
Bagian 52.
"Wah enak ya Sherlyna, sekarang lo tinggal di rumah mewah kayak gini."
"Gue mau lah tukeran suami sama lo."
"Marisa!"
"Hahaa."
Saat ini, Marissa, Jecky serta ketiga anaknya telah datang ke rumah Michael untuk makan malam.
Michael terkejut saat pria bernama Jecky itu datang dengan dua anak laki laki di gendongannya dan wanita yang tidak lain adalah istrinya Jecky pun menggandeng anak laki laki yang paling besar.
Michael pikir si Jecky ini masih single dan calon kandidat orang yang di sukai Sherlyna dalam artian wanita dan pria. Nyatanya Sherlyna menyukai Jecky karena pria itu adalah teman semasa SMA-nya.
"Lo nemu dimana sih Sherlyna yang kayak suami lo itu, gue juga mau dong."
Sejak tadi, hanya Marisa yang buka suara. Sementara Sherlyna hanya menanggapi seadanya saja karena tiba tiba saja kepalanya pusing dan mulai mual lagi.
Setelah makan malam usai, Jecky, Mario dan Michael mengobrol santai di ruang tamu. Sementara Marisa dan anak anaknya mengikuti Sherlyna menuju kamar untuk melihat Baby Devandra.
"Duh lucunya, umur berapa bulan ini Sherlyna?" tanya Marisa dengan gemas dan mencubit pipi baby Devandra dengan gemas.
"Dua bulan." balas Sherlyna.
"Mirip banget sama suami kamu ya." ucap Marisa membuat Sherlyna tersenyum masam.
"Iya." balas Sherlyna.
"Oh iya, si Mario itu siapa nya Michael?" tanya Marisa.
"Om-nya Michael." ucap Sherlyna.
"Om-nya masih muda banget sih, udah ada yang punya belom?" tanya Marisa lagi.
Sherlyna mengerutkan dahinya menatap Marisa. "Udah, jangan berpikir yang aneh aneh, Jecky cinta mati sama lo."
"Ish lo mah." dengus Marisa sebal.
"Ma dedeknya imut, bawa pulang ya." ucap anak sulung Marisa seraya mencubit pipi baby Devandra.
Hal itu membuat pipi baby Devandra memerah karena anak sulung Marissa mencubitnya cukup kuat.
"Sayang jangan di cubit dedek nya, liat pipinya merah kan." ucap Marisa tidak enak hati dengan Sherlyna.
"Nggak apa kok Sa, namanya juga anak anak." ucap Sherlyna.
"Maaf banget ya Sherlyna, si sulung emang gitu. Di bungsu aja suka di cubitin sama dia." ucap Marisa.
Sherlyna mengangguk. "Titip baby Devandra sebentar ya." ucap Sherlyna karena ia ingin membuat kan baby Devandra susu.
"Loh Sherlyna kok di kasi susu formula, masih dua bulan. ASI lebih bagus loh." ucap Marisa saat Sherlyna memangku baby Devandra untuk di beri susu.
__ADS_1
Sherlyna hanya tersenyum. Membuat Marissa bingung, "ketiga anakku aja sampe satu tahun aku kasih ASI." ucap Marissa.
Sherlyna mengusap pipi baby Devandra. "Ada sesuatu yang nggak bisa aku jelasin ke lo Sa." ucap Sherlyna.
Marissa mengangguk dan berpikir jika alasan yang tidak bisa Sherlyna jelaskan itu adalah Sherlyna yang saat ini tengah sakit karena wajahnya yang pucat itu.
"Apakah lo punya penyakit parah?" tanya Marisa.
Pada dasarnya dia memanglah orang yang kepo, jadi lidahnya gatal jika belum tau sesuatu yang dia ingin tau dengan jelas.
Sherlyna menatap Marissa lalu menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa nggak di kasih ASI baby lo?" tanya Marisa lagi.
"Bi, tolong bawa anak anak Marisa main di luar ya." ucap Sherlyna pada pengasuh baby Devandra.
"Baik Nyonya." ucap pengasuh baby Devandra lalu membawa ke tiga anak Marisa keluar kamar.
"Lo kepo banget jadi orang sih Sa." ucap Sherlyna lalu tertawa kecil.
Marisa mendengus sebal. "Siapa yang kepo, gue cuma pengen tau aja."
"Pengen tau aja apa pengen tau banget?" tanya Sherlyna bercanda.
