
[ Author ]
"Baju gue mana?!"
Michael menutup telinganya karena teriakan Sherlyna yang tiba tiba menggelegar di seluruh penjuru kamar.
"Nggak udah pake otot bisa kali." ucap Michael sinis.
Sherlyna memegang selimut bagian atasnya dengan erat, membuat Michael mengeryitkan alisnya dan tersenyum licik. Nggak ada salahnya kan ngerjain pacar sendiri, batinnya. [Author : pacar boongan kalau lo lupa Sel!]
"Duh maaf semalem buru-buru banget sih, jadi gue nggak sengaja robek baju lo." ucap Michael dengan wajah yang ia buat sememelas mungkin.
Membuat Sherlyna melotot. "Lo apain gue semalem?." tanya Sherlyna panik.
"Menurut lo kalo cewek sama cowok tidur bareng terus bangun nggak pake baju itu habis ngapain?" tanya Michael sambil tersenyum miring.
Lagi dan lagi Sherlyna kembali melotot lalu dengan tiba tiba ia menimpuk badan Michael menggunakan bantal guling yang ada di sebelahnya membuat Michael mengaduh.
"Duh Sherlyna, udah dong... Sakit tau." ucap Michael, tangannya mencoba mengambil alih bantal guling dari tangan Sherlyna.
Sherlyna tidak menghiraukan Michael, malah dengan brutalnya dia memukul Michael dengan batal guling itu.
"Michael!"
"Apa sayang." ucap Michael sambil tersenyum penuh kemenangan saat ia bersahil mengambil bantal guling itu dari tangan Sherlyna, bahkan ia sudah berada di atas badan Sherlyna karena menahan kedua tangan Sherlyna.
Sherlyna menelan ludah dengan susah payah karena menurutnya posisi itu sangat ambigu.
"Minggir!" pekik Sherlyna.
Michael menggelengkan kepalanya masih dengan senyuman miring di bibirnya. "Nggak mau."
"Minggir atau---
"Atau apa sayang." ucap Michael memotong ucapan Sherlyna.
Sherlyna mendengus kesal dengan pipi yang merona merah karena malu dengan posisi mereka saat ini.
"Duh gemesin banget sih kalau lagi blushing gitu, niat mau ngerjain jadi beneran pengen." Batin Michael.
Sherlyna melotot saat tiba tiba Michael mencium bibirnya. "A-apa yang lo lakuin?" tanya Sherlyna dengan susah payah.
Michael mengabaikan Sherlyna dan malah mencium bibir Sherlyna dengan pelan. Sherlyna berusaha memberontak dengan menggelengkan kepalanya ke kanan.
__ADS_1
Michael melepaskan ciuamannya sepihaknya pada Sherlyna, dan menatap lurus kedua bola mata Sherlyna dengan sayu, lalu ia bangkit dari atas badan Sherlyna.
Sherlyna yang masih mengatur nafasnya, menatap kepergian Michael dari kamar itu dengan hati sedikit lega. Setidaknya Michael tidak jadi berbuat yang tidak-tidak, sebenarnya Sherlyna tau bahwa semalam Michael tidak berbuat apa-apa padanya.
Sherlyna baru ingat jika memang Michael melepas bajunya karena semalam Sherlyna muntah-muntah mengenai bajunya dan bahkan baju Michael juga. Harusnya dia minta maaf bukan malah memukul Michael menggunakan bantal guling seperti ABG labil.
Sherlyna pun bangkit dari ranjang dan berlari memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, selang beberapa menit kemudian. Sherlyna keluar kamar mandi dengan berlilitan handuk putih milik Michael.
"Gua mau pake apa coba? Kan baju gue kotor." gumam Sherlyna pada dirinya sendiri.
Sherlyna duduk di atas ranjang sambil berfikir ia harus menggunakan apa, masa ia gue harus pake baju Michael? Batin Sherlyna.
Dengan langkah pelan ia menuju lemari Michael dan membukanya, matanya sukses melotot saat melihat isi lemari Michael.
"Ini semua punya Michael? Ya kali Michael belok? Atau mungkin punya cewek yang pernah tidur sama dia? Rajin amat ngoleksi kayak beginian?" tanya Sherlyna pada dirinya sendiri karena di lemari Michael banyak sekali baju baju perempuan.
Tanpa berfikir lagi Sherlyna mengambil salah satu dress dan memakainya. Tidak peduli itu milik siapa, yang terpenting ia keluar pakai baju.
