kok tiba tiba gue kangen sama baby Devandra ya."
Michael mendelik dan melihat layar ponselnya, dan ternyata Mario yang saat ini tengah menelponnya.
"Ganggu aja lo." ucap Michael kesal dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Namun tak berselang lama Mario kembali menghubunginya.
"Apalagi?!" seru Michael kesal.
"Vc yuk." ajak Mario.
"Dih jijik gue." ucap Michael mengeryit jijik.
"Please, gue beneran pengen liat wajah baby Devandra nih." ucap Mario dengan suara memelas.
"Ogah, gue ngantuk mau tidur." ucap Michael.
"Sebentar aja, gue nggak bisa tidur dari tadi karena kebayang muka baby Devandra." ucap Mario.
"Terus gue peduli gitu." ucap Michael acuh.
"Yaudah kalau gitu gue ke rumah lo aja ya." ucap Mario.
"Ck! Nyusahin aja sih lo." ucap Michael lalu mematikan sambungan telponnya.
Setelah itu Michael membuka aplikasi WA untuk video call dengan Mario.
"Tuh udah liat kan."
Michael mengarahkan cameranya pada baby Devandra agar Mario bisa melihat baby Devandra.
"Udah kan, awas lo kalau ganggu gue lagi." ucap Michael pada Mario lalu mematikan sambungan video call.
Malam ini tidur Michael benar benar tidak nyenyak karena harus menjaga baby Devandra dan Sherlyna sekaligus.
Pagi harinya Sherlyna bangun lebih dulu, dan melihat baby Devandra yang masih tidur dan juga Michael yang masih tidur nyenyak.
__ADS_1
"Hoam..."
Sherlyna menguap dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersikan diri, ia merasa tubuhnya fress kembali. Sherlyna pun segera mengganti pempers baby Devandra.
"Haus ya sayang." ucap Sherlyna.
"Mama buatkan kamu susu sebentar ya sayang."
Sherlyna ingin membangunkan Michael untuk menjaga baby Devandra karena ia ingin membuatkan baby Devandra susu, tapi saat di liatnya Michael masih tidur nyeyak dan sepertinya kelelahan karena menjaga baby Devandra seharian kemaren pun mengurungkan niatnya.
"Kamu jangan nangis ya, Mama mau buat susu. Papa kayaknya capek banget, jadi biarin istirahat." Sherlyna berbicara pada baby Devandra sebelum akhirnya meninggalkan baby Devandra untuk membuatkan baby Devandra susu.
Lima menit kemudian Sherlyna kembali ke kamar membawa susu untuk baby Devandra. Sherlyna tersenyum saat di lihatnya bayi itu tidak menangis.
"Anak Mama pinter, nggak nangis." ucap Michael lalu mengangkat baby Devandra untuk di beri susu.
Sherlyna pun duduk di kasur dan memangku baby Devandra seperti biasa saat akan di beri susu. Setelah beberapa menit kemudian, botol susu yang tadinya penuh itu pun telah kosong.
"Pinter nya anak Mama." ucap Sherlyna.
Michael yang sudah bangun dan memperhatikan Sherlyna dan baby Devandra pun tersenyum lebar.
"Pagi." ucap Michael.
"Nggak kok, kamu aja yang tiap hari kuat..." ucap Michael.
"Mulai hari ini aku mau salah satu pelayan bantu kamu jaga baby Devandra ya." ucap Michael.
"Kenapa? Kamu nggak percaya sama aku?" tanya Sherlyna.
"Bukan gitu, tapi aku cuma nggak mau kamu kenapa napa. Sherlyna kamu itu lagi hamil, dokter kan udah bulan kalau kamu harus banyak istirahat." jelas Michael.
"Tapi--
"Please, ini demi anak kita."ucap Michael.
Ia memeluk Sherlyna dari belakang di atas kasur itu sembari memperhatikan baby Devandra.
Sherlyna pun mengangguk pasrah. "Liat matanya mirip banget sama kamu ya." ucap Sherlyna.
"Bukan cuma matanya, alis dan bibirnya pun mirip kamu Michael." ucap Sherlyna.
Hal itu tentu saja membuat Michael bingung, dan setelah di perhatikan apa yang Sherlyna katakan memang benar adanya.
__ADS_1
"Aneh." gumam Michael.
Sherlyna mengerutkan dahinya. "Nggak ada yang aneh Michael, wajar aja kalau mirip kamu mah... Aku yakin nanti kalau baby Devandra udah besar pasti lebih keren dari kamu." ucap Sherlyna dengan senyum lebar membayangkan baby Devandra yang sudah dewasa dan Michael sudah tua.
"Duh romantis nya."
Michael dan Sherlyna sontak melihat kearah pintu kamar, di sana ada Mario dengan senyuman lebarnya. Membuat Michael dan Sherlyna kebingungan, untuk apa Mario datang ke rumah mereka pagi pagi begini.
"Lo ngapain kesini?" tanya Michael.
Mario tersenyum lebar dan menghampiri mereka. "Gue kangen sama--.
Mario menghentikan ucapannya saat melihat Michael mendelik padanya.
"Biasa aja kali Verra mukanya... Gue kesini karena gue kangen sama Baby Devandra bukan sama istri lo." jelas Mario, entah kenapa sama melihat baby Devandra secara langsung dia merasa selalu merindukan bayi itu.
"Modus kan lo." ucap Michael kesal karena Mario serong memotong namanya dari Verrali menjadi Verra.
"Terserah apa kata lo." ucap Mario acuh.
"Hai baby, duh imutnya jadi gemes pengen nyubit." ucap Mario tersenyum gemas melihat baby Devandra.
"Sebentar, Om Mario kan belum pernah liat baby Devandra?" tanya Sherlyna bingung.
Michael bangkit dari kasur. "Kemarin dia dateng bawain kamu buah sama susu buat baby Devandra " jelas Michael, ia memperhatikan Mario yang berbicara dengan baby Devandra yang ada dalam pangkuan Sherlyna.
"Sherlyna, boleh pangku." ucap Mario. ia duduk di kasur dan menepuk belum pahanya agar Sherlyna meletakkan bayi itu di sana.
Sontak hal itu membuat Michael mendelik. "Nggak." serunya saat ingat bagaimana kemarin Mario menggendong bayinya.
"Nggak apa-apa Michael." ucap Sherlyna.
"Kamu nggak tau kemaren sore baby Devandra--
Sherlyna mengabaikan Michael, ia mengambil bantal dan meletakkan di paha Mario lalu meletakkan baby Devandra di atas bantal itu.
"Wah..."
Mario sangat senang karena Sherlyna membiarkan baby Devandra ia pangku walau beralasan bantal.
"Aku pikir kemaren kamu belanja buah sama susu buat baby Devandra." ucap Sherlyna.
"Nggak itu semua dari Mario." ucap Michael.
"Ada susu buat ibu hamil juga soalnya." tambah Sherlyna.
__ADS_1
"Verra, gue udah bilang sama kakak kalau mulai hari ini gue mau tinggal di rumah ini. Biar bisa deket sama baby Devandra." ucap Mario membuat Michael melotot.