BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Bagian 11. Kemaren Cuma Mimpi


__ADS_3

[ Author ]


"Sherlyna!" "Sherlin!"


Michael mendengus kesal karena tidak tau bagaimana caranya membangunkan Sherlyna yang sedang tertidur. Sudah hampir setengah jam Michael berusaha membangunkan Sherlyna yang tertidur di mobilnya dengan berbagai cara namun sepertinya tidur Sherlyna terlalu pulas sehingga tidak bangun bangun.


"Lo itu tidur apa mati sih? Kok susah banget bangunnya?" tanya Michael pada Sherlyna yang sedang tertidur.


Tiba tiba Michael tersenyum miring saat mendapatkan ide yang menurutnya berlian... "Mungkin dia akan bangun."


Brak!!


"Akhh."


Michael meringis karena kepala nya terpentur dasboard mobil akibat Sherlyna yang refleks mendorongnya secara tiba-tiba.


"Mau apa lo?" tanya Sherlyna mendelik kearah Michael yang masih meringis karena kepala bagian belakangnya yang sakit.


"Bangunin lo lah, pake nanya lagi." gerutu Michael kesal lalu kembali ke tempat duduknya.


"Bangungin gue? Kok gue nggak yakin ya." ucap Sherlyna tidak yakin.


Michael memutar bola matanya malas... "Lo tidur kayak orang mati, udah setengah jam lebih gue bangunin, lo nggak bangun bangun juga, eh giliran mau di cium malah udah bangun duluan." ucap Michael panjang lebar.


Dan itu suksee membuat Sherlyna kembali melotot kearah Michael, ia melihat keseliling dan baru sadar bahwa ternyata dirinya masih berada di dalam mobil Michael.


"Alhamdulillah cuma mimpi." ucap Sherlyna sambil menghela nafas lega karena kejadian yang baru saja terjadi itu hanya mimpinya saja.


Michael mengeryit heran mendengar ucapan Sherlyna... "Lo mimpi apaan sih?" tanya Michael kepo.


"Kepo lo." dengus Sherlyna.


"Gue nanya baik baik, lo malah nyolot aja... Turun buruan." ucap Michael kesal lalu turun dari mobil.


Sherlyna mengikuti langkah kaki Michael yang keluar dari mobil, "kita mau kemana sih?" tanya Sherlyna.


"Makanya kalau punya hp tuh di gunain... Kalo ada telfon di jawab dan kalau ada sms di baca." ucap Michael masih terus sambil berjalan.


Sherlyna mendengus lalu mengambil hp nya dari dalam tas dan melihat memang banyak sekali panggilan dari Michael dan juga sms dari Michael.


'69 misscall, 69 pesan.'


"Gila kenapa angkanya ambigu sih." gumam Sherlyna pelan.


"Woy!! Ah elah ngelamun lagi." ucap Michael berdecak kesal karena Sherlyna hanya diam sambil memainkan hp.


Sherlyna mendongak untuk menatap Michael yang sedang berkacak pinggang di depannya, lalu ia menatap ke sekeliling karena merasa bingung dengan tempat yang ia dan Michael datangi saat ini.


"Ngapain kita kesini?" tanya Sherlyna heran.


"Menurut lo aja deh." balas Michael malas.


"Gue serius, elah."


"Fitthing baju pengantin bego!" Ucap Michael geram.


"Hah! Buat apa?" tanya Sherlyna dengan muka bingung nya.

__ADS_1


"Buat acara pernikahan kita."


"Pernikahan."


"Iya! Dasar lola!" ucap Michael geram.


Sherlyna melotot. "Siapa yang mau menikah?!"


"Mama sama Papa."


"Loh, bukanya lo masih punya Papa ya?" tanya Sherlyna.


"Aduh astaga tuhan, dosa apa gue punya calon istri begonya keterlaluan." ucap Michael sambil mengacak-acak rambutnya karena frustasi.


"Calon isteri lo siapa?"


"Lo habis makan apasih kok jadi bego begini?"


"Selamat datang Mr. & Mrs.Michael."


Sherlyna tidak jadi mengucapkan sesuatu karena mendengar seseorang perempuan menyapa mereka.


"Kami datang untuk fithing baju pengantin." ucap Michael langsung.


Perempuan itu mengangguk. "Mari ikut saya Mr & Mrs Michael, saya tunjukkan tempatnya."


Sherlyna yang masih tidak mengerti hanya mengikuti kemana langkah Michael mengikuti perempuan tadi.


"Sana lo ikut dia ganti baju." ucap Michael mendorong Sherlyna untuk mengikuti perempuan tadi.


Michael menggertakkan giginya kesal. "Gue udah tadi siang, cuma elo yang belom!"


"Tapi--


"Nih coba pake." ucap Michael memotong ucapan Sherlyna seraya menyerahkan sebuah gaun kepada Sherlyna.


Sherlyna memutar bola matanya malas lalu berjalan memasuki ruang ganti, beberapa menit kemudian Sherlyna keluar ruang ganti dengan sudah memakai gaun yang Michael berikan tadi.


"Bagaimana Mr. Michael , bukankah Mrs. Michael terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu?" tanya perempuan tadi kepada Michael.


Sherlyna mendengus karena ia tidak suka menggunakan gaun seperti yang ia kenakan sekarang, terlalu ribet. Itu menurut Sherlyna.