Setelah berpakaian, Sherlyna mengembalikan handuk Michael kembali ke kamar mandi. Menyisir rambut dengn asal lalu berjalan keluar kamar, matanya menyipit untuk mempertajam penglihatannya.
"Tante Siska." ucap Sherlyna setelah yakin bahwa yang sedang duduk di sofa ruang tengah Michael bersama Michael itu adalah Mamanya Michael.
"Duduk dulu Sherlyna." ucap Tante Siska Sinis.
Sherlyna yang belum paham akan suasana apa yang sedang terjadi pun hanya menggaruk hidungnya yang tidak gatal itu, tipikal Sherlyna jika sedang bingung. Kemudian Sherlyna duduk di sofa bersebelahan dengan Michael.
"Maaf tante ini sebenarnya ada apa ya?" tanya Sherlyna canggung.
"Kenapa kalian nggak bilang kalau hubungan kalian udah sejauh ini?" tanya tante Siska membuat Sherlyna tidak mengerti.
"Ma ini semua tidak seperti yang Mama lihat." ucap Michael membuka suara.
"Lalu seperti apa Michael?" tanya Tante Siska.
Michael menatap Ibunya yang menatap nya tajam dengan kikuk. "Ma dengerin Michael dulu, sebenarnya selamem itu----
"Mama nggak perlu dengar karena tadi Mama sudah melihat dengan mata kepala Mama sendiri!" ucap Tante Siska tegas.
"Sherlyna kok nggak ngerti ya sama apa yang sebenarnya kalian bicarakan?" tanya Sherlyna jujur.
"Tante sedang membicarakan hubungan kamu dengan Michael yang ternyata sudah sejauh ini." ucap tante Siska.
"Sejauh apa ya?"
__ADS_1
"Pokoknya kalian harus segera menikah, titik!." seru Tante Siska.
Membuat Michael dan Sherlyna sukses langsung melotot kaget dan spontan berteriak.
"Apa?!"
"Duh kompaknya."
"Aku nggak mau menikah sama Michael tante." ucap Sherlyna menunjuk Michael yang duduk di sampingnya dengan jari telunjuknya.
Michael mendelik. "Siapa juga yang mau menikah sama cewek bar-bar kayak lo."
"Lagian ya tante, saya dan Michael itu cuma pacaran boongan." ucap Sherlyna jujur.
"Terus Mama harus percaya kalau kalian itu cuma pacaran bohongan tapi yang kalian lakuin tadi itu nggak bohongan!." ucap Tante Siska tajam.
"Ma, Sherlyna memang benar.. Kami Nggak benar benar pacaran, aku sengaja membayar Sherlyna agar mau menjadi pacar pura pura Michael. Supaya Mama nggak jadi jodohin Michael Ma." ucap Michael mencoba menjelaskan.
Tante Siska menggelengkan kepalanya. "Mama nggak perduli, pokoknya kalian harus menikah bulan depan karena apa yang kalian lakukan itu sudah keterlaluan!"
"Tapi kami Nggak berbuat apa-apa tante, tadi tiba tiba saja Michael yang seenak jidad main nyium Sherlyna." ucap Sherlyna.
"Sudah tante bilangkan bahwa tante nggak peduli, yang tante mau kalian harus menikah bulan depan.. Nggak ada penolakan Michael!" ucap Tante Siska saat Michael ingin membuka suara.
"Mama pergi dulu ya Michael, mau membicarakan soal pernikahan kamu sama Sherlyna... tante pergi dulu ya Sherlyna, awas lo jangan di lanjut yang tadi." ucap tante Siska lalu keluar apartemen Michael.
Setelah tante Siska keluar, Sherlyna menatap Michael tajam... "Pokoknya gue nggak mau nikah sama lo."
"Lo pikir gue mau nikah sama lo."
"Bodo amat, pokoknya gimana pun caranya gue nggak mau."
"Udah deh mending lo pikir gimana caranya supaya kita bilang sama Mama gue, biar kita nggak dinikahin." ucap Michael memijat keningnya.
"Lo juga sih tadi ngapain pake main asal nyosor kayak bebek!" sunggut Sherlyna.
Michael malah nyengir gaje. "Abis bibir lo menggoda banget sih."
"Apa?!"
"Mau coba lagi."
"Dasar mesum."
__ADS_1
"Sama calon istri nggak apa-apa kali."