"Pengen tau banget, Sherlyna gue kepo akut sumpah." ucap Marisa membuat Sherlyna tertawa keras.
"Puas lo, ketawa aja terus sampe besok." dengus Marisa.
"Dih gitu aja ngambek Sa." ucap Sherlyna menghentikan tawanya.
Marisa memperhatikan Sherlyna dengan kening berkerut bingung. "Itu pil anti mual buat orang hamil, kenapa lo minum itu?" tanya Marissa.
Sherlyna tersenyum. "Menurut lo kenapa Sa?" tanya Sherlyna dengan alis terangkat satu.
Marisa melongo. "Lo udah hamil lagi, padahal anak masih umur dua bulan?!" ucap Marisa kaget.
Sherlyna hanya tersenyum tipis.
"OMG gila, Amazing! Suami lo lebih gila dari pada Jecky ternyata." seru Marisa heboh.
Sementara di lantai bawah.
Mario, Michael, Jecky tengah duduk nyantai di sofa dan ngobrol ngobrol ringan seraya mengamati ketiga bocah lelaki yang tengah bermain di karpet.
"Gue masih nggak percaya kalau lo seumuran dengan Sherlyna tapi anak lo udah tiga gitu." gumam Mario.
Jecky tersenyum bangga. "Gue kan hebat, bentar lagi akan ada yang ke empat."
"Maksud lo?" tanya Michael.
Jecky mengendikkan bahu. "Marisa lagi hamil dua bulan."
Michael dan Mario saling pandang lalu menatap anal terakhir Jecky yang belum ada satu tahun itu.
__ADS_1
"Lo niat buat produksi anak atau gimana?" tanya Mario.
"Kata orang dulu, banyak anak banyak rezeki." balas Jecky.
"Ya tapi lo keterlaluan lah. Masa empat tahun tiga, nggak kasian Marisa apa?" tanya Michael.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Marisa merawat tiga anaknya itu. Melihat Sherlyna merasa baby Devandra saja , Michael sudah tidak tega.
"Kasihan kenapa? Kita merawat mereka bersama, bukan cuma Marisa doang yang ngurus anak kami." ucap Jecky.
"Emang lo nggak kerja?" tanya Mario.
"Kerja dong, kalau gue nggak kerja. Anak sama istri gue makan apa." ucap Jecky.
"Gimana cara lo kerja sambil ngurus anak?" tanya Michael.
Jecky menatap Mario dan Michael bergantian. "Ternyata kalian kepo juga yah, dari tadi nanya terus dan nggak ngebiarin gue buat nanya kalian."
Michael dan Mario sama sama tersenyum tipis.
"Haha nyantai aja kali."
Jecky tertawa melihat perubahan ekspresi dua pria itu.
"Ngomong ngomong kalian cuma tinggal bertiga di rumah ini?" tanya Jecky.
"Nggak bertiga bertiga." ucap Michael
"Ya, ada baby Devandra dan pengurusnya. Ada juga sopir dan pelayan." ucap Mario.
Jecky mendengus. "Bukan itu, maksud gue itu, orang tua kalian." ucap Jecky.
Dia masih tidak percaya jika Mario adalah om nya Michael karena mereka terlihat seumuran.
"Ibu dan Ayah gue lagi tinggal di rumah Om Mario karena keadaan kakek gue lagi kurang baik." ucap Michael.
"Oh."
"Ngomong ngomong lo udah nikah belom?" tanya Jecky pada Mario.
Mario menggelengkan kepalanya. "Pacar aja nggak punya."
"Wah bagus kalau gitu, gue ada niat buat jodohin lo sama adek sepupu gue kalau mau." Ucap Jecky.
"Nggak perlu Jek, gue bisa nyari sendiri." ucap Mario.
"Tenang aja, dia orangnya cantik kok. Dia lagi nyari suami." ucap Jecky.
"Mana mau Mario sama Anggun, Jek." ucap Marisa yang baru saja turun bersama Sherlyna.
"Anggun?" tanya Michael.
"Iya, walaupun males ngakuin. Tapi dia itu sepupunya Jecky, kerjaannya gangguin rumah tangga orang. Sekarang hamil nggak jelas." ucap Marisa.
__ADS_1
Michael menelan ludah dan menatap Sherlyna yang tidak bereaksi sama sekali. Sepertinya dia harus cepat mencari bukti jika anak yang Anggun kandung itu bukan anaknya atau hubungannya dengan Sherlyna akan terancam.