Michael mengerutkan keningnya melihat Sherlyna, lalu ia melangkah mendekati Sherlyna dan dengan seenaknya ia memutar mutar badan Sherlyna untuk mencari sesuatu yang menurutnya tidak pas.


"Dada lo rata banget sih, jadi jelek kalau lo pake gaun model begini." ucap Michael setelah menyadari apa yang kurang.


Sherlyna mendorong badan Michael kesal. "Dasar cowok mesum!"


Setelah berucap demikian Sherlyna kembali masuk ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan yang tadi. Sherlyna merasa sangat kesal dengan ucapan Michael yang menurutnya terlalu fulgar,apalagi disana tadi ada seorang perempuan yang membawa baju tadi.


Sementara di luar, Michael menggaruk belakang kepalanya bingung. Perasaan ia sudah berkata jujur deh, Michael tidak bohong dengan ucapannya tentang dada Sherlyna. ukurannya memang paling kecil dari semua wanita yang pernah bersamanya.


"Bukannya saya berkata jujur ya?" tanya Michael pada perempuan itu, perempuan itu pun mengangguk ragu-ragu.


"Gue mau pulang." ucap Sherlyna melangkah meninggalkan Michael yang masih berbicara dengan perempuan tadi.


Sherlyna bersandar pada kap mobil Michael... "hhh ngapain sih dia di dalem kok nggak keluar-keluar, jangan jangan berbuat mesum lagi sama perempuan tadi."

__ADS_1


"Udah sepuluh menit gue nunggu Michael, liat aja dalam hitungan ketiga dia nggak keluar gue bakalan pulang duluan." umpat Sherlyna kesal karena Michael masih berada di dalam butik dan membuat Sherlyna sedikit curiga dengan apa yang sedang Michael lakukan di dalam sana.


Sherlyna tidak tau ia kesal karena tidak bisa cepat pulang atau karena Michael tidak keluar keluar dari butiq.


"Satu.... Dua..... Dua seperempat.... Dua setengah..... Dua---


"Lo lagi ngitungin apa sih?" tanya Michael bingung.


"Heh! Sejak kapan lo ada di sini?" tanya Sherlyna karena bingung dengan Michael yang tiba tiba sudah ada di hadapannya.


Michael menaikkan satu alisnya, "baru aja, ayo katanya mau pulang." ucap Michael lalu langsung masuk ke mobil.


Sherlyna menghentakkan kakinya kesal, lalu dia pun memasuki mobil. Setelah melihat Sherlyna yang sudah menggunakan sabuk pengaman, Michael pun langsung menjalankan mobilnya.


Selama 15 menit Perjalanan, Michael dan Sherlyna hanya diam dengan fikiran masing masing. Hingga pertanyaan Michael membuyarkan kediaman Sherlyna.


"Sebenarnya lo tadi mimpi apa sih Sherlyna? Sumpah gue penasaran banget. Soalnya lo tadi mimpinya nyebut-nyebut nama gue... Gue tau gue ini gantengnya gak ketulungan sampe lo aja mimpiin gue." ucap Michael panjang lebar dengan senyuman yang tidak kalah lebar.


Sherlyna yang mendengar ucapan Michael pun mendengus kesal dengan memutar mata jengah. Sherlyna akui bahwa Michael memang tampan, tapi Michael itu terlalu kepedean menurut Sherlyna.


"Apaan deh lo! Siapa juga yang mimpiin lo... Pede gila lo!" pekik Sherlyna. 'Ya kali gue bilang tadi habis mimpi yang ahh-- ga tau deh' lanjut Sherlyna dalam hati sambil melirik Michael.


"Alah jujur aja lo... Lebih baik pede 😎 dari pada minder 😛." ucap Michael.


"Gue udah jujur kali." ucap Sherlyna.


"Masa? Terus kenapa pipi lo tiba tiba merah kek tomat busuk gitu?" tanya Michael dengan alis terangkat satu.


"Iya. Kenapa berhenti?"


"Lah kan udah sampe depan rumah lo."


Sherlyna menatap ke sekeliling lalu menepuk jidatnya sendiri, karena tidak sadar jika sudah sampai di depan rumahnya.


"Jangan lupa, pernikahan kita satu minggu lagi." ucap Michael saat Sherlyna membuka pintu mobil hendak keluar.


Sherlyna menghentikan aktifitasnya lalu kembali menatap Michael. "Gue nggak mau nikah sama lo!"


"Tapi orang tua lo udah setuju sama pernikahan kita."


"Sotoy lo."


Michael menggelengkan kepalanya... "Nggak! Orang tua gue sebulan yang lalu udah ngelamar lo secara resmi sama kedua orang tua lo dan mereka setuju dengan pernikahan kita."


"Tapi---


Sherlyna menghentikan ucapannya saat Michael tiba tiba mencondongkan badannya dan langsung mencium bibir Sherlyna tanpa permisi.


"Nggak ada kata tapi, sudah sana masuk." ucap Michael dengan senyum manisnya.


'Deg'


Sherlyna langsung keluar dari mobil Michael, lalu tanpa melihat kearah Michael lagi ia langsung memasuki rumahnya. Membuat Michael tertawa dengan sikap Sherlyna.


"Gue Michael Verrali Blackwell, berjanji tidak akan melepaskanmu Annatasia Sherlyna Veronica... Apapun yang terjadi Sherlyna cuma milik Michael!"


__ADS_1


__ADS_2